Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar
Bukan Bulan madu


__ADS_3

Siang ini Pras dan dara berangkat menuju kota S, sesuai dengan apa yang di katakan Pras, bahwa dia memaksa sang istri untuk ikut dengannya kesana.


Diawali dengan mengantarkan putranya Ega ke rumah orangtuanya, setelah itu mereka berdua berangkat, Kali ini Haris tidak menemani mereka, Haris menghandle perusahaan yang ada di Jakarta.


Dara yang merasa lelah akhirnya tertidur, tanpa sadar kepalanya bersandar di bahu Pras, Pras semakin menariknya dan memeluknya.


"Pak, pelan pelan saja, nyonya sedang tidur. Aku tak mau membangunkannya." ucap Pras kepada pak Mamat.


"Baik pak" jawab pak Mamat.


Pras memandangi wajah damai istri nya, kalau seperti ini kau terlihat begitu cantik, tapi mengapa kau selalu melawan ku dan memberontak. Apa kau tahu, aku sangat menyayangimu, justru sikap keras kepala mu itu yang membuat ku semakin menyukai mu, karena aku tahu, hanya aku yang ada di dalam hatimu. Betapapun kau bohong dan membantahnya, tetap saja aku lah yang menjadi imam mu samapai akhir hayat.


Pras mencium lembut kepala istrinya, tak lama dia juga ikut memejamkan matanya. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.


Mereka tiba disana sudah malam, hari sudah gelap saat dara membuka matanya. Rasanya sedikit terkejut menyadari dirinya tidur nyaman dalam pelukan hangat Pras. Dara bergerak bangun dan itu membangunkan Pras.


"Sayang, kamu sudah bangun." tanya Pras dengan suara serak.


"Kita sampai dimana mas?" tanya dara


Dirinya sudah melepaskan diri dari pelukan Pras dan memperhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


Pras membetulkan duduknya dan meregangkan ototnya yang terasa kebas dan kaku.


Dara melihat ke samping, "nampaknya mobil kita sudah berhenti mas, apa kita sudah sampai?' tanya dara pada Pras.


Pras juga melihat kesamping dan dia juga baru menyadari jika mobilnya sudah berhenti. Pras membuka pembatas antara supir dan belakang, kemudian dia bertanya kepada supir.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Pras


"Iya, pak kita sudah sampai." jawab pak Mamat.


Pras membuka pintu mobil dan turun, mereka sudah berada di pelataran parkir hotel yang sudah di pesan Pras sebelumnya.


"Sayang, ayo turun." ucap Pras kepada dara.


Mereka bertiga berjalan memasuki hotel, Pras mengambil kunci kamar mereka dan memberikan kunci kamar pak Mamat. Kemudian seorang pelayan berjalan mendahului mereka untuk mengantarkan Pras ke kamarnya. Pak Mamat sudah lebih dulu berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Sayang, ayo" Pras menggandeng tangan istrinya.


"Terima kasih" ucap Pras kepada pelayan yang mengantarkan koper mereka. Pras lalu mengunci pintunya.


"Sayang, mas mandi dulu, kamu istirahat aja dulu." ucap Pras lalu dia beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


Dara memperhatikan sekeliling kamar, kamar yang luas dengan fasilitas lengkap. Dara berjalan kearah balkon dan pemandangan indah menyambutnya, kota S terlihat sangat cantik dengan lampu kelap kelip dari kendaraan dan lampu lampu rumah, ruko dan toko toko, sungguh memanjakan mata.


Tiba tiba ada tangan melingkar di pinggang dara, dara terkejut namun dia diam saja. Hatinya tak ingin berdebat dengan Pras saat ini.


"Cantik sekali bukan? kamu suka?" bisik Pras ditelinga dara


Hembusan nafas Pras yang hangat membawa desiran halus dalam tubuh dara, tubuh sangat sensitif dan mampu merespon setiap sentuhan Pras, walau hatinya bertolak belakang.


Dara masih diam dan menikmati pemandangan di depan matanya. Pras semakin merapat kan pelukannya.


"Sayang,.mas pengen..."


Dugh...dara menyikut Pras. "Mas, jangan berpikir macam macam." ucap dara ketus Dia melepaskan pelukan Pras dan berjalan meninggalkan nya


"Aku tidak berpikiran macam macam, aku cuma berpikir satu macam, lagipula menurutmu mas mau bilang apa?" tanya Pras sambil berpura pura memegangi perutnya.


"Mas cuma bilang pengen ngajak kamu makan, mas lapar. Apa kamu tidak lapar?" Pras bertanya sambil mengusap perutnya.


Blush...wajah dara bersemu merah, dia malu dan menunduk. Pras tak menyia nyiakan kesempatan.


"Apa yang kau pikirkan, Hem" ucapnya mendekat. Apa kau pengen kita berdua menghabiskan waktu di dalam kamar? sabar sayang, nanti setelah makan, mas pasti..."

__ADS_1


"Mesum" teriak dara


Dara berlari masuk ke dalam kamar mandi, dia menutup pintunya kencang sebagai bentuk kekesalannya. Pras tertawa melihatnya tinggal lucu istrinya yang sangat menggemaskan.


__ADS_2