Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Berawal Dengan Mimpi


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, 26 November 2015, dikamar seorang pemuda biasa yang sedang gusar. Cinta yang begitu megah telah dibangun tuhan dihatinya terpaksa menyakitkan baginya, sebenarnya dia tak masalah dengan penolakan hanya saja dia orang yang memegang erat prinsip selama tak ada keterpaksaan untuk mengingkari prinsipnya. Pemuda itu adalah Imaduddin Jammer, penyanyi kamar mandi yang bermimpi mencapai posisi tinggi di dunia entertainment, menyamai sang idola Jamrud.


Hari ini bertepatan ulangtahunnya, sedari bangun tidur Jammer sudah memutar lagu kenegaraan hari ulangtahunnya.


^^^"Hari ini hari yang kau tunggu^^^


^^^Bertambah satu tahun usiamu^^^


^^^Bahagia Lah kamu.”^^^


Hingga reff lagu dia baru ikut bernyanyi.


^^^"Maaf bukannya pelit^^^


^^^Atau gak mau ngemodal dikit^^^


^^^Yang ingin aku beri padamu^^^


^^^Do'a setulus hati."^^^


Sambil terus mengikuti lagu, dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk wudhu solat subuh. Selesai wudhu ia matikan musik dan melaksanakan sholat subuh.


Beberapa saat kemudian Jammer menyelesaikan sholatnya, diambilnya hp dari saku dan memutar lagu selanjutnya yang masih dari sang idola yang bagaikan dewa dalam jiwanya, ibarat tanpa Jamrud tak mungkin bisa menjalani hidup.


Jammer bahagia dengan sekedar lagu kesukaannya, meski sakit yang begitu besar, tapi tetap bahagia dapat dirasakan walaupun tak mengobati lukanya. Sambil bersiap-siap berangkat sekolah dia terus bernyanyi tanpa perduli dengan sekeliling.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain dari Imaduddin Jammer, seorang gadis suci yang menabur luka pada penyanyi kamar mandi itu sedang membantu ibunya menyiapkan makanan yang 15 menit lagi jadi menu sarapan keluarganya. Hingga ada panggil yang menyerukan nama gadis itu.


"Mbak Fiux, ada telpon.," panggil adiknya pada gadis itu yang baru lewat kamar kakaknya.


"Dari siapa dek?," jawab Fiux sambil berjalan ke kamarnya yang cukup jauh hingga dering hp nya tak bisa terdengar dari ruang makan.


"Jangan lama-lama Put angkat telponnya, abis ini makan terus mandi. Jangan dibiasakan berangkat sekolah terlambat.” Teriak ibunya sambil menyiapkan minum didapur yang tak jauh dari ruang makan.


"Iya buk.” jawab Fiux yang nama aslinya Putri Alfianti Atmawijaya.


Putri adalah anak pertama dari pasangan pak Adiputra Gigih Atmawijaya dan ibu Fatmawati Galuh Ramadhani. Sedangkan adiknya yang baru kelas 6 SD adalah Galuh Novitasari Atmawijaya anak terakhir dikeluarga itu.


Dikamar Fiux menjawab telpon dari kekasihnya yang seminggu ini susah dihubungi, ada senang dan jengkel kesal karena hilangnya kabar dari kekasihnya.


"Halo sayang kamu kemana aja sih, seminggu ini susah banget dihubungi?" tanya Fiux dengan kesalnya.


"Maaf aku sayang, jangan marah. Aku begini karena hpku rusak dan sibuk juga di kampus." Jawab Riski padanya dengan bohong.


"Yaudah gak papa asal janji kamu gak bikin aku nyari-nyari kamu lagi." rengek Fiux yang sebenarnya masih kesal, namun lebih baik tidak mempermasalahkan lagi.


"Makasih ya kamu udah ngertiin aku." jawab Riski dengan mengelus dadanya merasa lega.


"Ya sayang, sekarang aku mau makan udah mau telat nih. Kamu juga makan ya sayang 😘😘😘." ucap Fiux sambil berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


Ada sepasang mata yang memandangnya menutup telepon saat Fiux keluar dari kamar.


"Siapa Put?" tanya bapak Fiux.


"Riski pak 🤭🤭🤭." jawabnya sambil menyusul pak Adi ke arak meja makan.


Pak Adi tau Riski itu lebih dewasa dari Fiux yang bari kelas 2 SMK, sedang Riski baru tahun ini masuk kuliah di Semarang. Riski itu cukup dekat dengan orang tua Fiux karena sudah pacaran lama bahkan dari Fiux SMP.


Hanya saja Riski dan fiux memiliki hubungan lain diluar itu. Ada TTM, gebetan, dan yang Fiux tidak tau Riski sudah punya pacar baru 2 hari lalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikamar kost Riski sedang gelisah, rasa bosannya pada Fiux memuncak dan 2 hari lalu dia jadian dengan teman kampusnya. mereka pertama bertemu di ospek kampus. Riski hari ini merasa perlu putus dari Fiux yang sudah beberapa bulan LDR dengannya.


Setelah sholat subuh dia ambil hpnya yang dicharger. Dibukanya WA seorang gadis yang tertulis nama "Cintaku❤️." itu adalah nomer Putri Alfianti Atmawijaya.


"Halo sayang kamu kemana aja sih, seminggu ini susah banget dihubungi?" tanya Fiux dengan kesalnya disebrang telepon.


"Maaf... maafkan aku sayang, jangan marah. Aku begini karena hpku rusak dan sibuk juga di kampus." Jawab Riski padanya dengan bohong. Karena sebenarnya hp yang discharger sengaja dimatikan sejak seminggu yang lalu.


"Yaudah gak papa asal janji kamu gak bikin aku nyari-nyari kamu lagi." rengek Fiux membuatnya sedikit lega.


"Makasih ya kamu udah ngertiin aku." jawab Riski dengan mengelus dadanya merasa lega.


"Ya sayang, sekarang aku mau makan udah mau telat nih. Kamu juga makan ya sayang 😘😘😘." ucap Fiux mengakhiri percakapan.


"Sebelumnya aku yakin memutuskanmu pagi ini, tapi aku ragu mendengar suaramu." batin Riski sambil menyalakan hp satunya.


"Pagi sayang 😘😘😘." membuka percakapan dengan Dewi.


"Pagi Baby 😘😘😘, kamu baru bangun?" balasan sekaligus tanya Dewi dengan cepat karena sedari bangun tidur menunggu chat dari Riski.


"Enggak kok sayang, aku tadi sholat terus ke kamar mandi jadi agak lama nyapa pagi kamu." jawaban yang tak sepenuhnya benar dari Riski, namun tetap dipercaya kekasihnya. Maklum awal-awal bucin.


"Eehh pagi amat kamu mandi, kangen ya pengen cepet-cepet ketemu aku 🤣🤣🤣." balasan yang terkesan mengapresiasi sekaligus menyindir dan bermanja-manja secara bersamaan.


"Hahaha gak kok sayang aku belum mandi tadi ritual sebelum mandi dulu, bentar lagi aku mandi terus jemput kamu." balas Riski.


"Kalo kangen pasti banget pakai super banget sekali baby tercintaku." tambahnya.


"Iihh bauk nya sampai sini 😜😜😜 sana mandi dulu biar cepat ketemu. Aku juga kangen banget semaleman gak ketemu." denagn manja Dewi membalasnya.


"Yealah gak gitu juga konsepnya." Riski


"Kamu kangennya banget gak?" tanyanya


"Pake nanya." Dewi


"Oke aku mandi, nanti kita sarapan di kantin oke sayang 😘😘😘." Jawab Riski sambil beranjak ke kamar mandi.


"Buruan sayang aku gak tahan pengen ketemu 😘😘😘." jawab Dewi yang hanya dilihat Riski karena sudah mulai mandi.

__ADS_1


"Apa abis mandi aku putusin Fiux ya?" batinnya sambil mandi.


Beberapa menit dia mandi sambil memikirkan bagaimana caranya mengucapkan kata putus pada Fiux. Setelah selesai mandi dan berganti baju dia ambil hp yang ada nomer Fiux kemudian meneleponnya.


"Sayang halo." kata pertama saat Fiux mengangkat telponnya.


"Fiux aku mau omong." Riski


"Apa sayang." Fiux


"A.. aku.. aku mau kita... kita udahan ya. Kita putus." Riski memberi penekanan pada kata putus, walaupun gugup diawal kalimat.


"Apa? Kenapa kita putus padahal aku seneng kamu hubungi aku tadi. Bahkan sangat senang sampai gak mempermasalahkan hilangnya kamu beberapa hari ini." Respon Fiux kaget dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Apa kamu selingkuh sayang?" tambahnya


"Jawab Riski, Jawab kenapa kamu minta putus?" tanya Fiux yang beberapa saat Riski tak menjawabnya. Dengan suara yang merendah berusaha tenang dan menahan tangis.


"Aku gak bisa jelasin semuanya, intinya aku mau kita jalan masing-masing. Semoga kita bahagia dengan jalan kita kedepannya." Jawab Riski sedikit pelan.


"KAMU JAHAT." suara Fiux lebih meninggi.


"Kamu bisa ngelakuin ini ke aku, aku gak..." Fiux mematikan telepon sepihak tak kuasa lagi melanjutkan merasa kecewa hingga air matanya menetes, tapi tak sampe sesenggukan karena dia bisa menahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada waktu yang bersamaan di tempat Fiux berada. Saat Fiux sedang memakai sepatu di dekat motor maticnya.


"Eehh ada telpon." gumamnya merasa hpnya bergetar lama disaku.


"Dari Pangeranku🤴😘." gumamnya lagi saat melihat layar hpnya.


Dengan senang hati dia menjawab panggilan Riski. Dia tak menyangka itu telepon yang menyakitkan. Dipagi hari yang cerah kekasihnya meminta putus. Betapa terkejutnya Fiux, merasa runtuh megah cintanya dalam sekejap.


Setelah menutup telepon menyayat hati itu Fiux berpikir untuk berangkat sekolah dengan tetap menahan tangisnya. Nanti kalo sudah di sekolahan banyak teman yang bisa untuk curhat menumpahkan tangis, lagi pula sudah agak telat dia berangkat.


Dijalan Fiux seperti gontai tak teratur mengendarai motornya. Semua kendaraan didahului dengan sembarangan, tak ada rasa takut karena sudah terkalahkan kecewa di pagi ini. Ramai kendaraan dan kemacetan pun tidak dihiraukan, Fiux penuh dengan pikiran kesal dan kecewa. Hingga.....


"Brakkk..."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut nanti ya ngetiknya.


__ADS_2