
Makan malam romantis yang telah disiapkan oleh Pras, hancur lebih tepatnya tidak sesuai harapan. Dara hampir tidak memakannya sama sekali hanya diam dan mengaduk aduk makanannya saja. Pikiran nya melayang entah kemana mana, semua yang diucapkan Pras membuatnya menjadi semakin galau.
Pras juga merasakan hal yang sama, semua terasa hambar. Pras masih bingung apa penyebab istrinya begitu membencinya, namun hingga detik ini dia tidak juga menemukan jawabannya.
...****************...
Didalam kamar Pras masih duduk membuka laptopnya, entah benar bekerja atau tidak, yang pasti laptopnya menayala. Sudah satu jam sejak mereka pulang ke rumah, namun dara belum juga kembali ke kamar, Apa dia tidur di kamar Ega? bathin Pras.
Pras gelisah, bukankah tadi sudah aku katakan untuk coba menjadi suami istri yang sebenarnya, mengapa dia masih menghindari ku? ucap Pras dalam hati.
Setengah jam menunggu, Pras mematikan laptop nya dan bangkit dari sofa, dia berjalan menuju kamar Ega.
Lagi pemandangan indah itu dia lihat, dara tidur memeluk Ega, senyum simpul di bibirnya.
"Ternyata dia begitu takut denganku?"
Pras tidak marah, tapi dia merasa gemas, Pras berjalan menuju ranjang dan ikut berbaring di belakang dara. Tak lama dia pun memejamkan matanya.
Dara terbangun karena merasa sesuatu menimpa perutnya, terasa berat, dara begitu terkejut saat netranya melihat sebuah lengan kekar memeluk erat pinggangnya.
Sejak kapan dia tidur disini, di...dia memelukku..aaaa... bagaimana ini?
Sejenak berpikir, kemudian dara mengangkat perlahan tangan kekar tersebut yang dia tahu pasti siapa pemiliknya. Sayangnya Pras semakin mengeratkan pelukannya. Membuat dada dara bergemuruh hebat.
Tubuhnya diam, bagai tersengat aliran listrik, desiran halus menjalar hingga ke relung hatinya, tak pernah dara sedekat ini dengan pria sebelum nya. Ingin rasanya berontak dan menendang Pras, tapi dara takut akan membangunkan putranya.
Susah payah dara bergerak, hingga saat pelukan Pras hampir terlepas, namun nasib masih belum berpihak kepadanya, Pras kembali menariknya dan memeluknya seperti sebuah guling, dan saat ini posisi dara menghadap Pras.
Dara dapat melihat dengan jelas wajah suami yang dia benci, Jaraknya hanya beberapa senti di depannya.
Mata Pras masih tertutup rapat, dengkuran nafasnya juga halus dan teratur, dara sedikit merasa lega, karena saat ini Pras sedang tertidur.
Dipandanginya lama wajah pria yang dulu sempat mengisi relung hatinya, dan pria yang membuatnya patah hati. Pria yangenorehkan luka dan membuatnya takut untuk memulai kehidupan baru dalam kisah cintanya.
Aku tak pernah menyangka jika kita akan bersama, aku tak tahu harus senang atau sedih, kau yang mengajarkan aku cinta tapi kau juga yang menorehkan luka dalam di hatiku. Apakah kali ini aku bisa mempercayai semua ucapan mu, atau malah kau akan menorehkan luka yang lebih dalam setelah aku membuka hatiku untukmu dan belajar kembali mencintai mu. bathin Dara.
Pras membuka matanya dan cup... Pras mencium kening istrinya.
"A...apa yang kau lakukan?"
"Mencium istriku?" jawab Pras santai dengan wajah bantalnya.
"kau tidak bisa menciumku seenaknya tanpa ijin dariku." ucap dara marah dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"Aku tak perlu ijin untuk mencium istriku sendiri, semua milikku dan aku berhak"
Ucapan Pras membuat wajah dara memerah, dadanya naik turun menahan emosi yang sebentar lagi akan meledak.
"Cup"
lagi Pras mencium dara dipipi kirinya dan tangannya masih setia memeluk erat tubuh sang istri.
"Kau..." ucap dara geram, tapi dia tak bisa menampar Pras karena tangannya terhalang.
"Mulai saat ini, biasakan untuk memberikan ku ciuman dipagi hari karena jika kau tidak mau, aku yang akan mencium mu. Oh ya, rasanya lumayan nyaman tidur disini bersama mu dan Ega."
"Aku tidak mau, Mengapa kau mengikuti ku kesini?"
"Karena aku sudah bilang, aku akan mengejarmu. Aku akan membuat kau jatuh cinta padaku."
Setelah bicara Pras melepaskan pelukannya dan bangun, dara masih terdiam dan menatap kosong.
Beberapa saat kemudian dia. tersadar. "Dasar sinting" ucapnya kesal.
Pras yang mendengarnya hanya tertawa. Aku pasti akan memenangkan hatinya, akan aku buat dia mencintai ku."
...****************...
Dara tak sempat sarapan, dia memilih pergi ke kantor lebih cepat, malas bertemu dengan Pras di meja makan.
"Non dara sudah pergi, pak."
Aku tahu dia menghindari ku, tapi aku akan terus mengejarnya, dan tak akan melepaskan nya. Selamanya dia hanya akan jadi milikku.
"Bik, buatkan bekal untuk saya sarapan di kantor." ucap Pras.
Dia segera berlalu ke kamar mengambil tasnya dan turun ke bawah. Bik Jum membawakan bekalnya hingga ke depan dan Pras berangkat bersama dengan Haris.
"Haris, belikan bunga dan kirim ke kantor istri saya " ucap Pras
"Bagaimana pak, berhasil?" tanya Harris penasaran.
Pras mendesah dan wajahnya berubah masam, Haris dapat menebak jika rencana gagal.
"Istriku bukan wanita biasa, dia istimewa dan dia tidak akan tergoda hanya dengan makan malam romantis. Aku harus bekerja keras untuk mendapatkan hatinya.
Pengejaran dimulai, dan aku tidak akan menyerah, aku merasa seperti ABG yang baru jatuh cinta. ucap Pras dalam hatinya.
__ADS_1
Mobil terus melaju membawa Pras yang melamun kan kisah cintanya dengan dara.
Semen di kantornya dara terlihat lesu dan tidak bersemangat. Hanum yang sejak tadi memperhatikan nya, memberanikan diri untuk bertanya.
"Dara, kamu kenapa?"
"Aku? aku nggak apa?" jawab dara
"Kok manyun sih? cerita donk."
"Kak Pras berubah, dia bersikap aneh."
"Maksudnya?"
"Dia perhatian, tadi malam dia mengajakku makan malam, walau seperti nya gagal karena aku sangat tidak menikmati makan malam kami berdua."
"Bagus donk, berarti hubungan kalian ada kemajuan." ucap Hanum senang.
"Tapi aku tidak suka dia dekat dekat dengan ku, sok perhatian dan sok baik."
"Dara, ingat dia suamimu, wajar jika dia perhatian kepada istrinya, apa kamu mau dia perhatian nya sama Maya?"
"Nggak kan?" imbuh nya.
"Tapi ..."
"Shuuuut!!!! Hanum meletakkan tangannya di bibir. Memberi isyarat agar dara diam.
"Serahkan semua sama yang diatas, akun yakin Allah punya rencana sendiri, dan kalian pasti akan bahagia. Jangan cemberut lagi donk!"
"Oh ya, jangan lupa datang ke pernikahan ku dengan suami tampan mu itu ya,"
Setelah bicara Hanum kembali ke mejanya. Dara melanjutkan aktivitasnya.
"Bu dara, ada titipan." ucap Tian Office boy di kantor dara dan memberikan buket bunga Lily.
"Terima kasih" jawabnya kepada Rian. Dara menerimanya dan membuka kartu yang terselip di dalamnya.
"Bunga yang indah, seindah dirimu di hatiku" Tanpa sadar senyum tipis terbit di bibir andara.
Tanpa sadar dara mencium bunga tersebut. Wangi dan bunga Lily adalah bunga kesukaannya.
Andara meletakkan bunganya di vas yang ada di mejanya. dan melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Bantu Babang Pras berjuang ya, dengan cara
Tinggal kan like, komen dan vote terima kasih