Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Terbongkar


__ADS_3

Pras melangkah pelan mendekati Maya yang berada didekat jendela. Karena asyik berbicara hingga dia tidak menyadari keberadaan Pras yang tak jauh darinya.


"Bagaimana keadaannya?" terdengar suara Maya berbicara.


"Baiklah, aku akan melihatnya nanti, malam ini aku akan melaksanakan apa yang kamu perintahkan, dan Pras akan jadi milikku."


Pras mengepalkan tangannya menahan amarah mendengar ucapan Maya dengan orang yang menelponnya tadi.


Apa sebenarnya yang mereka bicarakan? Apa jangan jangan ini ada kaitannya dengan hilangnya Dara?


"Siapa yang kau bicarakan? apa jangan jangan kau tahu penyebab dara pergi? katakan dimana. istriku?" ucap Pras sedikit berteriak..Tangannya mencengkeram kuat pundak Maya.


"Ke..lepaskan saya pak, saya tidak tahu apa apa." ucap Maya coba mengelak.


"Oh ya, lalu siapa yang kau telepon tadi?"


Maya tergagap wajahnya pucat, mampus aku ketahuan, bagaimana ini, bathinnya.


"kenapa kau pucat? katakan dimana istriku, atau aku akan merusak wajah cantikmu ini! Apa kau ingin melihat aku mengukir tanda cinta diwajah mu ini?" ucap Pras lembut tapi terdengar menakutkan.


"Pak, benar daya nggak tahu apa apa." ucap Maya masih mengelak.

__ADS_1


"Bik, bawa Ega keluar." ucap Pras kepada bibik yang masuk kedalam karena mendengar suara tuannya.


"Dan suruh Haris kesini, aku akan bersenang senang sebentar." ucap Pras


Mata ketakutan, apa yang dia bilang, mau.merusak.wajahku, tidak, jangaaan.


"Pak, sungguh aku tidak tahu apa apa, aku tadi hanya menelpon keluarga ku saja, aku tidak tahu kemana Bu Andara pergi." ucap Maya memelas.


"Ada apa pak" ucap Haris saat masuk kedalam.


"Lihat ponselnya dan panggil nomor panggilan terakhir."


"Halo, ada apa lagi may? " terdengar suara arfan diseberang.


Pras menodongkan pisau ke leher Maya, mau tak mau Maya berbicara. "Bapak ada dimana sekarang?" ucapnya pelan


"Aku ada di alamat ini, apa tugasmu sudah selesai. Bunuh anak itu dan cepat kau kesini." ucap Arfan.


Wajah Pras memerah, membunuh Ega? lalu apalagi rencana mereka selanjutnya. Haris langsung mematikan ponselnya dan mereka langsung menarik Maya dan membawanya ke kantor polisi.


"Ok kau akan mengaku disana, sekarang aku akan membawamu ke kantor polisi." Pras menarik tangan Maya sekuatnya.

__ADS_1


"Pak, lepaskan saya pak, saya tidak tahu apa apa". Pras tak perduli dan terus menariknya hingga masuk kedalam mobil. Kemudian Pras melajukannya kencang menuju kantor polisi.


Pras bersama beberapa orang polisi segera menuju alamat yang diucapkan Arfan di telpon tadi.


Sementara di dalam ruangan penyekapan, dara sudah terlihat lusuh dan lemas. Sejak kemarin dia tidak makan, dia ketakutan melihat Arfan yang berubah ubah.


"Sayang, makanlah nanti kau sakit." ucap Arfan lembut


Dara menggeleng dan beringsut menjauh. "Tolong lepaskan aku." ucapnya pelan.


"Sebentar lagi kau akan bebas sayang, aku sudah membeli tiket dan malam ini kita akan pergi jauh dari sini. Aku akan membawamu ke Paris dan kita akan menetap disana. Kita akan bahagia dengan anak anak kita nanti." ucap Arfan tersenyum lebar


"Kau gila, sadar lah aku sudah menikah." ucap dara sambil.menangis.


"Kau tak bahagia sayang,dan aku tahu itu. Suami apa yang kau bicarakan. Suami yang sombong, dan memperlakukan mu seenaknya. aku tahu kau tak mencintainya bukan, karena itu aku akan membebaskan mu darinya. Hanya aku yang mencinta tulus, sejak pertama kali bertemu aku sudah jatuh cinta padamu, tapi kau tak memperdulikan nya, aku sabar mungkin cinta butuh waktu " ucap Arfan tersenyum manis.


" tapi kau menikah dengannya, kau meninggalkanku, kau jahat, kau menyakitiku dara, aku akan membunuh suamimu" teriak Arfan membuat dara ketakutan.


Tiba tiba terdengar suara keributan diluar. Arfan tersenyum miring, "Lihatlah aku akan membunuhnya di hadapanmu" setelah bicara dia keluar dengan cepat.


Dara menangis dan berdoa semoga Allah melindungi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2