
Pras membawa dara makan malam diluar, setelah insiden yang memalukan tadi dara memilih diam. Dan saat Pras mengajaknya makan diluar, dara hanya mengangguk dan mengikuti nya tanpa banyak berkomentar. Pras juga tak ingin memperkeruh suasana dia hanya berjalan menuju lift dan menekan tombol lantai paling bawah.
Pras dan dara memilih makan makanan kuliner yang berbaris di sepanjang jalan.
"Sayang, makanannya enak?" tanya Pras sambil menggigit sate Madura dihadapannya.
Dara terkejut mendengar ucapan Pras, detik berikutnya dia mengangguk. Tanpa dia tahu bumbu sate tertinggal disudut bibirnya.
Pras mengusapnya dengan ibu jarinya, sejenak dara tertegun dengan tindakan Pras. Dara terdiam dan menatap manik mata hitam Pras yang juga sedang mentalnya. Tak berani berlama lama dara lalu menunduk.
Jantungnya berdetak tak karuan. Debaran yang semakin keras dan kuat membuat semburat merah muncul di pipinya. Dara tersipu malu.
"Mau nambah?" tanya Pras
"Tidak" jawab dara cepat dan berpura pura sibuk dengan makanan di depannya.
Pras tak lagi bersuara, dia menghabiskan sate dipiringnya. Setelah selesai Pras mengajak dara berjalan jalan,
"Kamu sudah ngantuk?" tanya Pras menatap dara.
"Mas mau ajak kamu jalan sebentar kesana?" Pras menunjuk sebuah kafe yang terletak dalam.terbukq. Langit malam dan cahaya rembulan menambah indahnya suasana disana.
Pras menarik tangan dara, sebab dara tak memberikan jawaban , Pras menganggap dara menyetujuinya.
__ADS_1
Pras memilih duduk di sudut tak jauh dari sebuah panggung musik. Dia memesan jus dan kopi, kemudian berdiri menuju panggung.
"Sayang, kamu tunggu disini ya." ucapnya pelan dan meninggalkan dara.
Pras naik keatas panggung, berbisik dengan para pemain disana. Kemudian dia meminta sebuah gitar.
"Lagu ini aku persembahkan untuk wanita cantik yang ada disana, istriku yang paling cantik, I love you." ucap Pras kearah dara. Membuat semua mata tertuju padanya.
" Sebuah lagu untuk bidadari ku "Bukan cinta Biasa" ucap Pras yang diikuti tepuk yang yang meriah.
Pras mulai menyanyikan nya dengan penuh penghayatan dan cinta, ternyata suaranya cukup bagus. Dara menyaksikan nya dengan penuh rasa haru. Sungguh dia tak menyangka jika Pras bisa seromantis ini.
Selesai bernyanyi Pras di sambut tepuk tangan yang sangat meriah. Kemudian dia kembali berjalan ke mejanya menemui istrinya.
Tanpa diduga dara berdiri dan memeluk suaminya. "Maafin aku mas, maafin aku." ucapnya
Pras memeluk dan mengusap lembut kepalanya, dan kembali tepuk tangan meriah dari para penontonnya yang menyangka jika mereka adalah pasangan yang bahagia.
Dara dan Pras kembali duduk, sambil meminum kopi dan jus nya. Dara bersandar dibahu Pras.
"Mas, sejak kapan kau pandai bernyanyi?" tanya dara
Pras tersenyum sedikit demi sedikit istrinya mau terbuka juga. "Aku, sejak dulu masih SMA, kami memiliki grup band sendiri, pernah manggung juga, oh ya kamu kan nggak tahu karena kamu udah pindah sekolah."
__ADS_1
Lagi dara menunduk malu. Pras mengangkat dagunya. "Aku menyayangi mu dulu hingga sekarang." kemudian Pras mencium keningnya, membuat dara diam membeku.
"Ayo kita pulang, mas sudah ngantuk." ucap Pras menarik tangan dara. Bagai kerbau dara memilih ikut tanpa perlawanan.
Sampai di dalam kamar, dara baru keluar dari kamar mandi mengganti pakaian dan bersiap untuk sholat, karena tadi dia belum sempat sholat isya.
"Mas, sudah sholat?"
Pras yang sibuk dengan gawai nya mengangkat wajahnya dan tersenyum. "Ini mas lagi nungguin istri mas yang cantik buat sholat berjamaah."
Kemudian mereka berdua sholat berjamaah, penuh kedamaian dan kekhusyukan. Pras merasa bahagia, dara juga merasa nyaman dan damai di dalam hatinya.
Pras sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya di kasur. Pelan dara naik keatas tempat tidur, takut membangunkan suaminya.
Saat lampu dimatikan, hanya tersisa lampu tidur yang temaram, tiba tiba Pras berbalik dan menindihnya.
"A...apa yang kau lakukan?" tanya dara tergagap
Dengan senyum jahil, Pras menjawab.
"Aku mau apa? aku mau kamu." jawabnya tegas..
"Ta ..ta. " belum selesai dara berbicara Pras sudah ******* lembut bibirnya, menyentuh nya dengan penuh cinta. Awalnya dara berontak, namun lagi lagi tubuhnya mengkhianati hatinya. Tubuhnya justru merespons setiap sentuhan Pras. Lama kelamaan akhirnya dara ikut terbuai, dan lagi dirinya dan Pras bersatu.
__ADS_1