
Pagi menjelang dara dan Pras sudah bersiap untuk pulang. Selesai sholat subuh dara menyusun kembali pakaiannya kedalam koper tak lupa oleh oleh yang dia beli untuk mama dan mertuanya.
"Mas, sudah siap?" ucap Dara pelan. Tak mendengar ada jawaban dara menoleh dan mendapati Pras yang sibuk dengan tab nya. Pras sedang memeriksa beberapa laporan yang dikirim oleh Haris melalui email.
Dara berjalan pelan kearah suaminya, "Mas.." ucapnya lembut.
Dara mendongak dan tersenyum manis kepada istrinya. "Sudah selesai?" tanya Pras kepada dara. Dara mengangguk sebagai jawaban.
"Kita Saparan dulu, baru check out. Biar mas suruh pak Mamat yang bawa kopernya kebawah." ucap Pras
Dara mengikuti Pras keluar dari kamar mereka ternyata pak Mamat sudah menunggunya di depan pintu.
"Pagi pak" ucap pak Mamat
"Oh ya pak, bisa bawakan koper kita sekalian. Kita langsung pulang sekarang." ucap Pras
"Baik pak."
Pak Mamat mengikuti pasangan suami istri ini dan menarik koper mereka.
Selesai sarapan di restoran depan hotel, mereka langsung kembali ke Jakarta. Kali ini perjalanan terasa menyenangkan, tak seperti waktu mereka pergi karena sepanjang jalan terjadi percakapannya antara Pras dan dara.
Perjalanan yang panjang tak lagi membosankan. Sore hari mereka tiba di rumah orangtua dara.
__ADS_1
Dara yang sangat merindukan Ega langsung menggendongnya dan menghujani nya dengan ciuman, Ega tertawa kegelian. Pras menatap haru, hatinya sangat bahagia. Dara mencintai putranya.
"Sudah sana mandi dulu, Ega nya udah ganteng. Jadi bau lagi kan!" omel ibunya.
"Sayang, mama wangikan! mama kangen banget sama jagoan mama ini, sayang nggak nakal kan sama nenek?" tanya dara pada Ega.
"Ega nggak nakal, dia anak yang pintar dan baik. Sudah sana buatkan minum untuk suami mu dulu lalu mandi. Setelah itu baru bisa menggendong Ega." ucap mamanya.
"Ok sayang mama mandi dulu ya. Kamu sama papa aja." dara memberikan Ega kepada Pras.
Langsung sang putra nempel di pelukan papanya.
"Maya, bereskan semua perlengkapan Ega dan kita pulang malam ini." ucap Pras
"Nggak nginap aja Pras? tanya mertuanya
"Lain kali aja ma. Banyak kerjaan Pras yang menunggu di rumah. Weekend nanti kami akan menginap." ucapnya
"Mas ini tehnya. Aku ke kamar dulu ya." ucap dara meninggalkan Pras
"Nak Pras, mama mohon kamu yang sabar ya maaf jika dara masih belum bisa jadi istri yang baik, mama mohon bersabarlah suatu saat nanti dara pasti bisa jadi istri yang baik."
"Mama kok bilang gitu, dara istri yang baik ma. Dia tak hanya mengurus Ega dengan baik tapi dia juga istri yang bertanggung jawab. Dara mengurus semua kebutuhan ku dan juga rajin memasak untukku. Mama jangan berpikiran seperti itu. Aku mencintai istriku ma dan aku akan selalu menjaga dan menyayangi nya."
__ADS_1
"Terima kasih nak. Mama sangat bersyukur memiliki menantu yang baik seperti mu."
"Ega sini sama nenek, papa mau istirahat." mertuanya mengambil Ega dari gendongan Pras.
"Istirahat lah nak, kamu.pasyi capek juga."
"Pras keatas dulu ma." Pras pamit menyusul istrinya.
Diam diam Maya mendengarkan ucapan Pras dan dia mengepalkan tangannya. Selama ini dia tahu jika hubungan antara tuan dan nyonya nya tidak baik. Dan Maya bermimpi bisa mengganti posisi dara menjadi istri Pras. Karena dia tahu dara membenci suaminya.
Aku akan membuat pak Pras menjadi milikku dan aku akan menjadi nyonya di rumah itu. bathinnya.
Pras membuka pintu, aroma wangi shampoo yang digunakan dara langsung menyambutnya. Pras tersenyum melihat sang istri menyisir rambut panjangnya. Pras langsung berjalan ke kamar mandi, dia segera mandi, dan mengganti pakaiannya. Pras tak menemukan dara di dalam kamar.
Pras turun ke bawah, dilihatnya Ega bermain dengan Maya. Dan a melangkah ke dapur, aroma wangi masakan, kembali senyum terulas diwajah tampannya. Dara sedang memasak makan malam untuknya. Sungguh pemandangan yang indah bagi Pras
Pras mendekat, "Masak apa sayang?" bisiknya dibelakang dara. Sontak dara terkejut. Karena asyik memasak dara tak menyadari suaminya sudah berdiri dibelakang nya.
"Mas duduk aja disana. Aku lagi buat sambal udang, telur dadar dan sayur bayam mas. Tunggu disitu sepuluh menit lagi masakan ku selesai." ucapnya.
Pras berjalan ke meja makan dan menunggu dara selesai memasak. Dia hanya memandangi data yang terlihat lincah dan lihai.
Sepuluh menit berlalu, masakan dara sudah selesai. Dia memanggil ibunya untuk makan malam bersama, papanya sedang dinas keluar kota.
__ADS_1