
"Wajah kamu kayak nggak asing ya. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Kayla.
"Hmm... Entahlah, aku tidak ingat. Mungkin pernah berpapasan" kata Kiara.
"Iya sih. Oh iya umur kamu berapa? Sepertinya, umur kita tidak beda jauh"
"Umurku 16 tahun. Kalau kamu berapa?" tanya Kiara.
"Umurmu 2 tahun lebih muda dariku. Aku 18 tahun" jawab Kayla.
"Bisakah aku panggil Kakak? Mungkin kita bisa jadi teman"
"Tentu saja" ucap Kayla dengan senang hati.
"Kakak ngapain kesini? Apa Kakak sedang hamil juga?"
"Iya. Aku tadinya berencana ingin menggugurkannya, tetapi setelah melihat kamu yang ingin mempertahankan kehamilan kamu, entah kenapa aku merasa bersalah pada bayiku"
"Baju Kakak kenapa? Kelihatan lembab, seperti terkena siraman air"
"Kok kamu tahu?" kaget Kayla.
"Memangnya benar, Kak? Padahal aku cuma kira-kira aja tadi"
"Yang kamu katakan memang benar. Kondisiku saat ini juga begitu miris"
"Kakak mau nggak singgah ke rumahku? Aku bisa pinjemin Kakak baju ganti dan kita juga bisa cerita-cerita di kamar aku. Soalnya aku jarang punya teman Kak. Sekalian nanti aku kenalin sama orang tua aku. Gimana?"
Mendengar tawaran dari Kiara, Kayla pun setuju. Ia juga berniat ingin meminjam hp Kiara nantinya, untuk menghubungi Aldo.
Kayla dan Kiara menaiki taksi, sampai ke rumah milik Kiara. Rumahnya tidak terlalu besar, tetapi cukup nyaman untuk ditinggali. Dilihat dari bunga-bunga yang tertata rapi, dekorasi-dekorasi di setiap sudut ruangan, serta lantai yang tidak ada debu sama sekali, membuat Kayla yakin orang tua Kiara sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan rumah.
"Rumah kamu bagus. Pasti Mama dan Papa suka banget bersih-bersih ya?"
"Iya, Kak. Mereka juga agak disiplin sih, makanya aku masih belum siap memberitahukan kehamilan aku sama mereka" ujar Kiara.
"Nanti kamu bilang aja kalau sudah siap untuk ngomong sama orang tua kamu. Aku akan bantu bicara kok" kata Kayla.
"Kakak serius?"
"Serius"
"Makasih Kak. Aku senang banget" ucap Kiara, memeluk Kayla.
Tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil nama Kiara.
"Kiara, kamu lagi sama siapa?"
Kiara melepaskan pelukannya pada Kayla dan mereka berdua menoleh ke arah sumber suara. Ternyata orang yang memanggil Kiara adalah Sinta, ibunya Kiara.
__ADS_1
"Halo, Ma. Ini aku barusan kenal sama.."
"Berapa kali Mama bilang, kamu itu jangan berteman dengan orang yang baru kamu kenal. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" potong Sinta.
"Maaf, Tante. Saya hanya diajak Kiara kesini. Kami hanya ingin ngobrol kok, tapi kalau Tante nggak izinin nggak apa-apa, aku pamit pulang saja" ujar Kayla.
"Jangan dong, Kak. Kita kan udah janji mau ngobrol bareng"
"Ma, tolong izinin ya. Tadi pas aku ketemu juga bajunya Kak Kayla udah lembab, kayak habis diguyur air. Aku kasihan, Ma" mohon Kiara.
Mendengar anaknya menyebut nama Kayla, wajah Sinta seperti terkejut, seakan nama itu familiar untuknya.
"Nama kamu Kayla?" tanya Sinta.
"Iya, Tante"
"Ya sudah. Silahkan masuk. Kiara, pinjamkan baju kamu ke dia. Tapi ingat, kalian tidak boleh mengobrol terlalu lama. Kamu harus belajar Kiara"
"Siap, Ma" kata Kiara sangat senang.
"Ayo masuk, Kak" lanjutnya lagi.
Kiara dan Kayla masuk kedalam rumah. Sedangkan Sinta, terlihat terus menatap ke arah Kayla, sampai punggung Kayla tidak terlihat lagi. Ekspresi wajahnya terlihat sulit diartikan, seperti ada sesuatu yang janggal saat kedatangan Kayla.
Di dalam kamar, Kiara memberikan pakaiannya kepada Kayla, dan Kayla pun segera mengganti pakaiannya.
"Makasih ya Kiara, kamu sudah mau minjamin baju kamu" kata Kayla.
"Oh iya, nanti aku bisa pinjam hp kamu nggak? Hp aku mati soalnya. Aku mau telepon suami aku"
"Kakak udah nikah?" kaget Kiara.
Kayla mengangguk.
"Tunggu, sepertinya wajah kakak memang nggak asing. Tunggu sebentar ya"
Kiara memeriksa hp nya seperti ingin memastikan sesuatu. Ia pun terkejut setelah beberapa saat, membuat Kayla bingung.
"Ada apa?"
"Kakak istrinya Aldo? Si pengusaha kaya raya itu? Tapi disini katanya Kakak perusak rumah tangga orang" ucap Kiara dengan hati-hati.
"Ternyata berita itu masih ada ya. Begitu lah Kiara, aku di cap seperti itu, tanpa ada yang mau mendengar alasannya"
"Memangnya alasannya apa? Kakak keberatan nggak kalau mau cerita ke aku? Mungkin aku nggak bisa selesain masalah Kakak, tapi aku bisa dengerin alasan Kakak" ujar Kiara.
Kayla mulai menceritakan awal mula kejadiannya. Sebenarnya Kayla bukanlah orang yang gampang membicarakan masalahnya kepada orang baru. Tetapi, entah kenapa saat bersama Kiara, ia seperti ingin menceritakan semua hal yang menimpanya.
Setelah bercerita, Kiara akhirnya mengangguk paham.
__ADS_1
"Aku sih nggak salahin Kakak. Seharusnya orang-orang tidak gampang menuduh tanpa tahu sebenarnya yang terjadi. Sebaiknya Kakak, hubungin suami Kakak. Pasti dia sangat khawatir sekarang"
Karena Kayla tidak hapal nomor telepon Aldo, akhirnya ia memutuskan untuk menelepon nomor kantor milik Aldo, yang bisa ditemukannya di internet.
Setelah disuruh menunggu beberapa saat untuk disambungkan ke nomor telepon Aldo. Akhirnya kini ia bisa mendengar suara laki-laki yang amat dicintainya itu.
"Halo, Kay? Apa ini beneran kamu? Kamu dimana sayang? Aku akan jemput kamu sekarang juga. Aku sangat khawatir. Kenapa nomor kamu dari tadi tidak aktif?
Aldo berbicara tanpa memberikan kesempatan untuk Kayla berbicara. Ia sangat senang akhirnya bisa menemukan istrinya itu, sehingga tanpa sadar ia terus berbicara tanpa jeda.
"Halo, Kayla. Tolong jangan diam saja. Jawab dong" lanjut Aldo.
"Aku kapan bisa bicaranya, Bee? Kamu dari tadi bicara terus" jawab Kayla, tertawa singkat.
"Maafin aku. Kamu dimana sekarang?"
"Aku ada di rumah teman aku"
"Teman kamu siapa? Laura? Tadi aku tanya Laura katanya dia nggak tahu kamu dimana"
"Bukan, tapi temanku Kiara. Nanti aku kasih alamatnya. Maaf tadi aku tidak bisa menghubungi kamu, hp ku mati"
"Baiklah kalau begitu. Cepat kirimkan alamatnya, aku akan segera kesana, Bee"
Kayla memutuskan sambungan telepon dan segera mengirimkan alamat rumah Kiara kepada Aldo. Tidak butuh lama, Aldo segera menuju ke alamat itu.
45 menit kemudian, Aldo telah sampai di alamat yang dikirimkan Kayla. Cukup lama memang, karena ternyata jaraknya cukup jauh dari tempat Aldo berada.
Aldo turun dari mobilnya dan membunyikan bel rumah. Tidak lama setelahnya, pintu rumah terbuka dan keluarlah Kayla.
"Han, kamu dimana aja dari tadi? Aku benar-benar mengkhawatirkan kamu sayang, dari tadi aku cariin kamu"
Aldo langsung memeluk tubuh Kayla, kemudian menghujani ciuman keseluruh wajah Kayla, bahkan di bibir juga.
Kiara yang melihat kemesraan Kayla dan Aldo langsung memalingkan wajah karena malu.
Tiba-tiba ada suara yang meneriaki mereka dari dalam rumah.
"Ngapain kalian ciuman dihadapan anak saya? Kiara masuk kedalam!"
Kayla dan Aldo menoleh ke sumber suara yang meneriaki mereka dan itu ternyata adalah Sinta.
...****************...
Visual Kayla
Visual Aldo
__ADS_1