Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Menemui David


__ADS_3

Setelah selesai membahas rencananya dengan Jo, Bara menemui Karin yang sudah berpakaian lengkap di kamar, Bara menghela nafas berat karena dia sangat menyesalkan acara membuat anak mereka telah gagal, tapi saat ini ada hal yang sangat penting juga untuk dia tangani. Bara sebenarnya ingin membicarakan soal David pada Karin , tapi dia tidak bisa menjelaskannya sekarang karena terburu-buru.


"Karin, aku harus pergi sebentar, ada hal penting yang harus aku tangani." Bara berpamitan kepada sang istri yang sedang duduk di tepi ranjang.


Karin menganggukan kepala, "Iya,"


"Kamu tunggu dulu di rumah, aku usahakan secepatnya pulang, kita harus meneruskannya yang tadi."


Setelah kalimat itu keluar dari mulut Bara, Bara mengecup kening Karin sebentar. Karin tak tau harus menanggapi perkataan Bara dengan jawaban apa, dia malu kalau harus menjawab iya walaupun dia juga akhirnya menginginkannya karena merasakan kenikmatan disetiap sentuhan yang Bara lakukan pada tubuhnya.


Setelah berkata begitu , Bara langsung pergi.


Bara tidak tau bahwa Karin mendengar apa saja yang dibicarakan dia dan Jo, di ruang tamu itu mereka membicarakan masalah David termasuk hari ini David menyerahkan diri ke polisi, rupanya Bara telah banyak melakukan apapun demi dirinya selama dia sedang koma.


Dan Karin sebenarnya sudah mengingat semua hal saat dia menjadi arwah, dia tidak memberitahu Bara soal dia yang mengingat kejahatan David dan Elsa karena Bara pasti akan berpikir Karin akan segera membalaskan dendamnya. Walaupun Bara tau Karin ingin menjebloskan mereka ke penjara, Bara tidak mengira Karin akan secepatnya bertindak karena dia belum mengingat pembicaraan David mengenai Elsa waktu itu.


Bara telah banyak membantunya dan melindunginya, Karin tidak ingin menjadi parasit buat Bara, dia tidak ingin selalu mengandalkan Bara. Karin takut Bara akan ada berada dalam bahaya gara-gara dirinya.

__ADS_1


Setelah memastikan Bara pergi, Karin segera mengganti pakaiannya dengan memakai celana jeans dan kaos juga memakai jaket berwarna putih, dia masuk ke garasi, dia bernafas lega karena kunci motornya tergantung disana. Karin segera memakai helm yang yang tergantung di stang motor, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Elsa dan ibu tirinya.


Brmmm... Brrmmm...


Karin segera memacu motornya.


...****************...


Saat ini Bara sedang ada di kantor polisi bertemu dengan David, di ruang kunjungan.


"Kamu siapa? Untuk apa kamu kesini?" tanya David dengan ketus.


Bara? Apa dia yang pria yang akan diincar suruhannya Elsa? kata hati David. Saat dia disekap dia mendengar Bima yang menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang Bara. Begitu terdengar dengan jelas di telinganya saat Bima menyebutkan nama Bara waktu itu.


Namun David masa bodoh untuk semua itu yang ada sekarang dia merasa hatinya panas karena harus bertemu dengan pria yang menjadi suami gadis yang dicintainya. Sampai dia mengepalkan tangannya menatap Bara.


David menjadi gugup, mengapa Bara mencarinya? Apa hubungannya dia dengan Elsa? Padahal seandainya dia tidak menyerahkan diri tidak akan ada yang tau kalau Karin kecelakaan karena ada yang mencelakainya. Namun sayangnya Elsa butuh seorang tersangka agar Bara tidak mencari tersangka yang mencelakai Karin itu.

__ADS_1


David tertawa kecil untuk menyembunyikan rasa gugupnya, "Jadi kamu mau pamer kalau sekarang kamu menjadi suami Karin?"


Bara tersenyum kecut, dia menyilangkan tangan di dada, "Untuk apa aku pamer? Aku datang kesini karena aku tau ada dalang di balik kejahatanmu itu."


David mengerutkan dahinya, darimana Bara bisa tau semua itu padahal tidak ada bukti yang menunjukan kalau dia disuruh oleh seseorang walaupun dia pernah merekam pembicaraan Elsa dengan dirinya saat Elsa menyuruh dia untuk mencelakai Karin, David menyimpannya dengan aman untuk berjaga-jaga jika dia merasa terancam oleh Elsa, namun sayangnya dia tidak ada kesempatan untuk membawa rekaman itu apalagi dia tidak bisa membiarkan adiknya mati jika dia tidak menyerahkan diri.


"Kamu salah, aku tidak disuruh siapapun, aku ingin membuatnya celaka malah berharap dia mati agar tidak ada yang memilikinya."


Bara sangat emosi mendengarnya, dia mengepalkan tangannya. Dia ingin sekali memukul David, tapi dia ingat dia harus mengambil hati David.


"Apa kamu sedang terancam? Atau orang itu menyogokmu dengan uang yang besar?" tanya Bara lagi.


"aku sudah bilang aku tidak disuruh siapapun!" David tetap pada pendiriannya.


"Jika kamu butuh uang, aku akan membayarmu lebih besar dari orang yang menyuruhmu itu. Tapi jika ada yang mengacammu, bicarakan padaku, aku pasti akan menolong kamu asal kamu harus berterus terang siapa yang menyuruh kamu." Bara mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


David terdiam sejenak, dia ingin sekali meminta bantuan Bara tapi dia takut ada mata-mata di kantor polisi, dia takut dia malah akan membuat nyawa adiknya berada dalam bahaya.

__ADS_1


Bara mengerti David pasti memiliki alasan mengapa dia tidak bisa menjawab pertanyaannya dengan jujur.


"Oke lah, aku akan memberikan kamu waktu. Saat aku kesini lagi aku harap kamu mengatakan yang sejujurnya padaku."


__ADS_2