
Dara menyempatkan diri melihat Ega di kamarnya.
"Mas, aku mau lihat Ega sebentar" ucap dara
Dara berjalan ke kamar putranya, dibukanya pintu perlahan, dilihatnya Ega sedang tertidur pulas didalam boks, tapi kemana Maya? Maya tidak ada ditempat tidurnya, dara memperhatikan sekeliling, dia melihat ke kamar mandi, kosong.
"Apa Maya meninggal Ega tidur sendirian?" ucapnya dalam hati.
Dara berjalan keluar ingin melihat Maya di kamarnya. Didepan pintu dia mendengar suara orang yang sedang berbicara.
Malam malam begini Maya berbicara dengan siapa? apa pacarnya?
Dara menajamkan pendengarannya,
'Baik tuan," hanya itu kalimat yang dia dengar.
"Tuan? siapa yang dia telpon? mengapa dia memanggilnya tuan?" pertanyaan yang membuat dara semakin penasaran.
"Ibu" panggilan Maya terkejut.
Apa dia mendengar pembicaraan ku tadi?
"Eh, saya cuma memastikan kamu tidur dimana. Mengapa kamu meninggalkan Ega sendirian."
"Maaf Bu, tadi ibu saya telpon dan saya takut membangunkan Ega yang sedang tidur, makanya saya kesini. Saya tidur di kamar Ega Bu."
"Baiklah, kalau begitu kembalilah ke tempatmu , selamat malam" ucap data meninggalkan Maya.
Syukurlah berarti dia tidak mendengar pembicaraan ku tadi, hampir saja, huh! Maya membuang nafas kasar, menghilangkan ketakutan nya.
__ADS_1
Dia menutup pintu dan kembali ke kamar Ega. Saat berjalan tak sengaja dia melihat Pras berjalan menuju kamarnya, Maya bergerak cepat seolah terburu buru dan bruk, Maya dengan sengaja menabrak Pras.
"maaf pak" ucapnya pelan.
"Kamu kenapa?" tanya Pras terkejut
"Saya takut pak, saya tadi melihat bayangan hitam melintas, makanya saya buru buru dan nggak melihat bapak, sekali lagi maaf." Maya meringis menahan sakit akibat jatuh, tak sesuai harapan, dia pikir Pras akan memeluknya seperti dalam novel yang dia baca hingga dia tidak terjatuh kebawah, tapi Pras malah membiarkan nya jatuh dan sial nya bokongnya sakit karena terhempas kuat dilantai.
Sial, rencana ku gagal. pak Pras tidak mudah digoda, tapi aku tak akan menyerah.
Maya berjalan ke kamarnya sambil memegang pinggang nya yang juga terasa sakit.
"Ada apa mas?" dara bertanya dari atas tangga.
"Tidak ada apa apa sayang, Maya jatuh karena jalan sempoyongan mungkin dia mengantuk " jawab Pras
Dara terkejut, tapi dia tersenyum. Ini pasti rencananya, aku yakin. Lihat saja Maya, aku akan membuat mu menyesal berani mengganggu suamiku. ucap dara dalam hati.
Pras sudah masuk ke dalam kamar, namun dara tidak menyadarinya.
"Loh kok belum tidur?" tanya Pras yang sudah berbaring di samping istrinya.
"Menunggu mas ya!" tanya Pras tersenyum.
Pras membaringkan dirinya menghadap dara, dara mengangguk malu. Detik berikutnya dia sudah masuk dalam dekapan hangat Pras.
"Tidurlah, mas tahu kau pasti lelah"
"Mas"
__ADS_1
"Hem"
"Apa yang dilakukan Maya? kenapa dia bisa terjatuh?" tanya dara menahan malu,
Pras terkekeh pelan. "Dia hanya jatuh sayang, mas juga nggak tahu kenapa dia bisa jatuh. besok kau tanya saja langsung padanya "
'Tidurlah" Pras mengusap rambutnya.
"mas"
"Hem. ."
"Aku rasa Maya suka sama kamu" ucap dara
Pras yang sudah memejamkan matanya, kini membuka matanya lebar dan menatap intens sang istri, dara langsung menunduk menahan malu.
"Apa istriku sedang cemburu?" tanya Pras dan semakin mengeratkan pelukannya
"Bukan, aku cuma. ."
.
"Cuma apa?" potong Pras
"Ya aku nggak suka aja"
"Tidurlah besok kita bahas lagi. Jika kau tak suka dengannya, gampang kau tinggal memecat nya setelah itu kau resign dari kantor dan jadi istri mas yang baik. Sekarang tidurlah, besok saja kita bahas lagi."
Cup Pras mencium kening dara.
__ADS_1
"Mas mencintai mu ,"