Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Bonchap - Jesika Koma


__ADS_3

Pagi itu... Setelah Jo mendengar kabar dari Bara soal Jesika yang kecelakaan mobil, Jo segera pergi ke rumah sakit. Hatinya sungguh tidak tenang dan dan begitu sangat mengkhawatirkan Jesika. Jesika kecelakaan, tidak sengaja menabrak trotoar, mungkin karena dia tidak fokus menyetir mobil.


Padahal hari ini adalah hari pernikahan Jesika dengan Raka, rencananya mereka akan menikah disebuah hotel mewah, bahkan di hotel itu sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan Jesika dengan Raka.


Begitu sampai di rumah sakit, langkah Jo terhenti saat melihat Pak Gani dan Bu Hera ada di dalam ruangan, dia dengar dari Dokter Cristian kalau Jesika mengalami luka yang cukup parah dibagian kepalanya sehingga kemungkinan Jesika membutuhkan waktu yang lama untuk bangun kembali. Jo sangat terpukul mendengarnya, ingin sekali dia melihat keadaan Jesika lebih dekat namun dia teringat dengan ucapan Pak Gani untuk menjaga jarak dengan Jesika.


Rupanya di dalam sana ada Bara yang di tema Karin sedang duduk di sofa, dia mengobrol dengan Pak Gani dan Bu Hera.


Bara menatap Pak Gani dan Bu Hera yang kelihatan sangat sedih, tapi mau bagaimanapun dia tetap harus menyampaikan soal hasil penyelidikan Detektif Anan terhadap Jesika, bagaimanapun Jesika adalah temannya, dia pasti ada rasa khawatir terhadap Jesika dan juga ingin mencari letak kesalahan Raka agar bisa membuat Jo dan Jesika bersatu. Tapi rupanya penyelidikan yang Detektif Anan lakukan kepada Raka bukanlah perkara kecil, dia memilki seorang kekasih yang tengah hamil.


"Maaf om, bukannya aku mau ikut campur, tapi om tau sendiri kan Jesika itu sudah aku anggap adik sendiri, kami saling mengenal dari kecil. Karena itu aku tidak ingin Jesika menikah dengan orang yang salah." Bara memberikan beberapa foto saat Raka dan Jihan masuk ke kamar hotel maupun ke apartemennya.


Pak Gani tercengang melihat beberapa foto yang dia pegang itu, begitu juga Bu Hera. Pak Gani memelototian mata menatap foto-foto itu dengan gemetaran menahan amarah.


Malah Bara juga memberikan foto saat Jihan beberapa kali datang ke Dokter Kandungan. Bahkan surat pernyataan bahwa saat ini Jihan tengah hamil yang usia kandungannya 1 minggu. "Bahkan pacarnya Raka sekarang sedang hamil. Apa om tega akan menikahkan Jesika dengan pria seperti ini?"


Pak Gani tidak menjawab pertanyaan dari Bara, tentu saja dia tidak rela jika anak satu-satunya itu menikah dengan pria brengsek seperti itu.


Bara tau mungkin setelah Jesika sembuh, Pak Gani pasti akan menjodohkannya lagi dengan pria yang menurutnya sangat pantas bersanding dengan putrinya. Contohnya saat tiga tahun yang lalu saat Bara tidak jadi dijodohkan dengan Karin, Bara dijodohkan dengan Jesika, namun karena Bara menolak, Pak Gani akhirnya sekarang menjodohkan dia dengan Raka. Artinya sampai kapanpun Jesika tidak akan bebas memilih calon suaminya sendiri.


"Tentu saja om akan membatalkan perjodohan mereka. Om tidak sudi jika Jesika menikah dengan pria seperti itu." Akhirnya Pak Gani menjawab pertanyaan dari Bara.


Bu Hera malah menangis, "Tapi bagaimana ini Pa, Dokter Cristian bahkan bilang dia tidak tau kapan Jesika akan siuman. Apalagi kondisinya sangat kritis?"

__ADS_1


Pak Gani hanya diam, dia juga sangat sedih mendengar ucapan istrinya itu.


"Apa Om dan tante percaya dengan kekuatan cinta?" tiba-tiba Bara mengatakan soal itu kepada Pak Gani dan Bu Hera.


Namun mereka tidak menjawab pertanyaan dari Bara, memilih diam memberikan kesempatan kepada Bara untuk berbicara lebih jelas.


"Saat istriku terbaring koma dan hanya sedikit harapan untuk bisa bangun kembali, aku menikahinya dan mengatakan cinta padanya. Akhirnya Karin siuman dan kami hidup bahagia sekarang." Bara mengatakannya sambil memegang tangan Karin, Karin memilih diam karena ini pertemuan pertama dia dan orangtuanya Jesika.


"Jadi maksudmu apa Bara?" Om Gani tidak mengerti dengan maksud Bara menceritakan soal itu.


"Jesika mencintai Jo dan Jo juga mencintai Jesika. Mereka saling mencintai. Mengapa Jesika sulit untuk bangun kembali? Karena kenangan terakhir yang ada dikepalanya adalah kesedihan, dia akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai, pasti sangat menyakitkan. Karena itu dia tidak memiliki semangat untuk hidup." Bara menjawab pertanyaan Pak Gani dengan panjang lebar.


Pak Gani tidak langsung menanggapi pernyataan dari Bara, dia juga seorang Dokter, memang semangat dari orang yang dicintai itu untuk pasien sangat berperan penting.


"Sebenarnya mama sangat menyukai Jo, dan mama juga kurang setuju dari awal dengan niat papa yang terus menjodohkan Jesika. Mama rasa anak kita sangat mencintai Jo, Pa. Mungkin dengan mereka menikah Jesika memiliki kekuatan untuk segera bangun."


Pak Gani duduk termenung, sejujurnya dia juga memang menyukai Jo yang selalu melindungi putrinya, bukan hanya itu saja Jo juga adalah pria yang sangat baik dan pekerja keras. Tidak ada salahnya jika dia menyetujui hubungan Jesika dengan Jo.


...****************...


Pak Gani sudah memutuskan perjodohan Jesika dengan Raka, bahkan dia memperlihatkan foto-foto Raka kepada mantan calon besannya itu dengan marah. Bahkan ada Raka juga disana.


Plakk...

__ADS_1


Pak Joni, papanya Raka, dia menampar dengan keras wajahnya Raka.


"Mengapa kamu masih berhubungan dengan wanita itu? Apalagi sampai hamil?" Pak Joni sangat emosi.


Raka sangat terkejut begitu melihat banyak foto yang memperlihatkan dia dan Jihan sedang masuk ke dalam hotel ataupun apartemen. Dia berlutut di hadapan om Gani, "Maafkan saya, om. Saya memang salah. Kami berpacaran sudah lama sebelum aku dan Jesika dijodohkan. Tapi jujur saja semakin aku mengenal Jesika aku semakin menaruh hati padanya. Jadi tolong biarkan aku memperbaiki diri dan bisa menjadi suami yang baik buat Jesika."


Om Gani malah bangkit dari duduknya, "Maaf, om tidak sudi menikahkan Jesika dengan pria sepertimu." Dia tidak peduli dengan kehadiran Pak Joni, ayahnya Raka yang sedang memperhatikan mereka.


Tanpa permisi, Pak Gani segera pergi meninggalkan Raka dan papanya. Dia masih bersyukur karena bisa mengetahui kebusukan Raka sebelum terlanjur menikahkan Jesika dengannya.


Setelah itu dia meminta Jo untuk datang ke rumah sakit.


Saat itu Jo dan Pak Gani sedang berada di ruangan Direktur Rumah Sakit. Karena kebetulan Jo memang sedang berada disana ingin melihat keadaan Jesika walaupun dari jauh.


"Om minta maaf mungkin perkataan om yang waktu itu pasti membuat hatimu sakit." Pak Gani mengucapkannya dengan sungguh-sungguh.


"Iya, tidak apa-apa om. Aku mengerti sebagai seorang ayah pssti om sangat mempedulikan masa depan Jesika!" Jo sama sekali tidak membenci Pak Gani, tidak mungkin dia membencinya karena mereka sudah lama saling mengenal, terlebih dia adalah papa dari wanita yang dicintainya.


"Apa kamu sangat mencintai Jesika?"


Jo terperangah saat mendengar pertanyaan dari Pak Gani. Dia segera menjawab pertanyaan itu dengan sungguh-sungguh. "Tentu saja om, aku sangat mencintai Jesika, dari dulu."


"Maukah kamu menikahi Jesika hari ini?"

__ADS_1


Jo terkejut mendengarnya, dia sama sekali tidak mempercayai ucapan itu akan terlontar begitu saja dari mulut Pak Gani.


__ADS_2