
Senin ini adalah hari Jammer ijin untuk urusan keluarga bersama Sam, kedua orang tua kandungnya juga tau kalo hari ini dia ijin. Dia sedang menyiapkan pakaiannya karena urusan hari ini akan sampai malam hari, dia akan memimpin meeting bersama papahnya di Singapura, sebuah kerjasama bisnis dengan kelompok mafia Singapura. Keluarga besar pemimpin mafia itu adalah sahabat Sam sewaktu belum pindah ke Indonesia, dan anak perempuan semata wayang pemimpin kelompok itu adalah sahabat dari si kembar Dinda dan Dhean.
Jammer hanya membawa pakaian sedikit hanya saja dia bersikeras untuk membawa gitarnya ke Singapura, dia ingin membukanya setibanya di bandara Singapura. Dan memvideokan momen itu dengan didampingi kedua kakaknya, ya mau bagaimana lagi Sam dan yang lainnya hanya mengiyakan.
Mereka take off dari Jakarta jam 6 pagi dan sampai di Singapura pukul 9 pagi. Setibanya di bandara Singapura, Jammer benar-benar membuka gitar yang baru sehari dibelinya, berfoto dengan kakak-kakaknya, dan ada satu hal lagi agar lengkap bukti gitarnya pertama kali dibuka di Singapura.
" Kak ntar pokoknya paksa Marsheilla buah tanda tanganin gitar ku loh ya kak! " pinta Jammer.
" Iya sayang " jawab Dhean sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Ya udah ayo biar cepat sampe, mamah didorong pakai troli aja kak. Aku bilang ke papah ya? " ajak Jammer, dia tak sabar gitarnya resmi punya bukti dibuka di Singapure.
" Ya udah sana bilang dulu. " jawab Dinda.
Jammer menghampiri papahnya dan mamahnya yang berjalan dibelakang.
" Pah, apa gak pakai troli buat ke mobil biar mamah juga gak capek jalan? " tanya Jammer.
" Mah mau ya pakai troli biar cepetan gitu " rayu Jammer.
" Iya sayang, ambil sana sama Dhean. " ucap Amel.
Segera Jammer mengambilkan troli untuk mamahnya agar tidak capek dan lebih cepat juga. Sementara Basoka sudah berada di mobil karena dia berangkat duluan bersama anaknya Rendy semalam untuk mempersiapkan mansion milik Sam di Singapura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain pada waktu keberangkatan keluarga Sam, sedang duduk di kursi makan seorang pria dan anaknya.
" Daddy I've missed them for a long time. Can I join them in meeting? " tanya Marsheilla pada orang tuanya.
" Of course, you can do it. " jawab papahnya.
" Maaf tuan Marcel, pak Basoka sudah memberi kabar, tuan Sam dan Jams Devils sudah bertolak dari Indonesia, sesuai jadwal akan tiba di airport jam 9 nanti. " ucap Jonathan, asisten Marcel.
" Iya, siapkan seluruh keperluan nanti. " jawab Marcel
" Sekarang makan dulu sayang " suruh Marcel.
" Yes Daddy " jawab Marsheilla semangat.
" Sayang nanti kau temani aunty Amel dan si kembar ya. Nanti Uncle Sam dan Jammer biar sama papah nyusulnya setelah meeting. " suruh Marcel.
" Yes, papa. " jawab Marsheilla yang terus makan dengan semangat.
" Nak, sampai sekarang kau masih saja seperti putri kecil yang selalu ingin dimanja, terutama setelah kepergian mamahmu, sekarang papah merasa sudah tua. Semoga kau lekas mendapat orang yang mendampingi hidupmu. Kakakmu walaupun akan jadi penerus papah dan memimpin Klan Heranosha, tapi kelompok kita tak sekuat kelompok Samuel. Dan karena itu papah dan mamah bersahabat dengannya itu untukmu dan kakakmu. " batin Marcel sambil menghela nafas berat.
Setelah selesai makan pagi, mereka berdua menuju kantor, Marcel ingin menyiapkan hal yang terbaik untuk tamu pentingnya. Sementara Sheilla ingin mempersiapkan sambutan untuk sahabatnya, menyiapkan hadiah untuk Amel, si kembar, Sam, dan Jammer. Meskipun sebenarnya tidak tau seperti apa Jammer dia merasa mungkin akan lebih baik dia memberi hadiah parfum untuk Jammer, lagipula kakaknya punya selera tinggi pada fashion jadi untuk Sam dan Jammer tidak mungkin salah.
Seluruh persiapan sudah selesai, kabar kedatangan keluarga Sam sudah menuju kantor dengan dijemput Basoka dan anaknya Rendy. Kawalan anak buah Klan Heranosha miliknya juga sudah mengabari telah menemukan mobil Basoka dan sedang melakukan pengawalan agar perjalanannya aman dan lebih cepat.
" Tuan Marcel, rombongan keluarga tuan Sam sudah datang. " beritahu Jonathan.
" Oh akhirnya, aku bisa bertemu Sam dan keluarganya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. " ucap Marcel tersenyum.
" Iya tuan. Saya juga ikut senang atas pertemuan anda dengan keluarga tuan Sam. " ucap Jonathan ikut tersenyum.
" Saya sambut mereka dulu dibawah. Permisi tuan "
pamit Jonathan.
" There is your best friend, my dear child. Kau tolong temani mereka dengan baik, pastikan mereka tidak bosan menunggu meeting kami nanti, setelah pembahasan bisnis selesai. Kita mengobrol dengan mereka pada makan siang, dan mengantar ke mansion ya Sheilla. " ucap Marcel mengingatkan anaknya.
" Yes my dear daddy, I am understands and agrees with your said. " ucap Marsheilla mengerti.
Tak lama setelah front raider dan pengawal miliknya masuk ke halaman kantor, ada tiga mobil yang membawa Amel dengan Samuel, Basoka dan anaknya, dan Jammer bersama kakak-kakaknya. Sedangkan kawalan mereka terdiri dari 12 orang anggota BC Singapura dan 6 orang pengawal milik Marcel.
Saat turun dari mobil mereka disambut Jonathan dengan membawa kursi roda listrik ditangannya.
" Selamat pagi tuan Sam, tuan muda, nyonya, dan nona kembar, selamat datang di kantor kami. Sudahlah sekali tidak bertemu dengan keluarga tuan Sam membuat kami semua termasuk keluarga tuan Marcel menjadi senang dengan kunjungan dan pertemuan ini. Silakan tuan dan keluarga sudah ditunggu oleh tuan Marcel didalam. Ini tuan Marcel menghadiahkan kursi roda untuk mempermudah nyonya Amel disini. " sambut Jonathan ramah, semangat, dan panjang.
" Terimakasih atas sambutan dan kursi rodanya, kami pun senang dapat berkunjung dengan keluarga lengkap. " balas Sam tak kalah ramah.
" Silahkan tuan. " Nathan mempersilahkan Sam dan keluarga masuk. Sam sekeluarga langsung kedalam, tak lupa Rendy dan anak buahnya, serta gitar yang terus dibawa Jammer.
" Hai Nathan. Lama tak bertemu. " ucap Basoka memeluk Nathan.
" Iya Bastian. Lama sekali tak pernah kesini kau. " sahut Nathan dalam pelukan sahabatnya dulu itu.
" Ayo masuk. " Ajak Nathan.
Mereka masuk bertemu dengan Marcel dan anaknya Marsheilla. Sepanjang perjalanan menuju ruangan Marcel Keluarga Sam disambut dengan karyawan yang berbaris menyambut mereka, dari pintu masuk sampai lift yang membawa mereka ke lantai 4 tempat Marcel menunggu Jonathan mengantar mereka dengan berangkulan dengan Basoka. Setelah sampai di lantai 4 Jonathan mempersilahkan keluarga Sam masuk ke ruang pertemuan yang ada di dekat lift.
" Silahkan tuan. " ucap Nathan membukakan pintu ruangan.
" Selamat datang Samuel. Sudah lama kita tak bertemu. " sambut Marcel dari dalam.
Sam masuk diikuti keluarganya, kemudian menyalami dan memeluk Marcel lekat dengan kerinduan sahabat. Sheilla juga memeluk Amel dan si kembar, sementara itu Jammer hanya bersalaman saja dan memperkenalkan diri.
" Semangat pagi. Perkenalkan saya Imaduddin Jammer. " ucap Jammer menyalami Marcel dan anaknya.
" Selamat pagi, senang bertemu denganmu " ucap Marcel dan Sheilla.
" Cel. Nanti yang akan menentukan keputusan dari perusahaan ku adalah dia, karena dia yang menjalankan sekarang kan jadi aku hanya mendampinginya. " ucap Sam.
" Baiklah, kita rapat di ruanganku saja. Biarkan anak perempuan-perempuan ini melepas rindu dan menikmati momen yang jarang bisa diwujudkan ini." ajak Marcel.
Marcel, Sam, Jammer, Basoka, Nathan, dan Rendy menuju ruangan Marcel di samping ruang pertemuan tersebut. Sementara di ruangan pertemuan,
" Dinda, Dhean, aunty kenapa jarang ke Singapura, padahal kan kalian bisa sesekali ke sini. Kalo papah gak bisa ke Indonesia karena kan bisnis obat yang sama tuan Wang Liu bikin papah takut ke Indonesia. " keluh Marsheilla.
" Ya kalo pas belum ngurus perusahaan kita bisa sesekali datang, lah kalo udah punya perusahaan sendiri tuh jadi susah untuk pergi-pergi kalo gak ada jadwal kaya gini. Sebenarnya tuh kangen juga sama kamu dan papamu Sheil. " ucap Dinda.
" Oh iya ada sesuatu. ini untuk kalian. " ucap Sheilla sambil menyerahkan hadiah untuk mereka bertiga.
" Aduh apa ini sayang? " tanya Amel.
" Itu aunty, hadiah kecil sebagai kenangan. " jawab Sheilla.
" Terimakasih Mercy. " ucap Dinda dan Dhean berbarengan.
" Iya " jawab Sheilla tersenyum.
__ADS_1
" Aunty juga berterima kasih kepada kamu dan papamu sayang. " ucap Amel.
" Oh iya ini untuk uncle Sam, sedangkan yang ini untuk Jammer. " ucap Sheilla menyerahkan hadiah untuk Jammer dan Sam.
" Terimakasih ya Sheilla, sebenarnya gak perlu juga sih ngasih mereka hahaha " ucap Dinda bercandaan.
" Iya bisa minta satu hal? " tanya Dinda masih tersenyum setelah tertawa tadi.
" Apa Din? " tanya Marsheilla penasaran.
" Aku minta tanda tanganmu di gitar adikku. Kau kan model terkenal, bahkan wajahmu juga sampai Indonesia. Pasti banyak penggemar kan, dia ingin memiliki bukti gitarnya pertama dibuka di Singapura. Boleh ya! " mohon Dinda untuk mendapatkan tanda tangan Marsheilla di gitar Jammer.
" Ya mana Din aku tanda tangani? " tanya Sheilla.
" Sebentar aku buka dulu, kayaknya sih di bagian soundboard yang bawah bride bagus deh, jadi kan dibawah Aurora gitu. " jawab Dinda.
" Gimana menurutmu Dhe, atau mamah gimana gitu? " tanya Dinda pada Dhean dan Amel dengan raut wajah yang lekat dengan penantian jawaban.
" Aku gak paham yang bagus gimana Din. " jawab Dhean.
" Kalo mamah setuju sih sayang, apalagi kan bisa pakai tinta emas gitu, dulu gitar papah juga Aurora gitu mamah yang tandatangani di atas Auroranya. Soalnya punya papah dulu motifnya dibawah jadi mamah tanda tangan di atas bridge gitu sayang. " jawab Amel antusias.
" Lah kok adek bisa sama ya mah? " tanya Dhean tersenyum.
" Gak tau sayang, tapi setahu mamah sih gak pernah dikasih tau kalo papah pernah punya gitar dulu. " penjelasan Amel singkat.
" Hahaha " tawa Dinda membuat semua heran.
" Dinda kamu kenapa sayang, apa ada yang lucu? " tanya Amel.
" Hahaha gini mah, ya jelas sama orang Dinda sama adek pernah diajak papa ketemu temen papah yang buatin gitar buat papah. Dinda gak pernah cerita ya? " jawab Dinda masih dengan tawanya.
" Loh kapan sayang? " tanya Amel.
" Lah pas Dhean dihukum gara-gara gak ngerjain tugas itu kan aku sama Jammer diajak papah pergi. Lah waktu itu kan papah udah janji Dhean mau pergi sama Jammer. Kalo ke rumah gak sama Dhean kan ditanya masak jemput Jammer gak sama Dhean jadi aku gantiin dia sebentar hahaha " jawab Dinda enteng dan masih ada tawa darinya.
" Ih pantesan kok dateng tapi jemputnya papah diem aja. " celetuk Dhean.
Mereka kemudian ngobrol berbagai hal, bercanda ke sana ke mari, dan memakan cemilan yang disediakan. Tak terasa 2 jam berbincang-bincang serta melepas kerinduan, ternyata meeting Sam dan Marcel sudah selesai, yang pertama kembali ke ruangan pertemuan itu adalah Jammer dengan Rendy dibelakangnya.
Ceklek. Jammer membuka pintu dan berjalanan ke sofa ditengah Dinda dengan Dhean, dan keduanya sedikit menyingkir agar Jammer duduk. Jammer menghela nafas, merebahkan kepalanya, merentangkan tangannya melingkari leher kedua kakaknya,
" Kakak, heeehhh aku gemas banget dengan kalian. Dasar kalian gemesin. " ucap Jammer menarik kedua kakaknya dalam dekapannya.
" Aduh dek lepasin. " Dhean berusaha meronta.
" Udah lah sayang jangan terlalu dipikirin, dia gak ada disini. " ucap Dinda sambil melingkarkan tangannya ke perut Jammer.
" Eh kakak tau aja. " ucap Jammer melepas tangannya dari Dhean dan mencubit pipi Dinda dengan tangan itu.
" Aduh dek sakit tau. " ucap Dinda kesakitan.
" Sekarang kak Dhean gentian. " ucap Jammer melakukan hal yang sama ke Dhean.
" Oh jadi kalo gak ada papa kamu menyiksa anak kembar papa? " canda Sam saat masuk ke ruangan.
" Iya nih tau kan pah adek kalo dibelakang papah gimana. NAKAL. " canda Amel dengan menekan kata dan tersenyum.
" Hahaha " semua tertawa terbahak-bahak.
" Jadi gimana ini makan dimana? " tanya Sam
" Begini om, kalo kita ke rumah dulu makan bagaimana? " tanya Sheilla.
" Emang rumah kamu ada makanan? " ledek Dhean.
" Don't tease me, okay? Dirumahku ada pembantu jadi pasti masak, lagian aku juga masakannya enak. Sangat enak malahan. " jawab Sheilla agak sombong.
" Iya sudah ayo kita ikuti princess Marsheilla ini. " ucap Sam.
Mereka bergegas menuju rumah Marcel tanpa Marcel karena dia harus mengubah banyak hal untuk memperoleh kontrak dengan Jammer, banyak konsep yang tidak disukai Jammer lebih-lebih adalah konsep yang tidak relevan dengan masa sekarang, serta yang berat sebelah, Jammer rasa dari kontrak itu Marcel menginginkan perlindungan dari dirinya. Ya itu memang tujuan Marcel, sebenarnya tanpa diberatkan keuntungannya ke perusahaan Jammer, secara personal Jammer akan membantu perlindungan keluarga Marcel sebagai seorang anak dari sahabatnya.
Tak butuh waktu lama 39 menit mereka sampai rumah Marcel, Dinda menggandeng Jammer menariknya masuk. Jammer sebelumnya ingin membuka bagasi untuk mengambil gitar tapi karena ditarik oleh Dinda alhasil dia mengikuti saja. Amel didorong Sam dengan Dhean disampingnya, Sementara Rendy dan Basoka memarkir mobil terlebih dahulu.
" Silahkan duduk dulu, sebentar lagi makanan akan diantar ke sini. " ucap Sheilla mempersilahkan.
" Selamat siang tuan-tuan dan nyonya-nyonya, hidangan hari ini kami persiapkan western food. " ucap Kepala pelayan.
" Please prepare well, don't spill it on the table! " ucap Sheilla pada pelayan-pelayan yang menghidangkan makan, mereka kebanyakan dari Eropa jadi kurang paham bahasa rumpun Melayu.
" Maaf nona Sheilla. " ucap Jammer.
" Iya ada apa tuan? " jawab Sheilla lembut.
" Saya sebenarnya tadi bawa gitar untuk minta tanda tangan nona diatasnya. Apa boleh setelah ini saya ambil untuk memintanya? " tanya Jammer sopan.
" Sudah tuan, saya senang anda meminta dengan begitu sopannya. Sedari tadi saat di kantor saya sudah memberikan tanda tangan saya di gitar anda, tadi Dinda yang memintakannya. " penjelasannya.
" Sopan sekali, gak terlalu ganteng sih, dan stylenya juga sederhana. Tapi lembut pada perempuan dan sopan " batin Sheilla.
" Tuan Jammer ya? " tanya Sheilla.
" Iya nona saya Jammer. Dan nona panggil Jammer saja. " jawab Jammer.
" Tuh kan lembut, apalagi isyarat tubuhnya menandakan dia rendah hati dan penyayang. " batin Sheilla semakin dalam meresapi khayalnya.
" Sheilla, jangan dipandang terus, nanti ada yang cemberut. " sindir Amel melihat Sheilla masih memandang Jammer.
" Why is there aunt wrong? " tanggap Sheilla yang beralih dari memandang Jammer.
" There's nothing really wrong. " ucap Amel tapi matanya memberi isyarat menunjuk Dinda dan Dhean.
" Oh " gumam Sheilla ketika mengikuti isyarat mata Amel.
" Oh iya kalian akan menginap berapa hari? " tanya Sheilla.
" Kami bertiga pulang nanti malam. Hanya papah , mamah dan Basoka yang disini karena mamah harus memeriksa keadaannya di sini mungkin seminggu. " jawab Dinda cepat.
" Kenapa kalian cepat sekali pulang? " ucap Sheilla seakan tak ingin cepat berpisah dari sahabatnya.
" Kerja dan sekolah " jawab Dhean singkat.
__ADS_1
" Nona Sheilla maaf, makanan sudah selesai dihidangkan, apa ada yang perlu disiapkan selain hidangan ini? " tanya Kepala Pelayan.
" Apa ada yang kurang dari kalian? " tanya Sheilla pada tamunya.
" Tolong kalo ada 2 botol anggur merah terbaik dari kalian, 2 gelas es untuk aku dan Jammer. Nanti kalo dia mampu menghabiskan biar aku ganti saat menjemput mamah. " ucap Dinda yang tau Jammer gelisah karena pikirannya kacau.
" Ah kakak tau aja. " ucap Jammer.
" Iya lah. Dinda gitu loh. " ucapnya menyombongkan diri.
" TOS kak " ajak Jammer mengulurkan tangannya untuk tos high five.
" Yes, you " jawab Dinda menyambut high five.
Sam memimpin berdoa untuk makan kali ini. Jammer dan Dinda Danya makan steak dan minum anggur secara berirama dan kompak, seperti tanpa menatap dan aba-aba seakan waktu, gerakan, dan jumlah kunyahan seakan diatur jadi mereka minum bersamaan, mengiris steak bersamaan, dan memakannya bersamaan. Dhean yang melihat itu merasa ciut karena selama ini jarang dia bisa membuat perasaan Jammer terlihat tersenyum, kalo tertawa semua bisa tapi menjadi mood booster itu yang sulit.
Selesai makan mereka berpamitan untuk menuju mansion Sam di distrik 12, sedang rumah Marcel di distrik 15. Di mansion sudah disiapkan kamar, pemandian air panas, terapis untuk ketiga anaknya, dan dokter untuk berjaga-jaga mungkin butuh obat atau vitamin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jammer telah usai membersihkan dirinya, Jammer duduk dengan Dinda di kursi halaman belakang mansion, memetik gitarnya menyanyi dan minum anggur merah yang tadi tertunda karena harus pulang dulu ke mansion. Menyanyikan lagu yang dia cipta sendiri atau lagu dari Jamrud.
...----------------...
Masuk lagu dulu reader.
Beberapa contoh penggalan lagu yang diciptakan...
Berjudul " Fia "
Helai rambut pendekmu, jemari lentikmu
Manis senyummu, semakin menambah
Cantik parasmu, mempesonaku dengan
Lembut tutur katamu
Aku seakan larut dalam buaian
Terserang virus yang menguasai
Memaksa memujamu tanpa henti
Membutakanku dari cinta lain
( Penggalan lagu " Fia " diciptakan 2015 di Kendal. )
...----------------...
Berjudul " Desaku "
Desaku oh desaku
Disanalah aku lahir dari rahim ibuku
Desaku oh desaku
disanalah aku merangkai mimpi
Ibuku, ibuku kurindu dengan desaku
Bapakku, ku ingin pergi ke disaku
Melepaskan hiruk pikuk perkotaan
Menghindarkan segala beban pikiran
( Penggalan lagu " Desaku " diciptakan 2013 di Yogyakarta )
...----------------...
Berjudul " Ijinkan Aku Mencintaimu "
Begitu besar rasa cintaku
Begitu megah terbangun di hatiku
Meski kau hancurkan rasa itu
Membuat terpuruk dalam sepi
Namun ijikanlah tuk terus memiliknya
Ijinkanlah aku tetap mencintaimu
Memujamu, menyayangi dirimu
Tetap menyendiri setia dalam sepi
penggalan lagu " Ijinkan Aku Mencintaimu " diciptakan 2018 di Semarang.
Masuk lagi ke novel
...----------------...
Jammer menghayati semua lagu yang dinyanyikan semua lagu yang dinyanyikan, ditemani Dinda disampingnya dan dua botol Anggur Merah. Hari ini pasti tidak mungkin untuk pulang, pasti otoritas bandara melarang penumpang yang minum minuman keras jadi Jammer dan kedua kakaknya menginap malam ini untuk pulang esok hari.
.
.
.
.
.
Sekian untuk hari ini reader, selaku author mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda membara episode ini. Mohon tinggalkan like, komentar, vote, dan lakukan share untuk mengajak teman-teman anda membicarakan novel ini, serta klik favorit untuk memastikan hari anda tidak ketinggalan dari novel ini.
Semoga disenyumkan di setiap waktu anda, dan semangat pagi selalu. Salam dari saya Imaduddin Jammer.
__ADS_1