
Andara mencuci piring yang mereka gunakan saat sarapan. Pras duduk di ruang televisi menunggu nya.
Sejak insiden kecoa di kamar mandi tadi, dara kembali menghindari suaminya dan memilih menyibukkan diri dengan memasak sarapan. Dia melarang Bik Jum membantunya. Dan menyuruh Bik Jum keluar untuk belanja bulanan. Beberapa bahan makanan sudah habis didalam kulkas.
Setelah selesai mencuci piring, dara membawa irisan buah dan meletakkan nya diatas meja. Tepat di depan suaminya.
"Ma, bibik kemana? mengapa sejak tadi papa tidak melihatnya?" tanya Pras sambil meraih piring buah dan memasukkan irisan apel kedalam mulutnya.
"Bibik, saya suruh belanja pa, bahan makanan di kulkas sudah hampir habis."
"Mengapa nggak kita aja yang belanja, sejak menikah kita tidak pernah jalan berdua, bagaimana jika kita belanja perlengkapan Ega dan juga mainan untuknya!" Pras berbicara dengan antusias.
Dara tampak berpikir, mencari alasan yang tepat, untuk menolak ajakan Pras, namun tidak menyinggung perasaan nya.
"Ma, kok bengong, ayo buruan. Setelah belanja kita langsung jemput Ega di rumah mama." lanjut Pras
Dara tak bisa menolak, dia berjalan ke kamar mengganti pakaiannya dan mengambil tas dan ponselnya. Dara turun menemui Pras yang sudah bersiap lebih dulu.
Perjalanan panjang menuju mall terbesar di kota ini, Pras beberapa kali mengajukan pertanyaan yang ditanggapi dingin oleh dara. Namun Pras tak menyerah, dia terus mencari topik bahasan yang menarik dan berusahalah membuat dara berbicara.
Setengah jam kemudian mereka sampai di pelataran parkir mall. Pras memarkirkan mobilnya dan turun bersama istrinya.
Pras menggenggam tangan dara dan membawa masuk kedalam mall, dara berusaha menarik tangannya, tapi dia tidak berontak, dara takut membuat malu. Pras semakin mengencang kan pegangannya dan terus berjalan tak perduli dengan penolakan sang istri.
Dara dan Pras mengelilingi toko pakaian baby, dan dara begitu antusias memborong baju baju lucu untuk Ega. Kali ini dia bersikap Koopsau dan mau berdiskusi dengan Pras.
Lanjut mereka berdua masuk kedalam toko mainan, berbaring terbalik, justru Pras yang sangat antusias dia memborong banyak sekali mainan dan menyuruh pemilik toko mengantarkan kerumahnya.
Dara sempat beradu pendapat, tapi Pras tak perduli, dia hanya mengatakan jika dirinya bekerja untuk putranya, tak ada salahnya membeli sedikit mainan untuknya.
Dara memutar bola matanya malas dan berjalan mendahului Pras meninggalkan toko mainan dengan perasaan kesal.
Pras segera berlari menyusulnya setelah melakukan pembayaran.
"Sayang, maafin aku. Aku khilaf, habisnya aku suka semuanya. dan semua juga bagus." Pras coba memberikan penjelasan.
'Tapi mas, itu sudah kelewat batas, kau memborong semua mainan yang ada disana dan memindahkan nya kerumah kita " jawab dara kesal.
"Coba ulang sayang, tadi kamu panggil aku apa?" tanya Pras tersenyum dan sudah kembali mengandeng tangan dara.
"Coba ingat, barusan kamu bilang apa, dan panggil aku apa?" tanya Pras tak mau menyerah.
Dara mengingat kembali ucapannya, dara terkejut, wajahnya berubah merah merona, tanpa dia sadari dirinya memanggil Pras dengan sebutan mas.
__ADS_1
"tidak ada," jawabnya ketus
"Kok pipi kamu merona sayang, kamu pasti bohong."
"Mungkin salah dengar " guman dara pelan, namun bisa didengar Pras.
Mengapa aku bisa bisanya keceplosan dan memanggil nya mas, tambah besar kepala dia. lihatlah senyumnya itu, sungguh menyebalkan.
Pras kembali tersenyum, dia tahu saat ini dara sedang malu. Tentu saja dia malu mengakui nya.
"Kamu tahu, mas bahagia sekali " ucap Pras dan memeluk pinggangnya dara, mereka terus berjalan. Pras membawanya ke sebuah butik yang menjual pakaian muslimah.
"Mbak, tolong Carikan gaun terbaik yang cocok untuk istri saya " ucapnya pada pelayan toko.
"Baik pak, silahkan duduk disana." ucap sang pelayan sambil tersenyum ramah
"Mengapa ke toko ini, aku tak butuh baju baru, yang kemarin dibeli juga belum aku pakai " jawab dara mendengus kesal.
"Tidak apa, kau akan membutuhkan nya nanti, karena kau akan mendampingi ku diberbagai kegiatan. Dan kadang tak terduga kapan waktunya, jadi ini buat jaga jaga." ucap Pras coba meyakinkan istrinya.
"selalu seenaknya" dara menggerutu pelan.
Pras kembali meliriknya, "Mas dengar sayang." jawab Pras tersenyum.
Dara semakin kesal, dia ingin membalas ucapan Pras namun pelayanan menghentikan perdebantan mereka.
Pras memperhatikan sejenak dan memandang dara meminta jawaban,nun sang istri malah memalingkan mukanya.
"Bungkus semua" ucap Pras kepada pelayan toko. Pras mengeluarkan kartunya dan memberikannya untuk menyelesaikan tagihannya.
"Baik pak, tunggu sebentar." jawabnya begitu senang.
Dara langsung menatap Pras tak suka, "Kak" ucapnya ingin protes.
"shuuut! bukankah tadi aku sudah bertanya, tapi kau tak memilih, itu artinya kau suka semuanya, jadi mas beli aja semuanya."
"menyebalkan" ucap dara marah, dia berbalik dan meninggalkan Pras dengan kesal dan penuh amarah.
Pras segera mengejarnya setelah pelayan tadi memberikan tas dan kartunya.
Pras merasa malu, Dinda tak menghargai nya, tak pernah seorang gadis memperlakukan nya seperti ini. Harga dirinya seperti diinjak injak, Pras marah
Langkah Pras yang panjang dan cepat, memudahkannya mengejar dara. Pras menarik tangan dara, namun dara menepisnya.
__ADS_1
Pras kembali menariknya dengan kuat dan membawanya ke tempat sepi,
"Lepas kak," dara berontak dari Kungkungan Pras ditembok. Pras membawanya ke balik tangga darurat.
"Jangan terus menerus menguji kesabaran ku" ucap Pras menatap tajam dan penuh intimidasi.
"Aku bisa saja berbuat kasar dan tidak memperdulikan mu, aku bisa memaksa mu dan melakukan semua yang aku mau padamu, tapi Ku tak melakukannya, aku tetap menahan diri dan bersabar,aku berharap kau bisa melihat semua ketulusan ku. Tapi apa yang kau lakukan! kau selalu menolak ku, dan tidak menghargai pemberian ku." ucap Pras dengan tegas dan jelas.
"Tapi aku memang tidak membutuhkannya!" dara melawan ucapan Pras.
"bulshiit! semua wanita suka dengan kemewahan, suka shopping, jalan jalan dan tentu saja dimanja. Dinda juga sama" jawab Pras masih dengan tatapan tajam
"Aku bukan mereka, jangan samakan aku dengan dinda, kau simpan saja uangmu itu, aku tak butuh." jawab dara lantang,
ucapan Dara bagai tamparan diwajah Pras, "tapi apa mungkin dia tidak tertarik dengan semua fasilitas mewah?" tanya Pras dalam hati.
"Lepaskan aku, kau salah menilai diriku " ucap Dara menatap nyalang, menunjukkan ketidak sukaannya.
Lagi lagi sikap ini membuat seorang Pras kesal, dia memajukan wajahnya,tanpa basa basi dia membungkam bibir mungil Dara yang telah berani menghinanya. Bibir manis yang selalu dirindukannya dalam diam.
Pras menciumnya kasar, menunjukkan kemarahan nya di setelah kehabisan nafas, Pras melepaskan ciumannya.
"Mengapa kau tidak bernafas? apa kau ingin mati!" ucap Pras disela mengatur nafasnya yang memburu.
"Kau yang membuat ku tak bisa bernafas!" jawab dara kesal
'Hehehe .. tapi kamu suka kan?" tanya Pras tersenyum.
Kemarahannya lelap melihat wajah kesal sang istri, Pras menjadi semakin gemes dibuatnya.
"Ayo kita pergi makan, rasanya perutku sangat lapar." ucap Pras menarik tangan sang istri. Dara sempat diam, enggan menjawab Pras karena percuma Pras memiliki seribu jawaban yang menyebalkan.
Melihat sang istri diam, Pras kembali menggodanya.
"Sayang, apa kau mau lagi, aku tidak keberatan mengulangnya, tak masalah ada yang melihat, toh kita sudah halal."ucap Pras tersenyum.
Sungguh dara semakin kesal, karena tak bisa berbuat apa apa, dan harus mengikuti ucapan Pras, Jika dia melawan, Pras bisa berbuat nekad, Dan dara takut hal itu terjadi.
Bahkan ditempat ramai seperti ini, dia berani menciumku, dasar tak Tak tau malu, bagaimana jika ada yang melihat dan tadi apa, dia bilang mau mengulanginya...dasar sinting. Pria mesum... ucap dara dalam hati.
Dara mencebik kesal, Pras semakin menyebalkan, dara memilih mengikutinya tanpa suara.
Pras kembali tersenyum hangat. Akhirnya aku dapat menemukan cara menundukkan mu walau sedikit kasar dan memaksa, tapi ini cara satu-satunya membuatmu patuh padaku. bathin Pras.
__ADS_1
Setelah makan siang bersama, dara dan Pras melanjutkan perjalanan nya menuju rumah mamanya dara. Menjemput putra kesayangannya.
jangan lupa tinggalin jejak ya, hari ini mamie update ya panjang. tetap dukung mamie dengan like, vote dan poin seikhlasnya. Terima kasih.