
Halo semua, sebelumnya mamie minta maaf ya baru bisa update hari ini, Ada kesibukan yang tak bisa mami tinggalkan, sekali lagi mohon maaf, insya Allah selanjutnya akan kembali up tiap hari.
...****************...
Pras mengajak dara kembali duduk, namun dara memilih duduk diatas pasir, dara menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.
"Sebenarnya mas mau buat kejutan makan malam romantis, berhubung kamu ada janji dengan istri pak Alben, jadi kita telat dan kejutan nya berantakan." ucap Pras, sebelah tangannya menggenggam tangan dara.
"Mas nggak bilang."
"Kalau mas bilang, namanya nggak kejutan sayang." jawab Pras gemas
"kapan mas siapin ini semua, kan tadi mas ke lapangan dengan pak Alben?"
Dara mendongak melihat wajah tampan sang suami.
"Semua mudah diatur asal ada uang sayang." Pras terkekeh pelan.
"Cih, sombong" gerutu dara
Bukannya marah Pras justru semakin terkekeh, rasanya dia semakin gemas melihat istrinya merajuk. Dara terlihat semakin cantik saja. Pras menarik hidung dara saking gemasnya.
" Mas minta pada pemilik kafe disana untuk nyiapin ini semua."
"Ih...sakit tau!" ucap dara ketus sambil mengusap hidungnya.
"Maaf, tapi kamu tambah cantik kalau lagi marah" ucap Pras lagi.
"Bohong!"
"Beneran sayang,"
"Kok pake sayang, sih."
__ADS_1
"Boleh donk, kamu kan sayangnya mas, emangnya kamu nggak sayang sama mas!"
"Nggak!" jawab dara cepat
Deg, dada Pras terasa tertimpa batu ribuan ton, sakit dan sesak rasanya mendengar kejujuran istrinya. Pras terdiam beberapa saat.
Dara tertawa geli didalam hatinya, akhirnya dia bisa mengerjai Pras.
Dara berdiri, berjalan kearah pantai, baru beberapa langkah Pras kembali memanggilnya.
"Apa aku nggak berarti buatmu?' tanya Pras.
Dara berbalik menatap Pras sejenak lalu mengangguk. Pras terdiam, dadanya semakin terasa sesak, dan Pras menunduk.
"Tapi boong!" ucap dara dan berlari meninggalkan Pras sambil tertawa bahagia.
Pras yang menunduk secara refleks mengangkat kepalanya, apa dua nggak salah dengar, melihat dara berlari sambil tertawa Pras akhirnya sadar, jika dara mengerjainya. Dara berpura pura.
Pras ikut berlari mengejar dara, mereka berdua berkejar kejaran seperti anak kecil.
Mereka berdua jatuh berguling diatas pasir. Dengan nafas terengah engah mereka berdua terlentang menatap bintang di langit.
"Capek" ucap dara
"Katanya jagoan, segitu aja capek " ejek Pras
"Aku dah lama nggak pernah latihan, sumpah capek banget." dara berucap sambil mengatur nafasnya
Pras bangkit dan duduk di samping istrinya, membantu dara bangun dan juga duduk disampingnya.
"Sayang, mas mau setelah ini tidak ada lagi rahasia diantara kita. Mas ingin memulai semuanya dari awal, mas mau kamu jujur kepada mas."
"Siap boss"
__ADS_1
"Kok gitu jawabannya, mas serius sayang." lagi Pras berucap.
"Aku juga serius mas"
"Andara!"
"Iya mas, aku janji tapi mas juga janji tidak akan mengecewakan ku lagi " ucap dara
"Mas janji sayang."
"Pulang yuk, dah malam" ajak Pras dan berdiri.
Dara juga ikut berdiri dan mereka berjalan bergandengan tangan kembali ke mobil dan pulang ke hotel.
Hanya butuh beberapa menit, mereka sudah kembali ke kamar hotel dan Pras berada di kamar mandi. Pras membuka pintu, "Sayang, ayo sholat,"
Dara segera bangun mengambil wudhu dan mengganti gamisnya dengan piyama tidur.
Kemudian mereka sholat isya berjamaah.
Dara mencium tangan suaminya.
Pras berdiri dan berjalan kearah ranjang dan duduk bersandar. "Sayang .." panggil nya
Dara yang sedang melipat mukenanya menoleh, "Ada apa mas?" tanya nya
Dara meletakkan mukena dan sajadahnya kemudian berjalan kearah tempat tidur.
Pras menarik tangan dara hingga dara terjatuh kepelukannya. "mas menginginkan mu sayang, " bisiknya
Dara terdiam, walau dia terkejut tapi dirinya tak lagi menolak dan berontak. Pras mulai mencium dahinya, turun ke mata hidung dan berakhir dibibir.
"Boleh?" tanya Pras pelan, Dara menatap matanya, jelas terlihat Pras sangat menginginkan nya. Matanya sayu berkabut gairah, namun Pras tak ingin melakukan nya jika dara tidak ikhlas melayaninya. Pelan dara mengangguk. Tak butuh waktu lama, Pras kembali mencumbu istrinya, hingga dara terbuai dan mulai mengimbanginya.
__ADS_1
Malam ini keduanya kembali mengarungi lautan cinta dan mencari kepuasan dan kebahagiaan. Pras tak membiarkan istrinya tidur lelap, dirinya sendiri bingung mengapa dia bisa seperti ini, tak hanya satu kali Pras membuat dara benar benar kelelahan dan langsung tertidur, Pras menarik dara ke dalam pelukannya dan ikut memejamkan mata. Tubuhnya juga terasa begitu lelah.