
Setelah semalam dia minum dengan Dinda, Jammer dan Dinda tertidur dihalaman belakang pada sofa masing-masing. Jammer yang bangun duluan berjalan menuju kamarnya dan mandi, memuntahkan sebagian isi perutnya yang mual karena lebih banyak minum dari pada Dinda, dia minum hampir 3 botol karena Dinda mengambil 2 botol lagi dari lemari penyimpanan di mansion.
Selesai mandi Jammer keluar untuk membangunkan Dinda. Tapi diruang tengah dia dicegat Dhean.
" Dek tunggu, kamu mau kemana? " tanya Dhean.
" Mindahin kak Dinda ke kamar kak. Semalem dia ngambil 2 botol lagi soalnya jadi belum bangun. " jawab Jammer.
" Biar Rendy aja, kamu duduk di sini aja, biar aku buatin teh anget. " suruh Dhean.
" Gak kak, aku bawa kak Dinda dulu. Pasti udah mulai demam semaleman diluar sama aku. " ucap Jammer pergi ke sofa belakang.
Dinda digendongnya seperti bridal, mengalungkan tangan Dinda di lehernya. Dinda yang diangkat sebenarnya sudah bangun tapi memilih untuk tetap dalam posisi ini sampai masuk ke rumah, baru setelah sampai tengah jalan dia membuka matanya.
" Din, enak bener digendong gitu. " sindir Dhean.
" Ya mangkanya besok-besok ikutan kalo lagi seru-seruan. Kamu gak minum gak papa tapi temenin adek aja, kalo ada teman aku gak bakal gini kali. " ucap Dinda.
" Gwohhkkk!!! " suara mual dari mulut Dinda.
" Kak Dhean bukain kamar mandi dapur " suruh Jammer takut Dinda muntah di ruang tengah.
Jammer berjalan cepat karena tidak mungkin dalam posisi saat ini dia berlari, nanti malah nabrak lebih susah lagi, berjalan saja masih sempoyongan menggendong Dinda.
" Gwohhkkk! Gwohhkkk! " Dinda memuntahkan isi perutnya.
Jammer pun ikut muntah dan Dhean hanya bisa diam melihat kedua saudaranya muntah bersamaan. Rendy yang baru keluar dari kamar berlari melihat keadaan, dengan segera iya berinisiatif membuatkan susu hangat untuk ketiga tuannya dan dirinya, pikirnya biar Dhean juga menemani Jammer dan Dinda duduk di kursi makan.
Para pembantu rumah baru datang untuk menghidangkan makanan, hari ini Sam memang memesan makan dari restoran karena sudah lama tidak makan masakan Singapura jadi agak rindu cita rasanya. Vanya yang merupakan kepala pelayan mansion merasa tidak enak karena dia membawa seluruh pelayan untuk membawa makanan dari restoran.
" Maaf tuan muda, karena saya membawa seluruh pelayan untuk membawa pesanan tuan Sam sehingga membuat kalian kesusahan. Saya tidak tahu kalo akan lama di restoran, saya benar-benar tidak tahu harus meminta maaf seperti apalagi. Mohon maafkan saya tuan. " ucap Vanya.
" Sudahlah Van, lagipula seru kok. " ucap Jammer tak mau ambil pusing.
" Terima kasih tuan atas pengertiannya. Saya permisi ini sudah terlambat untuk menghidangkan sarapan. " pamit Vanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gusman sedang mengintai seseorang, dia mendapatkan tugas untuk mengawasi David dan pergerakan Blade Knife. Jammer merasa perlu mengetahui sesuatu dari Blade Knife, karena dari awal munculnya selalu berusaha mencari masalah dengan Bayusuta Crew, seperti ada yang mengarahkan Blade Knife. Sudah tiga hari ini Gusman dan anak buahnya, mengawasi beberapa orang dari Blade Knife, ada beberapa temuan yang belum diketahui Jammer.
" Ternyata pemimpin mereka Ganco. Pantesan aja mencari masalah terus. Kalo anak-anak yang lain dari Angry Doggy masih sepele lah, kalo Ganco mungkin harus aku dan tuan Jammer yang melawan bersama. " gumam Gusman.
" Tuan Jammer, sebagian orang dari Angry Doggy ternyata yang menjadi petinggi mafia di Blade Knife. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? " isi pesan yang dikirim Gusman ke Jammer.
Cring suara pesan masuk dari HP Gusman.
" Kau tawarkan kebebasan pada seluruh temanmu di sel, berikan mereka pesanku. Aku akan memberikan mereka kesempatan untuk setia padaku dengan fasilitas sesuai dengan standar Bayusuta Crew, dan sudah aku siapkan dana untuk perusahaanku yang akan menampung mereka sebagai pekerja. Utamakan Gobang, Draco, Zen Jabres, Geo dan Oeng Pinnak mau ikut kau. Mereka adalah orang-orang yang aku ampuni tapi menebus dosa di sel. Laporan padaku jika semua teman satu sel mu menerima tawaranku. " isi pesan dari Jammer.
Gusman pergi ke Lapas tempat dia ditahan. Menemui Gobang, Draco, dan Oeng Pinnak untuk membicarakan penawaran Jammer, dia akan menunggu kabar berapa orang yang ikut dengan mereka, dia memberi waktu bagi mereka seminggu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Donny mendapat pesan dari Jammer. Dia sedang menuju markas untuk mengambil persediaan peluru yang habis dari saat penangkapan di perkebunan kemaren. Nanti saat Galuh pulang sekolah dia akan menjemputnya dan mengajaknya ke rumah Sam dengan bapaknya sekalian.
" Don, nanti ajak Galuh dan bapaknya ke rumah, aku ingin menjelaskan tentang kita semua padanya. " isi pesan yang dikirim Jammer.
" Papah, calon mantumu akan tau segalanya, do'akan semoga dia menerimanya dengan lapang dada". tulis pesan Donny untuk papahnya.
" Papa kau dimana sudah dua hari tanpa kabar, aku harus menunggu atau mencari mu pah. " gumam Donny sambil menyetir menjalankan mobilnya.
Cring. Suara ponselnya, segera dia menepi dan membaca pesannya.
" Hari ini papa akan pulang, tunggu papa dirumah tuan Sam. Nanti kita jelaskan bersama. " isi pesan dari Rony.
Donny melajukan mobilnya kembali. Dengan perasaan bahagia, Rony yang sudah dua hari tak ada kabar menghubunginya. Ditambah lagi Galuh tidak menjauhi dirinya, meskipun dia rasa Galuh sudah mengetahui segalanya.
Setelah beberapa menit berkendara Donny sudah berada di markas lewat lorong pintu belakang, mengambil persediaan peluru dan mengganti beberapa senjata yang hilang digunakan pada pengepungan dikebun tersebut. Dalam aturan BC setiap senjata yang habis pakai harus diganti sesuai dengan harga pembeliannya, jadi dia tertib sesuai dengan pemakaian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Aku harus takut atau bangga dengan Donny dan kelompoknya. " gumam Galuh dikelas.
" Galuh, Galuh! " bentak guru kelas Galuh.
" Kamu tidak memerhatikan Galuh? " tanya guru kelasnya.
" Saya memerhatikan Bu. " jawab Galuh.
" Kalo gitu kerjakan soal no. 2 didepan! " perintah guru kelasnya.
__ADS_1
" maaf Bu saya belum paham. " jawab Galuh takut-takut.
" Kalo belum paham kenapa kamu melamun? " tanya guru tersebut.
" Itu Bu, saya sedang ada masalah keluarga. Maaf Bu tadi mungkin terlalu dipikirkan jadi gak sadar melamun Bu. " ucap Galuh.
dreettt dreettt. Ponsel Galuh bergetar di laci meja.
" Apa itu? " teriak guru mendengar suara getar HP.
" Galuh kalo kamu ada masalah jangan bawa-bawa ke sekolah. Termasuk HP tolong kamu tinggalkan di motor. " ucap guru.
" Iya Bu. " jawab Galuh mulai kesal.
Bel pelajar berakhir berbunyi. Kring kring kring.
Galuh melihat isi pesan yang ternyata dari Donny.
" Galuh, nanti pulang sekolah kita ke rumah tuan Jammer dengan bapak ya, ada yang ingin dibicarakan denganmu. " isi pesan Donny.
Galuh yang membaca itu, merasa senang dan khawatir dengan keselamatan dirinya dan keluarganya. Karena tak mau Donny kecewa Galuh mengiyakan, walaupun masih ada yang mengganjal. Pelajaran dilanjutkan ke jam berikutnya.
" Apa aku tanya disekolah saja ya? " batin Galuh.
" Tapi kemarin dia gak masuk, apa hari ini juga gak masuk? " gumamnya.
Galuh sudah tak terlalu memikirkan hal itu, dia lega karena hari ini akan mendapat penjelasan dari Jammer, Donny, dan bapaknya. Pelajaran terus berjalan hingga istirahat terakhir, Galuh menemui Ari menanyakan Jammer. Karena Jammer tidak sekolah dan kata Ari, Jammer sedang di Singapura jadi alhasil dia tetap harus menunggu sampai dirumah Sam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Singapura, Sam mengantar istrinya untuk cek kesehatan dan terapi di sebuah rumah sakit. Seakan mendapat hadiah yang begitu berharga, Amel telah siap untuk alat bantu di kakinya, alat itu selalu terpasang selama hampir setahun karena tulang Amel yang patah cukup lama untuk kembali menyatu lagi, dia selalu semangat untuk sembuh bila ketiga anaknya selalu berkumpul itu yang memberinya kekuatan untuk menjalani semuanya.
" Congratulations to both of you, from now on therapy your feet will be done without a pen. " ucap dokter.
" Will his lameness be healed? " Tanya Sam.
" We must pray and try to heal it. " jawab dokter.
" Pah, berarti bisa aja kemungkinan kaki mama gak sempurna. " keluh Amel sedih mendengar penjelasan dokternya.
" Kita harus positive thinking. " suruh Sam lembut sambil mengelus rambut istrinya.
Mereka langsung masuk ruang inap VVIP untuk menunggu jadwal operasi, agar segera bisa kembali ke Indonesia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dreettt dreettt. Ponsel Gwen berdering atas pesan dari Rony. Segera dia mengirim pasukan untuk menjemput Rony dengan 2 mobil Barakuda yang dari saja dibeli BC untuk keperluan tempur. Perjalanan membutuhkan waktu 2 jam karena harus naik ke pegunungan dan mencari dimana rumahnya, tepat jam 5 sore Rony sampai rumah Sam diantar masuk anak buah Gwen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Donny dan keluarga Galuh sudah berada di rumah Jammer. Donny meminta untuk menunggu papahnya yang berjanji akan datang, meskipun tanpa tahu keadaan yang dialami Rony selama dua hari Donny yakin papahnya pasti pulang. Mereka mengobrol dengan Jammer saja, sedangkan Dhean menjaga Dinda dikamar mereka, sejak turun pesawat Dinda langsung flue berat dan baru beberapa menit mereka bertiga sampai rumah sebelum Donny datang, saat mereka duduk Rony dibawa masuk oleh anak buah Gwen dengan kondisi lemas.
" Papa kenapa? " tanya Donny terkejut.
" Tuan muda, saya ingin melapor. Saya dikejar kelompok Boeggem, mobil meledak di jurang, saya pingsan selama dua hari terkena peluru listrik. " ucap Rony lirih karena lemah.
" Don bawa Rony ke kamar tamu, kasihan dia mungkin lapar atau apapun kebutuhannya kau urus dulu. Soal dokter biar kak Dhean yang panggil sekali untuk kak Dinda. " suruh Jammer.
" Kak panggil dokter Stevani untuk kak Dinda dan Rony, tolong ya kak. " isi pesan Jammer.
" Apa ada yang kau mau tau dariku Luh? " tanya Jammer dengan fokus mengotak-atik HP.
" Kamu sebenarnya siapa, kenapa mereka hormat sekali denganmu? " tanya Galuh.
" Pak Sarwono kau belum menjelaskannya? " tanya Jammer.
" Saya tidak berani tuan. " jawab Sarwo cengengesan.
" Gini aku aku adalah calon suami kedua kembaran dirumah ini, gak tau yang mana yang bakal jadi istriku tapi keduanya adalah calonku. " ucap Jammer menahan tawanya dengan berusaha bersikap datar.
" Oh " ucap Galuh. Tapi Sarwo sontak bersikap terkejut.
" Maaf tuan tapi bukannya nona Dinda dan Dhean adalah kakak angkat tuan muda? " tanya Sarwo bingung.
" Hahahaha " tawa terbahak-bahak Jammer.
" Gak lah cuma bercanda. Galuh ini serius aku adalah anak angkat keluarga ini, dan pewaris perusahaan utama dan kelompok Mafia Bayusuta Crew. Papah angkatku adalah pemilik semuanya sebelum aku. " penjelasan Jammer sengaja dipotong.
" Kau tau bapakmu adalah anggota Bayusuta Crew? " tanya Jammer.
__ADS_1
" Sudah dari mbak Silvi. " jawan Galuh santai.
" Lah udah kan gak ada yang kamu ingin ketahui lagi? " ucap Jammer memancing pertanyaan.
" Kalo kalian mafia berarti membunuh, merampok, memeras... " ucapan Galuh terhenti karena mulutnya ditutup tangan oleh Sarwo.
" Membunuh bila diganggu, merampok dan memeras tidak pernah kami lakukan. Kami terjamin bisnis yang terus berjalan, seperti property, advertising, otomotif, Manufacturing, agency, and pasti bisnis gelap, tapi tidak menjual manusia, narkotika, dan senjata pembunuh masal, kali alkohol, senjata api, senjata tajam, atau yang tidak mengusik banyak orang sekaligus kami jual. " penjelasan Jammer.
" Aku pusing. Mungkin aku ikut bapak aja lah, kalo semisal harus jadi bagian kelompok ini aku juga sudah ikut kata bapak aja. " ucap Galuh menyerah.
Kring kring kring. Jammer mendapat telepon dari seseorang.
" Sebentar aku angkat telepon dulu. " ucap Jammer. Galuh dan Sarwo hanya mengangguk.
" Hello, how are you Mr Rochard. Why did I suddenly call? Usually by calling Rendy. Is there something urgent? " sapa Jammer pada orang ditelepon.
" Mr. Richard calm down. Maybe they want to lure me to America, meet with me and offer the same bales always. " ucap Jammer menjawabi panggilan itu.
" Tell them, I will definitely come to America but not now, let me settle things here first. Wait one more year. " ucap Jammer.
" Okay I go there, I along with my gang there. " ucapnya mengakhiri panggilan.
" Sarwo tolong jemput dokter ku di gerbang! " suruh Jammer.
" Galuh aku ingin kau jaga rahasia ini, aku gak pengen jadi hal yang tidak diinginkan. Apa kau bisa aku percaya? " suruh Jammer dengan penuh keseriusan dengan raut datar yang tak nampak menekan atau ancaman, tapi itulah yang menakutkan.
Glup!... Galuh menelan ludahnya.
" Aku harap kau mengerti keadaan ini. Jika kau mau ikut denganku lebih baik kau jadi kekasih Donny saja itu lebih aman untukmu. " ucap Jammer memutuskan.
" Oh iya aku sarankan kau jangan terlalu dekat dengan Silvi, kalo gak mau Donny bunuh diri dan kau di bunuh Bianca. " saran Jammer.
" Haag... Maksudmu apa? " ucapnya tidak paham.
" Ada apa nak? " tanya Sarwo yang baru datang samar-samar mendengar anaknya bertanya kebingungan.
" Itu pak, katanya jangan deket-deket sama Silvi. " ucap jalin memberi tahu.
" Tuan muda Jammer Devil Junior. Mana pasienku tuan muda? " sapa sekaligus tanya dari Stevani.
" Wah Stevani makin cantik aja, andai aku adalah orang yang tak setia dalam mencintai mungkin kau akan jadi selir di hatiku. Kalo kau buru-buru ke kamar kak Dinda, kalo buru-buru kau ke kamar tamu dulu, yang penting kedua-duanya kau tanganin. Kalo kau masih tidak sibuk duduklah minum seteguk dua teguk dan sampai tegukan terakhir. " goda Jammer, tetap menunjukkan keperluannya dengan candaan dan senyum.
" Bisa senyum juga nih orang " batin Stevani dan Galuh
Kemudian Stevani berjalan menuju kamar Dinda untuk memeriksa Dinda terlebih dahulu.
" Luh, Sarwo. Apa kalian gak mau ke kamar tamu? aku ada urusan. Kalo mau disini ngobrol gitu aku pamit dulu. " pamit Jammer. Kemudian pergi meninggalkan Galuh dan Sarwo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikamar Dinda. Stevani yang baru masuk memeriksa Dinda yang demam tinggi, sampai -sampai menggigil dan bersin gak karuan. Jammer masuk menyusul Stevani, dia ingin tau apa yang terjadi pada wanita yang menemaninya minum itu.
" Van, semalem dia nemenin aku minum di halaman belakang mansion Singapura. Dia demam tidur diluar apa kecapean? " tanya Jammer tiba-tiba, membuat kaget Dhean dan Stevani.
" Intinya karena kamu bos! " celetuk Stevani ketus karena kaget Jammer tiba-tiba datang, bicara tetap disisinya.
" Aku gak nanya itunya. Faktor apa yang bikin dia demam dokter? " tanya Jammer sedikit kesal.
" Faktor sayang bos. Hahahaha " canda Stevani sambil tertawa.
" Udah dapet resepnya yang mau dibeli? " tanya Dhean menutupi ada kegugupan didalam dirinya.
" Dinda harus dibawa ke rumah sakit. Tapi kalo dirumah sakit tempat aku praktek pasti gak dapet VIP atau VVIP. Paling Kelas 1. KARENA PENUH. Udah diisi orang " ucap Stevani.
" Ya udah beli aja rumah sakit kamu nanti yang ngurusin segalanya. Mau beli yang mana rumah sakitnya? " celetuk Jammer.
" Hahaha. Gak gitu juga kali bos. " tawa Stevani geli.
Mereka mencari rumah sakit untuk Dinda dan Rony sekalian. Jammer yang menunggu Dinda malam ini dan Dhean besok yang akan bergantian menjaga, dia dan Dhean tidak memberi tahu Sam agar orang tuanya tidak khawatir di Singapura. Galuh dan Sarwo ikut ke rumah sakit untuk mengantar Rony, mereka pulang dengan mobil Donny. Hari ini mereka larut dalam pikiran masing-masing dan tidak ada lagi obrolan yang mereka lakukan, hingga terlelap di tempat yang mereka masing-masing.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sekian untuk hari ini reader, selaku author mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda membara episode ini. Mohon tinggalkan like, komentar, vote, dan lakukan share untuk mengajak teman-teman anda membicarakan novel ini, serta klik favorit untuk memastikan hari anda tidak ketinggalan dari novel ini.
Semoga disenyumkan di setiap waktu anda, dan semangat pagi selalu. Salam dari saya Imaduddin Jammer.