
Dara menangis mendengar ucapan Arfan. Arfan benar benar sudah gila dan dibutakan oleh cinta. Dara semakin ketakutan, bagaimana caranya agar dia bisa terlepas dari Arfan yang kejam.
Dilain tempat Pras begitu gelisah memikirkan istrinya. Tidak mungkin jika Andara kabur, padahal pagi tadi dia mengatakan akan pulang cepat, karena dia ke kantor hanya ingin menyerahkan surat pengunduran dirinya.
Mengapa aku tak mencarinya di kantornya? Mungkin ada petunjuk disana bathinnya.
Pras kembali mengendarai mobilnya dan melakukannya kencang menuju kantor istrinya. Pintunya sudah tertutup rapat, namun Pras tak menyerah dia mendatangi pos penjagaan dan mulai menceritakan jika dia mencari istri nya yang tak.kunjung pulang.
Para penjaga akhirnya mengijinkannya masuk ke dalam, Pras berkeliling dan dia menemukan mobil istrinya masih terparkir disana.
Penjaga mengatakan jika dia tak melihat Andara sejak siang, lagipula dia baru bertugas siang hari tadi, berganti sip dengan temannya yang shift pagi. Dan tidak ada lagi orang yang berada di kantor saat ini Pras kecewa mendengarnya, Apa mungkinkah Andara benar benar pergi meninggalkan ku? tapi dengan siapa?
Pras kembali ke mobil setelah mengucapkan terima kasih, dia tak langsung pulang, Entah mengapa dia menjadi curiga dengan Arfan. Bukan tanpa alasan, selama ini Pras tahu benar jika Arfan jatuh cinta dengan istrinya dan berusaha untuk mendapatkannya. Ditambah dengan photo yang dia kirimkan, aku yakin jika Arfan adalah orang dibalik semua ini. ucapnya dalam hati.
Pras mengambil ponselnya dan segera menelpon Haris, meminta Haris mengirim mata mata untuk mengikuti Arfan. Pras juga berencana untuk menemui Arfan di kantornya pagi ini.
Sambil menunggu pagi, Pras duduk bersandar di kursinya hingga akhirnya dia pun tertidur karena kelelahan.
Pagi menjelang, Pras membuka matanya saat ponselnya berdetak. Maya menelponnya mengatakan jika Ega terus saja menangis. Mau tak mau Pras memutuskan untuk pulang kerumah. Pras menemui Ega dulu, berganti pakaian dan menemui Arfan setelahnya.
__ADS_1
"Ada apa dengan Ega?" tanya Pras bwgitud ia sampai di rumah.
"Nggak tahu pak, dari tadi Ega terus saja menangis." ucap Maya.
Pras menggendong putranya , Ega diam dan memeluk papanya.
"Ma.....ma...." ucap Ega terbata
Pras terdiam, lalu dia memeluk erat putranya dan mengusap lembut kepala Ega."Sayang, mama sedang tugas keluar kota, Ega jangan nakal.ya, besok mama sudah pulang. Sekarang Ega sama Mbak Maya ya" ucap Pras
"Ma......ma......"
*Dara dimana kau? aku sangat membutuhkanmu, aku merindukanmu.
...****************...
Dara terlihat* lemas, dia tak mau. memakan makanannya sejak kemarin. Arfan kembali menemuinya pagi ini, Arfan memaksanya makan bahkan dia sedikit melakukan kekerasan dengan menarik hijab dara.
Namun dara kekeh tak mau memakan nasi yang dia bawa. Dia hanya menangis dan terus menangis.
__ADS_1
"Diam!!" bentak Arfan.
"Aku akan membunuh suamimu sekarang juga, dan kita akan menikah, aku akan membawamu pergi jauh, hingga tidak ada yang bisa menemukan kita disana dan kita akan hidup bahagia, hahaha. " Arfan tertawa dengan keras
Dengan sekuat tenaga dara menjawab. "Aku tidak suci menikah denganmu, lebih baik aku mati." ucapnya
"Hahaha. kau tidak akan mati, kita akan menikah sayang, dan kau akan bahagia." ucap Arfan sambil tertawa.
Toba tiba dia mengangkat dagu dara dengan kasar, matanya berubah penuh amarah."Sedikit saja kau coba kabur, Maya akan membunuh anakmu, pikirkan itu!!"
Kemudian dia menghempaskan nya dengan kasar, membuat dara terdorong ke belakang, dan dia hanya bisa menangis
"Mas, tolong aku mas, tolong...." ucap dara didalam hati.
.
...****************...
Setelah Ega tertidur, Pras kembali ke kamarnya, Menganti pakaian dan bersiap untuk mencari dara. Pras memeriksa saku celananya dan tak menemukan ponselnya disana, Pras baru ingat jika tadi dia langsung ke kamar putranya. Pras berjalan pelan ke kamar Ega. langkahnya terhenti saat sayup sayup dia mendengar pembicaraan Maya dengan seseorang melalui telpon.
__ADS_1