
Pagi ini Pras bangun lebih awal, sengaja ingin melihat apa yang di kerjakan dara di waktu pagi. Jika dulu Dinda memilih bergelung di balik selimut hangat nya, Pras harus berusaha keras membangunkannya walau hanya sekedar untuk sholat subuh,
Pras sudah selesai mandi, dan memakai baju Koko lengkap dengan sarung dan pecinya.
Dara yang baru keluar dari kamar mandi, menatap tak percaya, takjub dengan pemandangan di hadapannya, Pras terlihat sangat tampan dan berwibawa.
Kenapa dia terlihat sangat tampan dengan pakaian itu, terlihat dewasa dan berwibawa.
Eh...apa apa an aku ini, mengapa aku jadi mengaguminya. bathin dara
Buru buru dara menunduk sebelum Pras mengetahuinya dan mengejeknya.
Dara berjalan melewati Pras menuju boks bayi dimana Ega tertidur pulas.
Merapikan selimutnya dan membuatkan susu untuk sang buah hati. Terlihat dara dengan telaten memberikan susu kepada Ega dan menggendongnya.
Pras berpura pura memegang ponselnya padahal sesekali dia melirik dan memperhatikan dara.
Aku tak menyangka di balik sikap kasar dan ketusnya padaku, dia memiliki sisi lain yang hangat, dia penuh kasih sayang dan keibuan, aku beruntung menikahinya.
UPS...apa yang telah aku ucapkan, sadar Pras dia sangat membencimu, dia terpaksa menikah denganmu.
Sayup sayup terdengar azan subuh berkumandang, dara ke kamar mandi mengambil wudhu dan bersiap untuk sholat, Dara keluar kamar mandi, lagi dia terkejut, Pras sudah membentangkan sajadah dan menunggunya.
'Cepatlah, waktu subuh akan segera habis " ucap Pras tetap dengan wajah kakunya
__ADS_1
Dara tak menjawab dia mengambil mukenanya, memakainya dan berdiri di belakang Pras suaminya. Mereka berdua sholat berjamaah.
Selesai sholat, lagi Pras menyodorkan tangannya. Dara sempat diam, tapi kemudian dia mengambilnya dan mencium tangan suaminya.
Pras diam saja, setelah itu, Pras kembali duduk dan sibuk dengan tab nya.
Sementara dara dia keluar kamar dan membuat sarapan untuk mereka semua.
Dara sibuk memasak ditemani Bik Jum. Pras turun ke bawah dan melihat dara yang asyik dengan masakan di depannya.
Lama dia memandang istrinya, hingga kesadarannya kembali dan Pras segera melangkah ke dapur.
"Bik Jum, mana minuman ku." tanya Pras pada Bik Jum, padahal sebenarnya dia memberi kode kepada sang istri yang sibuk memasak.
Ini tuan teh nya, " ucap Bik Jum
Dan* aku heran, apa yang dia lakukan ini tulus atau karena maksud tertentu, aku akan menyelidiki nya.
,Dara menyusun makanan diatas meja dibantu Bik Jum.
"Silahkan diminum tuan." ucap bik Jum
"Makasih Bik" jawab Pras pelan.
Pras menyeruput tehnya sambil terus memandang ponselnya.
__ADS_1
Rasanya sama seperti teh yang kemaren. nikmat, apa ini buatan dara? tapi jujur saja untuk menanyakannya langsung Pras sangat gengsi.
Dara sudah selesai menyusun menu makanan dan menyiapkan bekal untuk nya ke kantor, dan dia bersiap untuk mengambil nasi. Pras yang melihatnya mengambil piring pun berujar.
"Sedikit saja karena aku tak biasa sarapan pagi." ucap pras.
Setelah mengambilkan makanan untuk Pras, dara juga mengambil makanannya sendiri dan mulai menyantapnya.
Mereka makan dalam diam, tak satupun diantara kedua nya yang coba bicara sepatah dua patah kalimat untuk memecah kesunyian.
Selesai makan, dara kembali menuju kamarnya, sementara Pras, terdiam hanya menatap kepergiannya nya sambil tersenyum simpul.
Pras mengambil kotak bekal yang dibuat dara, dirinya juga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Aku pulang telat nanti malam. Tolong jaga Ega sampai aku kembali." ucapnya pada dara. Namun Pras belum berangkat menunggu Haris menjemputnya.
Dara hanya menganguk sebagai tanda ia mengerti.
Setengah jam berikutnya dara sudah keluar kamar dengan seragam kerjanya yang terlihat modis dan keren. Terlihat indah dan sangat pas di tubuhnya.
.,
"Aku berangkat kak." ucap dara di depan pintu.
Dara berjalan keluar tanpa menyalim tangan suaminya. Dia terus keluar, menyisakan sesak dan kesal di hati Pras.
__ADS_1
Mengapa nggak sekalian aja berangkatnya, biar aku yang mengantarkannya.