Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Penyelesaian Tiga Penyamun


__ADS_3

Anton, Supri dan Gusman hanya menurut saja karena takut.


" Bawa mereka ke markas kita. Aku akan menunggu Boss Jammer dan menjemputnya dari markas besar. " Perintah Gerry pada anak buahnya.


" baik boss " ucap supir dan anak buah yang ikut dalam mobil Van itu membawa penjahat tersebut.


" Apa Jammer ?? Bukannya anak yang menghajar kita panggilannya juga Jammer. Apa mungkin dia boss besarnya?? " batin Gusman yang pernah dengar cerita bahwa boss besar BC adalah anak kecil dari narapidana lain yang pernah bertemu boss besar BC 5 tahun sebelum dia satu sel dengan Gusman.


Mereka dibawa ke markas Kelompok Gerry yang berada dibawah tanah suatu pabrik kayu lapis. Sementara itu Gerry menuju markas utama untuk menunggu kedatangan leader Bayusuta Crew untuk melakukan pergantian beberapa pimpinan kelompok yang meminta purna karena sudah tua, nanti setelah selesai pertemuan Gerry akan melaporkan penangkapan ketiga penghadang yang masih dendam dengan Jammer.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dinar membangunkan kakaknya untuk shalat Maghrib dan makan malam. Saat ini Jammer sedang menghubungi Rendy dikamar dengan berbisik-bisik agar orang rumah tidak tahu pembicaraannya. Hingga tiba-tiba Dinar membuka pintu tanpa mengetuknya...


" ceklek "


" Mas disuruh shalat Maghrib " jelas Dinar.


" Iya sebentar lagi mas shalat " jawab Jammer.


Setelah shalat Jammer makan malam kemudian pamit dengan alasan menginap di rumah teman. Tapi sebenarnya dia pergi ke markas besar dijemput oleh Rendy, orangtuanya tidak curiga karena mengenal Rendy sebagai teman baik anaknya, yang berkerja di pusat kota tapi tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari rumah. Pukul 19.20 WIB Jammer sampai di markas besar yang berada di basemen perusahaannya, sebagai pewaris dari Bayusuta Crew dari orang tua angkatnya dia juga diwarisi perusahaan utama yang dimiliki olehnya sehingga secara otomatis Jammer adalah pewaris seluruh perusahaan yang dimiliki oleh Samuel Hermansyah atau biasa dikenal Tuan Sam Devil. Rendy memarkir mobil diparkir khusus pimpinan direksi.


" Silahkan tuan " Rendy mempersilahkan Jammer untuk turun setelah membukakan pintu mobilnya.


" Terima kasih Rendy " Jawabannya


Mereka segera masuk ke dalam lift khusus menuju markas, lift ini hanya bisa digunakan anggota BC yang punya ID card sementara yang baru bergabung atau orang biasa tidak dapat membukanya.


" Silahkan tuan " Rendy mempersilahkan Jammer untuk masuk setelah pintu lift terbuka.


" Ren, ada masalah dengan perusahaan? " tanya Jammer yang jarang berada dikantor.


" Ada tuan, tapi saya rasa belum mengharuskan tuan turun tangan " jawab Rendy yakin.


" Aku akan ke perusahaan besok sore setelah sekolah jadi persiapkan laporan keuangan. Dan tolong panggil Silvi aku ingin bicara dengan kalian berdua " perintah Jammer.


" Baik tuan, saya persiapkan " Jawab Rendy.


" Aku tidak ingin lama-lama pada pertemuan ini jadi nanti kau atur mereka langsung berbaris untuk pergantian jabatan " Perintah Jammer yang dipahami oleh Rendy.


Sesampainya Jammer di ruang pertemuan acara langsung dimulai dengan dipandu Rendy agar mempercepat proses peralihan jabatan. Kemudian Jammer mengambil alih untuk memberikan mandat dan ucapan terima kasih atas kerja keras mereka yang setia pada papahnya dan dirinya, atas jasa mereka yang luar biasa BC bisa besar dan memiliki kesejahteraan bagi keluarga angkatnya dan anggotanya. Setelah itu dia menutup acara dan mempersilahkan mereka untuk bubar dari ruangan tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah pertemuan Gerry menemui Jammer untuk melaporkan penangkapan ketiga penghadang dirinya.


" Tuan Jammer ketiga orang yang menghadang anda ada di markas saya tuan, mereka masih dendam dan mengintai anda. Yadi sore mereka berusaha menyerang anda dikamar tapi kami lebih dulu menangkap mereka. " penjelasan Gerry


" Oohh " Jammer merespon hanya dengan ber-oh saja.


" Maaf tuan dari mereka ada yang tuan cari-cari tuan. Dia orang dari Angry Doggy yang berjanji pada kita akan setia jika diberi kesempatan " Garry memberikan informasi lebih.


" Bawa kesini serahkan ke Gwen besok aku ingin bermain-main, setelah itu kau bunuh yang lainnya. Menyusahkan saja " Jammer merasa kesal karena ketiganya menyusahkan, tapi juga senang orang yang dia cari sudah ditemukan.


" Baik tuan, saya lakukan malam ini juga. " Gerry kemudian pergi untuk menelepon anak buahnya agar membawa ketiga orang itu.


" Rendy panggil Gwen kesini " Jammer merasa dari pada teriak kan mending nyuruh orang. Dibalas anggukan Rendy dan kemudian mencari Gwen


" Iya tuan ada apa? " Gwen berlari datang setelah cari Rendy dengan Rendy juga mengikuti.


" Kenapa kau lari apa kau ketakutan Gwen? " goda Rendy dari belakang Gwen.


" Sudah Ren jangan kau ledek penjaga markas ini " Jammer bela anak buahnya.


" Gwen kau nanti siapkan tempat untuk tiga tahanan, rawat mereka untukku sehari, besok sore aku datang untuk bersenang-senang. " penjelasannya.


" Baik tuan " Gwen mengerti perlu tuannya.


" Tuan mereka sudah siap berangkat, apa saya boleh pemanasan ? " tanya Gerry yang selesai menerima telpon.


" Apa kau tak mendengarkan. Aku mau bermain-main apa perlu kau ikut juga buat tambahan bermain hahahaha " Jammer sedikit kesal anak buahnya tidak mendengar perintahnya.


" Maaf tuan saya terlalu semangat karena mereka berniat mencelakai tuan " Garry menyatukan tangannya tanda minta maaf yang dalam.


" Sudahlah aku mau pulang. Tolong kau datang besok malam Ger. Setelah aku selesai kau bawa sisanya untuk mainan mu " Jammer berpamit pulang.


Hari ini malam ini Jammer pulang ke rumah keluarga Tuan Samuel, karena sudah seminggu tidak datang untuk mengunjungi mereka. Dia kangen dengan kedua orang tua angkatnya dan kakak kembarnya. Pasti mamahnya masih menunggunya dan belum tidur dirumah.

__ADS_1


Perjalanan menuju rumah tidak terlalu jauh karena hanya berjarak beberapa ratus meter saja, saat memasuki halaman rumah dia sudah disambut papahnya yang membuka pintu dan merentangkan tangannya meminta pelukan hangat, sementara sang mamah sedang duduk di sofa ruang tamu menunggu anaknya yang datang karena dia belum bisa berjalan lancar paska kecelakaan.


" Junior " teriak Sam sambil merentangkan tangannya.


" Papah " Jammer membalas Sam ambil berlari meraih pelukannya.


" Kenapa lama sekali kamu gak kesini? " Sam memeluk erat anaknya sambil menepuk punggung Jammer.


" Ayo masuk lah kasihan mamah ntar gak kebagian meluk kalo dihabisin waktunya sama papah " ejek Jammer yang masih dipeluk erat Sam.


" Mamah sayang " Jammer berlari menuju mamahnya.


" Sayang, kamu gak kesini sih sayang lama banget sih sayang " Mamah Amel meraih pelukan Jammer dengan senyuman yang sangat dalam. ingatannya masih belum lekang dari pertemuan pertama dengan Jammer yang memikat hati wanita itu untuk menyayangi Jammer sebagai anak.


.... Flashback on ....


Suatu sore Amel sedang berjalan ditaman kota bersama kedua anak kembarnya yang lucu-lucu, Adinda Putri Amalia Hermansyah dan Dheandra Queen Amalia Hermansyah yang berusia 8 tahun.


Mereka berjalan mengelilingi taman yang tak begitu luas, hingga mata Amel terpaku dengan seorang bocah yang menggigil memegangi perutnya dengan badan lusuh. Dia menghampiri anak itu, tapi sebelum sampai dia ingin bertanya anak itu pingsan.


Amel menelepon supirnya dan membawa anak itu kerumahnya. Kemudian membaringkan tubuhnya dikamar tamu, memanggil dokter pribadinya dan mengambil makanan untuk anak itu saat sudah bangun. Saat bangun anak itu lahap makan membuat mereka yang melihatnya merasa iba yang mendalam.


" Nak hati-hati, nanti tersedak " Amel dengan lembut membelai kepala anak itu.


" Mamah dia kasihan, suruh mandi deh mah kotor badannya bau " keluh Dinda dengan suara mungilnya sambil menutup hidung.


" Jangan gitu, kasihan " nasehat Dhean yang sama mungilnya.


" Nama kamu siapa sayang? " Amel masih mengelus kepala anak itu


" Imaduddin Jammel " jawab Jammer kecil


" Kamu punya keluarga? " tanya Amel sambil meletakkan piring yang sudah kosong dari pangkuan Jammer ke atas meja.


" Sebenalnya aku punya kelualga buk, tapi pertengkar tlus jadi aku pelgi buk " Penjelasannya menambah iba Amel


" Kamu mau gak jadi anak mamah Amel? " Amel yang mulai tak mampu menahan keinginannya.


" Tapi... " jammer belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah ditutup mulutnya agar tidak menolak.


" Kamu tetap anak mereka, dan pulang ke rumah mereka tapi kamu juga jadi anak mamah Amel ya, jangan nolak mamah gak mau itu " Amel memaksa untuk di-iyakan.


Dibalas anggukan kepala Jammer dan mulai hari itu Jammer jadi anak angkat keluarga Sam. Walaupun Sam belum tau tapi apapun kemauan istrinya pasti iya akan setuju, dan pasti saat pulang dia sudah punya anak laki-laki. Amel sedikit sedih waktu itu karena dia harus diambil rahimnya akibat tumor ganas di rahimnya.


Jammer yang berumur 6 tahun dididik oleh Sam Devil sendiri dan dibantu oleh Wisnu dengan lawan banding kemampuan anak Wisnu yang waktu itu berusia 10 tahun agar lebih cepat daripada anak seusianya. Jammer setiap hari dilatih ketat pagi hingga malam tanpa hentinya supaya mampu bertahan dari masalah ortu kandungnya.


Beberapa hari dirumah Sam, akhirnya keberadaan Jammer dicari melalui siaran televisi, karena melihat itu, Sam memutuskan untuk menyerahkan Jammer dengan ortu kandungnya. Tapi Jammer disuruh berakting agar hubungan mereka tidak akan diketahui mereka.


.... Flashback off ....


" Maaf mah " Jawab jammer sambil melepas pelukannya.


" Apa kamu tidak kangen dengan mamah sayang " Amel menyentuh pipi Jammer karena saking kangennya.


" Apa papah gak disebut mah? " dikte Sam yang merasa tak disebut.


" Aku kangen kalian semua. Aku kangen mamah, papah, kak Dinda, kak Dhean dan rumah ini. Tapi aku kan gak bisa disini terus, masih ada keluarga yang lain. " jawab Jammer menengahi.


Mereka ngobrol tak terlalu lama karena mereka harus istirahat, besok hari yang melelahkan untuk Jammer. Dan dia harus memikirkan alasan pergi dari rumah sore atau pulang larut malam, karena memeriksa laporan perusahaan itu lama dan melelahkan, ditambah dengan ketiga orang yang ditahan tadi pasti akan memakan waktu. Satu masalah belum selesai ada masalah lagi, serta bertambah hati yang belum sembuh harus teriris lagi, membayangkan itu yang memperberat pikirannya.


^^^Simpony berlatar senja menjingga^^^


^^^Denting piano melantun melodi cinta^^^


^^^Suara pria sederhana bernyanyi^^^


^^^Mengutarakan isi hati^^^


^^^Namun tolakmu jadi penihku yang dalam^^^


mungkin itu yang mampu mewakili rasa seorang Jammer malam ini dalam perjalanan menuju lelap mata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi telah tiba Anton, Supri, dan Gusman masih tertidur karena mereka dijamu arak semalaman. Sebenarnya hanya Anton dan Supri yang menghabiskannya, sementara Gusman hanya meminum beberapa sloki saja karena dia masih penasaran dengan boss besar yang dia curigai. Mereka memang diberi perlakuan khusus karena ada orang yang dicari Jammer diantara mereka.


" Apa mungkin dia orangnya boss besar, jika benar apa aku bisa diampuni. Aku dengar BC lebih tertarik pada kesetiaan dari pada membunuh, tapi kejam jika tak suka dengan lawan " batin Gusman yang terbangun dengan pikiran yang terus berkecamuk.

__ADS_1


" Haiii tuan makanan sudah siap, tolong bangunkan temanmu sebentar lagi akan anak buahnya antar kesini. dan tolong sekaligus tolong kumpulan sisa-sisa minuman kalian. Kalo bukan karena tuan Jammer menyukai salah satu dari kalian pasti sudah habis aku hajar untuk memuaskan ku yang tak suka tuan kami kalian ganggu. " Gwen yang datang ingin membangunkan ke tiga orang itu tapi melihat Gusman sudah bangun lebih baik mengutarakan pikirannya.


" Apa kalian kenal Gobang, pelaku penjambretan pada seorang wanita yang ternyata merupakan kakak Boss kalian? " Gusman yang gusar mencari kenyataan.


" Rupanya banyak cakap kau ya? " Gwen menyeringai lebar


" Ternyata benar aku salah mencari masalah " Gusman yang merasa itu jawaban pasti iya.


" Kau satu sel dengan kecoak itu berapa lama " tanya Gwen yang sebenarnya dia tau.


" Sejak aku dan Anton masuk dan keluar kira-kira 3 tahun. Kami juga bertemu Draco, Zen Jabres, Geo dan Oeng Pinnak mereka satu sel. Dan disitu aku baru tau kebesaran Kelompok kalian yang sebenarnya tidak serendah saat aku ditangkap pertama kali dulu. " Gusman menjelaskan hal yang jadi bebannya.


Hingga siang mereka bertiga diberi fasilitas yang nyaman, diberi room karaoke, minuman keras, makanan dan wanita penghibur. Hingga menjelang kedatangan Jammer, Silvi datang masuk ke room.


" Aku ingin bermain-main dengan mereka, tolong buka pintunya untukku " perintah Silvi pada Gwen.


" Jangan menghajar perintah tuan Jammer harus menunggu dia duluan. " Pesan Gwen sambil membukakan pintu room.


" Keluarkan minuman yang tersisa, tuan biar tidak dimuntahi mereka, tinggal lah dua orang untuk menjagaku!!! " perintah pada beberapa orang yang ikut masuk dengannya.


" Hai kenapa kau rusak kesenangan kami sebelum tuanmu menyuruhmu. Kau sendiri anak buahnya kan lebih tau kemarahan tuanmu juga perintahnya tidak... " Supri yang sudah lumayan mabuk meracau seenak jidatnya. Namun terhenti karena bibirnya ditutup tangan wanita penghibur disampingnya.


" Ini untuk tuanku dan atas perintahnya " Silvi tegas sambil melototi Supri yang sudah diam.


" Kau nikmati saja sisanya tak usah banyak omong " Bentak Silvi.


Silvi memperhatikan mereka satu-persatu, menerawang siapa yang dicari tuannya. Saat matanya tertuju pada Gusman dilihatnya dari atas ke bawah Gusman hanya diam dan seperti membayangkan sesuatu, Silvi mendekatinya dan duduk disampingnya.


" Kau kenapa takut? " Silvi bertanya agak mendekati kuping Gusman karena musik sudah diputar lagi oleh Anton dan Supri.


" Tidak " Gusman menggeleng pelan.


" Kau risau tentang suatu hal? " bertanya lagi


" Aku hanya merasa tidak punya kesempatan untuk saat ini, dulu aku pernah ditangkap BC karena salah sasaran menjambret " jawab Gusman


Silvi ngobrol dengan dengan Gusman hingga Jammer datang. Kemudian membawa mereka bertiga dia bawa ke depan tuannya. Dan berdiri dibelakang Jammer sejajar Rendy..


" Kalian bertiga tau ditangkap siapa? " tanya Jammer datar. Sambil mengeluarkan belatinya.


" Kelompokmu lah gitu aja nanya udah tau kan kamu yang mimpin, dasar bocah " jawab Supri sinis.


" Oke pak tua kau dulu. " Jammer mendekati Supri kemudian menyayat dada Supri yang masih tertutup baju sehingga bajunya sobek disusul darah mengalir.


" Aarrgghh " Supri kesakitan, tangannya diborgol jadi tidak bisa melawan. Lagipula mereka bertiga juga dipegangi dua penjaga setiap orangnya.


" Apa kalian mau lenyap ditanganku " Jammer semakin mengintimidasi


" Saya tidak mau tuan " jawab Anton.


" Dan kau Gusman, apa kau ingin setia pada ku? " tanya Jammer pada Gusman.


" Saya sangat menginginkan setia melayani tuan jika diberi kesempatan " jawab Gusman cepat.


" Baik lah aku memberimu kesempatan untuk setia padaku " Jawaban Jammer dan Gusman mengagetkan Anton dan Supri.


" Tuan saya juga tuan mau setia.... " ucapan Anton terpotong.


dorr


" Gak perlu, aku cuma perlu satu orang dan itu orang yang tepat " Jammer menembak Gusman yang berada di samping Anton.


" Gerry ini urusanmu. Dan kau Rendy cari orang untuk bawa Gusman ke rumah sakit. " perintah Jammer


" Untukmu Gusman aku syaratkan kau harus bertahan untuk bisa setia padaku. " persyaratannya sebelum keluar dibawa ke rumah sakit.


Setelah itu Jammer pergi melanjutkan kerjaannya memeriksa laporan perusahaan. Setelah itu dia ingin pulang beristirahat.


.


.


.


.


.

__ADS_1


setia terus ya untuk update selanjutnya. Jangan lupa like, komen, favorit, share dan vote nya ya tuan dan nona pembaca 😂😂😂


__ADS_2