Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Keinginan Pras


__ADS_3

Malam hari Pras membawa dara, Ega dan Maya pulang kerumah. Ega sudah tertidur lelap dalam pelukan mamanya.


Dara bersandar pada bahu suaminya karena dia juga merasa ngantuk dan lelah. Didepan pak Mamat duduk bersama dengan Maya.


Tentu saja Maya merasa sangat kesal. Dia tak berpikir jika Pras secepat ini berbaikan dengan dara, bahkan dia sempat berpikir jika Pras dan dara tak akan bisa bersama, mereka akan segera bercerai.


Tampaknya itu hanya angan angan semata, dapat dilihat jika Pras menatap istrinya penuh cinta dan tadi saat makan dia bisa melihat kemesraan mereka berdua, mengingat semua itu dadanya terasa panas.


Aku harus bergerak cepat, aku akan menciptakan celah diantara mereka agar Pras dan dara segera berpisah.


Aku tidak akan menyerah, aku harus menjadi nyonya Prasetya. Dan aku akan menyingkirkan siapa pun yang coba coba menghalangi jalan ku.


"Mbak, kita sudah sampai." ucap pak Mamat.


Maya tersadar dari lamunannya. Dia tertegun sejenak kemudian melangkah turun mengikuti Pras dan dara yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


Sial aku terlambat, lihatlah mereka semakin mesra dan pak Pras sangat perhatian, aku ingin berada di posisinya Bu dara saat ini, dia tak pantas bersanding dengan Pras.


"May," panggil dara


"Ya Bu"


"Malam ini Ega tidur bersama dengan kami, kamu bisa istirahat di kamarmu." ucap dara. Sementara Pras sudah membawa putranya masuk kedalam kamar.


"Baik Bu"


Maya undur diri dan masuk kedalam kamarnya dengan perasaan mendongkol.


Setelah Maya pergi, dara melanjutkan langkahnya memasuki kamarnya. Dara ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Pras sedang menyelimuti putranya.

__ADS_1


"mas, bersihkan dirimu, biar Ega aku yang urus " ucap dara


"Tidak apa apa sayang, ini juga sudah selesai."


"Mas, mau kopi atau teh?" tanya dara


"Nggak ada, sudah malam. Mas maunya kamu, sayang." ucap Pras mengerlingkan sebelah matanya.


Dara menatap tak percaya suaminya semesum itu. "Mas kamu mesum!" ucap dara memalingkan wajahnya. Dara tak mau Pras melihat wajahnya yang tersipu malu.


Pras sudah berada di kamar mandi, terdengar tawanya saat pintunya akan ditutup.


Dara masih tak habis pikir suaminya ternyata pria mesum menyebalkan, sayangnya saat jak ini dia jatuh cinta pada pria mesum itu.


"Sayang, ngapain sih" ucap Pras yang sudah duduk disamping istrinya.


"Ini mas, aku lagi tanya Hanum gimana keadaan kantor selama aku nggak masuk ,siapa yang handle kerjaan aku." lagi dara berucap dan fokus pada ponselnya.


Tapi Pras tak mau gegabah, jika dia memaksa istrinya yang ada hubungan manis yang baru saja terjalin ini kan berantakan. Pasti dara menolak mentah mentah permintaan nya.


"Sayang" panggil Pras


"Hem" dara masih fokus pada benda pipih dihadapannya asyik chat dengan Hanum.


"Sayang...."


"Apa sih mas" kali ini dara mengangkat wajahnya dan menatap kesal suaminya karena merasa terganggu.


"Kalau mas bilang, sebaiknya kamu dirumah aja gimana?" tanya Pras hati hati

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya dara menatap lekat suaminya,menuntut jawaban yang pasti.


"Mas tidak melarang kamu kerja sayang, cuma mas ingin ,jika mas pulang kamu sudah ada di rumah menyambut mas."


"Itu bisa diatur mas, aku akan pulang lebih cepat."


"Mas lebih suka makan masakan kamu dari pada masakan pembantu"


"Aku akan usahakan memasak makan malam sepulang kantor."


"Tapi kan kamu capek sayang, batu pulang kerja."


"Tak masalah mas" dara meyakinkan suaminya.


"Satu lagi, mas lebih suka Ega diasuh oleh mu," ucap Pras


"Kan ada Maya, aku lihat dia menyayangi Ega."


"Tapi dia bukan ibunya, dan aku tak suka anakku diasuh olehnya. Mas nggak mau dia lebih dekat dengan Maya daripada kamu, sayang."


Deg,...ucapan Pras begitu mengena di hati dara. Di dalam hatinya dara membenarkan ucapan suaminya. Semua itu benar bisa terjadi, tapi harus resign dan mengurung diri di dalam rumah, tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya.


Pras menarik dara agar bersandar dibahunya. "Mas nggak maksa sayang, mas cuma nggak mau, anak kita lebih dekat dengan oranglain daripada kita orangtuanya. Mas mampu untuk memenuhi semua keinginan kamu tanpa kamu harus bekerja keras."


"Mas" panggil dara pelan


"Boleh aku minta waktu, aku akan memikirkan nya dulu sebelum mengambil keputusan."


"Mas, nggak memaksa mu sayang. Mas cuma menyampaikan apa yang ada dalam pikiran mas. Mas nggak mau ada rahasia diantara kita. Sekarang tidurlah." ucap Pras mencium dahinya.

__ADS_1


"Makasih mas" ucap dara menunduk


__ADS_2