
Flash back on.
Andara yang sekarang berbeda dengan Andara sepuluh tahun yang lalu.
Dulu Dia gadis tomboi, cuek dan lebih suka berteman dengan cowok daripada gadis remaja seusianya. Dia seorang pemain basket dan jago beladiri, rambutnya pendek berbeda dengan Dinda sang kakak yang cantik, lembut berambut panjang dan Feminim.
Dara bergabung di tim basket yang sama dengan Pras, Itulah awal dirinya mengenal sang kakak ipar. Walau saat itu Pras sudah tingkat SMA dan dara masih SMP.
Sekolah mereka merupakan sekolah yang sangat besar, dan sekolah terbaik di kotanya.
Dara yang seorang gadis biasa yang juga bisa merasakan jatuh cinta, sikap baik Pras dan perhatiannya diam diam membuat dara jatuh hati kepada sang kapten yang tak hanya pandai main basket tapi juga tampan.
Pras salah satu cowok terganteng di sekolah mereka. Semua cewek mengidolakannya termasuk dara dan Dinda. Sayangnya Pras juga seorang playboy. Memanfaatkan ketampanan nya untuk menyakiti hati para gadis.
Hari demi hari yang mereka lalui bersama membuat perasaan itu tumbuh subur dan terus berkembang. Perasaan suka berubah menjadi cinta, Hingga suatu hari tanpa sengaja dara mendengar pembicaraan Pras dengan teman temannya. Saat itu dara baru datang dan ingin masuk ke ruang ganti.
"Pras, loe serius deketin si Andara?" tanya Robi
Mendengar namanya disebut dara berhenti dan menguping.
Pras tertawa pelan, diikuti oleh beberapa orang temannya yang lain. Dara yang saat itu berada di balik pintu hanya bisa mengepalkan tangannya karena geram.
"Loe pikir aja sendiri!" jawab Dery
"Maksud loe?"
"Loe lemot apa gimana sih, Pras suka sama tuh cewek yang bener aja, Hancur predikat playboy nya, hahaha..." timpal yang lain entah siapa dara Tidka tahu karena dia tak melihat wajahnya.
"Gue deketin dia biar bisa dekat ma kakaknya, loe tahukan si Dinda, Dinda jual mahal ma gue, gue mau jadiin mereka salah satu mantan gue." jawab Pras bangga
"Parah loe. Terus tu anak loe PHP in secara selama ini loe perhatian banget ma dia," tutur Dery lagi
"Gue dah jadian ma Dinda, ntar malam gue akan nyatain perasaan gue ke dara, trus kalau gue diterima, siap siap motor loe buat gue." ucap Pras kepada Robi.
Dara yang sembunyi dibelakang pintu terkejut bukan main, jadi selama ini aku dijadiin taruhan man dia. Dasar cowok brengsek.
__ADS_1
Dinda hanya bisa mengepalkan tangannya marah, awalnya dia ingin keluar dan memaki Pras, namun dia urungkan karena banyak teman mereka yang lain disana. Dara takut semakin ditertawakan mereka semua.
"Loe jadiin mereka taruhan?" ucap Dery
Pras mengangguk, dan semua tertawa. Dara meremas roknya menahan sakit hati mendengar semua ucapan Pras. Kebaikannya, perhatian dan sikap lembutnya ternyata hanyalah kebohongan , Pras yang sering ngajarin main basket ternyata hanyalah playboy cap gayung.
Dara membencinya dan ingin menampar nya saat ingin jyva, Pras sungguh keterlaluan. Tapi lagi kesadarannya muncul, dia mengurungkan niatnya tak mungkin sekarang dia menampar Pras. Disana banyak teman teman mereka yang lain. Itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Dara kembali ke rumah dan bicara kepada Dinda, tapi sang kakak malah salah paham dan berpikir jika dara hanya cemburu kepadanya. Dara dan Dinda bertengkar, dan itu membuat dara semakin membenci Pras.
Dara berusaha menghindari Pras, saat disekolah, dara juga keluar dari tim basket. Nampaknya Pras tak menyerah dia berusaha menemui dara, tapi dara terus menghindar dan akhirnya memilih pindah sekolah.
Hubungan Dinda dan Pras tidak lama, akhirnya mereka putus. Dinda yang patah hati dan selalu nangis, membuat dara semakin membenci Pras, kenapa Dinda harus menangisi cowok brengsek seperti Pras.
Namun nasib berkata lain, Dinda kembali bertemu Pras dan menjalin kasih hingga menikah. Pras serius dan seperti nya Pras sudah sedikit berubah,
Walau dara sudah tidak mempermasalahkan nya lagi dan bersikap biasa didepan Pras, tak pernah memperdulikan nya, tapi benci dihati nya tetap membekas dan dalam. Dara mengalami trauma setiap ada pria yang mendekatinya. Bayangan ucapan Pras terngiang, sungguh menyakitkan. Jika dia hanya digunakan sebagai alat untuk mendapatkan kakaknya dan lebih menyakitkan lagi mereka berdua dijadikan taruhan.
Tak hanya itu Dinda juga sering mengeluhkan Pras yang suka selingkuh dibelakang nya, bahkan dara beberapa kali melihat Pras berjalan dengan seorang gadis, walau akhirnya Pras memutuskan memilih Dinda, tapi dara sudah terlanjur membenci dirinya. Dan itu semua menyebabkan Dinda takut, trauma membuka hatinya untuk seorang pria, tak hanya Pras tapi pria tampan lainnya. Dara takut hasilnya akan sangat mengecewakan.
"Dara* panggilan Pras membuyarkan lamunan dara
"Mau kah kau memaafkan ku?" tanya Pras terdengar tulus. Dara kembali menatap manik mata hitam yang dulu sempat dia kagumi,
Dara mengangguk. "Terima kasih, " Pras tanpa sadar menggenggam tangan dara. Dengan cepat dara menarik tangannya.
"Maaf kak" ucap dara
.
Pras mendesah kecewa, Dia kembali duduk bersandar, benar benar sulit mendekati istriku sendiri.
"Aku ingin kita berdua bicara jujur dari hati ke hati, jujur saja aku sangat penasaran mengapa kau tidak menyukai ku. Mungkin itu hanya perasaan ku saja atau memang aku punya kesalahan yang sulit untuk kau maafkan, tapi please dara katakan, agar aku bisa memperbaiki nya dan meminta maaf padamu."
Dara menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Apa cuma ini yang mau kakak bicarakan, aku rasa kita bisa bicara di rumah," jawab dara datar.
"Dara, please... katakan apa salahku."
Wajah Pras terlihat serius.
"Tidak ada, aku hanya merasa.... akh...sudahlah kak, aku tidak apa apa."
"Apa itu artinya kau bisa menerima pernikahan ini, jujur dara."
"Aku akan mempertahankan pernikahan, walau kau tidak mencintai ku, tapi setidaknya tunggu putraku berusia satu tahun. dan selqam itu ijinkan aku melakukan tugasku sebagai suaminya, Kita hidup layaknya sepasang suami-istri pada umumnya."
"Bukankah kita sudah membahas ini sebelum nya."
"Beri aku waktu untuk mengejar mu dan membuatmu jatuh cinta padaku."
Ucapan Pras membuat dara terkejut bukan main, jatuh cinta itu dulu saat aku masih bodoh, lugu dan polos. tapi tidak untuk sekarang.
"Kenapa kau terkejut? apa aku salah berusaha mencoba mencintai istriku sendiri. Aku ingin memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk putraku, aku ingin kau menerima ku dan hidup bahagia denganku bukan seperti sekarang ini, kita hidup serumah tapi seperti orang asing. Aku mohon dara beri aku waktu."
Dia melakukan ini hanya karena Ega, dia tidak benar benar tulus dara, mengertilah... bathin dara.
"Tapi kak"
"Stop memanggilku kakak, aku suami mu." Pras kesal dan kecewa.
"Aku ini suami mu, bisakah kau menghargai ku sedikit saja,*
*Maaf kak tapi..."
"Apa kau mencintai oranglain?"
Lidah dara kelu, tenggorokan nya kering saat pertanyaan itu muncul dan dia tidak memiliki jawabannya. Dara terdiam.
"Jika ya, aku mohon bersabarlah sedikit saja, aku akan melepaskan mu, setidaknya Ega sudah mengerti, aku juga tidak mau membebani mu dan aku minta maaf untuk ini semua. Maafkan aku." ucap Pras.
__ADS_1
Apa keputusan dara?