Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Curiga


__ADS_3

Seperti biasa selesai sholat subuh dara ke dapur membuat sarapan, pagi ini dia ingin membuat omlett. Pras didalam kamar baru saja keluar dari kamar mandi, bibirnya menyunggingkan senyum melihat pakaian nya sudah tersedia diatas ranjang.


Diliriknya jam sudah menunjukan pukul enam lewat, selepas subuh tadi Pras menyempatkan diri berolahraga sebentar.


Pras mengambil pakaiannya dan mulai memakainya, sambil mengancingkan kemejanya, Pras melirik boks bayi yang berada tepat disampingnya, Ega masih tertidur pulas disana. Pras kembali tersenyum, dan melanjutkan memakai dasi dan jasnya.


"Mas" sebuah panggilan mengalihkan pandanganya ke pintu kamar, dara sudah berjalan kearahnya.


"Sarapannya sudah siap." ucap dara


Kemudian dia membuka lemari dan mencari pakaian kerjanya.


Senyum diwajah Pras memudar, perasaan kecewa menyusup pelan ke dalam hatinya.


Sepertinya aku harus berusaha keras membujuknya, aku tak akan memaksa tapi aku akan lebih senang jika dia menjadi ibu rumah tangga di rumah.


"Mas, kok bengong" panggil dara membuyarkan lamunan Pras.


"Sayang," panggil Pras pelan, tangannya sudah melingkar manis di pinggang istrinya.


"Mas, ini sudah siang, Nanti kita terlambat lho!" protes dara.


"Kamu cantik banget, mas jadi pengen ngurung kamu di dalam kamar aja berdua." bisik Pras di telinganya


"Jangan bercanda mas, kamu harus ke kantor, aku juga. Aku nggak mau terlambat mas." tolak dara pelan. Tangannya melepaskan pelukan Pras.


"Sayang, kamu tahu kan nolak suami itu dosa" bisik Pras, tangannya sudah mulai menyusup dibalik blazer yang dipakai dara.


"Mas, aku bisa terlambat" lagi dara menolak.


Dengan wajah cemberut dara melepaskan tangan kekar Pras dari pinggang nya.


"Berikan aku ciuman" ucap Pras

__ADS_1


Dengan malu malu dara maju dan mencium suaminya, hanya sebentar saja menempelkan bibirnya, kemudian dia menarik kembali wajahnya, Pras tak menyia nyiakan kesempatan, dia kembali menarik tubuh istrinya, rapat dan menempel kemudian dia menciumnya, hangat dan dalam.


Pras melepaskan dara setelah ciuman panas dan dalam diantara keduanya berakhir.


"Mas akan mengantar mu"


"Makasih mas"


Mereka berdua turun dan sarapan bersama. Pras menggendong Ega yang sudah terbangun karena dia mencium pipi gembul nya tadi.


"Bik, mana Maya?" tanya dara


"Saya disini Bu" Maya tiba tiba muncul.


Hari ini Maya terlihat berbeda, dia sengaja berdandan cantik. Dandanan nya membuat dara terkejut.


"Kamu mau kemana may?" tanya dara heran tak biasanya Maya berdandan seperti ini.


Dara mengambil Ega dari gendongan suaminya dan memberikannya kepada Maya. Saat Maya akan berlalu untuk memandikan Ega, dia masih sempat melirik Pras yang sudah terlihat rapi dan tampan. Dara dapat melihat tatapan berbeda Maya pada suaminya.


Sayangnya dara dapat melihat gerak gerik Maya tersebut. Deg, jantungnya terkejut.


Apa benar dugaannya Maya menyukai suaminya, jika ya, apa dia berdandan untuk menarik perhatian mas Pras?" bathinnya


"Sayang, kok melamun? habiskan makanan mu" Pras mengagetkan dara


"Iya mas" Dara menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Selesai sarapan mereka berdua berangkat bersama. Disepanjang jalan dara jadi lebih banyak diam. Pikiran sangat terganggu dengan Maya, apakah benar Maya menyukai suaminya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Pras sambil terus mengemudikan mobilnya.


"Nggak kenapa kenapa mas,"

__ADS_1


Aku nggak mungkin bilang jika aku curiga dengan Maya bisa bisa mas Pras mentertawakan aku, aku akan selidiki dulu kebenaran nya.


"Bohong, apa yang kamu pikirkan."


"Mas, aku cuma kangen Dinda." ucapnya bohong


Maafkan aku mbak, aku terpaksa bohong tapi aku memang sangat merindukan mu.


"Ya udah, akhir pekan kita ziarah ke makamnya ya."


"Iya mas"


Setelah tiba di kantornya, dara turun begitu juga dengan Pras. Pras mencium keningnya sebelum akhirnya dara masuk ke dalam.


"Sweet banget sih" ejek Hanum yang sudah menunggunya di lift.


"Apaan sih" dara terlihat malu.


"Cie cie yang udah baikan, gimana honeymoon nya, menyenangkan bukan" goda Hanum.


Mereka berdua masuk ke dalam lift, dan menuju ruanganya, di depan pintu dara berpapasan dengan Arfan.


"Dara, bagaimana kabarmu?"


Dara yang awalnya berjalan, kini berbalik dan menatap Arfan. "Alhamdulillah saya baik pak." jawab dara


"Bagaimana pernikahan mu, saya tahu kamu tak bahagia dengannya,saya Mencintaimu dara dan saya siap menerima mu. jika kau meninggalkan dia " ucap Arfan.


"Maaf pak, anda salah saya bahagia dan saya tak pernah berpikir untuk berpisah dengan suami saya. Permisi!" dara pergi meninggalkan Arfan.


Wajah Arfan terlihat kecewa, lagi lagi dia harus menerima penolakan dara.


Dia bilang dia bahagia, padahal yang aku tahu dari mata mata aku, pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan demi anak yang bernama Ega dan bukankah mereka juga tidur berpisah, mengapa dia bilang dia bahagia. Aku akan membahagiakan mu dara, mengapa kau menolakku...

__ADS_1


__ADS_2