Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Pria Asing


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Bara masih setia menjaga Karin walaupun dia hanya menjaga di luar, bahkan dia tidur di kursi luar, dia belum bisa menampakkan dirinya pada Karin karena takut membuat Karin kebingungan. Dia akan menceritakan semuanya jika kondisi Karin sudah stabil, sementara di pintu gerbang rumah sakit sudah standby beberapa bodyguard untuk mencegah Bu Zora dan Elsa masuk ke rumah sakit itu, termasuk Revan.


Karin sangat kesepian, tidak ada satu orang pun yang menjenguknya, ada juga Doni, asisten kepercayaan papanya , dia hanya memberitahu Karin kalau Pak Tian sedang berobat ke Amerika. Atas perintah dari Bara agar Karin tidak terus menanyakan papanya.


Karin sangat bersyukur karena akhirnya papanya mau berobat juga ke Amerika . Dari dulu Karin sudah menyuruhnya, tapi Pak Tian tidak ingin meninggalkan Karin dalam waktu yang lama. Pak Tian begitu sangat mengkhawatirkan anak gadisnya itu. Beruntung Pak Tian sudah mendengar pesan dari Karin lewat Bara yang bilang kalau Karin begitu sangat menyayangi papanya dan meminta maaf karena Karin sudah banyak mengecewakan papanya, karena itu dia bisa pergi dengan tenang, apalagi ada Bara disampingnya.


"Aku jenuh disini terus!" Gerutu Karin.


"Mama dan Kak Elsa tidak menjengukku sama sekali, Revan juga." Karin sangat kesal mengatakannya. Ponsel Karin hancur saat kecelakaan itu makanya dia tidak bisa menghubungi mereka.


Paling juga hampir tiap hari ditemani Jesika, karena Bara meminta Jesika untuk menemaninya di dalam. Sampai Karin merasa heran, ini dokter gak ada pekerjaan kah sampai terus disini hampir setiap waktu, padahal direktur mah bebas.


Tubuh Karin sudah tidak di pasang alat-alat medis, karena itu dia bisa mencari udara segar ke halaman belakang di rumah sakit sana, dengan perlahan Karin turun dari kasurnya, kakinya sangat kaku sekali untuk berjalan, dia berjalan dengan pelan dan hati-hati, lalu duduk di kursi roda yang sudah disediakan.


Ceklek!


Tedengar suara yang membuka pintu, Bara terkesiap begitu melihat Karin yang membuka pintu untuk keluar dari ruangannya, Karin belum sembuh total, kakinya masih lemah, jadi untuk beberapa hari dia membutuhkan kursi roda.


Sementara Karin tidak begitu memperhatikan Bara, dia pikir mungkin dia hanya ingin duduk disana saja.


Dengan kesusahan Karin memutar-mutar kursi rodanya, Bara gemas melihatnya, dia segera membantu Karin mendorong kursi rodanya.

__ADS_1


Karin sangat terkejut karena tiba-tiba ada yang mendorong kursi rodanya, dia menoleh ke belakang, "Kau siapa?"


Bara tak menjawabnya, dia terus mendorong kursi roda Karin dengan pelan.


"Kau siapa? Kenapa mendorong kursi rodaku?" tanya Karin lagi sambil terus menoleh kebelakang dan sedikit menengadah.


Bara membawa Karin ke halaman belakang, disana ada taman bunga yang sengaja di buat agar pasien tidak merasa jenuh. Pasien yang kondisinya sudah sehat bisa menghirup udara segar disana.


"Mau cari angin kan? Nah disini tamannya sangat indah." jawab Bara dengan santai. Dia duduk di kursi besi, berhadapan dengan Karin yang sedang duduk di kursi roda.


Bara ingin memandangi wajah Karin dengan jelas, wajah seorang gadis yang sangat dia rindukan.


Wajahmu tidak berubah sama sekali, batin hati Bara , mau jadi arwah ataupun manusia Karin begitu sangat terlihat cantik.


"Hmm ya sudah, kau boleh pergi." Karin malah mengusirnya.


"Tidak, aku akan menemanimu, kau pasti butuh bantuan ku lagi nanti." jawab Bara sambil tersenyum manis.


Bara menujuk beberapa orang yang memakai baju pasien disana, "Lihat mereka juga tidak sendirian, bukannya pasien dilarang keluar sendirian tanpa pengawasan?"


Apa pria ini tertarik padaku? kata hati Karin.

__ADS_1


"Aku sudah punya pacar." ucap Karin, dia memperingati Bara untuk tidak sampai naksir padanya.


Bara hanya tersenyum samar mendengar ucapan dari Karin.


Dan aku suamimu, suami lebih berhak dibandingkan pacar. kata hati Bara sambil terus memandangi Karin.


Karin merasa aneh dengan jantungnya yang berdegup begitu kencang saat ditatap seperti itu oleh Bara, walaupun dia mengakui pria asing itu menurutnya sangat tampan. Tapi jantungnya tidak pernah berdegup kencang seperti ini pada pria yang baru ditemuinya, kecuali cinta pertamanya dulu.


Ada apa dengan jantungku?


Apa jantungku bermasalah setelah kecelakaan itu?


Wajahnya seperti tidak asing bagiku, tapi aku pernah melihatnya dimana?


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2