Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Kecewa Berhubungan Dengan Firasat


__ADS_3

" brakkk.... " Fiuk menabrak gundukan galian tanah dipinggir jalan. Karena tidak fokus pada perjalanannya.


" Aauww, sakit. " keluhnya saat sadar dirinya jatuh dijalan.


Riuh orang sekitar menolong Fiux. Ada yang menepikan kendaraannya, ada mata elang polisi yang berusaha mengambil keuntungan, ada juga yang segera bergerak menghubungi keluarga korban dan menolongnya ke rumah sakit.


" motornya singkirkan dulu bang. " ucap wanita didekat motor Fiux sambil menunjuk pria didekatnya. Dan tanpa jawaban pria itu melakukannya.


" Dek gak papa? " tanya wanita yang menghampiri Fiux. Dia tidak dijawab oleh korban.


" Masih linglung kali mbak abis jatuh. " celetuk pria yang berdiri didekatnya.


" Tanya nomer keluarga dia aja Bu Rini. " celetuk siswa SMA yang kebetulan lewat berangkat sekolah dan kebetulan wanita itu adalah gurunya.


" Fiux. " Dengan nada cukup tinggi, datang gadis yang berseragam sama dengan Fiux dan mendekati tengah kerumunan.


" Kamu kenal mbak? " tanya Bu Rini.


" Kenal buk, kita kan satu jurusan SMK 5. Saya Galuh temennya. " jawab Galuh masih dengan perasaan kaget dan khawatir.


" Tahu rumahnya? " tanya ibu itu lagi.


" Tidak bu, Tapi temen saya dibelakang tetangganya. Mungkin sebentar lagi lewat sini. " jawab Galuh


Benar saja tak lama, Galuh melihat temannya Iman mengendarai mendekati kemacetan karena kendaraan agak tersendat.


" Man, Iman cepet sini. " teriak Galuh sambil melambaikan tangan.


" Bu guru lebih baik kita bawa ke rumah sakit dulu. Nanti temennya biar menghubungi keluarganya. " saran pria yang meminggirkan motor Fiux.


" Iya nanti biar diurus kelanjutannya oleh keluarga. " beberapa orang bersamaan.


Imam menghampiri Galuh dan diarahkan ke dekat Fiux yang di sana juga ada Bu Rini.


" Ehh Fiux. " suara iman agak keras karena kaget baru menyadari kerumunan itu adalah kecelakaan tetangganya.


" Kenapa Luh? " tanya Iman kemudian.


" Gini nak, kamu nanti ke rumah dia dan bilang ke orang tuanya untuk datang ke rumah sakit Soek-Hat yang dekat alun-alun situ." malah Bu Rini yang jawab pertanyaan Iman, dengan menunjuk Fiux kemudian arah rumah sakit Soek-Hat


" Nah itu, kamu tau rumah Fiux kan? " Galuh


" Iya Bu saya paham. " Iman menjawab Bu Rini sopan.


" Hhhmmm. " Iman melihat Galuh dan berdehem tanda mengerti.


" Ya udah kita bawa dulu ke Soek-Hat. " Ajak wanita yang kebetulan bawa mobil disitu.


" motornya titipin warung saya saja pak. " saran pemilik warung makan didekat TKP.


Pemilik warung itu sendiri yang membawa motornya ke parkiran belakang. Sambil mendorong motor fiux dia berteriak pada Iman karena cukup berisik kendaraan.

__ADS_1


" Nak Imam nanti sekalian bilang motornya diparkiran karyawan tempat saya. " ucapnya dengan sama menyebutkan nama karena bising kurang jelas mendengar nama iman.


" iya pak saya mengerti. " Iman menjawab sedikit berteriak supaya terdengar.


Kemudian mereka pergi dengan tujuannya masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat Jammer. Dia baru mau berangkat dengan perasaan gusar yang mendadak mendera, tak tau apa yang terjadi. Jam menunjukkan 06.20 dia keluar dari halaman rumah dengan motor sport 155cc-nya masih diiringi gusar yang entah dari firasat atau apapun itu.


" Ada apa ya? " baginya ini firasat buruk.


" Apa Fiux terluka ya atau sakit yang membuatnya tak masuk kelas. " batinnya


" Aku coba lewat jalan biasanya lah. Harus cepat karena aku gak mau kelewatan Fiux lewat lebih dulu. " batinnya membuat dia buru-buru menjalankan motornya yang memang mampu berkecepatan tinggi.


Beberapa menit kemudian Jammer menghentikan motornya dipertigaan biasanya pertemuan arus dari rumahnya dan arus kendaraan dari arah rumah Fiux ke sekolah. Jam tangannya menunjukkan pukul 06.26 itu terlalu pagi untuk Fiux lewat pertigaan itu. Jammer menunggu di pinggir jalan menepi ditempat pemberhentian bus didekat pertigaan itu, sengaja disitu karena disitu sudah searah jalan ke sekolah dan berharap saat Fiux lewat dia tidak ketinggalan jauh. Cukup lama dia menunggu, hingga dia melihat lagi jam tangannya menunjukan pukul 06.35. itu waktu yang sudah terlambat untuk Fiux.


" Apa Fiux lewat jalan lain ya? " batinnya. Dia memang merasa begitu karena lama Fiux tidak kunjung lewat, dan sebenarnya lewat jalan lain itu cukup memakan waktu karena jalannya yang sedang rusak walaupun lebih dekat memotong jalan.


" Apa aku menunggu sambil jalan ya? " gumamnya karena lama menunggu.


" iya deh jalan aja dulu. " gumamnya sambil menyalakan motor.


Saat ingin jalan datang motor dengan bapak-bapak menghalangi jalannya. Dilihatnya siapa yang dibawa bapak itu, ternyata adalah primadona sekolahnya. Namanya Vanessa Trishella biasa dipanggil Shella dan merupakan siswa idola yang berprestasi non akademik, nilai akademik cukup bagus sih.


" Eehh mbak Shella. Mau naik Bus mbak? tanya Jammer spontan kepada Shella yang kakak kelasnya.


" Eehh mbak Shella bareng aku aja aku juga baru mau jalan. " Jammer berusaha menawarkan tumpangan.


" Oke deh boleh. " Jawab Shella dengan suara lembut yang menambah aura cantiknya.


" Emang cantiknya gak ketulungan. Bisa copot jantungku nanti dijalan kalo dia tiba-tiba pegangan perut, ini kan udah siang pasti harus cepet. " Gumam Jammer saat Shella naik ke motornya.


" Mbak kalo boleh aku ngebut dikit ya biar cepat, gak telat. " Jammer.


" Jangan. " jawab Shella cepat.


" Tapi boleh deh biar gak telat. " ralatnya yang sebenarnya ragu.


" Oke ambil tengah aja. " Jammer memutuskan.


Saat motor berjalan sebenarnya Jammer masih menunggu Fiux. Tapi karena memboncengi seorang wanita cantik yang primadona sekolah maka lebih baik agak cepat supaya dia tidak terlambat. Sambil melihat sekitar berharap Fiux sudah sampai sekolah.


Beberapa saat berjalan Shella membuka suaranya yang lembut.


" Eehh iya nama kamu siapa aku lupa 🤭🤭🤭. " tanya nya didekat telinga Jammer.


" Eh mbak lupa? nama aku Imaduddin. " Jammer


" oke, aku akan ingat. " Shella.

__ADS_1


" Tapi panggil aja Jammer. " Jammer.


" Ya iya oke, Jammer. " Shella


Beberapa saat tidak aja obrolan. Jarak sekolah sudah cukup dekat tapi kalo dengan kecepatan saat ini pasti akan terlambat, apa lagi Jammer yang parkirnya diluar sekolah meskipun itu dilarang pihak sekolah.


Dilirik jam tangan Jammer menunjukkan pukul 06.55 secepat mungkin Jammer melajukan motor, tapi tetap hati-hati. Kemudian beberapa saat perjalanan sampailah mereka disekolah yang sebentar lagi gerbangnya tertutup, beberapa detik sebelum bel dari tanda Jam masuk mapel pertama, Jammer berhenti di gerbang karena tidak mungkin membawa Shella ke tempat parkirnya. Setelah itu parkir motor dan berjalan ke kelas lewat jalan pintas.


Sampai istirahat pertama Fiux belum ada kabar berita. Ditempat makan yang menyalahi aturan sekolah karena tidak boleh keluar lingkungan sekolah saat istirahat. Tapi itulah sekolah ketat pasti ada pelanggaran, Jammer adalah salah satu pimpinan kelompok di sekolah, saat ini dia sedang menunggu sahabat-sahabatnya ditempat makan langganannya. Berharap ada info tentang Fiux dari rekan-rekannya yang tersebar di seluruh kelas.


Beberapa saat duduk didekat pemilik outlet yang sudah dianggap orang tuanya sendiri, lebih tepatnya dianggap orang tua angkatnya. Terasa sekali khawatir atas resah sejak pagi.


Tiba-tiba datang sahabatnya yang sejurusan dan kebetulan hari ini satu gedung juga, Denso Remon Pamungkas.


" Jam, Fiux kecelakaan. Gua dapet kabar dari Iman. " ucap Denso yang terengah-engah karena lari menuju outlet.


" Huh 😞 😣😣. " hanya direspon dengan muka muram dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


" Bu, pesan susu coklat kayak biasanya. " Denso beralih memesan minum untuk menghilangkan dahaga karena berlari dari lab praktikum jurusan yang lumayan jauh jaraknya dari outlet.


" Ehh lah pujaan hati Fiux gimana keadaannya. " tanya Bu Ina pemilik outlet sambil membuatkan pesanan.


" Udah dibawa pulang keluarga buk. " jawab Denso.


" Kumpulin anak-anak, jangan banyak-banyak cukup 4 sampai 7 orang kita ke rumah Fiux. " perintah Jammer ke Denso. Dijawab anggukan Denso.


" Ari mana Den? " tanya jammer yang belum lihat Ari dibelakang Denso.


" Aku tinggal. " Denso


" Siapa yang ditinggal Den? " tanya orang yang disebut.


" Umurmu panjang juga Ar? " Denso


" Ahh Lu ninggalin gua dari Lab praktek. " Ari.


" Ehh udah tau kan kalo Fiux kecelakaan. " Dengan khas anak kecil Ari nanya yang ditujukan kesemua yang situ, utamanya Jammer.


" Udah. Gua yang ngasih tau. Tadi kan Iman udah siaran dikelas lu, kedengaran sampe kelas gua. " Denso menjelaskan.


Kemudian mereka merencanakan menjenguk Fiux dirumahnya. Ada 7 orang yang ikut, semuanya adalah Jammer, Denso, Ari dan sahabat-sahabatnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sekian episode 2. Panjang ya, cerita belum sampe sehari tapi udah sampai 2 episode. Sabar ya reader sabar ya, nanti ada kejutan kok ditengah-tengah. Dan satu hal, ini cerita full fiktif, jika ada kesamaan tokoh dan watak itu adalah inspirasi yang hanya sebagian kecil dari keseluruhan cerita. Terimakasih untuk yang suka, vote, favorit, dan Share kalo yang baik 🌹😉. Lanjut episode 3 ya reader 🌹🌹🌹


__ADS_2