Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Bahagia


__ADS_3

Dara kembali dengan perasaan sedih, rasa bersalah menghantui jiwanya, kata kata Maya terus terngiang, dia telah mencelakai Ega.


Maya ingin membunuh Ega, derai airmata terus mengalir dengan deras. Hatinya sungguh sakit, karena keegoisan hingga dia melupakan putranya, dia terlalu bodoh dengan mempercayakan Ega begitu saja kepada Maya.


Lagi rasa sesal mendera membuatnya merasa sesak, dadanya terasa berat hingga bernafas pun rasanya sangat sulit.


"Kita sudah sampai bu" ucapan sang sopir membuyarkan semua lamunannya. Dara segera turun dan masuk ke dalam rumah.


"Kamu dari mana, nak?" tanya sang ibu sambil menggendong Ega. Dara tak menjawab pertanyaan ibunya, dia mengambil Ega dari gendongan mamanya dan menciuminya.


Rasa bersalah itu semakin besar setelah melihat wajah polos dan lucu putranya. Ibunya heran dengan sikap dara yang terlihat aneh. Dara tak hentinya menciumi Ega dan memeluknya.


"Maafkan mama nak, maafkan mama" ucap berulang kali.


"Sayang, ada apa?" tiba tiba Pras sudah berdiri dihadapannya.


"Maafkan aku mas" ucap Dara dan menghambur ke pelukan suaminya. Tentu Pras semakin heran atas ulah istrinya.

__ADS_1


Pras mengurai pelukan istrinya dan mengambil Ega, lalu dia memberikan nya kepada ibu mertuanya. Seakan mengerti ibunya membawa Ega masuk kedalam kamarnya, dia ingin memberikan waktu untuk Pras dan Dara berbicara.


Pras membawa Dara duduk di sofa "sekarang ceritakan pada mas, ada apa?" tanya Pras lembut.


Dara menarik nafas dalam, lidahnya kelu dan dia bingung harus mulai dari mana.


Lembut Pras menggenggam tangannya. "katakan pada mas, apa yang menjadi beban pikiranmu. Mas percaya padamu."


Lagi tangis Dara pecah, pelan dan sambil terisak dia menceritakan semua pembicaraan nya dengan Maya. Wajah Pras memerah menahan amarah, ternyata selama ini Maya adalah musuh dalam selimut. Dan bodohnya dia tak mencari tahu siapa sebenernya wanita yang menjadi baby sitter nya itu.


Pras mengusap lembut punggung istrinya, "mas percaya padamu." ucap Pras lembut


"Apapun itu, mas percaya kau tidak akan mengkhianati mas, mas tahu kamu hanya mencintai mas. Urusan photo di medsos itu bukanlah hal sulit, Haris akan membereskannya, kamu tenang saja."


"Benar, mas percaya padaku" tanya dara menatap manik hitam Pras.


Pelan dan penuh keyakinan Pras mengangguk, dara kembali memeluk erat suaminya. "Makasih mas"

__ADS_1


"Sekarang mama mandi, dan papa tunggu di meja makan, papa sudah lapar, sejak tadi papa belum makan." ucap Pras sengaja mencairkan suasana.


Dara mengangguk dan berjalan menuju kamar


Pras mengambil ponselnya dan menghubungi Haris, "Pastikan semua berita itu, sudah tidak ada lagi besok."


"Baik pak"


Setelah bicara Pras mematikan ponselnya, dia kembali duduk dan menunggu istrinya.


Tak berapa lama dara turun, dia sudah terlihat lebih segar.


...****************...


Sebulan berlalu, sidang kasus penculikan dara juga sudah selesai. Arfan sudah di hukum sesuai dengan kejahatan nya, walau orangtuanya kaya dan memiliki banyak uang, namun bukti dan saksi memberatkannya, di tambah percobaan pembunuhan Pras membuatnya harus mendekam dibalik jeruji besi.


Maya juga memiliki nasib yang tak jauh beda. Maya dihukum karena terbukti bersekongkol dengan Arfan.

__ADS_1


Kini Dara hidup bahagia bersama Pras dan Ega. Dara fokus pada kehamilannya, dan Ega kini dia menjadi idola dan rebutan kakek neneknya. Ega lebih sering tinggal dirumah neneknya.


Semua permasalahan mereka telah berlalu, semoga tidak ada lagi permasalahan yang akan menghancurkan rumah tangga mereka. Keduanya sudah saling jujur dan saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya.


__ADS_2