Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Pembalasan


__ADS_3

Siang ini Elsa merasa tidak tenang karena tidak bisa menghubungi Bima juga, padahal dia ingin tau bagaimana pekerjaan Bima semalam.


"Aishhh... sial! Mengapa ponselnya tidak bisa dihubungi juga." gerutunya.


Dia tidak tau bahwa Bima dan anak buahnya sudah duluan mendekam dipenjara.


Elsa belum berangkat kerja, karena dia tidak tenang sebelum mendapatkan kabar baik dari Bima. Sebuah kabar bahwa dia telah berhasil melenyapkan Bara. Walaupun hati Elsa sakit tapi dia yakin hanya sesaat, persetan dengan cinta, yang hanya selalu membuatnya sakit hati.


Bu Zora duduk didekat Elsa, "Belum berangkat kerja?"


"Belum Ma, dari semalam ponsel Bima tidak bisa dihubungi. Aku tidak tenang sebelum mendapatkan kabar baik dari Bima." Elsa terus saja mengecek ponselnya.


"Bisa saja kan ponselnya lobet?"


"Hmm mungkin."


Bu Zora tiba-tiba terbatuk "Ohok.. ohokkk... "


"Mama kenapa?"


"Entah lah, dari kemarin mama merasa sesak dan sakit dibagian ini." Bu Zora memegang dadanya, "Tapi dokter bilang mama tidak apa-apa."


Elsa membelalakan mata saat mendengar kondisi tentang mamanya, mengapa mirip sekali dengan apa yang dirasakan papa tirinya dulu? Tapi dia rasa tidak mungkin karena mamanya tidak mungkin meminum racun itu.


Terdengar suara seseorang memarkirkan motornya, dia sangat tahu betul itu motor siapa, dugaan dia benar, siang ini Karin pergi ke rumahnya, "Mama, kak Elsa!" sapanya dengan ramah begitu membuka pintu.


"Oh ... Karin." sapa Bu Zora, Elsa hanya tersenyum kecut karena Karin datang di waktu yang tidak tepat, padahal dia sedang banyak pikiran gara-gara belum mendapatkan kabar baik dari Bima.


Tapi ada sesuatu yang mengusik hatinya, dia melihat sikap Karin sangat ceria, apa itu artinya Bara baik-baik saja?


"Mama lagi membuat coklat panas. Kamu mau, Karin?" tanya Bu Zora. Dia memang selalu ingin terlihat menjadi ibu tiri yang baik.


"Boleh, Ma." jawab Karin.


"Elsa kamu mau juga?"


Elsa hanya mengangguk.


Bu Zora pun segera pergi ke dapur. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meracuni Karin lagi, walaupun sebenarnya sekali minum saja sudah menjamin Karin akan mati, tapi tidak ada salahnya dia menambahkan racun itu ke tubuh Karin lagi agar tubuhnya semakin tidak berdaya.


"Apa Bara baik-baik saja?" tanya Elsa, di reflek menanyakan itu pada Karin karena sangat penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja." jawab Karin dengan tenang dan tersenyum manis.


"Apa dia tidak terluka atau.... " Elsa tidak meneruskan pertanyaannya, dia takut Karin akan mencurigainya, "Emmm... mau apa kamu kesini?"


Karin malah terkekeh, "Ya ampun kak Elsa lupa ya, ini kan rumah aku. Jadi aku bebas dong mau datang kesini kapan saja."


Elsa terkena metal mendengarnya, dia lupa bahwa rumah ini memang milik Karin, tapi dia tidak akan membiarkannya, sebentar lagi Karin akan cepat mati, pikirnya.


Bu Zora datang sambil membawa tiga gelas coklat panas, dia meletakkannya diatas meja.


"Ayo diminum Elsa, Karin!" suruh Bu Zora sambil tersenyum manis, dia terbatuk-batuk kembali. Bu Zora menyeruput coklat panas miliknya.


Begitu Elsa akan membawa coklat , dia sangat kaget saat melihat Karin menukarkan minumannya dengan milik Elsa, "Aku menyukai gelasmu, kak."


Mereka tidak mengerti mengapa Karin menukarkan gelas minuman itu bahkan ketiga gelas di atas meja itu modelnya sama. Lalu Karin menyeruput coklat panas milik Elsa.


"Ayo diminum juga, kak Elsa!" suruh Karin dengan tenang.


Bu Zora menginjak kaki Elsa untuk mengingatkannya agar tidak meminum coklat panas milik Karin itu.


"Emm... entah kenapa aku jadi tidak berselera melihatnya." Elsa mengatakannya sambil terkekeh, dia tidak bisa mencari alasan lain untuk tidak meminum coklat panas yang dicampuri racun itu.


Bu Zora yang sedang menyeruput coklat panas langsung tersendak, "Ohokk... ohokkkk... "


Sementara Elsa, dia tersentak kaget sambil memelototkan matanya, hampir saja matanya mau keluar. "Kenapa kamu menukarkannya?" bentak Elsa, dia terlihat emosi. Dia sangat panik begitu juga Bu Zora.


"Loh memangnya kenapa? Kenapa harus marah saat minuman itu ditukarkan?" Karin bertanya seperti itu sambil menumpangkan kaki.


"K-k-kau... " Bu Zora tidak meneruskan perkataannya, dia merasa perutnya sangat mual mengingat dia ternyata yang meminum racun itu, Bu Zora segera pergi ke belakang karena ada yang tersendak ingin keluar dari perutnya gara-gara mendengar ucapan Karin.


Elsa sangat gelisah mengkhawatirkan kondisi mamanya, dia mengepalkan tangan menatap tajam pada Karin, "Kenapa kamu menukarkan minuman kita? Kamu takut kami meracunimu? Kamu tidak mempercayai kami?"


Karin memegang coklat panas yang diracuni Bu Zora itu, dia mengangkat gelas itu dan memberikannya pada Elsa, "Minum ini, agar aku mempercayai kamu, kak."


Elsa sangat gemetaran mendengar tantangan dari Karin, dia tidak mungkin meminumnya karena dia tau di minuman itu terdapat racun yang mematikan.


"Kenapa?" tanya Karin sambil mengeringai melihat ekspresi Elsa yang terlihat kebingungan seperti ini.


Elsa rasa Karin sudah mengetahui semua tentang kejahatannya, dia tidak bisa menyangkalnya lagi walaupun tidak ingin mengakuinya secara langsung.


"Sejauh mana kamu mengetahui tentangku?" tanya Elsa dengan tatapan menusuk.

__ADS_1


"Dari kemarin aku mencoba untuk bersabar menghadapimu, tapi sekarang aku tidak bisa bersabar lagi." Karin memang emosi karena Elsa telah membuat Bara terluka, dan juga asistennya, Jo. Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau mereka kenapa-kenapa gara-gara dirinya. Karena itu Bara tidak tau Karin pergi kesana.


Sementara itu di dapur sana , Bu Zora terkulai lemas gara-gara mengetahui dia telah meminum racun itu, terjebak dalam rencananya sendiri. "Bagaimana ini? Bagaimana kalau aku mati?" Dia duduk di sudut dapur, lalu mencoba untuk muntah lagi ke wastafel berharap racun yang dulu diminumnya bisa keluar lagi.


"Begitu kamu mengetahui semuanya, itu artinya aku tidak akan membiarkan kamu keluar hidup-hidup dari sini, Karin!" ancam Elsa. Dia rasa dia menjadi gila gara-gara rencananya kini telah gagal, apalagi tidak terima mamanya telah meminum racun itu gara-gara Karin.


"Aku tidak akan memaafkanmu karena gara-gara kamu mama meminum racun itu." Elsa memandangi vas bunga yang terbuat dari kaca di atas meja itu, dengan cepat dia membawanya untuk memukul Karin, dia sudah kehilangan akal. Dengan cepat Karin menendang pas bunga itu.


Preng...


Plakkk...


Suara perahan kaca dan tamparan terdengar secara bersamaan, rupanya Karin menampar pipi Elsa dengan keras.


"Dia yang meminum racun sendiri, aku tidak pernah meracuninya. Jadi salahkan kalian mengapa kalian begitu bodoh. Sebentar lagi kamu akan merasakan bagaimana rasanya mendekam di penjara, nikmati saja kesengsaraanmu!"


Elsa tidak terima di tampar seperti itu. dia tidak ingin di penjara . "Oke, sebelum aku masuk penjara, aku harus melihat kamu mati gara-gara kamu rencanaku berantakan. Seandainya dulu kamu langsung mati mungkin aku tidak akan sampai bertindak jauh seperti ini." Elsa membawa pecahan kaca yang berhamburan di lantai.


Bugh...


Karin menendang tangannya, sampai Elsa meringis kesakitan karena tangannya di tendang begitu keras hingga pecahan kaca yang runcing itu terjatuh, Karin memegang kerah baju Elsa dengan emosi, "Kamu pikir aku tidak marah padamu, setiap kali aku melihat kamu rasanya aku ingin menghajar kamu... "


Karin tidak meneruskan perkataannya karena tiba-tiba ada yang membuka pintunya, rupanya dia Doni beserta beberapa polisi. Karin mendorong tubuh Elsa ke polisi.


"Saudari Elsa, anda telah kami tangkap atas dugaan pembunuhan berencana terhadap saudara Tian dan percobaan pembunuhan terhadap saudari Karin dan saudara David, Bara, dan Jonathan."


Elsa tak bisa melawan lagi karena tangannya diborgol oleh polisi, begitu juga dengan Bu Zora. Mereka berteriak-teriak minta di lepaskan.


Karin menunjuk minuman di atas meja "Periksa minuman itu juga, sepertinya mereka menaruh racun juga ke minuman itu."


"Tunggu dulu, pak. Saya tidak bersalah Pak." Mereka bersikeras tidak mengakui kesalahan mereka.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2