
Arfan memandang kepergian dara hingga tak nampak lagi, karena dara berbelok masuk ke dalam ruang kerjanya.
Arfan segera berbalik dan masuk ke dalam ruangannya sendiri. Dirinya duduk bersandar di kursinya, hilang sudah moodnya pagi ini karena penolakan dara.
Dara adalah gadis istimewa dan satu satunya gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta, walaupun dara sudah menikah, tapi Arfan masih berharap dia bisa memilikinya. Ditambah dia mendapatkan kabar jika dara menikah karena di jodohkan, menjadi ibu sambung untuk anak kakaknya.
Arfan terus berusaha mencari tahu tentang dara dan Pras, hingga dia menemukan keganjilan dan akhirnya dia memutuskan untuk mengejar dara. Dara dan Pras tidur berpisah, dara membenci suaminya, dan segala hal tentang dara dan rumah tangganya, Arfan mengetahui nya.
Bahkan Arfan membayar mahal seorang mata mata untuk mengawasi semua kegiatan rumah tangga dara.
Getaran dari benda pipih yang terletak diatas meja membuyarkan lamunan Arfan.
"Ya halo" jawabnya malas
"Pak, seperti nya bapak harus bergerak cepat, saya melihat banyak kemajuan hubungan antara dara dengan Pras. kini mereka berdua terlihat akur dan mesra."
"benarkah?"
pantas dia tadi mengatakan tak akan berpisah dari suaminya.
"Apa kamu yakin?' tanya Arfan sedikit ragu
"Yakin pak, Jika bapak tidak bergerak sekarang, bapak akan dara selamanya."
Tut...panggilan terputus
Arfan kembali duduk, kepalanya semakin pusing mendengar kata kata yang diucapkan mata matanya.
Apa aku culik saja dara dan aku paksa dia menerima cintaku, aku tulus mencintai nya, aku tidak bisa hidup tanpanya.
Argh..... Arfan mengusap wajahnya kasar, semua barang yang ada di mejanya dibuang hingga berserakan di lantai.
Aku tak mau kehilangan mu dara, aku akan mendapatkan mu. teriaknya.
Arfan menelpon sekretaris nya, "San, tolong bersihkan ruangan saya."
"Baik pak"
Santi segera masuk ke ruangan argan, dia begitu terkejut melihat ruangan itu berantakan, sudah seperti kapal pecah. Santi tak betani bertanya, dia mulai memunguyi kertas yang berserakan dilantai danenyususnnya. Kemudian dia membersihkan gelas yang tak sengaja ikut terjatuh dilantai.
"San, apa yang kau lakukan jika seseorang menolak cintamu?"
__ADS_1
Santi terkejut mendengar penuturan Arfan
"Maksud bapak, bapak ditolak?" tanya Santi ragu dan takut.
"kau jawab saja pertanyaan ku jangan balik tanya, bodoh!" bentak Arfan.
"Maaf pak, sebelumnya bapak harus tahu dulu kenapa dia menolak bapak?" ucap Santi
apa mungkin ada seorang gadis yang berani menolak cinta pak Arfan. Selain mapan dia.juha muda.dan tampan. Pasti wanita bodoh yang menolak cintanya. bathin Santi.
"Itu tidak penting, yang penting bagaimana agar dia mau menerima cintaku dan meninggalkan kekasihnya." ucap Arfan.
"Bapak bisa memberinya bunga, coklat dan yang paling penting, perhatian pak." ucap Santi
'San, pesankan bunga mawar yang cantik dan kirim ke alamat yang aku kirim di WA ku sekarang."
"Baik pak."
"Oh ya pak, malam in ada undangan dari tuan Aditya, undangan ulang tahun putrinya."
"Baiklah aku akan berangkat. Terima kasih."
Santi Undur diri dari ruangan Arfan, dan melaksanakan apa yang di perintahkan bosnya itu.
"Aku akan membuat dara berpisah dengan suaminya, aku harus bisa mendapatkan dara," ucapnya pelan.
Sebuah senyum licik menghiasi wajah tampannya bersama dengan ide gila yang ada di otaknya.
"Aku akan bikin suaminya membenci dara dan akan menceraikannya., hahaha" Arfan tertawa sendiri.
...****************...
"Dara kok kamu melamun?" tanya Hanum yang sejak tadi memperhatikan dara.
"Eh, tidak apa apa."
"Ada masalah? cerita ma aku." ucapnya lagi.
"Nanti saja, nanti akan aku ceritakan. Nggak baik ngobrol sambil bekerja." Dara kembali fokus pada pekerjaan di depannya, begitu juga dengan Hanum.
Tiba jam istirahat makan siang, dara dan Hanum makan siang bersama di kantin kantor.
__ADS_1
"Sekarang ceritakan apa masalahmu!" tanya Hanum
Dara mengaduk aduk makanannya, rasanya dia sungguh tak berselera, apalagi setelah pertemuan nya dengan Arfan tadi pagi. Moodnya jadi hilang.
"Pak Arfan kembali mengatakan cintanya" akhirnya dara memilih berterus terang.
"Lalu? apa kamu ada rasa dengannya? ingat kamu sudah punya suami?" ucap Hanum.
"Iya, iya. Aku tahu dan aku juga nggak gila dengan menerima cintanya. Aku tak mencintainya"
"Lalu apa masalahnya?" tanya Hanum masih bingung.
"Aku merasa tak nyaman, aku menjadi risih setiap kali bertemu dengan pak Arfan." ucapnya lagi.
"Bukan masalah besar, nanti juga dia bisa menerimanya. Bersabar lah dan tunjukkan jika kau bahagia bersama suami mu, aku rasa pak Arfan akan mengerti." ucap Hanum menenangkan .
"Semoga saja." jawab dara
...****************...
Di lain tempat Arfan menelpon seseorang, setelah itu dia tersenyum, semoga malam ini rencananya berjalan dengan lancar dan dia bisa mendapatkan dara.
Arfan segera pulang ke rumah saat jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Dia tak sabar menunggu malam tiba dan menjalankan rencana jahatnya.
Sementara dirumahnya, Pras dan dara sudah bersiap siap, mereka juga mendapat undangan dari pak Aditya.
"Kamu sudah siap sayang?" tanya Pras
"Sudah mas, ayo" ucap dara mengambil tas Selempang nya.
Pras menggandeng tangan istrinya menuruni tangga. Saat dilantai bawah dia melihat Ega bermain dengan Maya.
"Ega papa dan mama pergi dulu ya" ucapnya pada Ega.
Dara mencium pipi dan pucuk kepala Ega. Sementara Pras berbicara dengan Maya, dara memperhatikan gerak gerik Maya.
"Maya, jangan terlalu lama mainnya, Ega harus tidur tepat waktu."
"Baik tuan." jawab Maya tersenyum manis. Sayang nya Pras tak.memperhatikan dirinya. Maya dibuat kecewa.
Maya melihat kepergian tuannya dengan perasaan kesal, Pras menggandeng mesra istrinya.
__ADS_1