Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Apa kamu cemburu?


__ADS_3

Andara terbangun dari tidurnya, perlahan membuka matanya. Dirinya terkejut tak menemukan suaminya disampingnya.


Dara hendak duduk, namun dia begitu terkejut melihat dirinya polos tanpa sehelai benang ditubuhnya. Hanya tidur berbalutkan selimut.


Ingatan akan malam panasnya dengan sang suami kembali muncul, satu persatu cuplikan itu berputar bagai sebuah vidio yang terekam apik dalam memori kepalanya. Wajahnya kembali bersemu merah.


Dara duduk, tangan nya sibuk menutup tubuh ya dengan selimut sambil mencari pakaian nya yang berserakan dilantai.


*Kemana perginya mas Pras, apa dia meninggalkan ku tadi malam?


Apa setelah selesai dia pergi dan tidur dikamar lain? Atau....


Dara merasakan seluruh tuhuhnya terasa remuk, bagian intinya terasa perih dan sakit. Pelan dirinya bangkit, dan berjalan ke kamar mandi, setelah membersihkan diri, barulah dara akan mencari suaminya. Didepan pintu dara memegang handle bersamaan dengan pintu yang terbuka. Pras baru selesai mandi.


Pras keluar dengan bertelanjang dada, hanya memakai handuk sebatas pinggang nya saja.


Lagi wajah dara memerah melihat tubuh polos Pras, dada bidang dan kulit putih di tambah sisa air mandi yang masih menempel menambah kesan seksi, lagi lagi dadanya terasa bergetar.


"Sayang, kamu sudah bangun?" ucap Pras lembut


"A...aku mau mandi kak." ucap dara datar


"Mau mas mandiin atau kita mandi..."


"Stop kak!" ucap dara memotong kalimat Pras.


"Aku bisa mandi sendiri. Awas, kakak menghalangi jalan ku." ucap dara

__ADS_1


Pras tersenyum manis, "Kalau mas nggak mau gimana? panggil aku mas dulu, baru aku akan minggir." ucap Pras menggoda dara


"Minggir, aku ...auw" dara menjerit karena Pras tak mendengarkan ucapannya, malah Pras menggendongnya masuk kedalam kamar mandi.


"Buruan mandi, dan setelah itu kita sholat subuh berjamaah. Mas tunggu diluar. Jangan lama." ucap Pras lembut.


Dara terdiam mematung, lagi Pras tersenyum melihatnya bengong.


"Mau mandi sendiri atau beneran mas mandiin?" ucap Pras lagi


"A...aku bisa mandi sendiri, sana keluar." ucap dara menahan malu.


"Baiklah, jangan lama ya." Pras keluar dan menutup pintu kamar mandi.


Dara segera menghidupkan kran air dan mandi,


Bagaimana ini? apakah aku keluar dengan handuk seperti ini? apa tanggapan mas Pras nanti, bisa bisa dia berpikir aku menggodanya.


Dara terus berpikir, dan Pras menunggu dengan gelisah diluar kamar.


"Sayang,, dara...." panggil Pras


"I..iya" jawab dara dari dalam


"Buruan keluar, subuh sudah hampir habis." ucap Pras tak sabar


"Kak, aku lupa membawa pakaian ganti, kamu keluar dulu." ucap dara

__ADS_1


"Cepat, mas tunggu di bawah." ucap Pras


Setelah beberapa menit, dara membuka pintu dan mengintip, setelah dia rasa aman, dara keluar dan memakai pakaiannya dengan cepat. Kemudian dia menyusul Pras untuk sholat berjamaah di ruang sholat yang terletak di lantai bawah.


Selesai sholat dara mencium tangan Pras, dan Pras menarik dara lalu mencium kening istrinya.


"Mas mau kita seperti ini seterusnya." ucap Pras, yang dijawab anggukan oleh dara.


Sesungguhnya hati dara juga ikut bergetar dan bahagia mendengar keinginan sederhana suaminya.


"Sayang, hari ini kamu nggak usah ke kantor, mas mau ajak kamu, menemani mas keluar kota." ucap Pras.


"Keluar kota? kemana? mengapa tiba tiba?" dara memberondong Pras dengan banyak pertanyaan.


"Sayang, satu satu donk nanyaknya. Mas ada jadwal meeting dengan klien di kota S, dan ini nggak tiba tiba, mas ingin mengatakan nya semalam, tapi mas lupa. Lagipula ini hanya satu malam sayang." ucap Pras


"Tapi tetap aja nggak bisa seenaknya donk, aku juga kerja dan aku punya tanggung jawab dengan pekerjaan aku. Lagipula Ega akan sendiri, lebih baik aku tidak ikut." tolak dara.


"Tidak bisa, klien ku membawa istrinya dan istrinya sedang hamil, dia Ingin selama kami survey ke lapangan, ada yang menemani istrinya, makanya mas ajak kamu sayang." bujuk Pras lagi.


"Tapi mas"


"Tak ada tapi tapian, mas sudah memutuskan. Kau akan ikut dengan mas, jika bos mu tak mengijinkan sebaiknya kau resign saja. Mas juga nggak suka kamu dekat dengan nya, apalagi dia menyukai mu." ucap Pras tegas.


"Apa kamu cemburu?"


Apa nih jawaban babang Pras? mau nggak ya dara ikut?

__ADS_1


__ADS_2