Menikahi Kakak Angkat

Menikahi Kakak Angkat
Dendam Pemecatan #1 Mengingat Pemecatan


__ADS_3

Yudistira Gunawan bangun dari tidurnya, hari ini dia akan memulai pembalasan. Sakit hati dirinya dipecat tanpa hormat dan pesangon, memang awalnya salahnya melakukan manipulasi keuangan bersama rekannya di satu kantor. Yang lebih membuatnya lebih sakit hati adalah dia dan rekan-rekannya dipecat oleh anak SMK yang jadi boss besar mereka.


" Aku sangat sakit hati, berani sekali memecat ku " dia teriak meluapkan amarahnya.


pyaar Yudi melempar gelas di meja samping tempat tidurnya.


" Karena dia aku gagal menikah " gumam Yudistira.


........ Flashback on ........


" Kita dipanggil untuk apa kiranya Gus? " tanya Yudistira pada Bagus.


" Gak tau lah Yud " jawab Bagus dengan tersenyum


" Ya udah ayo gass. Ntar kalo ada proyek bagi-bagi lagi ya Gus " ajak Yudi.


Mereka belum mengetahui tentang rencana pemecatan sumber-sumber masalah di perusahaan tempat mereka kerja. Mereka dan 10 orang lainnya dikumpulkan di ruang rapat, ramai suara bisik-bisik diantara mereka ada yang menduga akan ada pemecatan karena melihat dua hari ini boss perusahaan selalu berada di kantornya. Tak beberapa lama Rendy masuk ke ruangan.


ceklek


" Selamat siang semuanya " salam dari Rendy.


" selamat siang pak Rendy " jawab semua serentak.


" Baik saya jelaskan, bahwa tuan Imaduddin sudah melakukan meeting dengan pak Samuel dan kedua kakaknya untuk mengatasi masalah perusahaan yang sebenarnya mudah diselesaikan tapi karena ada pengganggu jadi saya harus menyerahkan ini kepada tuan Imaduddin. "


" Masalah apa pak? " tanya Yudi.


" Nanti tuan Imaduddin yang menjelaskan, sebentar lagi beliau akan datang, tunggu sedikit lagi. Tuan sedang menemui seseorang dan menandatangani surat-surat " Ucapnya membohongi


" Apa ini soal performa kita pak Rendy? " tanya Ilham kepala pemasaran yang jauh lebih tua dari Rendy.


" Itu salah satunya pak Ilham. " jawaban Rendy.


" Pak saya juga mau lapor sebelumnya saya lupa belum laporan, di divisi saya ada yang minta pensiun muda pak, tapi belum mengajukan permohonan. Dia bilang kesehatannya menurun karena HIV tertular istri barunya. Untuk itu saya kekurangan orang untuk membuat inovasi karena hanya dia yang memiliki banyak inovasi, sementara anggota lain pasif sudah tua " tambah Ilham.


" Sudahlah saya rasa laporan pada tuan nanti saja " saran Rendy.


Ceklek


" Selama siang " sapa Jammer saat masuk ke ruangan.


" Siang pak " jawab semua.


" Langsung saja, performa perusahaan menurun kan? Dari manajer ada masalah apa saya belum jelas " pembukaan Jammer dengan nada seperti orang menahan marah.


Rendy selaku manajer menjelaskan ulang permasalah yang ada di perusahaan. Menyebutkan kemungkinan orang yang melakukan kejahatan dalam perusahaan ini.


" Apaan ini? " teriak Yudi.


" Sebenernya bukan saat anda menyampaikan suara pak Yudistira. Tenang saja lah saya objektif dalam keputusan. Tenang " senyum menyeringai Jammer berani sekali Yudi.


" Saya hanya mengajukan permohonan sesuai data yang saya terima kenapa saya ikut disebut? " marah Yudi.


" Hahaha. Anda lucu sekali. Data statistik bulan lalu itu merosot dan prestasi yang dimiliki pekerja adalah ketertiban, kedisiplinan, keamanan dan kebersihan, itu pun dari 12 orang yang menerima bonus sebesar itu tidak ada yang memenuhi syarat menerima bonus. Anda itu HRD kenapa merugikan perusahaan dengan mengajukan data palsu? " ucap Jammer berusaha tenang sambil tertawa.


" Saya tidak bersalah, saya hanya mengajukan sesuai data yang saya terima. Itu data yang diberikan Robby, ya saya mengajukan sesuai itu " Yudi menunjuk Robby sebagai yang bersalah.


" Rendy kau juga bersalah karena tak memeriksa pengajuanku kenapa kau tidak bertanggungjawab? " Yudi berusaha memprovokasi.


" Iya benar. Pengajuan ini adalah persetujuan pak Rendy " spontan semua ikut menyalahkan, kecuali Robby dan Bagus.


" Hahaha " tawa Jammer semakin menjadi.


" Hahaha. Maaf saya sedang tidak ingin emosi jadi terlalu banyak menertawakan kalian. Jadi gini, siapa yang mengajukan tolong kalian jawab dengan baik, Rendy waktu itu sedang sibuk sekali sedangkan aku tidak ditempat. Kalian mau bonus itu cepat keluar sebelum laporan dari pemasaran, operasional, dan development sampai ke meja Rendy. Apa salah analisaku bapak Yudi dan Bagus? " tanya Jammer. Semuanya hanya diam.


" Kenapa semua diam? " sedikit mengeraskan suara karena kesal tidak ada jawaban sebelumnya.


" Siapa yang bersalah dalam hal ini tolong berdiri, minta surat pengunduran diri dari Rendy, isi dan serahkan kembali ke Rendy!!! " perintah Jammer masih berusaha sabar.


Bagus berdiri dan melakukan perintah Jammer. Tak perlu waktu lama Robby ikut mengundurkan diri, Tirta dan Natalia anak buah Bagus mengikuti jejaknya mengundurkan diri. Terlihat Yudi berubah berubah ekspresi melihat anak buahnya dan temannya melakukan perintah Jammer. Kemudian kepala keamanan berdiri.


" Tigor Nainggolan Siregar, badanmu besar, kau kuat, kau juga berprestasi, dan kau adalah anak buah ku. Apa kau berhianat? " tegor Rendy.


" Tidak tuan, saya tidak tau apa-apa. Berdirinya saya hanya ingin bilang, saya sudah lama mencurigai pak Yudistira melakukan penyelewengan, tapi saya tidak tahu cara mencari buktinya. Namun tuan, setelah tuan Jammer mengatakan SEBESAR ITU. Saya berpikir, biasanya jika nilainya hanya berkisar ratusan ribu perorangan maupun totalnya hanya sampai 10-20 juta tuan Jammer tidak akan menyebutkan SEBESAR ITU, saya mendapatkan bonus hanya 200 ribu dari HRD, apa itu nominal yang sebenarnya atau tidak tuan. Jika itu benar saya bersedia menerima konsekuensinya, tapi jika tidak sesuai berarti dugaan sama benar. " tegas dengan beberapa penekanan kata Tigor menjelaskan dengan sikap tegap keamanan ( seperti sikap tentara pada atasannya ).


" Sudah duduklah. Nanti kau lihat sendiri setelah meeting ini " suruh Jammer.


" Hahaha Tigor kau mengincarku untuk kambing hitam. " ucap Yudi membalikkan laporan Tigor.


" Loh bukannya kebalik " gumam Bagus yang mengisi formulir di dekat Jammer duduk.


" Tuan, saya mau bicara " Ilham mengangkat tangan ingin bicara.


" Silahkan pak Ilham " dipersilahkan oleh Jammer. Tapi belum juga Ilham mengatakan apapun.


" Saya suka cara anda menyampaikan pendapat, dan bagus sekali untuk masukan dari meeting ini " 👏👏👏 Jammer bercanda dan bertepuk tangan. Dari situ membuat semua tersenyum, sedangkan Yudistira hanya tersenyum masam terkesan dipaksakan.


" Maaf tuan, tapi pak Ilham belum bicara apa-apa " potong Rendy menghentikan tepuk tangan tuannya sambil masih tersenyum

__ADS_1


" Oh belum. Ya sudah silahkan pak Ilham " persilahkan kembali dari Jammer.


" Saya jadi curiga tuan. Saya mendapatkan 500 ribu dari HRD, dan saya tidak menerima rincian apapun hanya pemberitahuan lisan. " penjelasannya


" Loh saya dapet sejuta pak " spontan Gilang menimpali Ilham karena kaget dengan ucapan Ilham.


" Apa lagi ini? Sekarang satu-persatu kucing yang terdiam membuka suara yang lucu. Bahkan teman tikus yang membantunya membelot lebih memilih menyerah pada harimau yang berbaik hati ini " dengan penuh penghayatan Jammer memainkan kata-kata sindiran keras pada Yudi.


" Yudistira Gunawan, berapa banyak kau curi uang dari perusahaan? " dengan tenang Jammer menanyakan kenyataan yang sudah jelas. Menjadikan Yudi terpojokkan. Mukanya semakin menegangkan, hanya dia sendiri yang merasa tegang.


" Julio, kau bukanlah sekomplotan dengan Yudi dan Bagus? " tanya Jammer pada kepala development and IT itu.


" Maaf tuan, saya hanya tau kabar burung dari Tigor, selebihnya adalah salah mereka. Bukan saya cuci tangan tapi saya tidak meminta atau berniat ikut korupsi. Jika mereka memberi lebih itu salah mereka, saya tidak ikut campur dan mengusik mereka. Pekerjaan saya saat ini yang paling berat diantara manajer bagian yang lain " penjelasan Julio, yang merasa dirinya memang hanya tau kabar burung saja. Salah mereka memberi lebih. Tanpa melihat Julio sebenarnya tidak perduli.


" Bagus sekali alasanmu. Lalu kenapa kau tak memberi tahuku? " tanya Rendy.


" Kita bertemu saja tidak pernah pak, lagi pula saya terlalu sibuk, sampai berbulan-bulan tidak pulang ke rumah, hanya bermalam di kantor. " jawab singkat Julio.


" Serahkan bukti-bukti Ren! " perintah Jammer.


Rendy menampilkan semua bukti kejahatan, profil terduga, dan rincian bonus yang harusnya diterima terakhir kali dia menandatangani. Tigor sangat terkejut dengan jumlah yang harusnya diterima dari Jammer, ternyata sama besarnya dengan pemberian Jammer di Bayusuta Crew. Banyak sekali yang diambil oleh Yudi dan komplotannya.


" Sudahkah kalian melihatnya? " tanya Jammer.


titik-titik titik-titik. Jammer mengetukkan jemarinya di atas meja.


" Selain Yudi, keempat orang yang mengundurkan diri, Tigor, dan Julio. Tolong tinggalkan ruangan ini! " perintah Jammer.


" Kami permisi tuan " pamit Ilham mewakili orang-orang yang keluar.


" Silahkan pak Ilham. " Jammer mempersilahkan.


" Gor, jaga pintu! Ren panggil anak buah kalo perlu Gwen! " tunjuk Jammer membagi tugas.


" Kalian berenam, yang sudah mengundurkan diri saya ikhlaskan saja kelakuan kalian, aku tidak akan jahat pada kalian. Jika suatu hari kalian bertemu kelompok Bayusuta Crew, kalian sebut nama kalian sebagai mantan karyawan ku, dan mereka pasti tau harus apa. Jangan melawan kalau dibawa, hubungi Rendy kalo dilukai oleh mereka. Dan jangan bertanya siapa aku kepada mereka, karena mereka tidak suka dengan namaku, hanya kalian akan aman bila menyebutkan ku. Dan mulai detik ini kalian berempat bukan karyawan ku lagi, selamat berkerja ditempat lain " pesan Jammer.


" Untukmu Yudistira. Apa kau masih tak mengaku? " bentak Jammer.


Jammer menunggu beberapa saat. Tidak ada jawaban, Yudi malah seakan bungkam namun menaruh dendam.


" Aku hanya butuh pengakuan dan rasa bersalah, setelah itu kau bebas dari ku " Suara Jammer masih keras hingga keluar ruangan. Tigor mendengar bisikan-bisik dari luar membuka pintu dan meminta mereka semua kembali pada pekerjaannya.


" Ada apa Tigor? " tanya Jammer.


" Dia berani menekan ku, bahkan memanggilku dengan nama saja padahal aku seumuran omnya, sekarang Tigor yang usianya sama dengan pak Samuel dia panggil namanya juga. Kurang ajar sekali anak ini " batin Yudi melirik Jammer dengan dendam.


" Tidak ada tuan. Hanya karyawan menguping " jawab Tigor.


" Saya hitung mulai 5 sampai habis, kalau setelah itu saya sudah tidak tau bagaimana lagi pak Yudi! 5! 4! 3! " Randy mulai menghitung, namun ditahan pada angka 3.


" Pak Yudi, tolonglah. Boss saya sedang badmood. Permudahkan diri anda! " ucap Rendy semakin menekan Yudi.


" Ahh lama kau Ren. " bentak Jammer tak sabar.


" Julio, buatkan selebaran dan poster tentang korupsinya, berikan ke Rendy! Sisanya biar aku dan Rendy yang urus jangan sampai ketahuan polisi biar dia bebas menikmati penderitaan " Perintah Jammer.


" Selain Yudi silahkan keluar. Dan kau Ren, panggil Gwen aku terlanjur marah dan emosiku ingin aku lupakan " perintah Jammer lagi. Kemudian dia pergi turun ke markas seorang diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yudi dibawa ke markas dengan mata tertutup dan tubuh terikat kuat, dibawa memutar dengan mobil masuk markas lewat jalan belakang komplek perkantoran PT SMS oleh empat anak buat Jammer, melewati terowongan bawah tanya sehingga terasa jauh bagi Yudi. Di markas Jammer memakai jaket BC dan topeng dilengkapi perubah suara jadi tidak akan dikenali, dia menunggu dengan duduk di kursi kebanggaannya. Setelah Yudi sampai dihadapannya, dia membuka penutup kepala Yudi.


" Siapa kau? " tanya Yudi.


" Aku Devil " jawab Jammer.


" Apa kau pemimpin Bayusuta Crew? " tanya Yudi.


" Aku algojo " Jawab Jammer.


" Aku Yudistira adalah mantan karyawan tuan Imaduddin " Yudi ingat pesan Jammer, mungkin juga akan berhasil pikirnya.


" Tidak benar, dia belum mengakui apapun jadi belum dilepaskan tuan Imaduddin " Sahut Rendy dari belakang Yudi.


Yudi melihat Rendy bersama keempat orang keamanan kantor yang membawanya berdiri dibelakangnya dan ada Gwen yang di sana.


" Dengar? " Tanya Jammer yang menyamar jadi algojo.


" Sial. Mau kau apakan aku Ren. Apa mau mu? " teriak Yudi mempertanyakan keberadaan Rendy di depan algojo BC.


" Hanya ingin kau sadar bersalah dan mengaku saja, perintah tuan membawa mu ke sini untuk dipaksa mengaku. Tapi tidak mati disini. " jawab Rendy.


" Sudahlah " teriak Jammer.


bruk . Jammer menendang Yudi.


" Aarrgg " Yudi berteriak kesakitan.


" Mengakulah " Suruh si algojo Jammer.

__ADS_1


" Aku mengakui apa? Itu hanya bukti sepihak, aku tidak diberi kesempatan membela diri " jawab Yudi.


" Pegang " perintah si algojo Jammer pada anggota yang memakai jaket BC.


" Mau kau apakan aku " tanya Yudi. Dia dipegang telentang.


Jammer menepuk pundak Yudi, memberi kode anggotanya untuk memegang tangan Yudi kuat-kuat.


bruk . Jammer menendang pergelangan tangan Yudi, sekali tendang tulangnya langsung patah.


" Aarrgg " teriak Yudi merasakan kesakitan tangannya.


Jammer meninggalkan Yudi menuju Rendy. Dia bersalaman kemudian pergi masuk ke room karaoke. Rendy membawa Yudi ke rumah sakit, memberikan Yudi kebebasan untuk merasakan penderitaannya. Semua beban pembayaran nanti akan ditanggung Jammer, setiap kiriman pasien akan dikumpulkan datanya dan penagihannya.


....... Flashback Off .......


" Awas kau b***s*t" teriak Yudi.


Yudi menelepon seseorang.


" Hallo " Buka penerimaan telepon.


" Hallo benar ini Blade Knife? " tanya Yudi memastikan.


" Apa mau mu? Jangan banyak cakap langsung point' nya! " suruh Blade


" Aku butuh kau culik orang! " balas Yudi.


" Kirim informasi melalui WU! " perintah Blade.


" Oke " Yudi mematikan teleponnya. Dia mengirim informasi tentang Jammer yang dia tau. Berisi alamat rumah Sam, foto Jammer, plat mobil, dan tempat sekolah. Informasi lainnya dia tidak tahu.


dreettt dreettt dreettt. ponselnya ada panggilan.


" haii untuk dia aku minta bayaran 200 juta " Blade menentukan harga.


" Mahal sekali " tanggapan Yudi kaget.


" Dia pasti mahal kau pura-pura lah minta tebusan, aku minta 200 juta saja. Tebusan yang kau minta aturlah sendiri " balas Blade.


" Deal " balas Yudi menyetujui.


" Tempat penyekapan nanti aku kirimkan, saat aku telah berhasil " ucap Blade memutus pembicaraan.


Yudi tersenyum menyeringai, merasa pembalasannya akan tercapai dengan menyewa Mafia yang cukup terkenal di dunia orang awam. Blade Knife adalah salah satu pengganggu Bayusuta Crew, menyukai kekerasan dan ketenaran sebagai kelompok kejam, berbanding terbalik dengan Bayusuta Crew yang menutupi kekerasan dan keberadaan mereka.


ceklek Istri Yudi masuk ke ruang perawatan.


" Ayah, kok senyum-senyum? " tanya Narti.


" Gak ada ah Bun, ayah biasanya juga senyum " jawab Yudi.


" Habis telepon siapa? " Narti cemberut takut suaminya menelepon wanita lain.


" Blade Knife " jawab Yudi berbisik.


" Apa yah? Blade Knife? " terkejut Narti.


" Iya Bun, jangan keras-keras, kita dirumah sakit. Mungkin ada mata-mata disini " suruh Yudi untuk memelankan suara Narti.


" Ayah malah nambah masalah " bisik Narti.


" Ayah bukan nambah masalah, dengan menculik kita dapet uang, terus ayah pengen mematahkan tangannya seperti tangan ayah " bisik Yudi menjelaskan.


.


.


.


.


.


.


Saya mohon dukungannya, dengan cara :


- Like


- Comments


- Favourite+


- Vote


- And last more you can share to more people in the world.


Saya memohon dengan sangat ya readers, your are the best colleague to me.

__ADS_1


Do'aku semoga disenyumkan di setiap waktu dan aktivitasmu tuan-tuan dan nona-nona 🤲🏻🤲🏻🤲🏻 Aamiin.


__ADS_2