
Pras POV
Malam ini aku akan mengatakan cintaku dan membuat kejutan manis untuk dara. Seperti yang dikatakan oleh pak Alben, wanita suka kejutan dan perhatian. Aku akan mengajak nya makan malam ditepi pantai, dengan hembusan angin sepoi Sepoi dan cahaya bulan menambah suasana menjadi romantis. Semoga saja dara suka.
Dara, aku tahu dia mulai membuka hatinya untuk ku, walau kadang dia tetap saja berontak tapi aku harus tetap memaksanya.
Terkadang aku merasa geli sendiri, aku yang sudah tua ini bertingkah seperti ABG yang mengejar gadis pujaannya, kadang harus bertingkah konyol, malu maluin, kadang harus memaksa, akh...entahlah, cinta memang membuat orang jadi gila dan bodoh. Mungkin aku salah satunya, yang jadi bodoh dihadapan dara.
Aku sendiri kadang tak menyangka jika aku sanggup melakukan kekonyolan tersebut demi mendapatkan hatinya.
Istriku itu cantiknya alami, dia bukan gadis yabg suka memoles diri dan berjam jam di depan kaca. Dia sederhana tapi kecantikan nya tetap terlihat dan aku sangat menyukainya.
Ingin rasanya aku melarangnya bekerja dan mengurungnya di dalam rumah, agar hanya aku yang bisa melihat kecantikan nya, aku tak mau lelaki lain menatap lapar kearahnya. Apalagi saat aku tahu bosnya menyukainya, Ingin aku menghajar pria tersebut dan membuangnya kelaut.
Tapi aku beruntung, dara dengan tegas menolaknya, menolak pesona lelaki muda yang tak kalah hebat denganku, aku sangat bersyukur untuk itu. Dia bisa tegas dan berani menolak cinta bosnya sama seperti dia menolak cintaku, hehehe aku jadi geli bila mengingat itu semua.
Aku memang mencintainya tapi aku tak boleh egois, perlahan namun pasti aku akan meyakin kannya jika aku tulus, sayang dan cinta padanya. Aku akan menebus kesalahanku yang dulu, aku akan membuat merasa bahagia bersama ku.
...****************...
Dara belum juga bersiap sedangkan Pras sudah terlihat begitu tampan, dara menatap tak percaya. Suaminya terlihat gagah dan mempesona.
"Maaf mas, tapi aku sudah janji untuk menemani Maria makan malam. Aku tidak bisa membatalkannya." ucap dara menatap suaminya.
"Oh ya, mengapa pak Alben tak mengatakannya padaku " tanya Pras lalu dia mengambil ponselnya
Pras coba menelpon Alben namun tak bisa. Dia kembali menatap dara.
"Ya sudah, kita makan malam dengan pak Alben dan istrinya, sekarang kamu bersiaplah." ucap Pras
Dara mengganti pakaiannya dengan yang lebih rapi, dia memilih gamis berwarna putih tulang dipadu dengan hijab berwarna abu bermotif bunga, sederhana namun semakin menunjukkan aura kecantikan nya.
"Aku sudah siap mas." ucapnya kearah Pras
Pras begitu terpesona, beberapa detik dirinya diam dan menatap takjub sang istri.
__ADS_1
"Ayo" ucap Pras meraih tangan dara dan menggandengnya.
Mereka turun menggunakan lift dan segera menemui Maria yang sudah menunggu di restoran hotel.
Makan malamnya berlangsung dengan baik, obrolan santai diantara kedua pasangan tersebut mengalir. Alben begitu antusias mendengar cerita istrinya jika dara sudah dianggap sebagai saudara perempuan nya, Maria sangat menyukai Dara.
Maria memberikan kenang kenangan yang dia ucapkan tadi sebagai simbol persahabatan mereka dan dia meminta Adara menjadi adiknya.
Pukul sepuluh malam, makan malamnya selesai. Alben dan istrinya sudah lebih dulu meninggalkan restoran.
Dara akan beranjak, namun Pras menahannya.
"Aku sudah ngantuk mas, aku mau ke kamar." ucap dara
"Tunggu, aku ingin membawamu ke satu tempat. Tak jauh, hanya beberapa menit dari sini." setelah bicara Pras menarik tangan istrinya untuk mengikutinya menuju mobil dan langsung berangkat ke tempat yang dituju.
"Kita mau kemana sih mas, ini sudah malam dan aku ngantuk " omel dara.
"Sabar, sebentar lagi juga sampai." ucap Pras lembut. Dia tak melepaskan genggaman tangannya.
Mobil berbelok keranah pantai, lagi membuat dara kaget. Ke pantai malam malam gini? apa dia ingin membunuhku dan membuangnya di laut? hingga tak seorangpun yang tahu dan tak meninggalkan jejak, bathin dara dengan wajah panik.
Pras menjitak pelan kepala dara membuat dara terkejut.
"Hilangkan semua pikiran jelek di kepalamu itu. " ucap Pras
Dara menatap protes, "Bisa saja kan, seperti yang di tv itu, suami membunuh istrinya lalu membuang mayatnya ke laut atau ke jurang." Protes dara
"Kebanyakan nonton sinetron ya jadinya gini. Mana mungkin aku membuang istriku yang begitu cantik. "
Blush...entah mengapa mendengar pujian Pras wajah dara memerah menahan malu,
Pras terkekeh..."Apa istriku sedang merasa malu?" ejeknya
Dara menatap kesal, baru saja bersikap manis kini sudah kembali menyebalkan.
"Sayang kita sudah sampai." ucap Pras. Dia membuka pintu mobil dan turun. Dara juga ikut turun.
__ADS_1
Dara benar benar merasa terkejut, Didepannya ada sebuah meja yang sudah dihiasi secantik mungkin. Sekitar pantai juga sudah dihiasi lampu warna warni yang menambah kesan indah dan romantis.
Pras menarik lembut tangan dara dan membawanya ke tengah tengah, lalu dia mempersilakan istrinya duduk.
Sebuah buket mawar dia berikan kepada dara. Dara masih tak percaya, dirinya seakan melayang, sungguh Pras pria yang sangat romantis.
"Untuk apa semua ini mas" tanya dara setelah dia mampu menguasai dirinya.
Tak menjawab Pras hanya diam saja, dan memilih duduk di depan dara. Seorang pelayan datang membawakan pesanan Pras dan meletakkannya diatas meja.
Setelah pelayan pergi, Pras membuka penutup nya dan bukannya makanan, tali sebuah kotak kecil yang ada disana.
Pras mengambilnya dan maju duduk berjongkok dihadapan istrinya.
"Andara, maukah kau menghabiskan sisa umurmu menemaniku yang tak berdaya ini menjalani kehidupan, berbagi suka dan duka, berbagi tangis dan tawa." ucap Pras lembut namun tegas.
Dara menutup mulutnya tak percaya, airmatanya jatuh berderai. Dia sampai tak tahu harus bicara apa sangking terkejutnya.Pras melamarnya,
Melihat sang istri diam saja, Pras menarik nafas panjang dan menekan rasa kecewanya, dia masih berharap.
"Andara maukah kau menemani pria tua ini menjalani kehidupan ini, menjadi seperti Aisyah atau Khadijah yang selalu mendampingi Rasulullah?" lagi Pras bertanya
Dara tersadar dari lamunannya dan dia menatap Pras yang sudah menundukkan kepalanya, cairan bening lolos tanpa bisa dia cegah, dadanya dipenuhi rasa haru, ledakan kebahagiaan yang menyesakkan dada membuatnya kehabisan kata kata, dengan tangan gemetar dara memegang pundak suaminya.
Pras terkejut dan menatap wajah dara yang sudah berlinang airmata, pras berdiri dan ingin menghapus airmata tersebut, Pras sudah menyiapkan hatinya jika kemungkinan buruk itu terjadi, dara menolaknya
"A...aku mencintaimu, mas" dara menangis dan memeluk suaminya.
Tubuh Pras tegang beberapa saat, coba meyakinkan dirinya sendiri jika yang dia dengar itu bukan mimpi, itu nyata dan ....apa tadi, dara bilang apa? "bathinnya berteriak.
Pras menarik dara dari pelukannya, "Katakan dara, katakan sekali lagi, aku takut aku salah mendengar, aku takut ingin hanya mimpi." ucap Pras lagi.
Dara menatap manik mata hitam suaminya, kembali keberanian itu muncul, "A..aku mencintaimu mas." ucapnya pelan
"Yes!!! Pras bersorak senang
Dia menggendong dara dan memutar mutar tubuhnya sangking senangnya.
__ADS_1
akhirnya cintanya berbalas, Pras sungguh bahagia begitu juga dengan dara. Malam ini mereka saling jujur tentang perasaan masing masing.