Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Maafkan mas dinda


__ADS_3

Semua menjadi canggung, dara semakin menutup dirinya dari Pras. Seharian dia mengurung diri didalam kamarnya.


Pras pergi kekantor, dan dara memilih mengurung dirinya didalam kamar. Dara ijin tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Walaupun dia sehat, tapi dia tidak sedang baik baik saja.


Pikirannya kembali ke kejadian kejadian yang lalu,


Flash back on


Setelah dara memutuskan untuk tidak lagi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yaitu bermain basket. Memang beberapa kali Pras coba menemuinya, Pras datang ke kelas mencari nya, namun dara pergi menghindar Pras menunggu di tempat biasa dara lewat, dan juga mendatangi rumahnya.


Dinda sang kakak selalu menyambut kedatangan Pras, dia menemani Pras, Beberapa kali memang Dinda pernah bertanya mengapa aku keluar dari tim basket? dan dia juga menyampaikan jika Pras mencari ku dan merasa kehilangan, karena menurutnya aku cukup kompeten, tapi aku berbohong, aku katakan jika bermain basket mengganggu nilai sekolah ku, aku jadi tidak fokus dan akibatnya, nilai-nilai ku hancur.


Untuk bisa melupakan Pras aku memilih pindah sekolah, tentu aku harus menemukan alasan yang tepat agar papa dan mama menyetujui nya. Alhamdulillah mama dan papa tidak terlalu banyak bertanya, mereka mengijinkan ku pindah.


Dengan tidak satu sekolah dengan Pras, aku bisa merasa lebih tenang, aku tak lagi harus bermain kucing kucingan karena dia selalu mencari ku.


Malam itu aku ingat dengan jelas, saat kak Dinda datang ke kamar ku dan mengatakan jika Pras memutuskannya karena sudah memiliki kekasih baru. Aku marah dan aku semakin membencinya.


Waktu berlalu semakin cepat, hingga aku dan Dinda kuliah, lagi lagi dia kembali bertemu dengan kak Pras. Dinda mengatakan jika dia tidak bisa melupakan Pras, Dinda kembali dekat dengannya dan akhirnya mereka kembali berpacaran.


Aku benci harus selalu bersikap ketus, bila tidak sengaja bertemu dengannya. Dia yang bersikap baik dan perhatian, selalu membawa kan makanan kesukaan ku setiap datang ke rumah, Kak Dinda sampai pernah menanyakan alasan aku tidak menyukai calon suaminya.

__ADS_1


Aku hanya mengatakan dia itu playboy, dan aku tidak suka.


Akhirnya mereka menikah, akan ikhlas, dan aku mendoakan kebahagiaan untuk kakak ku tersayang, aku ingin dia bahagia. Sesekali dia mengadukan suaminya yang kurang perhatian, sering salah paham dan sibuk. Aku tidak begitu menanggapi nya menurutku itu hal wajar dalam sebuah hubungan pasti tidak akan berjalan mulus, dan lumrah dalam rumah tangga terjadi pertengkaran.


Flash back off


Dara tersadar mendengar pintu kamarnya diketuk,


"Non, sejak pagi non dara belum makan. mau bibi antarkan makanan?" terdengar suara bibik dibalik pintu


"Nanti saja Bik, aku belum lapar."


...****************...


Pras coba membuka beberapa lembar kertas yang ada di mejanya, berulang kali dia membolak balik kertas tersebut, tapi pikirannya tak bisa fokus. Bayangan wajah dara menangis, benar benar tidak bisa hilang dari ingatan nya.


"Sesakit itu kah, luka yang aku torehkan?" ucapnya pelan.


Pras ingat betul, Setelah dara pergi, dia merasa ada yang hilang di hatinya, dia mendekati Dinda, walau wajahnya hampir sama tapi dara berbeda jauh dari Dinda.


Pras memutuskan menerima cinta dinda, mereka berpacaran, namun jauh di dasar hatinya dia merasakan hampa, bukan Dinda tapi dara lah yang telah berhasil mencuri hatinya, hingga pras memutuskan Dinda, karena dia merasa bersalah.

__ADS_1


Pras bergonta ganti pacar, namun tetap saja dia tidak bisa menemukan gadis yang bisa mengisi relung hatinya, karena setiap gadis selalu dia bandingkan dengan dara, dan predikat playboy menempel erat di dirinya.


Melihat dara yang menghindar terus menerus, Pras berpikir jika Andara menyukai pria lain, jika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, sakit tapi Pras berusaha menerima kenyataan pahit itu. Dan Pras memilih menyerah.


Takdir mempertemukan mereka kembali, dan kali ini Dinda yang mengejarnya, Pras akhirnya luluh dengan ketulusan Dinda, Pras berusaha menerima cintanya dan akhirnya mereka menikah. Cinta tumbuh dengan sendirinya, berawal dari kebersamaan keduanya. Pras mencintai Dinda, perasaan nya untuk dara dia kubur dalam dalam. Hanya dirinya dan tuhan lah yang tau.


Dinda dan dara memiliki tempat sendiri di dalam hatinya, dia mencintai istrinya yang baik, tulus dan menyayangi nya. Belajar menjadi suami yang baik untuk Dinda.


Menerima dara sebagai adik ipar, dan bersikap sewajarnya sebagai seorang ipar.


Lagi lagi takdir berkata lain,


Pras menghembuskan nafas berat dan memejamkan matanya, kepalanya terasa berat, Pras duduk bersandar di kursi kebesaran nya.


Kejadian tadi pagi, kembali memporak porandakan hatinya. Cinta yang dulu dia kubur dalam dalam, kini kembali hadir dan siapa sangka. kebencian dara kepadanya karena dara mencintai nya.


"Maafkan mas Dinda, mas tidak mengkhianati mu, mas kembali jatuh cinta padanya, kau tetap istri mas yang mas cintai, cinta mas padamu dan cinta mas padanya berbeda. Kamu tetap akan ada di hati mas." ucap nya lirih.


Lelah berpikir, Pras memilih pergi.


"Haris, batalkan semua jadwalku hari ini dan urusan kantor aku serahkan kepadamu.* perintah Pras sebelum dia berlalu pergi.

__ADS_1


Pras mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.


__ADS_2