
Setelah pertengkaran tadi, Pras dan dara akhirnya memilih pulang. Perjalanan panjang yang sangat membosankan ditambah lagi suasana serba canggung diantara keduanya, membuat Pras hanya bisa mendesah kesal.
Dara masih tak bisa memaafkan Pras yang menurut nya seenaknya, dan Pras kesal karena dara masih tetap tidak menyukainya.
"Assalamualaikum" dara mengucapkan salam di depan pintu rumah orangtuanya.
Mereka tidak pulang ke rumahnya melainkan ke rumah orang tua dara, menjemput Ega putranya.
"Waalaikum salam", terdengar jawaban dari dalam rumah. Mamanya langsung membuka pintu dan menyambut anak dan menantunya.
"Mama" Andara langsung memeluk wanita yang sangat dia rindukan beberapa hari terakhir ini. Pras hanya memperhatikan mereka berdua.
"Sayang, ajak suami mu masuk." mama dara mengusap lembut punggung dara dan mengajaknya masuk kedalam.
"Iya ma" sahut Andara
Ma... dara kangen mama." ucapnya manja dan bergelayut di lengan mamanya.
"Masuk Pras." ucap mama tak mendengarkan ucapan dara. Dijawab anggukan oleh Pras, dan ikut melangkah masuk kedalam.
"Dara, kamu itu sudah menikah. Jangan kayak anak kecil gini." ucap mama memarahi dara.
"Nggak apa apa, Ma." jawab Pras
Dara hanya memanyunkan bibirnya kesal dimarahi mamanya.
Oh ya, mana Ega?" tanya Pras. Pras duduk di sofa dan memperhatikan sekeliling.
"May, Maya. Bawa Ega kesini." panggil mama.
Maya masuk keruang tamu menggendong Ega, sang anak tertawa melihat orangtuanya ada di depannya.
"Halo papa." ucap Maya menirukan suara anak kecil.
"Papa" bathin dara menatap tak suka kearah Maya. Maya memanggil Pras dengan sebutan papa? bathinnya.
"Halo sayang," Pras menyapa putranya.
__ADS_1
"Jagoan papa, apa kabar?" ucap Pras dan mengambil Ega dari gendongan Maya.
"Ega nggak rewel kan May?" tanya Pras
"Enggak pa. Lagipula ada Bu Rama pak, Ega senang bermain dengan neneknya." jawab Maya
Mengapa aku baru menyadari jika kak Pras dan Maya dekat, ternyata selama ini mereka berdua akrab, atau jangan jangan...
"Ma...." Pras memanggil dara membuat dara terkejut.
"Ma," Pras mengulangi panggilannya. Pras tahu jika dara melamun.
"Ya" jawab dara gagap.
"Bereskan pakaian Ega, kita pulang sekarang. Papa masih ada kerjaan yang belum diselesaikan. Papa takut kita kemalaman karena terjebak macet." ucap Pras.
"Nggak makan dulu, Pras?" tanya mama
"Lain kali aja ma, Lagipula Pras dan dara sudah makan tadi di mall, ya kan Ma?" tanya Pras kearah dara.
"Eh...i..iya." jawab dara tergagap
"Iya ma." jawab dara
"Maya, apakah sudah beres semua?" tanya dara kearah Maya yang masih berdiri tak jauh dari Pras.
"Eh...sudah Bu" jawab Maya.
"Ma, kami pulang dulu, salam buat papa." ucap dara mencium pipi mamanya. Pras juga berpamitan sambil menggendong Ega.
"Sini, biar aku yang gendong" ucap dara sebelum Pras menyerahkan Ega kepada Maya.
"Maya kau datang belakang." ucap dara pada Maya.
Dara menggendong putranya dan memangku nya di depan, sementara Pras mengemudikan mobilnya. Maya hanya bisa duduk diam memperhatikan kedua majikannya.
...****************...
__ADS_1
Setelah menidurkan Ega, dara kembali ke dalam kamarnya. Pras masih saja sibuk dengan ponsel di tangannya.
"Aku tidak suka, kau terlalu akrab dengan maya." ucap Andara tiba tiba.
Pras mengangkat kepalanya namun beberapa menit kemudian dia kembali fokus pada benda pipih ditangannya itu.
"Aku hanya mengingatkan mu." kembali dara berbicara
"Apa itu artinya kau cemburu?" Tanya Pras
"Tentu tidak." jawab dara dengan cepat
"Tidak? lalu apa maksud ucapan mu tadi." kembali Pras memancing amarah dara.
"Tidak ada, aku hanya tidak suka kau terlalu dekat dengannya," ucap dara beralasan.
"Apa hak mu melarangku? aku bebas berteman dengan siapapun, lagi pula dia bekerja dirumah kita, menjaga anak kita. Apa salahnya jika aku ramah padanya?" tanya Pras beruntun.
"Terserah, aku hanya mengingatkan, aku tidak mau orang lain yang melihat salah paham, dan Maya salah mengartikan kebaikanmu."
Pras bangkit dan berjalan ke arah ranjang, lalu duduk disebelah dara.
"Oranglain siapa? tidak ada oranglain, hanya kau dan aku. Aku yakin kau cemburu." ucap Pras
Dara menoleh, nafasnya baik turun menahan amarah. "Aku sudah bilang aku tidak cemburu, terserahlah, aku capek berdebat dengan mu." ucap dara semakin kesal.
Pras memeluknya dan berbisik. "Aku senang kau cemburu, itu artinya kau juga sayang padaku." ucap Pras terkekeh.
"Siapa bilang aku cemburu? aku tak cemburu aku benci kau." dara kembali memukuli Pras membabi buta.
Pras tertawa kecil dan menangkap tangan dara, lalu dengan sekali hentakan dia membaringkan tubuh dara di bawah kunkungannya.
Dara terdiam, dirinya hanya menatap manik mata teduh yang sempat dia kagumi dulu.
Pras perlahan memajukan wajahnya, refleks dara menutup matanya.
"Aku mencintaimu" bisik Pras
__ADS_1
Setelah itu dia bangkit meninggalkan dara yang masih terbaring diatas tempat tidur.