Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
mesum


__ADS_3

Pras menahan pinggang dara, dan detik berikutnya Pras mencium bibir dara, hanya menempelkan bibirnya saja, tanpa melakukan hal lebih.


Dara terkejut dan wajahnya membola, dia tak menyangka jika Pras berani melakukan itu semua, dalam hitungan menit hubungannya dengan Pras sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dan Pras sudah berani menciumnya.


Dara mendorong Pras dan bangkit. Dia segera merapikan pakaiannya dan mencari hijabnya.


Dara tak melihat ada ulat dulu di atas hijabnya, sial ternyata dia membohongiku.


"Kau mempermainkan ku!" bentak dara tak suka.


Pras sudah berdiri tak jauh dari istrinya, senyum tipis dibibir nya sudah membuktikan jika tuduhan dara benar.


"Kau!!" dara kesal dan memukuli dada Pras dengan membabi buta.


Sungguh dara merasa sangat kesal dan marah. Bisa bisanya Pras menipu dirinya.


"Maafkan aku sayang, maaf tadi mas hanya bercanda." ucap Pras coba menahan pukulan istrinya. Lumayan sakit karena dara mantan peraih sabuk hitam.


"Dasar mesum....aku tak akan memaafkan mu" ucap dara


Pras coba meraih tangannya dan menariknya ke belakang, hingga kedua tangannya terkunci dan Pras merapatkan tubuh mereka berdua.


"Apa aku salah jika berdekatan dengan mu."


Dara masih menatap penuh kesal dan marah. "tapi kau mempermainkan ku, kau jahat, kau selalu....hiks hiks...."


Pras menjadi tidak tega, dia melepaskan tangan dara, dan ingin menarik tubuh istrinya tapi diluar dugaan dara justru menendang bagian sensitif nya, untungnya Pras bisa mengelak, dia sudah memperhitungkan ini sebelumnya.


Pras ingat jika dara mantan peraih sabuk hitam, Pras segera menarik tangan dara, dara melawan dan tak sengaja keduanya terjatuh bersama. Pras menindih tubuh dara, dan secara tidak sengaja bibit Pras jatuh tepat di bibir dara. Lagi dara dibuat terkejut.

__ADS_1


Pras tak menyia nyiakan kesempatan, dilumatnya bibir mungil istrinya dengan rakus, dara berontak, tali Pras tak perduli, bahkan dia menggigit bibir dara agar mau terbuka. Hingga dia dengan leluasa menyusuri mulut sang istri dengan lidahnya. Dara yang awalnya melawan dan menolak, akhirnya pasrah dan diam, Pras berhenti saat keduanya kehabisan nafas.


Dara ingin memaki Pras, tapi belum sempat dia bicara Pras sudah menyatukan bibir mereka kembali.


"Aku mencintaimu Andara" ucap Pras diakhir ciumannya. Pras menyatukan kening mereka dan mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


Dara tak menjawab sibuk mengatur nafasnya yang tak kalah ngos ngosan akibat ulah Pras.


Tatapan penuh kebencian dari sorot matanya menunjukkan ketidak sukaan nya.


Pras masih menindihnya, Tangan dara terkunci membuatnya tak bisa berkutik.


"Ma, sampai kapan kau akan membenciku"


Lagi kedua mata mereka bertemu, Pras menatap sang istri dengan penuh cinta, tapi sebaliknya dara menatap nya penuh kebencian.


"Aku tidak pernah mempermainkan mu, aku mencintai mu." ucap Pras.


Wajah Pras semakin dekat, dara menutup matanya. Entah apa yang Dara pikirkan, mungkin dia pikir Pras akan menciumnya. Pras tersenyum dan bangkit dari tubuh sang istri.


Merasa tak ada pergerakan lagi dara membuka matanya, Pras sudah berdiri dan tertawa kearahnya.


"Apa kau ingin aku cium?"


Wajah dara memerah menahan malu, dia bangkit. Dara memungut hijabnya dan berlari masuk ke dalam kamar. Kembali Pras tertawa melihatnya.


Didalam kamar dara merutuki semua kebohongannya. Dara masuk ke dalam kamar mandi dan mengusap bibirnya dengan kasar.


Dara berusaha menghilangkan bekas ciuman Pras, yang sayangnya masih terasa begitu hangat.

__ADS_1


dara bisa bisanya kau menutup mata mu, hai dara apa yang kau pikirkan? apa kau pikir dia ingin mencium mu?


bodoh...bodoh...bodoh....bagaimana bisa kau sampai berpikiran kesana.


Tak kau lihat tadi tawa mengejek di wajahnya itu, sial sial....


Dara terus mengusap bibirnya dan mengutuk kebodohannya.


*Pasti dia merasa menang sekarang, dia merasa aku.masih mencintainya. Bagaimana jika dia meminta haknya sekarang?


Oh... pantas dia mengirim Ega dan Maya ke rumah mama. Jadi ini rencananya.


Aku harus bergerak cepat, aku tak akan membiarkan dirinya menyentuhku, aku hanya memberikannya kepada pria yang benar benar aku cintai*.


Setelah selesai membasuh wajahnya dara keluar kamar mandi, Pras sudah duduk bersandar di atas ranjang. Pras menungunya sambil memainkan ponselnya.


Deg...


Jantung dara berhenti berdetak.


*A...apa yang dia lakukan? apa dia akan meminta haknya sekarang?" bathin dara.


Wajahnya* memucat dan dia terdiam tak bergerak, kakinya terasa berat, dara kehilangan semua keberanian dan akal sehatnya.


Apa yang akan di lakukan Pras?


jangan lupa tinggalkan jejak.


👍

__ADS_1


♥️


dan poin seiklasnya. Terima kasih.


__ADS_2