Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Dia istriku


__ADS_3

Selesai makan, dara bersiap. Dia mandi dan bersiap untuk sholat ashar. Pras sudah menunggunya sejak tadi. Mereka sholat berjamaah.


Tadi Pras keluar dan mandi di kamarnya yang dulu dia tinggali dengan Dinda. Dia kembali dengan pakaian sholat lengkap. Dara sudah menyuruh nya untuk sholat lebih dulu namun Pras bersikeras dan mereka akhirnya sholat bersama, dara yang merasa lelah berdebat memilih mengalah.


"Ma, papa tunggu di depan. Mama segera bersiap."


Pras berlalu setelah dia selesai memakai kemejanya. Dia memilih menunggu dara di ruang tamu sambil memeriksa beberapa laporan. Wanita biasanya memakan waktu lama jika berdandan. Dulu saja Dinda membutuhkan waktu satu jam lamanya bersiap, jika hendak pergi ke pesta.


Lima belas menit kemudian dara turun dan sudah berdiri di hadapan Pras.


"Ayo" ucapnya datar.


Pras yang asyik dengan ponsel di tangannya mengangkat kepala dan menatap dara yang berdiri di depannya.


Tatapan penuh kekaguman dan cinta jelas terlihat diwajah tampannya. Dara menggunakan salah satu gamis yang dia beli kemaren, menggunakan hijab senada dan memoles sedikit wajahnya. Cukup natural hanya memakai bedak tipis dan lipglosh.


Cukup sederhana tapi terlihat cantik, anggun dan modis. Pras menatapnya tak berkedip.


Cantik ucapnya dalam hati.


"Jadi nggak!" dara berbicara dengan nada ketus.


Pras tersenyum, dia berdiri dan memakai jasnya. Memakainya dan berjalan mendahulukan istrinya.


"Ega mana? aku tidak melihat nya sejak tadi." Dara melihat kanan kiri.


"Ega dan Maya malam ini menginap di rumah mama, katanya mama rindu." jawab Pras


"Kok aku nggak tahu, mengapa mama nggak telpon aku!"


"Gimana mau bicara dengan mama, kamu kan lagi ngambek. Biarkan malam ini dia menginap disana, besok pagi kita jemput." Pras kembali menjelaskan.

__ADS_1


Dara malu dan menunduk, bisa jadi ucapan Pras benar, tadi mama menelponnya tapi dia berada di kamar.


Pras meraih tangan istrinya lembut dan membawanya keluar rumah.


Keheningan menyelimuti perjalanan Pras dan dara menuju gedung pernikahan Hanum. Pras fokus mengemudikan mobil dan dara menatap lalu lalang kendaraan.


Pras kembali menggenggam tangannya erat dan membawanya masuk ke dalam gedung yang sudah terlihat ramai.


"Kali ini aku mohon, bekerja samalah, di dalam sana banyak kolega dan juga rekan Bisnisku, aku tidak mau mereka melihat ketidak harmonisan dalam hubungan kita. Aku akan memperkenalkan mu sebagai istri ku."


Dara mengangguk, dan membiarkan Pras menggenggam tangannya.


Hati dara merasa senang saat Pras mengatakan ingin memperkenalkannya sebagai istrinya. Dara diam dan mengikuti langkah Pras.


Didepan pintu, Pras merapatkan tubuh mereka dan menggandeng mesra dirinya, lagi sikap manis Pras membuat dara berdesir dan jantungnya berdetak lebih cepat.


Ada apa dengan jantungku...bathinnya.


Pras terus melangkah dan tersenyum manis kepada orang orang yang berpapasan dengannya. Jantungnya juga tak kalah maraton, namun dia sebisa mungkin menutupi nya. Sesekali dia menyapa orang yang kebetulan berpapasan dan mengenalkan dara. Banyak orang yang memuji kecantikan dara, membuat dara tersipu malu dan Pras merasa bangga.


Pras menoleh, Axel dari Axel group berdiri tak jauh darinya yang juga merupakan rekan bisnis nya memanggil.


"Halo, Pak Axel. Apa kabar?" Pras menjabat tangan Axel.


"Baik, tentu saja. Wow, cantik sekali" bisiknya kepada Pras sambil menatap dara dari atas ke bawah.


"Pak Axel, kenalkan ini istri saya, namanya Andara." jawab Pras dengan nada datar. Jelas dia tak suka ada yang menatap istrinya dengan tatapan seperti itu.


"Axel" dia menyodorkan tangannya.


"Andara," jawab Andara dan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, Andara enggan bersalaman dengan lawan jenis.

__ADS_1


Axel terkejut, cantik dan juga menarik. Aku jadi penasaran, dimana Pras bisa menemukan gadis yang langka seperti itu. bathinnya.


Pras membawa Andara berlalu setelah mengobrol singkat dengan Axel. Kini dara duduk di meja dan menikmati jamuan makanan, tepatnya dara menikmati salad yang baru saja dia ambil. Pras masih menyapa beberapa rekan bisnisnya.


Saat sedang asyik makan, seseorang duduk di depannya. Ternyata Axel masih begitu penasaran.


"Boleh gabung kan!" ucapnya


Dara mendengus kesal, untuk apa bertanya jika dia sudah duduk disana. bathin dara.


"Dara, jujur aku sangat penasaran, apa benar kau istri Pras?"


Dara melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan Axel. Axel tak menyerah.


"Apa yang dia berikan hingga kau mau menikah dengannya, jujur aku tertarik padamu. Dan aku tidak percaya kau beneran istrinya."


Dara meletakkan garpu yang sejak tadi dia pegang. "Maaf, aku tidak mau menjawab pertanyaan anda, Oh ya, jika anda tak percaya tidak masalah." jawab dara datar.


"Sayang, kau disini rupanya, aku mencari mu sejak tadi. Ayo, kita bersalaman dengan Hanum." Pras menghampiri dara dan mengajaknya pergi. Dara merasa bersyukur, baru kali ini dia sangat mengharapkan kehadiran suaminya.


"Tunggu Pras! " Axel memanggilnya.


"aku tidak percaya dia istri mu, aku tahu selera mu dan .."


"mas, ayo" dara menarik jas Pras, dia tahu saat ini Pras sedang emosi dengan ucapan Axel.


"Ayo sayang" ucapnya sambil tersenyum sinis kearah Axel.


Pras memeluk pinggang dara dan membawanya pergi. Dia tidak menghiraukan ucapan Axel.


Tubuh dara menempel erat ke tubuh Pras.

__ADS_1


Dara terdiam beberapa saat dan menerima pelukan Pras. Axel menatap kesal dan geram.


Dara memberikan ucapan selamat kepada sahabatnya, mereka photo bersama dan setelah makan dara dan Pras pulang ke rumah.


__ADS_2