
Pras melangkah keluar rumah dan duduk di taman. Pikiran benar benar kacau sejak melihat Andara duduk berduaan dengan Arfan.
Walau jelas dua mendengar Andara menolak cinta Arfan, namun tetap saja dia tidak suka ada pria lain menyukai istrinya.
Andara akhirnya bangkit dan masuk ke dalam kamar, dia mandi dan sholat. Didalam sholat nya Andara menangis, mengadukan semua nasibnya kepada sang maha pemilik hidup dan kehidupan.
Selesai sholat Andara memilih pergi ke kamar Ega dan tidur disana.
Tengah malam Pras masuk kedalam kamar, lagi lagi kosong, Pras yakin Andara berada di kamar putranya. Langkahnya cepat memasukinya kamar Ega, dan benar. Dara tidur memeluk putranya, mereka berdua tidur dengan dama.
Pras memilih duduk ditepi tempat tidur, memandang wajah sang istri yang sudah terlelap.
Tangannya terulur untuk mengusap pipi data, namun dia tarik kembali, "Maafkan aku dara, tak seharusnya aku memarahiku, maafkan aku" ucap Pras pelan.
Pras menarik nafas dalam dan berat, kemudian dia mencium kening dara dan Ega bergantian lalu berjalan keluar dan menutup pintu kamar.
...****************...
Waktu terus berlalu, usia Ega sudah memasuki empat bulan, dia sudah mulai pandai mengoceh dan duduk, tubuhnya yang montok membuat siapapun yang melihatnya gemas dan ingin menciumnya.
Dara semakin banyak menghabiskan waktu bermain dengannya, begitu juga kakek dan neneknya mereka sering datang mengunjungi Ega.
Siang ini nama dan papa Pras datang berkunjung, dan kini mereka makan siang bersama.
'Dara, Ega sudah semakin besar dan montok. Mama rasa sudah waktunya kalian memikirkan anak kalian sendiri. Kapan kalian berencana memberikan Ega adik?"
pertanyaan Bu Evi membuat dara tersedak, Pras langsung memberikan air putih yang berada didekatnya.
"Pelan pelan ma" ucapnya penuh perhatian
Ada ada pertanyaan mama,mana mungkin Ega memiliki aduk sedangkan hubungan kami semakin memburuk dan jalan di tempat .
Pras membantu menjawab karena dilihatnya dara kebingungan
"Ma, kami masih fokus merawat Ega, mungkin jika dia sudah bisa jalan atau main kami akan memberi nya adik "jawab Pras
"Kelamaan Pras,ingat usia semakin tua jangan lama menundanya. Lagipula ada Maya yang akan menjaganya. Mama sudah tak sabar untuk kembali menimang cucu."
"Tapi ma.."
"Ngga ada tapi tapian, wong dara aja nggak komentar kok kamu yang bingung."
Bu Evi menatap dara lembut."Mama sangat menanti kabar bahagia itu nak." ucapnya
__ADS_1
Dara terdiam dan memilih mengangguk , tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.
...****************...
Sudah sebulan lebih sejak kejadian tersebut dara terus menghindari Pras, setiap malam dia memilih untuk tidur di kamar Ega.
Pras sudah berusaha untuk mendekati nya dan meminta maaf, namun tampaknya hati dara masih enggan untuk memaafkannya. Dara hanya diam disaat Pras mengajaknya bicara. Namun dia tetap menyediakan makanan dan menyiapkan semua keperluan Pras.
"Haris, bagaimana perkembangan nyonya?"
"Nyonya l sejauh ini baik pak, ibu selalu menghindar dan menjaga jarak dengan pak Arfan, ibu tidak pernah dekat dengan pria manapun." ucapnya
"Ris, aku lelah coba membujuknya dan meminta maaf, aku bingung bagaimana caranya untuk memenangkan hatinya." ucap Pras.
"Apa bapak pernah mengajaknya makan malam?" Pras menggeleng
"Memberikan nya hadiah?" Pras menggeleng
"Jalan jalan keluar, kencan gitu pak?" lagi Pras menggeleng.
"Bagaimana mengajaknya keluar, bicara saja dia tidak mau. Dia terus menghindar." ucap Pras
"Pak, wanita butuh perhatian dan kasih sayang, Masak bapak yang sudah berpengalaman tak bisa menaklukkan nyonya."
"Tapi dia berbeda, dia keras kepala."
"Kau mengejekku!"
"Bu..bukan pak, tapi Bu Andara istri bapak, dan bapak pasti tahu bagaimana sifatnya, berikan perhatian dan cinta, saya yakin dia akan luluh."
"Saya ada ide, tapi apa bapak mau." ucap Haris ragu.
"Apa itu?" tanya Pras penasaran.
Haris membisikkan idenya, Pras tampak mengerutkan keningnya sesaat, namun dia pikir tidak ada salahnya mencoba. Mungkin ini akan berhasil, bathinnya.
"Terima kasih." jawab Pras
"Oh ya, pak. Ada undangan dari Rangga, manager bagian pemasaran, Minggu ini dia akan menikah dengan Hanum. Acaranya diadakan di hotel angkasa."
"Hanum sahabat dara?"
"Benar, dan anda bisa memulai rencana anda dari sana." ucap Haris.
__ADS_1
"Apa kau yakin? aku meragukan ide gila mu itu."
"Terserah bapak, mau mencoba atau tidak."
"Baiklah, siapkan kado terbaik dan pesankan gamis yang bagus untuk istri ku. Aku ingin dia tampil cantik."
"Baik pak." Haris berlalu dari ruangan Pras.
Pras masih duduk terdiam memiliki ide Haris, tapi tidak ada salahnya di coba, dengan begitu dia akan tahu perasaan istrinya yang tertutup rapat dan sulit untuk di dekati.
Pras mengambil ponsel nya dan menelpon seorang, setelah lama berbincang Pras mematikan ponselnya dan kembali duduk di kursinya.
Aku akan menjemputnya, dan akan mengajaknya makan malam.
Mobil Pras sudah terparkir didepan kantor dara, dan dia juga sudah menelpon dara. Dara turun dan segera menemui nya. Masuk kedalam mobil dan diam. Selalu memilih diam, patuh dan diam itulah yang di kerjakan dara.
Mobil Pras memasuki sebuah restoran mewah, dia memarkirkan nya dan memilih private room untuk acara makan malam romantis nya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Pras
"Aku, ikut saja "
Pras memanggil pelayan dan memesan beberapa jenis makanan dan minuman. Setelah pelayan pergi, Pras menatap dara.
"Aku ingin minta maaf, maafkan aku" ucap Pras tiba tiba
Dara menatap nya tak percaya, seorang Pras yang sombong minta maaf. Namun tatapan mata Pras menunjukkan jika dia benar benar tulus, dara terdiam.
Ingat Pras kau harus bisa membuatnya jatuh cinta padamu, seperti yang dikatakan Haris.
"Aku sudah memaafkan mu, sebaiknya kita segera pulang. Ega pasti menunggu ku" Dara beranjak berdiri
"Dara," tahan Pras
"Sedalam itukah rasa benci mu padaku? boleh aku tahu apa kesalahanku?" tanya pras masih dengan sikap lembut nya.
Dara menarik nafas dalam, matanya berkaca kaca. Kenangan masa lalu sudah dia kubur dalam.dalam, kini terbuka dan enggan rasanya untuk mengungkitnya kembali. Hanya mengingatkan akan luka yang dalam dan berdarah.
"Lupakanlah, aku tidak membencimu." jawab dara
"Bohong, aku tahu kau masih menyimpan rasa sakit itu, katakan apa salahku agar aku tahu kesalahan ku. Dan agar aku bisa memperbaiki nya."
Dara masih diam, lidahnya kelu, bibirnya gemetar dan dia benci situasi ini ,hanya mengingatkannya akan kejadian waktu itu.
__ADS_1
Apa sih sebenarnya yang terjadi diantara dara dan Pras? kenapa dara begitu membenci Pras?
Tunggu di episode selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih