Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Ada kecoa


__ADS_3

Perkataan Pras sungguh mengusik hati dara, dia akan meminta hak nya besok, apa yang harus aku lakukan? aku belum siap!!!"


Aku akan melakukan berbagai cara agar Pras tidak....


argh.....tapi apa rencana ku yang bisa menggagalkan keinginan nya. Aaa....


Setengah jam kemudian Pras kembali ke dalam kamar, dilihatnya dara sudah terlelap. Pras tersenyum, begitu banyak hal yang dia dan dara lalui hari ini. Pras merasa senang, hubungannya dengan sang istri mengalami banyak kemajuan.


Pras tak menyangka ulat bisa menyatukan mereka, aku harus berterimakasih kepada ulat ulat tersebut, gumannya tersenyum lucu mengingat beberapa kejadian yang baru saja berlalu.


Pras ikut merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, berbaring disamping dara, walau ada pembatas diantara mereka.


Dara sudah memasang bantal guling sebagai pembatas. Dia benar benar sangat takut padaku.


Tangan Pras terulur mengusap lembut wajah dara, menyingkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi pandangannya. Rasanya tak bosan memandang wajah cantik sang istri, kamu sangat cantik kalau tidur seperti ini, sayangnya kamu masih saja galak, mas harus terus bersabar.


"I love you," ucapnya pelan.


Pras membuang bantal guling yang dipasang dara, dia mendekat dan tidur sambil memeluk sang istri.


Pagi menjelang, seperti biasa, dara selalu terbangun menjelang azan subuh. Matanya terbuka, pemandangan yang pertama dia lihat adalah wajah damai suaminya.


Jarak yang begitu dekat membuat, dara dengan jelas memandang wajah Pras. Dara bisa melihat secara detail wajah tampan sang suami yang dia benci. Akh...mungkin kata kata itu sudah tidak tepat, karena dia sebenarnya mencintai Pras.


Dara memperhatikan wajah Pras, Hidungnya yang mancung, alis tebal, rahang tegas yang mulai di tumbuhi bulu halus, bibir tebal, sungguh Pras terlihat begitu tampan.

__ADS_1


Tatapan dara kembali fokus kepada bibir tebal Pras, bibir itu kemarin menempel di bibirnya, bukan hanya menempel, bahkan mereka berdua bertukar Saliva, tanpa sadar dara menelan ludahnya. Bayangan Pras menciumnya kembali muncul, menimbulkan degupan jantung yang terasa begitu kencang.


Dara mengatur nafasnya, dan coba menetralkan detak jantungnya. Berdekatan dengan Pras membuatnya menjadi tak karuan. Hatinya menolak tapi tubuhnya berkata sebaliknya, dara merasa nyaman.


Dara ingin bangkit dan meninggalkan Pras yang masih terlelap. Tangannya bergerak pelan menyingkirkan tangan Pras yang memeluknya, Pelan pelan karena takut membangunkan suaminya.


Namun bukannya lepas, Pras semakin mengeratkan pelukannya, Pras menganggap dara guling yang begitu hangat dan nyaman.


Dara mengangkat tangan Pras, dara melakukan nya dengan cepat dan kuat, tidak lagi berhati hati seperti tadi.


Merasa terusik Pras semakin memeluknya erat, Pras takut kehilangan guling kesayangan nya, dan saat yang sama dia membuka matanya,


"Ada apa? kenapa mengusikku, aku masih ngantuk." ucapnya khas dengan suara serak orang bangun tidur.


Mendengar jawaban sang istri Pras membuka kembali matanya, walau masih terasa berat.


kemudian dia melonggarkan pelukannya saat menyadari dia memeluk dara.


"Maaf" ucapnya


Dara tak menyia nyiakan kesempatan, dia segera berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.


Dibelakang pintu, dara merutuki dirinya yang pasrah bahkan sempat terbuai dengan ketampanan Pras.


*Sadar dara, sadar... jangan langsung percaya pada ucapannya, dia harus membuktikan jika dia tulus mencintai mu, ingat! dia pernah melukaimu....

__ADS_1


Tapi....


aku sudah berjanjilah untuk membuka kembali hatiku, aku berjanji belajar mencintai nya, dan menerima dia sebagai suami,


Jangan mudah percaya ucapannya dara...


Dara kau harus ingat, dia adalah suami mu, bukan hanya Dimata manusia, tapi juga dihadapan Allah, apa kau tidak takut dosa*?


Aaaa......dara menjerit sekuatnya. Pras yang terbaring ditempat tidur, langsung bangkit dan menggedor pintu kamar mandi.


'Dara, sayang, ada apa? kau kenapa? buka pintunya!" Pras sangat khawatir.


"A...aku tidak apa apa.' jawab dara tergagap


bodoh ..mengapa aku berteriak.bathinnnya


"Kenapa kau berteriak? apa kau baik baik saja?" tanya Pras masih dengan kekhawatiran nya.


"I..iya aku tidak apa apa. Tadi ..ada kecoa." jawab dara beralasan.


Pras bernafas lega, tadinya dia pikir terjadi sesuatu dengan istrinya.


kecoa, sejak kapan di rumahku ada kecoa? apa aku tidak salah dengar? aku akan memastikannya nanti.


"Aku mandi dulu" kembali dara berucap. Setelah itu hanya guyuran air yang terdengar. Pras berjalan kembali ke tempat tidur, mengambil ponselnya dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2