Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Valentine Day Is Sad Day To Me.


__ADS_3

Hari ini disekolah sebagian anak yang memiliki kekasih memberikan hadiah Valentine untuk pacar mereka, teman sekelasnya sudah ada tiga orang yang memberikan hadiah pada pacarnya baru istirahat pertama padahal. Setelah pelajaran jam ke 3-5 ada istirahat lagi giliran Fiux yang mendapat hadiah dari anak SMA Harapan Nusantara, begitu dalam rasa pedihnya orang yang dicintai malah menerima hadiah dari cowok lain.


"Kenapa aku mencintaimu, sedangkan diriku tak sepadan denganmu, bila tak begitu dalam cintaku pasti tak sedalam pedih yang aku rasa kini." Gumam Jammer.


Jammer memilih keluar dari sekolah saat jam pelajaran terakhir akan dimulai. Dia menunggu Rendy di outlet tempat biasa dia makan. Biasanya sih ada guru yang sengaja menunggu di outlet saat jam pelajaran akan dimulai, tapi hari ini kosong tidak ada orang yang mengawasi.


Sebentar saja Jammer menunggu Rendy sudah ada di parkiran outlet, segera Jammer masuk mobil dan Rendy melajukan mobilnya menuju perusahaan.


"Sudah tidak ada masalah setelah orang-orang itu aku keluarkan Ren?" Tanya Jammer membuka obrolan.


"Masih tuan, soal performa perusahaan, jika seperti ini terus maka para pemegang saham akan melakukan protes untuk menjual perusahaan dengan harga murah." jawab Rendy.


"Panggil kak Dinda dan kak Dhean. Mungkin aku kali ini butuh mereka. Kalau bisa kita sampai kantor, mereka tidak terlalu lama membuatku menunggu." perintah Jammer, dia bersandar lemas seperti gontai tak berdaya, matanya seakan redup dan lemah. Tatapannya kosong menghadap ke luar jendela.


"Saya sudah mengirim pesan kepada nona Dinda tuan." Laporan Rendy tidak digubris oleh Jammer yang masih melamun.


"Tuan, maaf tuan." Rendy berusaha menyadarkan tuannya tapi belum kunjung bisa.


Rendy men-zig-zag kan mobilnya, membuat tubuh Jammer bergoyang dan itu berhasil menyadarkannya.


"Hati-hati Ren !!!" nada ucapannya meninggi karena Jammer merasa kaget.


"Maaf tuan ada kerikil pphff" Rendy menjawab dengan menahan tawa.


"Saya sudah mengirim pesan kepada nona Dinda tuan." Laporan Rendy lagi sebelum Jammer kembali melamun.


"Ya terimakasih." Jammer kembali melamun hingga mobil terparkir di kantor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dinda yang mengetahui adiknya memanggilnya dengan cepat menghubungi Dhean yang sedang meeting, Mereka berdua segera menuju kantor adiknya. Diperjalanan Dhean baru ingat kalo hari ini adalah hari Valentine.


"Aduh Din. Astaga Dinda hari ini kan Valentine." Dhean berteriak saking merasa terkejut dengan ingatannya yang terlambat menyadari hari ini.


"Ahh aku juga baru ingat tadi di WA Rendy. Makannya buru-buru ngajak kamu." Respon Dinda yang terkejut karena teriakan Dhean balik berteriak.


"Ya gak usah ikut teriak juga." suara Dhean merendah agar Dinda juga ikut merendahkan suaranya.


"Pphhff." Dinda menahan tawanya.


Mereka melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak terlalu lama mereka sampai di toko kue. Dinda sengaja mampir agar mood adiknya tertolong tidak terlalu buruk, Dhean lebih memilih menunggu di mobil. Setelah membeli kue coklat dan minum es vanilla dengan porsi untuk empat orang termasuk Rendy, Dinda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tinggal memutar melingkari blok pertokoan dan akan sampai di kompleks perkantoran milik Jammer.


Toktoktok . Dhean mengetok pintu kantor Jammer.


"Silahkan masuk." Rendy yang menjawab atas perintah Jammer.


"Sayang, happy valentine ya sayang." Dhean berlari menuju Jammer, dan langsung memeluknya yang masih duduk di kursi kebesarannya.


"Iya kak sama-sama kak. Ntar hadiah kakak beli di mall aja ya." balas Jammer sambil memeluk kak Dhean nya.


"Ahh kamu tuh, kebiasaan." Dhean merespon gemas, dan mencium kedua pipi Jammer.


"Dhean, gantian dong!!!" keluh Dinda dibelakang Dhean. Kemudian Dhean menyingkir agar kembarannya juga bisa mengucapkan selamat.


"Sayang ini hadiah dari kita berdua." Dinda menyerahkan kue dan minuman yang tadi dibeli.


"Sayang, kamu gak sendiri. Jangan terluka terus." bisik Dinda di telinga Jammer saat memeluk.


"Kalo kamu mau mengulangi yang waktu itu bilang aja sayang." Dinda membisikan itu sebelum melepas pelukannya. Kemudian mencium pipi seperti Dhean.


"Makasih kak." jawab Jammer menanggapi tawaran Dinda.


Dinda menampakkan senyum yang cukup memberi makna dia sedang merasa ditolak oleh Jammer, jadi seperti senyum yang dipaksakan.


"Kak aku memanggil kalian ke sini karena performa perusahaan menurun, aku butuh bantuan kalian. Sepertinya hanya perusahaan yang kakak pimpin yang tidak terpengaruh gempuran dari luar negeri. Itu sebabnya aku memanggil kalian." Kalimat pembukaan Jammer untuk obrolan bisnis.


Mereka serius membahas tentang bisnis hingga hampir dua jam lamanya. Kue dan minuman dari Dinda tadi sudah habis, sedangkan mereka juga lapar. Untuk itu Jammer mengajak kedua kakaknya untuk makan di restoran milik keluarga mereka.


"Kak aku lapar, makan yuk kak? Jam makan siang juga sudah lama lewat." ajakan Jammer disetujui keduanya.


"Ren, kau ikut denganku, bawa anak buah tiga orang. Perasaanku seperti ada yang kurang beres. Biar aku menyetir mobil kakak saja, kasihan mereka berdua selalu menyetir sendiri." perintah Jammer.

__ADS_1


Jammer melajukan mobilnya ke restoran yang berada di jalan Anggrek, tepat di pertigaan arah ke sekolah, sedangkan Rendy mengikuti bersama tiga anak buahnya. Ketika sampai ternyata di restoran sedang disewa untuk pesta oleh Mia, sesampainya di pintu restauran mereka disambut keamanan yang di sewa Mia. Para keamanan itu menanyakan undangan kepada rombongan Jammer, dengan kasar melarang masuknya orang yang tidak memiliki undangan karena acara baru saja dimulai dan mereka tidak tau orang yang mereka hadang.


Jammer mengajak para keamanan untuk berkelahi. Mereka total ada lima orang berbadan besar.


"Hai tuan, kami sudah bilang bahwa acara ini private." bentak pemimpin keamanan itu.


"Saya hanya ingin makan." datar Jammer membalasnya.


"Dibilang tidak ya tidak." teriak rekan keamanan itu.


Perkelahian cukup sengit satu lawan satu. Mereka berkelahi cukup lama, sampai seluruh keamanan tersebut terkapar, sementara ketiga anak buah Jammer babak belur tapi masih bisa berjalan. Tak lama setelah perkelahian itu berakhir, seorang pria datang mendekati Jammer dan Rendy.


"Maaf tuan saya tidak tahu kalau anda dan keluarga akan datang tuan." Delon, anak buah Jammer yang menjadi manajer restoran merasa tidak enak keamanan acara yang menyewa resto malah menghadang tuannya dan malah melukai teman-temannya.


"Ada apa ini?" Tanya Dinda kepada manajer itu.


"Maaf nona, saya tidak mengetahui kalau tuan dan nona akan datang. Mereka keamanan yang disewa penyelenggaraan acara didalam." jawab Delon menundukkan kepalanya.


"Sudahlah kak, dia tidak salah. Aku juga tidak memberitahu kita akan datang." dengan tenang Jammer menengahi.


"Kalian bertiga masih bisa berjaga?." tanya Jammer pada anak buahnya.


"Kita lewat belakang saja kak, kau juga ikut aku Ren, biarkan mereka diurus anak buah saja. Atau panggilkan ambulance saja nanti kita jenguk saat pulang dari sini." suruh Jammer.


Jammer, kedua kakaknya, dan Rendy menuju ruang VIP dilantai dua lewat pintu belakang, sementara Delon membukakan pintu dari dalam. Karena pintu itu jarang digunakan.


Ketika sudah masuk ke lantai dua, ternyata Mia sedang berada di sofa depan ruang VIP milik Jammer. Mia yang melihat Jammer berdiri dan berjalan menghampirinya.


"Hai, kamu disini?" tanya Mia.


"Iya kami sedang ingin meeting. Kebetulan ini adalah bisnis bersama dengan mereka berdua." jawab Jammer menunjuk kedua kakaknya, sambil masih terus berjalan.


"Wow, apa kamu bisa ngobrol sebentar denganku? Aku ingin membicarakan tentang bisnis. Aku rasa kamu cocok untuk model kosmetik..." pertanyaannya dipotong Jammer.


"Tidak bisa, aku banyak urusan. Kau lihat bahkan aku masih memakai seragam sekolah untuk meeting ini." Potong Jammer menolak Mia.


"Oke aku tunggu kau keluar." Mia tak menyerah begitu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah Samuel dan Amelia sedang duduk di halaman belakang rumah. Mereka sedang mengobrol dengan seseorang.


"Apa ini benar?" tanya Amel. Melihat foto ditangannya.


"Iya nyonya mereka melakukannya dibelakang nona Dhean dan semua orang." jawab orang itu.


"Apa mereka memiliki hubungan lebih dari keluarga." tanya Sam.


"Tidak tuan, nona Dinda yang mencintai tuan Jams. Sementara tuan Jammer sedang hancur kala itu karena seorang gadis yang dicintai menolaknya." Jawab orang itu.


"Kenan, apa setelah itu mereka mengulanginya?" tanya Amel dengan wajah terkejut dan bingung atas kenyataan ini.


"Tidak nyonya. Hanya saja nona Dinda sepertinya semakin mencintai tuan Jams." jawab Kenan.


"Apa kamu yakin Dinda yang menggoda Jams?" Sam berusaha memastikan informasi dari Kenan.


"Saya lihat tuan Jammer tidak melakukan apapun, bahkan dia saat itu sedang dalam kekalutan karena gadis itu, tidak ada ruang untuk orang lain dihatinya hingga kini." penjelasan Kenan.


"Bahkan tuan saat tadi disekolah tuan Jammer bolos karena melihat gadis itu memiliki kekasih. Saat ini terakhir saya ikuti tuan Jams sedang berada di perusahaan disusul kedua kakaknya, sepertinya mereka ingin menghibur tuan Jammer." Tambahan penjelasannya dengan yakin setelah berhari-hari penyelidikan.


"Baiklah aku urus selanjutnya, kau selidiki gadis itu. Dan bayaran mu nanti aku transfer." Sam sudah pusing harus melakukan apa setelah ini.


"Kalo begitu saya permisi tuan." Kenan berpamit pergi.


Setelah Kenan pergi Sam dan Amel diam dalam pikiran masing-masing. Beberapa saat kemudian Sam memutuskan untuk membicarakan ini secara kekeluargaan dengan ke tiga anaknya. Dia menelepon Dinda sebagai kakak tertua untuk mengajak adik-adiknya untuk membahas suatu hal, dia tidak memberitahukan kepada Dinda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dinda menutup telpon dari papahnya. Kemudian memberitahukan kepada adik-adiknya.


"Guys listen me, papa told us to meet him in his office room. Nanti sebelum hari gelap." Dinda memberitahu mereka.

__ADS_1


"Ada apa kok kita dikumpulin?" tanya Dhean.


"Entahlah aku juga gak tau." jawab Dinda.


"Gimana sih kak?" Jammer.


"Udahlah ayo berangkat sekarang, kita juga udah selesai kan." tegas Dinda memutuskan.


"Bentar kak, masih ada Mia." tahan Jammer.


"Ren, kau panggil Delon dan ketiga anak buah tadi, suruh mereka mengawal kami keluar. Aku tidak suka dengan Mia." perintah Jammer pada Rendy.


Tak beberapa lama kemudian mereka datang, segera Jammer keluar dari ruangan. Dan benar saja Mia langsung menghampiri Jammer, tapi dicegah anak buahnya, sedang keamanan tadi sudah dibawa ke rumah sakit. Mia yang tidak bisa mendekati Jammer marah dan mengumpatnya, Mia berjanji akan terus mendekati Jammer sampai dia tidak memiliki kesempatan sama sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perjalanan menuju rumah ditempuh cepat, hanya mereka bertiga, sementara Rendy mengurus kelima orang keamanan tadi dan anak buahnya yang babak belur.


"Sore pah, mah" Dinda menyapa orang tuanya dan menyalami tangan mereka. Diikuti adik-adiknya juga melakukan hal yang sama.


"Kalian duduklah dulu." suruh Sam datar.


"Ada apa pah, sepertinya penting sekali." tanya Dinda dengan cerianya.


"Kalian bisa jelaskan foto ini." Amel menyodorkan foto Jammer dan Dinda.


"Kalian adalah saudara, kenapa ini bisa terjadi?" bentak Sam yang sudah marah tak tertahan.


"Maaf pah, ini salah Dinda. Waktu itu Dinda sudah tak tahan memendam perasaan Dinda." jawab Dinda sudah menangis. Dhean disisinya memegang pundak Dinda memberi kekuatan.


"Jammer apa kau tak pernah berpikir bahwa hal itu tidak pantas?" Kemarahan Sam terus meluap.


"Pah, ini bukan salah Jammer atau Dinda pah. Cinta yang dimilik Dinda pada Jammer tidak bisa dibalas Jammer yang memiliki perasaan pada gadis lain. Sedangkan gadis itu juga memiliki cinta yang lain, mereka ditakdirkan untuk hanya mencintai tapi tidak memiliki. Pah cinta itu pemberian Tuhan. Dinda sebelumnya sudah memberitahuku, tapi dia sadar bahwa Jammer bukan untuknya. Mungkin waktu itu mereka terlalu menghayati kegelisahan sehingga Dinda melakukan itu. Jujur aku shock melihat ini, tapi beri mereka waktu untuk berpikir dan beri mereka kesempatan mengungkapkan perasaan mereka." penjelasan Dhean menengahi.


"Papah pusing dengan kalian. Apa yang akan papah katakan pada orang tua kandungmu Jammer?" dengan sesenggukan Sam mengatakan itu, pikirannya sulit untuk cerna.


"Maaf pah. Biarkan ini jadi salah satu rahasia kita. Jangan sampai mereka tau semuanya." Dinda terus menangis.


"Dinda sadar ini salah, tapi waktu itu Dinda gak bisa kontrol. Dan Jammer hanya menurut saja, dia saat itu sedang berada pada kondisi yang sangat lemah, bahkan pandangannya tak pernah lemas dari kekosongan. Saat itu kami tidak melakukan lebih dari ciuman pah." Dinda membela dirinya.


"Pah. Maaf atas kebaikan dan kasih sayang papah dan mamah malah harus terjadi hal seperti ini. Seandainya papah menginginkanku pergi maka aku akan pergi dari keluarga ini, semua yang papah wariskan akan aku kembalikan, dan biarkan aku yang disalahkan. Kak Dinda tidak bersalah karena waktu itu hanya memberiku semangat dan menyatakan perasaannya, jika saat itu aku menolak permintaan kakak mungkin dia tak melakukan itu." Jammer akhirnya membuka suara.


"Papa, hari-hariku terasa berat setelah aku menyatakan cintaku pada Fiux. Hari ini juga adalah kesedihan yang begitu dalam." tambahnya.


"Lebih baik kita bahas ini lain kali. Mungkin saat ini kita lanjutkan sandiwara ini dan jangan sampai ketahuan. Tutup rapat semua informasi tentang sandiwara yang kita jalani." ucap Amel lembut menengahi pembicaraan.


"Pah lebih baik seperti kata mamah." usul Dhean.


"Kita bahas ini lain kali. Papa hanya ingin tau alasan kalian, apa sesuai pengamatan Kenan atau tidak. Ternyata sesuai, jadi kita lihat dulu keadaannya bagaimana. Baru bahas kelanjutannya." tegas Sam memutuskan.


Mereka masuk ke kamar masing-masing, sedangkan Jammer pulang membawa mobilnya. Dia sengaja tidak membawa motornya, setiap hari dijemput dan diantar Rendy. Sesampainya dirumah sudah jam 9 malam, dia baru sadar kalau salah membawa mobil tapi karena capek ya sudahlah tidur saja.


.


.


.


.


.


.


Minta bantuannya Readers, tolong komen, like, vote, favorit, dan share. Agar menjadi lebih baik mohon bantuannya.



Semoga disenyumkan selalu disetiap waktu


🤲🏻🤲🏻🤲🏻 Aammin 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2