
"Dara buka pintunya." panggil Pras dari luar.
Dara terkejut, masih jam tiga sore, Pras sudah ada dirumah.
Apa aku tidak salah dengar, kak Pras sudah pulang jam segini? tapi siapa lagi kalau bukan dia. Biarin aku masih malas bertemu dengannya. bathin dara.
"Dara buka, jangan sampai aku mendobrak pintuya. Aku hitung sampai tiga. Satu ...dua ...ti... ga." Pras berucap dengan lantang.
Diam, dan belum juga ada pergerakan dari arah dalam kamar. Pras terpaksa membuang nafas kasar, menekan kesabarannya hingga di titik paling rendah.
"Dara, please...buka pintunya, jangan kayak anak kecil." kali ini Pras memujuk dengan suara lembut.
"Sayang, mas tahu mas salah, bukain pintunya , mas mau bicara. "
"Dara, sayang....." Pras terus memanggil dara.
Mendengar Pras memanggilnya sayang, dara semakin kesal dan menutup kedua telinganya dengan tangan.
Habis sudah kesabaran Pras, jika cara halus dan lembut maka cara kasar halus digunakan.
Pras meletakkan nampan berisi makanan di atas meja, dan bersiap mendobrak pintu bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka,
Senyum sumringah di bibir Pras, Pras langsung mengambil nampan Dan berjalan masuk kedalam rumah. Dia mengunci pintunya dari dalam, takut jika nanti dara menghindar dan kabur.
"Ma, makan ini, sejak tadi pagi kau belum makan. Aku tidak mau jika sampai kau sakit." Pras berbicara dengan lembut.
__ADS_1
Dara duduk di depan jendela menatap keluar tanpa berniat menjawab ucapan Pras.
"Ma, makan ma, aku nggak mau kamu sakit."
"Aku tidak lapar dan jangan memaksa ku" dara bicara dengan ketus.
"Aku tidak memaksamu, tapi aku akan sangat senang menyuapi mu dengan caraku jika kau tidak mau makan sendiri." ucap Pras
Dara menoleh dan Pras tersenyum miring, senyum yang sangat di benci oleh dara.
"Ok, jika kau tidak mau makan sendiri, aku tidak keberatan menyuapi mu." ucap Pras.
Pras meletakkan nampannya di meja di samping tempat tidur.dan berjalan kearah dara yang kembali melamun.
Dengan langkah, Pras berjalan kearah dara dan mengangkatnya,
Pras mendudukkannya diatas ranjang. Dan dia menarik kursi duduk di hadapan dara dan mengambil piring berisi nasi kemudian memberikan nya kepada dara.
"Makan, atau kau mau aku suapi?"
"Aku bilang aku tidak lapar!" dara mencebik kesal. Dara baru sadar ternyata Pras sungguh menyebalkan.
Pras mengambil nasi dan mulai menyuapi dara, "Makan sendiri, atau kau mau makan dengan cara yang lain! dengan cara ini misalnya," Pras memajukan bibirnya.
"Aku tidak keberatan, lagipula sudah lama aku tidak..." Pras sengaja menggantung kalimatnya.
__ADS_1
Dara melotot sempurna, "A..apa maksud mu!" tangannya dia silangkan menutup dadanya. Dara waspada jika Pras tiba tiba menyerangnya, dia wanita dewasa dan paham arah pembicaraan Pras.
Hahaha...Pras tertawa geli, dan gemas melihat sikap dara.
"Aku bermaksud baik, aku hanya ingin menyuapi istri yang sedang ngambek, Baiklah, ternyata kau memilih option.yang kedua. Pras melepaskan sendok berisi nasi kembali ke piring dan bermaksud meletakkan piring tersebut, namun pergerakan nya terhenti karena dara merebut piring nya.
Dara memasukkan nasi ke dalam mulutnya dengan kasar, menunjukkan sikap perlawanan nya.
"Pelan pelan sayang, kau bisa tersedak" ucap Pras lembut.
"Uhuuk....uhuuuk....." dara terbatuk mendengar Pras memanggilnya sayang. Sungguh aneh dan sangat menjijikkan.
Pras mengambil air minum dan langsung memberikan nya kepada dara. Dara meminumnya hingga habis.
"Jangan memanggilku sayang, aku tidak suka"
"Tapi aku suka, mulai saat ini biasakan dirimu dengan panggilan sayang dariku. Habiskan makanan mu dan segeralah bersiap. Kita akan menghadiri pesta pernikahan sahabatmu Hanum." ucap Pras mengusap.lembut kepala dara. Kemudian dia melangkah pergi.
Dara tertegun kembali, Pras mengusap lembut kepalanya, rasanya hangat dan nyaman hingga masuk ke dalam.hayi. Jujur hatinya kembali bergetar.
Jangan lupa tinggalkan jejak
👍
❤️
__ADS_1
dan poin seiklasnya. Terima kasih...