Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Mabuk


__ADS_3

Didalam taksi dara melamun, hidup dengan seseorang seperti Pras sungguh tidak nyaman untuk nya.


Dia harus berbagi kamar, ruangan dan udara bersama, sampai kapan aku akan bertahan?


apa yang harus aku lakukan? Lihatlah dia, sungguh menyebalkan, dengan seenaknya dia mengambil bekal makanan ku, apa dia kira aku membuat itu untuk nya. Huh....dara menghembuskan nafas kasar membuang semua beban di hatinya.


"Sudah sampai non." ucap supir taksi mengejutkan dara dari lamunannya.


"eh...iya pak." jawab dara dan membayar tagihannya. setelah itu dia turun dan masuk ke dalam kantornya.


Hari ini semunya berjalan seperti biasanya, pak Arfan tak datang mengunjunginya, dan dara pulang kerumah seperti biasa tepat jam setengah enam.


Dia melihat Maya yang tengah menggendong bayi nya. Dara berjalan mendekat dan memanggilnya.


"Maya, apa Ega sudah mandi?" tanya dara


"Sudah Bu, dan ini Ega mau tidur." ucap Maya


"Ok, terima kasih, saya masuk dulu ya. Nanti jika sudah tidur antar ke kamar saya ,ya."


"Baik Bu." jawab Maya


...****************...


Pukul sepuluh lewat, Pras tiba di rumah diantar oleh Haris. Kondisinya tampak tidak baik. Malam ini Pras mabuk, setelah tadi rekan bisnisnya mengajak nya minum saat perjamuan makan malam mereka.


Tok...tok...


suara pintu rumah di ketuk.


Bik Jum membuka kan pintu. Dia kaget melihat tuannya mabuk, padahal biasanya Pras tak pernah mabuk, walau dia minum hanya sebatas menghargai rekannya saja.


"Ada apa dengan tuan?" tanya Bik Jum kaget.


"Entahlah, aku juga heran pak Pras bisa sampai mabuk." jawab Haris yang membopong tubuh tuannya.


Mendengar suara ribut ribut, dara turun ke bawah dan dia terkejut melihat Pras yang di bolong oleh Haris.


"Bawa dia ke kamar." ucap dara pada Haris.

__ADS_1


Haris meletakkannya diatas tempat tidur, kemudian dia permisi keluar.


"Bik, tolong ambilkan air hangat dan bilang pada Maya, agar dia membawa Ega tidur bersamanya malam ini. Aku tak mau putraku melihat kelakuan buruk papanya." ucap dara.


"Baik non." jawab Bik Jum.


Setelah Bik Jum pergi, dara menatap kearah Haris, kesal, kecewa dan marah. Baru tadi pagi dia merasa , bahwa ternyata suaminya pria yang baik, rajin sholat tapi penilaian baik itu sirna, setelah melihat kelakuan buruk Pras malam ini. Dia sama saja dengan kebanyakan orang diluar sana.


"Non, ini airnya." ucap bik Jum


"Makasih Bik."


"Bu, saya ambil Ega ya." terdengar suara Maya.


"Iya, tolong jaga dia malam ini ya may."


"Iya Bu." jawab Maya.


Setelah keduanya pergi, dengan malas dara berjalan kearah suaminya, dia membuka pelan sepatu dan kaos kaki Pras kemudian meletakkan nya di tempat nya.


Kembali dia duduk di sebelah Pras, dia melihat Pras yang tidak nyaman dengan pakaian di tubuhnya, dara melonggar kan dasi yang di pakai Pras dan membukanya, kemudian dia membuka jas dengan susah payah, karena tubuh Pras yang lebih besar darinya. Sudah tentu lebih berat.


"Dinda...." ucapnya pelan.


Dara terdiam, dia merindukan istrinya. bathin dara, namun entah mengapa di sudut hatinya yang terdalam ada sedikit rasa tercubit, sakit.


Dara melepaskan tangan Pras, dan akan beranjak berdiri, namun lagi dengan cepat Pras menarik tangannya lebih kuat, hingga tubuhnya terhempas jatuh menubruk dada suaminya. Dara terbelalak, dia tak pernah sedekat ini, matanya membulat sempurna, namun detik berikutnya dia coba bangkit, lagi Pras sudah melingkar kan tangannya di pinggang dara membuat dia kesulitan. Pelukan yang kuat, membuatnya tak bisa melepaskan diri.


"Aku merindukan mu." racau Pras.


"Lepas, aku bukan Dinda, aku bukan istrimu." ucap dara kesal.


Pras berbalik kini posisinya mereka berubah, dengan Pras yang menindih tubuh dara. Sontak tubuh dara menegang, bagaimana tidak, posisi ini sangat intim, dan Pras sedang mabuk, dara takut, tubuhnya menegang terdiam dan berkeringat, beberapa detik dia kehilangan kesadarannya, dan tak tahu akan berbuat apa. Saat dia sadar, dara mendorong tubuh Pras, tapi tubuhnya sudah terkunci,


"Lepas kak, aku bukan Dinda, aku dara...lepas...." dara terus mendorong dada bidang Pras.


"Shuuuut!!!! jangan berisik. " ucap Pras agak keras.


Wajahnya mendekat, semakin dekat, dan dara benar benar ketakutan, wajahnya memutih sempurna, dan tiba tiba bruk. Pras tertidur di pelukannya.

__ADS_1


Huh!... Dara menghembuskannya nafas lega.


Pelan di dorongnya tubuh Pras kesamping dan di baringkan ya. Kemudian dia menyelimutinya.


Dara melirik air hangat, yang akan dia gunakan untuk mengelap tubuh Pras tadi, tapi dara tak berani, dia takut jika dia menyentuh Pras, bisa jadi Pras akan memeluknya seperti tadi, dara tak berani mengambil resiko.


Dara memilih pergi dan tidur di sofa, enggan satu tempat tidur dengan Pras.


Pagi ini Pras bangun dengan kepala pusing, Mr.Light, Rekan kerjasamanya dari Inggris memaksanya minum banyak, hingga dia mabuk.


Pras coba mengingat ingat kejadian tadi malam, sedikit demi sedikit cuplikan kejadian semalam melintas, saat dia berada begitu dekat dengan dara dan memeluk nya,Wajah ketakutan dara, Pras sendiri terkejut tapi apa mau dikata, semua telah terjadi. Tapi entah mengapa Pras merasa tidak bersalah,


Apa salahnya, aku kan suaminya. Lebih dari itu juga nggak masalah.


Pasti dia marah dan ketakutan, aku memperkeruh suasana, pasti akan semakin canggung diantara kami.


Dengan langkah gontai, Pras menuju kamar mandi, dan membersihkan dirinya. Setelah berpakaian, Pras ke dapur untuk sarapan, dara sudah tidak ada disana.


"Bik, mana nyonya?" tanya Pras kepada Bik Jum.


"Nyonya sudah pergi, den. Den Pras mau minta apa,biar bibi buatin" ucap Bik Jum.


"Enggak usah bik, aku sarapan ini saja." ucapnya.


Pras meminum teh yang sudah disediakan diatas meja, rasanya sama seperti kemaren.


"Bik, siapa yang membuat teh ini?" tanya Pras yang begitu penasaran karena rasanya sama dengan buatan dara.


"Nyonya,den. Semua ini juga nyonya yang masak." ucap bik Jum.


"Buatkan bekal untuk saya di kantor ya Bik,"


"Baik den" jawab


Selesai makan, Pras mengambil bekal makanan nya dan berangkat ke kantornya bersama Haris.


...****************...


Sejak saat itu, dara semakin menjaga jarak dengan Pras, dia memilih bermain dan berlama lama di kamar Ega. Saat tengah malam dia baru kembali ke kamar nya, jika dia rasa Pras sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Dan bangun pagi pagi sekali, tak lagi mereka sholat subuh berjamaah, dara berusaha menghindari sebisa mungkin dari Pras.


__ADS_2