
Tapi tetap aja nggak bisa seenaknya donk, aku juga kerja dan aku punya tanggung jawab dengan pekerjaan aku. Lagipula Ega akan sendiri, lebih baik aku tidak ikut." tolak dara.
"Tidak bisa, klien ku membawa istrinya dan istrinya sedang hamil, dia Ingin selama kami survey ke lapangan, ada yang menemani istrinya, makanya mas ajak kamu sayang." bujuk Pras lagi.
"Tapi mas"
"Tak ada tapi tapian, mas sudah memutuskan. Kau akan ikut dengan mas, jika bos mu tak mengijinkan sebaiknya kau resign saja. Mas juga nggak suka kamu dekat dengan nya, apalagi dia menyukai mu." ucap Pras tegas.
"Apa kamu cemburu?"
Pras yang berdiri agak jauh dari dara datang menghampirinya, dan langsung menarik pinggangnya erat.
Sontak dara terkejut, Pras menundukkan wajahnya dan menatap wajah dara begitu lekat, dara melotot dengan sikap Pras ini.
"Apa mas harus jelaskan lagi. Suami mana yang rela istrinya dekat dengan pria lain, apalagi dia tahu pria itu memiliki perasaan lain terhadap istrinya. Kalau boleh jujur, mas ingin sekali menghajarnya dan membuangnya kedalam lautan, tapi nggak mas lakukan" ucap Pras tepat didepan wajah dara.
"Kenapa? mas takut ya!" ucap dara mengejek.
Pras terkekeh pelan, "Mas nggak takut sayang, mas cuma nggak mau kamu kesepian." ucap Pras
"Kok jadi aku, mas!" tanya dara bingung.
"Ya iyalah, kalau mas bunuh bos kamu, terus mas di penjara, kamu sendirian donk, memangnya kamu mau jadi setengah janda." ucap Pras masih terkekeh
"Setengah janda?"
Dara masih bingung mengartikan ucapan Pras.
"Iya sayang, kamu punya suami tapi seperti janda, sendirian terus, mau!"
"Mas sih ogah, masih juga pengantin, baru juga ngerasain sekali, masa.."
Pras tak melanjutkan ucapannya karena mulutnya dibungkam oleh tangan dara dengan begitu kuat,
"mas nyebelin..." ucap dara kesal sambil menahan malu.
__ADS_1
Setelah Pras diam, dara melepaskan tangannya dan meninggalkan Pras, Pras tidak marah dia malah tertawa melihat istrinya malu.
Dara memilih melihat Ega di kamarnya.
"Pagi ganteng" sapa dara
"Ibu," Maya berbalik dan memberikan Ega kepada dara. Ega langsung nempel di pundak mamanya.
"May, Ega sudah mandi?" tanya dara memastikan.
"Sudah Bu, ini baru mau sarapan."
"Sini, biar saya yang suapin. Kamu silahkan sarapan."
"Baik Bu, makasih." jawab Maya sebelum undur diri.
Dara menggelitiki Ega, membuat sianak tertawa. Dara semakin gemas, dan terus menciumi putranya. Setelah selesai bermain, Ega di dudukkan di kursinya dan dara mengambil bubur bayi yang telah tersedia diatas meja. Masih hangat, pelan pelan dan dengan telaten dara menyuapkannya kepada Ega.
Pras tersenyum bahagia melihatnya, awalnya Pras ingin menyusul dara untuk sarapan, tapi mendengar keduanya tertawa bahagia, Pras hanya berdiri didepan pintu dan mengintip.
Pras meninggalkan dara dan memilih kembali ke dapur. Saat dijalan tak sengaja dia berpapasan dengan Maya.
"Maya, saya dan ibu akan pergi keluar kota, untuk sementara kamu akan tinggal dirumah ibu mertua saya, sampai kami kembali." ucap Pras.
"Apa bapak dan ibu akan bulan madu?' tanya maya tiba tiba.
Pras menatap tak suka,bukan urusanmu kami mau pergi bulan madu atau tidak. bathin Pras.
"Maaf pak, saya lancang" ucap Maya menunduk. Dia sadar Pras tidak suka dengan pertanyaan nya.
"Sebenarnya saya ada urusan penting, tapi ide mu bagus juga, saya bisa sekalian bulan madu dengan ibu," ucap Pras
"Sekali lagi maaf kan saya, pak." ucap Maya.
"Tidak apa apa, setelah sarapan kemasi keperluan dan pakaian Ega, mungkin kalian agak lama disana." ucap Pras
__ADS_1
kemudian dia pergi meninggalkan Maya.
Dara tak sengaja melihat suaminya berbicara dengan Maya, kembali muncul rasa ingin tahu dihatinya.
Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? apa diam diam mas Pras dekat dengan Maya? atau aku yang terlalu bodoh hingga tak menyadarinya selama ini?
bathin dara
Dara membawa Ega ke kamarnya, dia meletakkan Ega di bawah dan memberikan nya mainan, rasanya malas bertemu dengan Maya. Kembali pikiran nya dipenuhi pertanyaan, apa ada hubungan khusus suaminya dengan Maya?
"Sayang, dari tadi aku panggil kok diam aja! kamu kenapa?" tanya Pras dihadapannya.
"kok kamu ada disini mas?" tanya dara terkejut.
"Mas, yang harusnya tanya. Kamu mas panggil dari tadi nggak dengar, apa yang kamu lamunkan?"
"Apa hubungan mas dengan maya?" tanya dara keceplosan
"Aku? dengan Maya?" tanya Pras tak kalah kaget.
"Iya, mas dengan maya? aku lihat mas sering ngobrol berdua dengannya, apa mas ..." dara enggan melanjutkan ucapannya dia menunduk
"Kamu cemburu sayang?" tanya Pras
Dara kembalikan mendongak mendengar pertanyaan Pras. Wajahnya kembali dipenuhi amarah. "Aku nggak cemburu. Aku bicara fakta, aku beberapa kali memergoki mas ngobrol berdua dengannya, tadi pagi juga sama, mas ngobrol dengan nya di dekat tangga," ucap dara berapi api
"Lalu kenapa marah?" tanya Pras dengan tatapan tajam
"Aku tidak suka, kalian anggap aku apa? kalau mau selingkuh jangan disini. Aku nggak..ehmph.."
Dara berhenti bicara karena Pras menyatukan bibir mereka.
"Mas ..emphh..." lagi Pras mencium dara ketika dara kembali ingin melontarkan kemarahan nya.
"Stop!" dara mendorong Pras dengan nafas ngos ngosan.
__ADS_1
"Suami sinting" ucap dara kesal dan berjalan mengambil Ega yang bermain dilantai kemudian keluar meninggalkan Pras.