Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Sakit


__ADS_3

Selesai membuat sarapan dara kembali ke kamar. Pras sedang merapikan pakaiannya. Dara mendekat mengambil dasi di leher suaminya dan mengikatkan nya. Senyum sempurna terlihat jelas dibibir suaminya.


Pras tak tinggal diam, dia melingkar kan. tangannya di pinggang istrinya.


"Mas" ucap dara


"Hem" Pras tak hanya memeluk pinggangnya tapi menarik tubuh dara hingga menempel ditubuhnya, mengikis jarak diantara mereka berdua. Wajah Pras terlihat jelas, begitu wajah dara. Beberapa detik mereka saling menatap, tak bergerak sedikitpun.


Pras memajukan wajahnya dan mencium kening istrinya. "Mas, sangat bahagia, keluarga seperti ini yang mas inginkan. Istri yang selalu ada di samping suaminya dan melayani suami dengan ikhlas dan sepenuh hati." bisik Pras


"Mas..." suara dara terdengar lemah.


Dara sadar arah pembicaraan suaminya. Pras menginginkan dirinya berada di rumah mengurus Ega dan dirinya.


"Mas nggak maksa, sayang." ucap Pras lagi.


"Makasih mas" Dara membenamkan dirinya dalam pelukan hangat suaminya. Aroma mint dari tubuh Pras selalu memberikan kenyamanan untuknya.


Tiba tiba terdengar tangisan Ega dari kamarnya, dara melepaskan pelukannya dan berjalan ke kamar putranya, diikuti oleh Pras.


"Ega kenapa, May?" tanya dara


Dara langsung mengambil Ega dan menggendongnya, dara begitu terkejut karena tubuh anaknya panas.


"Ega demam? sejak kapan? mengapa kau tidak memberitahu kami?" dara memberondong Maya dengan banyak pertanyaan.


Nada suaranya yang tinggi menunjukkan jika dia benar benar marah kepada Maya. Pras tak kalah terkejut, dia menatap mata tajam.


Maya menjadi salah tingkah dan takut. Tadi malam dia langsung tertidur, dan baru pagi ini dia memeriksa Ega itupun karena Ega menangis.

__ADS_1


"Maaf Bu, tapi tadi malam Ega tidak apa apa?" ucap Maya membela diri.


"Mas, mana susunya." ucap dara mengulurkan tangannya.


"Ini" Pras mengambil botol susu yang ada di meja dan memberikannya kepada dara.


Ega sudah sedikit tenang, namun dia menolak minum susu yang di berikan dara.


"Mas, kita bawa saja Ega ke dokter?" ucap dara dengan wajah khawatir.


Dara teringat dulu Ega juga pernah demam dan terus menangis, hingga di larikan ke rumah sakit.


"Baiklah ayo." ucap Pras


Tanpa membuang waktu Pras membawa dara dan Ega ke rumah sakit terdekat. Ega sudah tidak menangis lagi, dia hanya diam dalam gendongan mamanya.


"Sayang, Ega...." panggil dara yang sudah berlinang airmata.


Pras terus melajukan mobilnya kencang, untungnya masih pagi, hingga jalanan belum begitu macet.


Tiba di rumah sakit, Pras langsung mengambil Ega dari gendongan istrinya, dan membawanya masuk ke dalam ruang UGD.


Dokter langsung menangangi Ega dan kini sedang memeriksanya.


"Mas, aku takut?" ucap dara yang masih terus menangis.


"Tenanglah, semua akan baik baik saja. Ada dokter yang akan mengobati Ega." ucap Pras menenangkan istrinya. Padahal jauh di dalam hatinya dia merasakan ketakutan yang sama. Hanya saja dia masih bisa menyimpannya.


Dokter keluar, sontak Ega dan dara berdiri menuju dokter.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya dara cepat.


"Sepertinya anak ibu terkena demam yang saya takutkan dia terkena DBD, tapi itu hanya dugaan sementara, untuk hasil pastinya kita tunggu hasil tes darah dari laboratorium dan menunggu hasil tes itu keluar kita harus melakukan perawatan intensif. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan. " jawab dokter.


"Apakah anak saya bisa sembuh dok?" tanya dara dengan wajah cemas.


"Kita harus optimis Bu, itu baru dugaan sementara. Semoga saja analisa saya tidak tepat dan anak ibu baik baik saja." ucap dokter lagi.


"Boleh kami menemuinya pak?" tanya Pras


"Oh silahkan," ucap dokter setelah itu dia berlalu dari hadapan Pras dan dara.


"Mas" dara memegang erat baju Pras.


Pras memeluknya."Tenang sayang, aku yakin Ega akan baik baik saja." ucap Pras.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan. Dara semakin sedih melihat anaknya terbaring lemah dengan selang infus ditangannya. Ega terlihat tertidur, mungkin efek obat yang diberikan dokter padanya.


Pras mengeratkan pelukannya pada dara, dia tahu saat ini hati istri nya sedang hancur dan sedih.


"Maaf bapak ibu, pasien mau dibawa ke dalam ruang perawatan." ucap suster


"Oh iya, baik sus."


Pras dan Dara mengikuti langkah suster yang membawa anaknya menuju ruangannya di rawat.


Di dalam hatinya dara sangat menyesali semua kesalahannya. Dia menyesal telah meninggalkan Ega dirumah dengan Maya. Benar kata Pras, andai saja dia mau di rumah merawat anaknya mungkin Ega tidak akan sakit seperti ini.


"Maafin mama sayang, maafin mama" ucap dara di dalam hatinya

__ADS_1


"


__ADS_2