
ceklek Istri Yudi masuk ke ruang perawatan.
" Ayah, kok senyum-senyum? " tanya Narti.
" Gak ada ah Bun, ayah biasanya juga senyum " jawab Yudi.
" Habis telepon siapa? " Narti cemberut takut suaminya menelepon wanita lain.
" Blade Knife " jawab Yudi berbisik.
" Apa yah? Blade Knife? " terkejut Narti.
" Iya Bun, jangan keras-keras, kita dirumah sakit. Mungkin ada mata-mata disini " suruh Yudi untuk memelankan suara Narti.
" Ayah malah nambah masalah " bisik Narti.
" Ayah bukan nambah masalah, dengan menculik kita dapet uang, terus ayah pengen mematahkan tangannya seperti tangan ayah " bisik Yudi menjelaskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di markas Blade Knife, Ramon Valerie sedang mengkordinir anak buahnya. Dia adalah pimpinan kelompok J, kelompok paling baru di Blade Knife, bahkan sebenarnya Ramon belum pernah bertemu pemimpin utama Blade Knife. Remon dan kelompoknya akan berencana menculik Jammer, rencananya Jammer akan di bawa dari sekolahannya waktu pulang sekolah. Tapi yang mereka tidak tau Jammer itu siapa sebenarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Seluruh komplotan Ramon sudah siap diposisinya masing-masing, dari informasi yang didapat Jammer akan dijemput Rendy asistennya. Mereka akan mendahului Rendy saat mobilnya mendekati sekolah, sehingga akan terjadi keributan, mungkin juga perkelahian karena itu yang mereka sukai, mencari musuh dan ketenaran.
Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi, siswa SMK berhamburan keluar sekolah. Ramon melihat Jammer dari kejauhan, dikedua sisi jalan sudah bersiap anak buah Ramon. Jammer terdiam di depan lobby sekolah, menikmati patah hatinya dengan bersambungan telepon.
....... Flashback On .......
Dreettt dreettt . Ponsel Jammer bergetar saat bel pulang sekolah berbunyi, ada dua pesan dari Gerry dan Gusman.
" Tuan kelompok J Blade Knife sedang mengincar anda, sepertinya itu suruhan Yudi tuan. " pesan Gusman.
" Tuan saya melihat anggota Blade Knife berada di depan sekolah anda tuan. Saya ada di outlet Bu Tia tuan, menunggu perintah anda." pesan Gerry
" Gerry, apa mereka tau kau anak buahku? " balas Jammer pada Gerry.
" Sepertinya tidak, saya dari sebelum mereka datang sudah di depan outlet, bahkan didepan saya ada mobil mereka, terlihat supirnya memakai jaket Blade Knife. " jawab Gerry.
Setelah keluar kelas Jammer mengirim pesan kepada Rendy.
" Ren, hari ini kau siapkan pasukan, ikuti GPS ku. Sepertinya kita akan pesta porak " perintah Jammer.
" Ternyata hanya kecoak yang datang, Gerry ada di outlet saja mereka tidak tau. "bayinya sambil berjalan menuju Lobby.
Saat Jammer di lobby, Mobil Ramon mendekat gerbang sehingga dapat melihat Jammer jadi lobby, dan Jammer sadar itu. Dia menelepon kakaknya Dinda.
" Hallo sayang, Ada apa nih telepon-telepon segala?" Tanya Dinda menerima telponnya.
" Gini kak, aku mau pesta di markas, nah ini aku lagi di lobby nunggu penjahatnya menculik ku. Biar emosiku meledak-ledak. Tolong kakak temenin aku memandang Fiux dari jauh, biar ntar aku greget. " jawab Jammer.
" Oke deh " balas Dinda.
" Itu kak orangnya baru kelihatan. Gregetan aku kak hahaha " Jammer.
" Siapa sayang? " tanya Dinda.
" Fiux lah siapa lagi " jawab Jammer.
" Sayang, rasanya gimana sayang. Hati kamu sakit gak? "
" Udah mulai terasa " jawab Jammer.
" Kamu udah emosi belum? " tanya Dinda.
" Udah dijemput kak dia " jawab Jammer memberitahu.
" Rasakan sakitnya, simpan sebagai kekuatan, terus sayang, terus lihatin jangan sampai kamu kehilangan pandanganmu, teruskan hingga pedih itu jadi meluap-luap. Setelah itu pendam dalam hati, sebentar lagi mulai beraksi. " Dinda mengompori Jammer.
" Ahh ilang kak udah pergi " Jammer seolah kecewa penyulut emosinya telah pergi dari pandangannya.
" Ya udah kak. Aku mau memulai penangkapan kecoak " Jammer berpamitan pada Dinda. Kemudian menutup teleponnya sepihak.
" Gerry kau bawa anak buah, kalo perlu sebanyak-banyaknya. Ikuti GPS ku, nanti kalo aku sudah di sekap kau ikut Rendy menyelamatkan aku. Aku ingin hanya bersenang-senang, yang capek-capek uruslah dengan Rendy. " pesan yang dikirimkan Jammer pada Rendy.
....... Flashback Off .......
Setelah menyalakan gelang GPS nya. Jammer melangkah ke gerbang, sesampainya di gerbang benar saja Ramon menariknya kedalam mobil. Semua komplotan Ramon segera pergi dari lokasi.
Tentu saja terjadi kegaduhan karena satpam dan beberapa siswa melihat kejadian pemaksaan itu. Sontak membuat mereka ribut di sekolahan, pihak sekolah menghubungi tuan Sam, yang tercatat menjadi wali murid dan beberapa kali hadir mendampingi Jammer di acara sekolah.
" Hallo kediaman tuan Samuel, ada yang bisa saya bantu " jawab kepala asisten rumah tangga Sam.
" Maaf kami pihak sekolah ingin memberitahukan, bahwa Imaduddin baru saja jadi korban dugaan penculikan di depan sekolah. " Jawab guru yang mengubungi rumah Sam.
" Baik Bu saya sampaikan kepada tuan, tolong jangan menghubungi polisi terlebih dahulu, biarkan ini jadi urusan tuan Samuel saja " ucap Kepala ART itu.
Kemudian telepon ditutup. Dan pihak sekolah menahan diri untuk tidak melakukan pelaporan ke pihak kepolisian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah tuan Sam, kepala ART memberitahukan kepada tuannya.
Toktoktok . Kepala ART mengetuk pintu kamar Sam.
" Silahkan masuk " jawab Amel dari dalam.
Ceklek . Kepala ART membuka pintu.
" Ada apa Bibi Atun? " tanya Amel.
" Maaf nyonya, tuan Jammer diculik dari sekolah " lapor BI Atun pada tuannya.
" Apa? " ucap Amel terkejut.
" Pah. Papah, bangun, anak kita diculik " Amel menggoyang-goyangkan tubuh Sam yang tidur di sampingnya.
" Gak usah khawatir mah " jawab Sam masih memejamkan mata.
" Bilang Junior aja lah mah. Biar diurus dia " tambah Sam.
__ADS_1
" Lah yang diculik tuh dia. Mangkanya mamah bangunin papah biar menyelamatkan dia " jawab Amel sedikit marah.
" Ehh, Apa Junior diculik? " ucap Sam kaget. langsung bangun dari tidurnya.
" Iya Pah. Makanya bangun jangan santai-santai. Kalo yang diculik kakaknya sih Junior bisa mengatasi. " Omelan Amel.
" Ya udah. Aku suruh Rendy mengurusnya. " jawab Sam.
" Ehh tunggu mah. Kenapa bisa dia diculik mah? Gini mah dia kan dijaga terus sama Rendy, Gerry, dan Bastian. Ahh ini cuma pancingan mah, biar penculiknya langsung tertangkap. Kita tenang saja. Papah kirim pesan ke Rendy biar dia yang urus selanjutnya " Sam menyadari kalo tidak mungkin penculik itu lolos.
" Ren, junior aku denger diculik. Kau urus sampai ke markas, nanti aku dan istriku datang ke markas. " pesan Sam yang dikirim ke Rendy.
" Mah. Kita ke perusahaan. Papah mau ketemu Junior. Pasti dia sebentar lagi sampai kantornya. "
" Lah malah " heran Amel atas respon suaminya.
" Bi Atun. Tolong urus rumah, jangan tunggu kami, pasti kakak-kakaknya juga ke kantor nunggu Junior datang. " perintah Sam.
Mereka segera ke markas dengan diantar Bastian yang dipanggil untuk menjemput mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua komplotan Ramon telah masuk ke sebuah rumah terbengkalai tepi perkebunan. Bangunan itu adalah bekas rumah pantau perkebunan Belanda, sementara kini perkebunan itu dibiarkan oleh PT Sri Manunggal Sejahtera. Tapi komplotan Remon tidak mengetahui itu perkebunan milik siapa, karena benar-benar sepi seperti ditengah hutan.
Didalam rumah itu, Jammer sedang disekap, tangannya diikat pada kursi yang didudukinya.
" Kak tolong deh gak usah ditali, lagian jumlah kalian segini banyaknya ngapain ditali, asal dijaga ganti-gantian kek atau gimana jagainnya juga gak mungkin aku sendiri bisa lolos dari kalian. " tenang ucapan Jammer kepada Ramon.
" Hai jangan banyak omong kau. Kau tau siapa kami? " bentak Ramon
" Blade Knife. Kan ada tulisan di jaket kakak " jawab Jammer santai.
" Bagus kau tau " Bentak Ramon lagi.
" Pasti kau sangat mahal sehingga ada yang menyuruhku untuk menculikmu, coba kita lihat segaduh apa dunia tanpa kau " senyum seringai Ramon nampak bangga.
" Bos ada yang mau aku bilang " bisik David anak buah Ramon.
" Maaf bos sepertinya kita tidak sesuai rencana. Pihak sekolah kan tidak lihat jaket bos, ini jaketnya saya pakai tadi kan bos tidak pakai jaket waktu menariknya ke dalam mobil " bisik David tapi bisa didengar Jammer.
" Aduh bodoh sekali kalian " bentak Remon pada anggotanya.
" Hahaha " tawa Jammer bergema dalam ruangan.
Brak . Suara pintu dibuka paksa, Gerry menendang pintu dari luar. Gerry, Rendy dan 50 orang anak buah Rendy masuk menghajar komplotan Remon. Sementara diluar ada 80 orang anak buah Gerry mengepung bahkan sampai ke gorong-gorong saja dijaga agar tidak ada yang kabur karena bangunan itu juga terhubung dengan gorong-gorong di bawahnya. Setelah perkelahian selesai komplotan Ramon kalah telak, seluruh anggotanya babak belur, Ramon di ikat pada kursi seperti Jammer tadi, diangkat berserta kursinya sekalian menuju markas untuk jadi tawanan BC. Seluruh anggota Blade Knife yang tertangkap ada 23 orang termasuk Ramon, mereka membawa 13 mobil, semuanya juga dibawa oleh anak buah Rendy ke markas untuk dijadikan peti mati mereka.
" Ada yang lolos? ” tanya Jammer pada Rendy.
" Tidak ada tuan. " jawab Rendy.
" Aku cek dulu. Ada yang menarik di antara mereka, nanti biar dia yang memberikan laporan pada boss Blade Knife " ucap Jammer, berjalan mengecek satu-satu komplotan Blade Knife.
" Ini kau bius. Aku ingin dia tetap tertidur sepanjang jalan, bangunkan saat sampai di markas! " perintah Jammer setelah menemukan David.
Setelah membius David. Seluruh pasukan Jammer melajukan mobil dengan kecepatan tinggi ke markas, jaraknya cukup jauh. Mereka dibawa dengan 3 bus pariwisata milik BC warna hitam bergambar wayang Werkudara, dengan tangan dan kaki terikat, serta mulut disumpal baju mereka sendiri, dijaga ketat anggota BC jadi amat sangat tidak mungkin ada kecurigaan.
" Rendy, apa papah tau soal ini? " tanya Jammer.
" Iya tuan, beliau menanyakan apa benar tuan Jammer diculik. Sepertinya beliau tau dari pihak sekolah. Sekarang tuan Sam sudah di markas " jawab Rendy.
Tak begitu banyak obrolan selain itu, hanya tentang kerjaan dan perkembangan Bayusuta Crew saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diwaktu Jammer masih disekap Sam dan istrinya sudah sampai perusahaan, Bastian memarkirkan mobilnya di parkir khusus CEO agar dekat dengan lift markas. Tigor yang sedang berjaga menyambutnya dan mengantar sampai ke lantai bawah tanah tempat markas berada.
" Pah, gendong! " pinta Amel manja.
" Pppfffttt " Tigor dan Bastian menahan tawa mereka.
Sam langsung menggendong istrinya masuk markas. Anak buah yang muda-mudi melihat heran dan iri atas kemesraan dua orang itu datang ke markas, mereka tidak kenal karena belum pernah bertemu. Sedangkan pimpinan kelompok dan anggota yang tua-tua membungkuk hormat pada mereka, semakin membuat muda-mudi disitu keheranan.
" Gwen " teriak Amel memanggil mantan bodyguard-nya yang sekarang jadi penjaga markas.
" Iya nyonya, I'm coming " teriak Gwen dari ujung barisan orang yang membungkuk hormat.
" Ambilkan kursi roda sana, kasihan suamiku " masih berteriak di gendongan suaminya.
" Mah, sengaja banget teriak di kuping papah " gemas Sam pada istrinya.
" Hahaha ya maaf, tapi kan mamah minta Gwen bawa kursi roda biar papah gak gendong lagi, kasihan papah tau gendong mamah " jawab Amel.
" Nyonya ini kursinya. " ucap Gwen datang dari mengambil kursi roda di ruang obat.
" Terima kasih Gwen " ucap Sam. Kemudian mendudukkan istrinya.
" Mah kita mau nunggu di room atau ngobrol sama anak buah muda yang kelihatan kebingungan itu? " tanya Sam sambil mendorong kursi roda Amel.
" Sambil nunggu mending kita perkenalkan terus ngobrol dengan mereka pah. " jawab Amel.
" Basoka, tolong kumpulkan mereka! " perintah Sam.
Beberapa menit persiapan dan membariskan semua anggota yang sedang berada di markas.
" Mohon perhatiannya. Saya Gwen akan memperkenalkan tiga orang tamu besar dari Bayusuta Crew, saya berdiri disini atas kebaikan hati beliau bertiga. Untuk itu mohon diperhatikan jangan ada suara sedikitpun jika tidak diharapkan. " Gwen membuka acara perkenalan dan ramah tamah atau bisa dibilang ngobrol singkat.
" Saya perkenalkan tuan Samuel atau Sam Devil dan istri nyonya Amelia. Serta asisten dari tuan Sam, tuan Bastian atau dikenal dengan Basoka. Untuk selanjutnya saya serahkan perkenalan pada ketiga tamu, waktu dan tempat saya persilahkan " persilahkan Gwen kepada ketiganya.
" Terima kasih, Gwen " ucap Sam menyalami Gwen saat dia turun.
" Oke perkenalkan saya Samuel! pendiri Bayusuta Crew dan ayah dari Jams Devil Junior, Si kembar Dinda dan Dhean. " perkenalan Sam singkat.
" Saya istrinya, Amelia. " perkenalan Amel lebih singkat dari suaminya.
" Saya Basoka atau Bastian, asisten tuan Sam. Anak saya adalah asisten tuan Jammer, dan saya perancang markas Bayusuta Crew. " perkenalan Basoka.
Mereka bertiga kemudian mengobrol tentang kondisi BC dulu hingga kini, pandangan kelompok lama serta kelompok baru, perbedaan kepemimpinan Sam dan Jams, kemakmuran anggota, dan cerita-cerita masa lalu. Tak terasa obrolan mereka dengan hanya beberapa orang itu mencapai 3 jam lamanya, mereka baru berhenti setelah Rendy dan Jammer masuk markas. Dengan kedatangan itu aula markas yang luas, terlihat hampir penuh oleh banyaknya anggota dan tawanan.
" Lepaskan semua sumbatan mulut mereka! " perintah Jammer.
__ADS_1
" Lepaskan tutup mata, telinga, dan hidung. Biarkan dia melihat rekan-rekannya terbunuh dengan layak. Dari situ laporannya tak meleset " suruh Jammer pada penjaga yang ditugasi menjaga David.
" Junior, papah dan mamah mau ikut eksekusi " pinta Amel pada anaknya
" Ya mah biar cepat, tapi aku mau eksekusi yang duduk itu dulu. " jawab Jammer menunjuk Ramon.
" Baiklah sayang " balas Amel.
" Kalian semua yang masih bisa mendengar ku, kalian ternyata rusuh sekali. Bahkan mungkin kalian tak punya kemampuan dan tak mengenalku sehingga menculik ku untuk mendapatkan uang dari Yudi. Kalian memang bodoh. " teriak Jammer.
" Terutama kau " Jammer menunjuk Ramon. Ramon hanya diam tak berdaya.
" Hai kau lihat ini " Jammer memanggil David untuk menyaksikan kematian Ramon. Dia berjalan kebelakang Ramon dan memegang kepalanya kuat-kuat.
cret cret cret . Jammer menyayat 3 kali leher Ramon sehingga pisaunya menyentuh tulang leher Ramon.
Darah Ramon langsung mengucur deras dari luka yang menganga, tak butuh waktu lama ajal Ramon pun tiba.
" Mah, pah. Tolong rapi seperti itu dan kita bertiga bersamaan. " pinta Jammer lembut.
" Siapkan sembilan orang dibagi untuk ku, papah, dan mamah. Cepat!!! " suruh Jammer pada anak buahnya.
" Ehh yang itu jangan, biar nanti akan jadi bukti hidup. " larang Jammer pada anak buahnya yang menarik David ke tengah untuk ikut dieksekusi.
Telah terkumpul 9 orang untuk dieksekusi. Jammer dan orang tuanya sudah siap dalam kemarahan. Mereka akan mengeksekusi ke-9 orang itu dengan tata cara yang sama dan berbarengan, kali ini Jammer sudah mengeluarkan kemarahannya, kumpulan kemarahan yang dia kumpulan akan ia keluarkan.
Jammer dan orang tuanya menjambak rambut korbannya dari belakang sehingga orang-orang itu menengadah dan mudah dieksekusi. Amel yang didorong Basoka, masih mudah untuk mengikuti ritme anak dan suaminya, apalagi dia di kursi roda lebih mudah membuat orang dihadapannya menengadah karena punggung orang itu tertahan lututnya.
" Fiiaaaa " teriak Jammer, sebagai luapan amarah dan memberi tanda pada papah mamahnya untuk berbarengan.
Cret cret cret . Ketiganya melakukan hal yang sama seperti Ramon.
" Hai lihatnya, jangan kau memalingkan pandangan. Aku berbaik hati kau tidak akan dibunuh, hargailah aku dengan menghayati kesalahan rekanmu menggangguku " suruh Jammer pada David.
Dengan cara yang sama kloter selanjutnya dieksekusi. Tak disadari oleh Sam, Amel, dan Jammer ada Dinda dan Dhean baru saja masuk ke markas. Mereka berdua menyaksikan ketiga anggota keluarganya begitu lekat dengan aura amarah, bahkan Jammer seperti dikuasai oleh monster dengan aura yang begitu menakjubkan, menakutkan, dan menyeramkan.
" Fiiaaaa " lagi teriak Jammer, sebagai luapan amarah dan memberi tanda pada papah mamahnya untuk berbarengan.
Kloter ketiga kembali dengan cara yang sama dan teriakan yang sama mereka mengeksekusi tiga orang itu.
Amarah Jammer sudah tidak tertahan lagi. Jammer berlari keruang peralatan mengambil kapak, kali ini dirinya sudah tak bisa dikontrol, bukan lagi menahan atau sekedar mendekat orang tua Jammer dan anak buahnya lebih memilih untuk menghindar dari pada mati oleh kapak yang digunakan Jammer.
" Fiiaaaa " teriak Jammer sambil mengayunkan kapaknya, anggota Blade Knife yang tersisa jadi korban kemarahannya. bruk suara kapak yang mengenai korbannya.
Setiap ayunan kapak dibarengi " Fiiaaaa " teriak Jammer, sebagai luapan emosinya yang meledak-ledak. Musuh yang tersisa mati dengan keadaan mengenaskan, ada yang terbelah dadanya, putus anggota tubuhnya, dan kepala mereka pasti hancur karena Jammer membunuh mereka dengan mengayunkan kapaknya ke kepala mereka hingga mereka terkapar baru ayunan selanjutnya tak beraturan arahnya, sekenanya bagian tubuh yang dibelah atau putus.
Sampailah kapak itu menembus kepala korbannya yang terakhir. Nafas Jammer sudah sangat terengah-engah, matanya yang lekat dengan amarah yang membara mulai redam, namun tangannya masih menggenggam kuat. Melihat itu Dinda dan Dhean berlari ke arah Jammer, mereka takut kalo Jammer malah tak terkontrol dan melukai anggotanya.
Dhean memeluk Jammer dari kiri sedang Dinda sisi lainnya.
" Tenang sayang, tenanglah semuanya sudah kau luapkan. Tenangkan dirimu, Fiux tidak ada disini " ucap lembut Dinda dan Dhean sambil mengelus-elus punggung Jammer.
Dinda melepaskan pelukannya, melihat Jammer dan mengamatinya terlihat amarah begitu dalam dan amat sangat berkobar menguasai perasaannya seperti tak mampu padam dengan kata-kata saja. Dengan spontan Dinda mencium Jammer, memegang pipinya dan kepala belakang Jammer, menarik Jammer kedalam ciuman yang dalam dan menenangkan emosinya, mengembalikan adiknya dari perasaan pedih yang menjadi api pembakar amarahnya kembali ke perasaan tenang dan terkontrol.
" Sayang tenanglah, aku tak mau kau melukai orang yang kita sayangi atau anak buah kita yang sudah seperti keluarga bagi kita " batin Dinda.
" Aku sudah tenang kak " batin Jammer seperti terhubung dan seolah menjawabi Dinda.
Mereka melepaskan diri saling pandang dan terdiam dalam pikiran masing-masing, sementara Dhean masih dalam pelukan Jammer.
" Kau sudah tenang? " tanya Dinda. Dijawab tangan Jammer mengusap pipi Dinda menghapus air mata yang keluar dari kedua bola mata Dinda.
" Dhe, nikmat amat meluknya " sindir Dinda yang masih memeluk Jammer.
" Ehh Dhe " panggil Dinda keras.
" Kak kayaknya dia tidur " ucap Jammer.
" Ehh iya tidur dek " jawab Dinda yang memutar melihat Dhean.
" Tidur apaan? Aku cuma tidak ingin mengganggu kau menenangkan adik kita " batin Dhean pura-pura tidur.
" Rendy tolong bawa kak Dhean ke mobil, tidurkan di kursi belakang, kuncinya kau cari mungkin ditas atau saku. " suruh Jammer.
" Gerry tolong kau lepaskan dia di depan kelompok Blade Knife main. Bawa seluruh pasukan yang tadi ikut serta penangkapan. " suruh Jammer sambil menunjuk David.
" Ayok pulang mah, pah, kak. Biar Gwen dan yang lainnya bisa membersihkan markas tercinta kita. " ajak Jammer.
Mereka pulang dengan dua mobil, Jammer mengendarai mobil Dhean, bersama Dinda disampingnya, sementara orang tuanya diantar pulang Basoka. Rendy mengikuti mereka dengan mobilnya.
Di markas, Gwen yang yang berada di markas membersihkan mayat-mayat, darah dan sampah dari markas. Mereka yang mati dibawa dengan mobil-mobil mereka sendiri, ditumpuk-tumpuk pada kursi belakang dan bagasi, ditutup kain putih pada kaca mobilnya. Mereka akan dikuburkan di pemakaman milik BC di dekat sekolah Jammer, untuk menuju ke sana, BC meminta pengawalan dari polisi dan beriringan dengan satu bus pariwisata yang membawa anggota untuk menguburkan dan nantinya mengantar David, 5 truk membawa ekskavator untuk menggali, dan rombongan pemotor anggota dari Gerry sebagai front raider. David dalam kondisi tertutup inderanya sehingga tidak mendengar, melihat, dan mencium lingkungan sekitar. Setelah menguburkan, David dibuang didepan tempat tongkrongan Blade Knife.
.
.
.
.
.
.
Saya mohon dukungannya, dengan cara :
- Like
- Comments
- Favourite+
- Vote
- And last more you can share to more people in the world.
Saya memohon dengan sangat ya readers, your are the best colleague to me.
Do'aku semoga disenyumkan di setiap waktu dan aktivitasmu tuan-tuan dan nona-nona 🤲🏻🤲🏻🤲🏻 Aamiin.
__ADS_1