
Selepas makan bakso bersama, dara merasa mengantuk dan diapun tertidur pulas di sofa. Pras menunggui nya dan Ega yang juga sedang tertidur pulas.
ceklek.. pintu terbuka, dokter masuk ke dalam untuk memeriksa Ega.
"sore dok!" sapa Pras
"Sore pak Pras."
"Bagaimana kondisi anak saya, apakah sudah bisa pulang?" Pras bertanya dan mengikuti dokter yang memeriksa Ega.
"Panasnya sudah turun, pasien sudah diperbolehkan pulang, hanya satu jangan memberikannya jajanan atau makanan sembarangan dan pasien juga harus istirahat."
"Baik dok. Terima kasih." jawab Pras
Setelah berjabat tangan, Pras meminta Haris mengurus administrasi dan menjemput nya. Pras menyusun pakaian Ega tanpa membangunkan isterinya.
Mas" panggil dara pelan.
"Sayang, kamu sudah bangun? kita akan pulang ke rumah, Alhamdulillah dokter sudah mengijinkan kita pulang."
"Benarkah? Alhamdulillah" dara terkejut dan tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca
Dara bangkit dan membantu Pras berkemas, tak sampai sepuluh menit, pintu diketuk. Saat dibuka ternyata Haris sudah menunggu di depan.
Pras keluar ruangan dengan mengendong Ega dan menggandeng mesra tangan istrinya.
Perjalanan menuju rumah berjalan lancar, senyum bahagia tak bisa hilang dari bibir dara.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," bibik menjawab dari dalam rumah.
__ADS_1
"Eh den Ega sudah pulang, Alhamdulillah." bibik menyambut Ega dengan sangat antusias.
"Alhamdulilah Bik" jawab dara
"Bik, mana Maya?"
"Tadi maya keluar sebentar nyonya, katanya ada yang mau di beli" jawab bibik.
"oh ya udah bik, tolong bawakan tas Ega ya Bik."
"Baik nyonya."
Dara berjalan masuk ke dalam kamarnya dah meletakkan Ega di dalam boks,entah kenapa dia merasa sangat lelah. Dara ikut berbaring di tempat tidur dan tak lama kemudian dia pun ikut terlelap.
Keesokan paginya, dara sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. "Mas, aku berangkat duluan ya, aku janjian ini hari terakhir kali bekerja. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dan segera resign."
"Apa keputusan mu sudah bulat, mas takut kau nanti menyesal dan menyalahkan mas."
"Terima kasih sayang, mas sangat bahagia mendengarnya." ucap Pras menarik dara dan mencium keningnya.
"Mau mas antar?" tawar Pras
"Nggak usah mas, aku naik mobil ku aja. aku juga nggak lama kok, setelah urusan ku selesai aku akan langsung pulang."
"Baiklah hati hati, sayang." ucap Pras melepas kepergian dara. Setelah nya dia juga pergi ke kantornya.
Di kantornya, dara mengemasi barang pribadi miliknya dan meletakkan nya di dalan kotak. Setelah itu, dia membawa surat resignnya untuk menemui Arfan. Menyerahkan tugas Sekaligus meminta ijin.
Tok ..tok.
"Masuk" terdengar sahutan dari dalam.
__ADS_1
"Pagi pak "
"Pagi, ih Andara, da apa?" Arfan meletakkan berkas dihadapannya dan menatap dara dengan penuh tanya.
"Saya mau menyerahkan ini pak?"
"Apa ini?" tanya Arfan dengan tatapan tajam.
"Surat pengumuman diri saya." jawab dara lugas
"Cih,apa suami mu melarang mu bekerja?" tanya Arfan yang tak dapat menutupi rasa terkejutnya
"Tidak ,ini murni keinginan saya pak
"Lalu apa alasan mu, bukankah sama ini kamu baik baik saja dan nyaman kerja dengan vssaya disini "
"Saya hanya ingin fokus mengurus, anak dan suami, pak!
"Bulshiit! selama ini kamu juga baik baik saja, apa suamimu yang memaksamu?"
"Tidak, ini murni keinginan saya "
"Tapi kenapa tiba tiba, dara "
"Sebenarnya sudah lama pak, tapi baru saat ini saya lakukan, maafkan saya pak."
"Apa karena perasaan saya ke kamu yang membuatmu merasa tidak nyaman? kau ingin menghindar dari saya?"
"Bukan pak, ini murni karena pekerjaan,bukan perasaan.
"Aku tak percaya dara,"
__ADS_1
"Maafkan aku pak, tapi keputusan ku sudah bulat. aku permisi." Dara keluar dari ruangan Pras. kemudian berpamitan dengan Hanum dan beberapa temannya yang lain. Dia mengambil kotak barang barang nya dan keluar gedung. Di parkiran, saat memasukkan barangnya ke dalam mobil, seseorang memanggilnya, dara berbalik dan tiba tiba semua gelap. Dara pingsan, dengan cepat orang tersebut membawanya.