Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Kecewa Berhubungan Dengan Firasat


__ADS_3

Saat ini jam pelajaran terakhir, dari perintah Jammer maka setelah pulang sekolah maka yang menjenguk Fiux akan berangkat bersama-sama. Selama jam pelajaran pikiran Jammer tidak fokus, selalu memikirkan Fiux.


" Fiux keadaannya gimana ya? "


" Walaupun aku kecewa tetep aja sayangku belum luntur. "


"Megah cinta ini masih kuat, dan menurutku dia ijinkan aku mencintainya. walaupun gak memiliki gak masalah."


"Omong-omong semalem aku mimpi dia senyum, tapi aku sedih banyak luka ditubuh dia. Apa lagi tadi pagi pas berangkat kok tiba-tiba khawatir sama Fiux ya?" gumam-gumaman Jammer selama pelajaran.


Tiba saatnya bunyi sirine tanda pulang sekolah berkumandang. Semua berhamburan keluar kelas, riuh anak-anak sekolah saling bercengkrama sambil berjalan menuju rumah masing-masing atau tujuan lainnya. Begitu juga rombongan Jammer dan kawan-kawan.


Jammer yang sudah menunggu di gerbang, dia lebih cepat keluar dari tempat parkir karena memang motornya berada diluar sekolah sehingga tidak ada antrian keluar gerbang.


"Kumpul sini dulu bro." Jammer sambil melambaikan tangan ke Denso dan Ari.


"Tunggu yang lain dulu belum bisa keluar" Ari yang datang jalan kaki karena ingin membonceng Jammer.


" Oke." Ucap Jammer


Setelah semua kumpul mereka berjalan santai beriringan dengan 5 motor menuju rumah Fiux kebetulan yang tau rumahnya adalah Ari dan Kumala yang membonceng Denso.


Selang 30 menit mereka sampai didepan rumah Fiux. Deg deg deg jantung Jammer masih sama berdebar kencang karena cinta, malah lebih kencang dari biasanya karena ditambah khawatir dan kecewa yang pedih.


" Ayo masuk kenapa lo diem disini. " Tanya Denso yang terhalang Jammer yang diam berdiri di kiri Denso sedangkan kanan Denso sudah mepet tembok karena Denso sengaja parkir mepet tembok.


" Aahh biasa hati ini. " Jawab Jammer sambil menunjuk dada kirinya.


" Ayo masuk. " Ari mendorong pelan Jammer dari belakang.


Kemudian mereka masuk menjenguk Fiux, Alhamdulillah Fiux hanya lecet-lecet saja. Mereka ngobrol, mengibur Fiux, becanda, dan tidak lupa mendo'akan Fiux lekas sembuh. Tak terasa sudah 1 jam mereka bercengkrama, merekapun berpamitan untuk ke rumah pulang masing-masing.


Kumala berpindah membonceng Nisa yang pulang searah karena Denso rumahnya berbeda arah. Mereka berjalan bersama-sama sampe persimpangan arah rumah Denso tinggallah 4 motor yang beriringan karena searah, ada yang rumahnya dekat ada yang rumahnya melewati sekolah dan ada yang dekat RS Soe-Hat. Sementara Ari turun di pemberhentian bus arah ke sekolah karena dia yang paling jauh rumahnya di ujung Kota dekat berbatasan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jammer telah sampai di rumah.


" Apa aku bantu Fiux sembuh cepat ya?🤔🤔. " Gumamnya masih memikirkan Fiux.


Dia menelepon nomor seseorang.


" Selamat sore tuan. " Ucap sebrang yang mengangkat telepon.


" Bara dimana Bi Jum? " Jammer


" Sedang menemui pasien tuan. " Bi Jum


" Kalo sudah selesai tolong bilang ke dia suruh bantu temenku. Informasi tentang dia aku kirim lewat WU nanti. " Jammer


" Baik tuan nanti saya sampaikan. " Bi Jum


Kemudian Jammer mengirim informasi dan perintah untuk Bara ke nomer Bi Jum yang merupakan asisten Bara. Sedangkan Bara tidak mau memakai hp sama sekali katanya banyak Mudharatnya.


" Memang benar juga prinsipnya. Manusia tidak bisa menghindari mudaratnya teknologi sepenuhnya, hanya saja bisa mengurangi dengan mengendalikan dirinya sendiri. " batin Jammer menyadari prinsip anak buahnya yang satu ini.


Drett dreeettt ponsel Jammer bergetar*.

__ADS_1


Dilihatnya telpon dari orang itu dan menjawabnya. Jammer hanya mendengarkan orang itu bicara sampai selesai.


" Oke kumpulkan saja, Aku akan datang setelah makan malam. " Jawab Jammer santai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara tak jauh dari kamar Jammer. Ada beberapa orang yang mengawasi Jammer dari sebuah pohon menggunakan teropong. Ada 3 orang disitu satu diatas pohon memakai teropong, dua dibawah menunggu kode.


" Dia sedang rebahan, tunggu dia tertidur baru kita serang. " ucap orang di atas pohon pelan.


" Oke. " jawab kedua orang dibawah dengan menunjukkan jari telunjuk dan jempol membentuk huruf O.


..... flashback.....


" eehh ada orang ngadang? " gumam Jammer melihat didepannya ada orang menghalangi jalannya saat dia ingin pulang dari nongkrong.


" berhenti bocah." teriak seorang dari ketiga penghadang tersebut.


Jammer tak perduli malah mempercepat laju motornya saat dekat orang itu.


" Aaaarrrkkk." Tangan orang yang ditengan tertabrak lampu depan Jammer.


" Kejar dia." perintah orang itu sambil menahan sakitnya.


Segera kedua temannya mengejar Jammer. Cukup lama mereka mengejarnya tapi tidak tersusul, hingga akhirnya Jammer berhenti didepan gapura masuk Gang tempat tinggalnya di sana terlihat tidak ada orang dimalam hari ini.


" Akhirnya lo berhenti juga." ucap orang yang mengejar.


" Serahin uang lo bocah." ucap seorang diantara mereka.


" Serahin sini, apa lo mau kita paksa. Disini sepi udah pada tidur jam segini." ancam mereka.


" Bang mending jangan kasih Abang ntar." Jawab Jammer santai.


Mereka maju dan hendak menyerang Jammer. Tapi Jammer bukan malah takut malah menangkis serangan mereka dan balik memikul mereka dengan tangan kosong.


Perkelahian pun berlangsung, tak lama pengejar itu babak belur, tapi masih bisa berdiri. Padahal tubuh mereka lebih besar dari anak kelas 2 SMK itu tapi Jammer tidak terluka sama sekali. Saat pengejar itu ingin menyerang kembali, langkah mereka terhenti ditarik beberapa orang dari belakang.


" hai ngapain kalian?" Tanya orang yang menarik mereka.


" Siapa kalian?" tanyanya lagi.


Belum ada jawaban dari mereka berdua, karena merasa heran serta terkejut orang-orang yang datang itu memakai jaket yang berlogo Bayusuta Crew mereka tau itu adalah Kelompok Mafia paling disegani di Indonesia saat ini dan sampai ke seluruh Asia, bahkan Yakuza pun juga segan dengan kelompok ini karena Yakuza bersahabat baik dengan leader mafia ini.


" Haiii ditanya malah diem, kalian bisu abis dipukuli?" bentaknya karena tidak ada jawaban.


" Maaf mmm.. ma.. maass ka... kami ada urusan dengan bocah ini." jawab salah satu pengejar itu terbata-bata.


" Kalian udah kaya ini, lebih baik pulang. Untung Gua lagi lewat coba kalo enggak malu kalian berkali-kali lipat ntar kalah berantem sama dia." ucap captain yang bernama Gerry itu.


" Tapi bang dia udah nabrak temen kita." ucap pengejar itu.


" Gak bang, mereka menghadang gua dijalan makanya gua terobos. Apes temen dia aja keserempet tanyanya. " Spontan Jammer membantah ucapan penjahat itu.


" Ya udah bang pulang aja, nurut aja kata mereka. Taukan mereka siapa? dari pada tambah sakit tuh badan. " nasehat Jammer kepada penjahat itu.


" Kalian denger kan? Kita lagi baik loh. Apa mending berubah pikiran aja gua ya?" ucap Gerry itu sambil menunjuk kepalan tangannya kepada panjahat itu.

__ADS_1


" Oke mas, eehh bang." jawab kedua penjahat itu sambil berlalu pergi.


" Bang makasih. Gua pulang dulu." Ucap Jammer.


" Asyap tu...." belum selesai dia menjawab.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat kedua penjahat itu sampai tempat kawannya. Mereka menceritakan tentang hal yang mereka alami. Ada rasa takut namun bangga bisa bertemu anggota Bayusuta Crew, mereka berdua tau reputasi kelompok itu dari gembong narkoba dipenjara di Semarang tepat 2 tahun lalu mereka dipenjara kasus perampok.


" Sialan." ucap orang itu.


" Kita balas dendam. Besok kita cari bocah tengik itu disekitar tempat ngehadang tadi sampe sekitar gapura tempat lo berdua dibikin babak belur." perinta dia sambil merasakan jengkel.


" Tapi kalo ada BC lagi gimana?" ucap kedua orang yang babak belur itu.


" Hisshh gak mungkin BC melindungi kecoak kaya gitu." jawabnya yakin.


..... flashback off.....


"Gua udah tiga hari ngawasin lo. Abis lo sekarang 🤣🤣. " batin orang yang diatas pohon.


" woy bergerak." perintahnya kepada dua orang dibawah sedikit lirih agar tidak ada yang tau.


" Oke. Cepet turun obat biusnya di lo kan Pri." ucap Anton orang yang dibawah.


" Iya bentar." Ucap Supri yang sedang turun dari pohon.


" Gus tugas lo ngawasin jangan sampe ada yang tau. Mana talinya jangan lo yang bawa, biar kita gua sama Anton aja yang ngiket dia didalem." ucap Supri setelah turun.


" Oke." jawab Gusman.


Saat mereka mendekati jendela kamar jammer yang terbuka karena masih sore belum waktunya ditutup, tiba-tiba mereka dibekap mulutnya dari belakang. Mereka dibawa digeret menjauh kearah kebun yang lumayan jauh dari rumah Jammer. Disana sudah ada 2 mobil yang menunggu.


" Masuk dan diamlah. Kalo kalian berisik, nafas kalian tinggal menghitung detik." ucap Gerry yang sebenarnya mengawasi mereka dari kejadian 5 hari lalu.


Anton, Supri dan Gusman hanya menurut saja karena takut.


" Bawa mereka ke markas kita. Aku akan menunggu Boss Jammer dan menjemputnya dari markas besar." Perintah Gerry pada anak buahnya.


" baik boss." ucap supir dan anak buah yang ikut dalam mobil Van itu membawa penjahat tersebut.


" Apa Jammer ?? Bukannya anak yang menghajar kita panggilannya juga Jammer. Apa mungkin dia boss besarnya??" batin Gusman yang pernah dengar cerita bahwa boss besar BC adalah anak kecil dari narapidana lain yang pernah bertemu boss besar BC 5 tahun sebelum dia satu sel dengan Gusman.


.


.


.


.


Teruslah penasaran dengan episode selanjutnya ya guys,.:^)


Sampai bertemu di episode selanjutnya.


__ADS_1


__ADS_2