Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Tragedi ulat


__ADS_3

Perjalan pulang ke rumah tak jauh beda dengan perjalanan saat mereka berangkat, hanya kesunyian dan keheningan menyelimuti keduanya.


Andara masih saja larut dengan pemikirannya, sedangkan Pras, perasaan nya masih diliputi rasa tidak senang dengan Axel.


"Ma, apa yang diucapkan Axel padamu?" tanya Pras, sungguh dia tak dapat menahan rasa ingin tahunya. Jelas dia merasa marah Axel duduk berdua dengan istrinya.


"Tidak ada" jawab Andara.


Andara masih saja menatap keluar jendela, menyaksikan pepohonan rimbun yang mereka lewati.


"Apa dia mengganggu mu!" lagi Pras memancing.


"Aku sudah bilang tidak ada, kalau kau tidak percaya tanyakan saja padanya." ucap dara sambil memutar bola matanya malas.


"Ya sudah, tapi aku tidak suka kau berdekatan dengannya, dia bukan pria yang baik. Dia..."


"Kak!" dara memotong ucapan Pras.


"Aku hanya duduk dan makan disana, dan dia datang lalu duduk di depanku. Apa itu salah?" Dara berdecak kesal, sungguh Pras sangat keterlaluan menuduhnya yang bukan bukan.


"Aku tidak menyalahkan mu aku hanya tidak suka."


"Hahaha...sama saja" ucap dara mengejek


"Jangan bilang kau cemburu?"


Kata kata dara sangat mengena di hati Pras, jujur dia memang cemburu, Pras tidak ingin ada yang dekat dengan wanita yang dia cintai.


"Ya, aku cemburu, aku tidak suka ada pria lain yang mendekati mu, apa kau puas!"


Beberapa saat dara terdiam mendengar ucapan suaminya. Cemburu? mengapa dia cemburu? bathin dara.


Perdebatan keduanya terhenti karena Pras sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah mereka.


Andara bergegas turun dan berjalan memasuki rumah, Pras menatap punggung istrinya yang beranjak pergi.


"Sangat sulit untuk bisa mengambil hati nya, Pras ikut turun dan melangkah masuk kedalam rumah.


Sabar Pras, sabar.....

__ADS_1


Pras memilih duduk di sofa dan menyalakan televisi, sedangkan dara entah dimana, Pras tak tahu karena sejak masuk ke dalam rumah, Pras tak lagi melihatnya.


Pras mengganti beberapa Chanel karena tak menemukan tontonan yang pas. Tiba tiba dia mendengar suara teriakan dari arah dapur.


"Aaa..........." jerit Andara sekuatnya.


Pras segera berlari menuju suara tersebut, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.


Pras melihat Andara sudah duduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Pras mendekat dan mencoba, dan memeluk Andara berusaha menenangkannya.


Andara balas memeluk tubuhnya, tangannya gemetar ketakutan, Pras mengusap lembut punngungnya.


"Ada apa?"


"Itu, disitu....." Andara masih menyembunyikan wajahnya di dada Pras menahan takut


"Ya, ada apa? aku tak melihat apapun!"


"I...itu disitu, didalam sayuran itu....a....ada ulat" jawab dara ketakutan.


Pras yang semula panik kini tersenyum tipis, ternyata dia takut ulat, hahaaha aku tahu kelemahannya sekarang. bathin Pras


Pras mengambil sayuran tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.


"Sudah, kau tak perlu takut lagi. Aku sudah membuangnya."


Dara masih diam dan memeluk erat Pras, tentu saja Pras merasa sangat senang. Dia balas memeluk dara.


"apa dada ku terasa begitu nyaman!" tanya Pras


"ma...maaf" ucap dara tersadar dan berusaha melepas kan pelukannya, namun Pras menahannya.


"Kak, lepas."


"Tidak, aku ingin memeluk istri ku. Sebentar saja."


"Jangan mengambil kesempatan"

__ADS_1


Pras berdecak kesal, tapi dia melepas dara, dan dara segera meninggalkan nya. Pras mendesah dan mengikuti dara ke ruang tamu.


"Apa yang kau lakukan, mengapa sayuran itu ada disana." tanya Pras


"Tadi, aku ingin memasak mie instan, aku lapar karena tadi aku hanya makan salad disana." jawab dara menunduk malu


"Mau aku buatkan mie!"


dara menatap wajah Pras ,apa mungkin dia mau memasak makanan untukku? bathinnya


"Tunggulah disini, biar aku masakin mie sebentar."


Pras berdiri menuju dapur, dan memasak mie instan spesial untuk dirinya dan dara.


Pras membawanya ke ruang tamu dan mereka makan bersama, dara menyantap mienya dalam diam.


Selesai makan dara membawa mangkuk mie ke dapur dan kembali ke ruang tamu membawakan teh hangat untuk Pras.


"Dara, diamlah" ucap Pras


Pras maju mendekat, dara terkejut dan menahan tubuh Pras, "a...aapa yang kakak lakukan" ucap nya pelan.


Pras tak memperdulikan ucapan dara, tangannya terus maju, menarik tubuh dara untuk mendekat, dan Pras berbisik "Ada ulat bulu diatas kepala mu"


Sontak dara kaget, tangannya ingin mengusap hijabnya tapi dia ketakutan, dan hanya bisa berteriak."Aaaa....." sambil tangannya berusaha membuang ulat tersebut dari atas kepalanya.


dan hanya bisa berteriak tanpa sadar dia kembali memeluk erat tubuh Pras.


"Tolong kak, tolong buang....aaaa..."


Pras menarik tubuh dara mendekat dan menarik hijab nya hingga terlepas. Karena tarikannya yang kuat, hingga mereka berdua terjatuh ke bawah dan Pras berada dibawah.


Sejenak keduanya terdiam dan saling pandang. Bram mengunci tatapannya pada manik hitam dara, dara pun terhipnotis.


Rambut panjang dara tergerai, indah dan menutupi sebagian wajahnya, Pras terdiam, posisi mereka begitu dekat, membuat jantungnya tak karuan.


Dia lelaki normal, posisi nya saat ini membuat tubuhnya berdesir hebat.


"Sampai kapan kau akan berada disana? segitu nyamannya kah dadaku?" tanya Pras

__ADS_1


Dara tersadar, dia berusaha bangkit tapi Pras justru mengerat kan pelukannya di pinggang ramping sang istri.


Babang Pras mau ngapain ya????


__ADS_2