
"Sayang, jangan nangis donk. Ntar dikira aku ngapa ngapain kamu lagi." ucap Pras coba bercanda.
Dara mengangakat wajahnya menatap Pras dengan tatapan tajam, "Nggak usah sayang sayangan. Dan jangan memancing amarahku." ucap dara
"Ya udah kalau gitu diam donk, kamu tambah jelek kalau lagi nangis gitu." goda Pras
"Jadi kamu ngatain aku jelek. Apa kamu baru sadar kalau selama ini aku emang jelek. Jadi kamu nyesel, nikah sama aku, iya." bentak dara semakin emosi.
Pras terdiam sejenak. Menarik nafas dalam dan coba meredam emosi nya yang ikut tersulut.
"Sabar, sabar...wanita memang mahluk yang paling benar" ucap Pras dalam hati.
"Bukan begitu, aku hanya ingin menghibur mu, itu saja, aku nggak bermaksud menghinamu,"
"tak perlu berbasa-basi, aku tahu pria seperti apa dirimu." ucap dara pelan, namun terdengar jelas ditelinga Pras.
Tak terima dengan ucapan dara, Pras kembali menepikan mobilnya.
"Apa maksud ucapan mu?"
Dara diam, dia tak melihat kearah Pras, apalagi menjawab pertanyaan nya.
"Andara!" teriak Pras dalam hati. Dia menekan kekesalannya sedalam mungkin, mencoba bersabar, dan mengalah.
"Dengar, aku hanya bercanda. Kamu cantik, bahkan kamu gadis yang paling cantik yang pernah singgah di hatiku, aku cuma nggak mau kamu sedih."
"Omong kosong" guman dara
Pras berdecak kesal, entah mengapa setiap bicara dengan dara bawaannya selalu bertengkar dan salah paham.
"Dara, dengar ya. Aku tidak pernah menyesal menikah dengan mu, aku mau kau buang jauh jauh pikiran buruk itu dari kepalamu." ucap Pras
__ADS_1
"Aku minta maaf jika ucapan ku tadi menyinggung hatimu." ucap Pras lagi kemudian dia kembali melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan keduanya memilih diam. Pras fokus mengemudikan mobilnya dan dara, dia lebih memilih menatap pepohonan yang berjajar rapi dari luar jendela.
Pras membelokkan mobilnya memasuki pelataran parkir sebuah butik terkenal di kotanya.
Pras turun, tapi dara tak bergeming, dia memilih diam di dalam. Tentu saja hal itu membuat Pras mendesah, lagi kesabarannya harus diuji.
Pras berjalan mendekat dan membuka pintu, "Kau mau turun sendiri atau aku gendong ke dalam." ucap Pras.
Dara menatap mata Pras kemudian dia memilih turun dan berjalan mendahului Pras. Pras menutup pintu mobil dan menguncinya kemudian dia berjalan cepat mengejar dara dan masuk ke dalam butik.
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang menyambut mereka.
"Selamat siang" jawab Pras ramah.
"Saya mencari gaun terbaik untuk istri saya, Carikan yang cocok dengannya." ucap Pras menatap dara.
"Bukan, hanya gaun pesta biasa?" jawab dara cepat.
"Baik silahkan bapak tunggu disini, mari mbak saya antar melihat lihat koleksi kami." ucap nya sopan.
Dara mengikuti pelayan masuk ke dalam, Pras mengikutinya nya dari belakang.
Lima menit kemudian seorang pelayan membawa lima buah gaun terbaik mereka tentu saja yang tertutup dan elegan.
Pras menyuruh dara untuk mencobanya. "Coba, aku mau lihat." ucap Pras
Dara hanya bisa menurut dan masuk kedalam ruang ganti, walaupun dengan perasaan dongkol.
"Ini yang paling cantik mbak," ucap pelayan memberikan gaun berwarna merah.
__ADS_1
Benar gaunnya sangat cantik dengan brokat dan tempelan manik di depan.
"Maaf tapi saya tidak suka, warnanya terlalu terang." jawab dara.
"Kalau yang ini?" tanya pelayan lagi.
"coba dulu, aku ingin melihatnya." ucap Pras.
Dara masuk kedalam ruang ganti dan mencoba gaun yang pertama, Pras menggeleng, gaun yang kedua, Pras kembali menggeleng, terus berulang kali hingga gaun kelima.
"Sudah, aku tidak mau mencobanya lagi, terserah mau beli atau tidak aku tidak perduli" ucap dara kesal.
Dia yakin Pras hanya ingin mengerjai nya saja.
Pras tersenyum lucu, akhirnya dia punya cara agar dara mau bicara dengannya.
"Bungkus semua gaun yang sudah dia pakai tadi, dan ini." Pras memberikan kartunya untuk membayar semua gaun tersebut.
"Mengapa kau beli semua?" tanya dara marah
"Aku rasa semua cocok denganmu."
"Tapi aku nggak butuh semua itu, bajuku juga banyak "jawab dara.
"Tak masalah, kita bisa mebuang nya jika kau tak mau memakai nya."
Dasar sinting, seenaknya saja. Bathin dara.
"Sayang jangan mengumpat, aku denger loh" ucap Pras tertawa.
selesai membeli pakaian Pras membawa dara ke sebuah kafe untuk makan siang.
__ADS_1