Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Selamat


__ADS_3

Arfan mengintip lewat pintu, dia melihat dengan jelas anak buahnya dilumpuhkan oleh Pras dan juga anak buahnya, ada beberapa orang berpakaian polisi juga disana.


"Sial, dia membawa polisi kesini," ucap Arfan pelan.


Arfan kembali masuk kedalam kamar dan menarik paksa dara untuk berdiri.


"A.. apa yang kau lakukan?" ucap dara panik.


Tanpa menjawab Arfan mengikat tangan dara ke belakang, kemudian dia memeluk dara dari belakang dan menodongkan pistol di kepalanya.


"Jalan" ucap Arfan


Dengan wajah pucat dan langkah tertatih dara maju melangkah, baru tiga langkah pintu kamar terbuka, Pras bersama beberapa orang anak buahnya berdiri dihadapan Arfan.


"Jangan mendekat atau aku akan menembak kepalanya" ucap Arfan


""Lepaskan istri ku!" bentak Pras


"Hahaha.... bagaimana jika aku tidak mau," ucap Arfan tersenyum miring


"Minggir, jika ingin istrimu selamat." ucapnya lagi.


"lepaskan dara, mungkin aku akan mengampunimu, kau tak bisa lari, tempat ini sudah di kepung oleh polisi."

__ADS_1


"Hahaha....aku tidak takut." Arfan menodongkan pistolnya kearah Pras dan tangannya masih memeluk erat tubuh dara.


"Aku bisa saja membunuhmu saat ini juga, kau pikir aku takut? aku sudah siap mati, tapi sebelum aku mati, aku akan membunuh mu, kau telah mengacaukan impianku. Kau menikahi gadis yang sangat aku cintai, dan karena mu dia menolak ku,aku sangat mencintai nya," teriak Arfan


"dor..."


Arfan menembakkan pistolnya ke atas


Dara memekik ketakutan, dia menutup rapat matanya, tak berani melihat siapa yang di tembak oleh Arfan.


"Hahaha....lihat aku tak main main." ucap nya kepada dara.


Dara menangis ketakutan, Tidak aku tidak akan membiarkan dia membunuh suami ku, biarlah aku yang berkorban, aku akan menuruti semua keinginannya.


"Tolong, jangan bunuh suamiku, aku akan menuruti semua keinginanmu." ucap dara di sela ketakutan nya.


"Kau dengar, dia memohon kepadaku, demi pria pengecut sepertimu." ucap Arfan kesal


"Mas, biarkan aku pergi mas," ucap dara memohon.


"Tidak sayang, mas akan membebaskan mu." Pras menggelengkan kepalanya


"Hahaha... pertunjukan yang manis, sayangnya aku tidak punya waktu berlama lama dengan kalian, minggir! aku akan membawanya pergi jauh bersamaku" ucap Arfan lagi

__ADS_1


Tangannya tetap menodongkan pistolnya kearah dara. "Maafkan aku mas" ucap dara pelan.


Arfan terus mendorong dara maju, hingga dia tidak begitu memperhatikan, Haris secara tiba tiba mendorongnya, namun sebelum dia terjatuh Arfan sempat meletuskan pistolnya. sesaat suasana menjadi panik. Dengan mudahnya Haris dapat meringkus Arfan.


Dan tiba tiba bruuk... dara terjatuh kelantai.


Pras berlari kearahnya, tanpa menghiraukan tangannya yang terkena tembakan. Ternyata tembakan Arfan mengenai lengan Pras.


"Sayang, banguun sayang...bangun" ucap Pras


"Cepat, siapkan mobil" teriak Pras.


Pras menggendong istrinya memasuki mobil, baru beberapa langkah dia terhuyung, untung saja Haris berada di sampingnya dengan sigap Haris menopang tubuh Pras dan mengambil dara dari gendongannya. Dara dan Pras berada di belakang, sementara Haris mengemudikan mobilnya dengan kencang.


Wajah Pras memucat, dia mengeluarkan banyak darah.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di rumah sakit. Dengan cepat keduanya mendapatkan pertolongan. Haris menghubungi kedua orangtua mereka , dia juga menelpon polisi.


Arfan dan anak buahnya sudah berada di penjara, dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Pras sudah dioperasi, peluru yang bersarang di lengannya sudah berhasil dikeluarkan, namun Pras belum sadarkan diri, karena dia sempat banyak kehabisan darah. Begitu juga dengan dara, dia sudah berada di ruang perawatan, tubuhnya hanya syok dan kelelahan. Ditambah sudah beberapa hari dia tidak makan, hingga membuatnya lemas. Untung saja bayi di dalam kandungannya selamat.


Dara merasa senang sekaligus sedih, dirinya ternyata sedang mengandung, pelan dia mengusap perutnya yang masih rata. Dara berusaha bangkit, walau ibunya melarang namun dia bersikukuh ingin melihat suaminya. Tubuhnya yang lemah berjalan pelan menuju ruangan Pras dan disinilah dia sekarang, duduk disamping Pras yang masih terlelap.

__ADS_1


__ADS_2