Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Menemui maya


__ADS_3

Pras akhirnya membuka matanya, setelah dua jam dara menungguinya. Dara sudah berulangkali diperingatkan oleh dokter, bahkan kedua orangtuanya sudah lelah membujuknya namun tetap saja dia menunggu hingga Pras sadar.


"Da...dara" panggil Pras


Wajah dara berbinar bahagia, "Kamu sadar mas" ucapnya pelan.


"dara.."


"I..iya mas aku disini, Alhamdulillah kamu sudah sadar mas." ucap dara pelan dan mengusap lembut tangan suaminya.


"Mas, jangan banyak bergaul dulu, kamu batu saja selesai di operasi, aku nggak apa apa mas." ucap dara lagi.


"Arfan?"


"Dia sudah di kantor polisi mas, dan polisi pasti akan menghukumnya sesuai dengan kejahatan yang dia lakukan mas tenang saja."


Pras sedikit lega. Kekhawatiran nya tentang Arfan yang masih berkeliaran sudah lenyap.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mu, kemarin kamu pingsan?"


"Aku baik baik saja mas, aku hanya butuh istirahat, oh ya mas, ada kabar baiknya aku hamil mas, kita akan segera punya anak."


"Benarkah? Alhamdulillah..." Pras coba bangkit namun dara kembali menghalangi nya.


"Mas harus istirahat, aku juga kan istirahat disana." ucap dara menunjukkan tempat tidurnya. Pras mengangguk.


Hari ke hari kesehatan Pras semakin membaik, dara juga sudah kelihatan segar. Hari ini dia pergi menemui Maya, dara terusik dengan cerita Pras yang mengatakan jika Maya bersekongkol dengan Arfan.


"Cih, untuk apa kau datang kesini? apa kau ingin mengejek ku, kau mau menunjuk kan jika kau menang."


"Tidak, aku hanya ingin tahu mengapa kau mau menjadi mata mata Arfan? apa alasan mu hingga kau bersekongkol dengannya?"


"Benar kau ingin tahu? aku adalah adik Selin, kau ingat Selin! dia adalah kekasih Pras sebelum Pras mengenalmu dan Dinda. Kakakku begitu mencintai Pras, namun Pras tiba tiba memutuskan nya, kakakku tidak terima, dia stres,.bahkan orangtuaku beberapa kali membawanya ke psikiater."


"Sejak saat itu aku merasa benci dan dendam dengan Pras dan juga kau! Pras dengan jelas mengatakan jika dia mencintai mu, dan memutuskan kak Selin begitu saja dan itu yang membuat kak Selin depresi."

__ADS_1


"Tapi aku tidak berpacaran dengannya?" bantah dara


"tapi saudara kembarmu akhirnya berpacaran dengannya, dan menikah."


"Aku ingin merebut suamimu sebagai balas dendam untuk kakak ku, aku ingin menjadi nyonya Prasetya."


"Maafkan aku, aku tidak tau. Lalu Arfan?"


"Tak ada gunanya minta maaf, aku tak sengaja melihat Arfan, dari tatapan matanya aku tahu dia menyukaimu, aku bekerja sama dengannya dan kau tahu, Ega sakit juga karena ulahku. Malam itu aku sudah menyiapkan semuanya, aku ingin memiliki Pras tapi sayangnya dia keburu tahu semuanya."


"A...apa yang kau lakukan pada putraku?" tanya dara dengan wajah merah padam menahan amarah.


"Aku hanya sedikit membiarkan nya berendam, hingga dia kedinginan dan demam, sebenarnya aku ingin membunuhnya, kau tau anak kecil itu merepotkan, tapi aku masih butuh dia untuk mendapat papanya, haha" Maya bisa bisanya tertawa sementara dara terlihat begitu geram.


"Dengar, aku memang tidak berhasil mendapat suamimu tapi aku sudah memposting foto mu bersalah dengan Arfan di akun sosmed ku, tunggu saja sebentar lagi kau akan viral. Istri pengusaha kaya raya, Prasetya berselingkuh dengan bosnya, hahaha..."


"Aku sudah selesai" ucap Maya kepada sopir penjara. Dia berdiri meninggalkan dara yang terpaku dan diam mematung, satu masalah belum selesai muncul lagi masalah baru. Dengan berat dara melangkah keluar kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2