Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Kembali Pulang


__ADS_3

POV Author


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Aldo dan juga Raffa. Bagaimana mereka tidak senang, keduanya berhasil membawa pulang orang yang dicintai mereka masing-masing. Meskipun, Kayla dan Kiara masih bersikap cuek pada mereka saat ini.


"Yeayyy kita pulang. Honey, kamu duduk di belakang ya bareng aku. Nanti Raffa dan juga Kiara duduk di depan aja" ucap Aldo.


"Nggak bisa. Kamu di depan temenin Raffa. Nanti aku dan Kiara di belakang. Kamu nggak kasihan apa Mas? Kiara juga punya bayi loh" ujar Kayla.


"Benar itu" sambung Kiara.


"Iya deh iya. Aku di depan. Aurel sayang jagain Mama ya di belakang, jangan sampai Mama nakal"


Aldo berjongkok dan berbicara dengan putrinya yang berada di stroler.


"Kamu kali yang nakal, Mas. Udah cepetan duduk di depan"


"Aduh istriku ini kok marah-marah terus. Jangan gitu dong honey. Aku kan sedih jadinya"


"Biarin. Kamu aja nggak peduli saat aku sedih"


Aldo menghela napas dan membuangnya secara perlahan.


Ia sadar istrinya itu masih belum bisa memaafkan dirinya. Ya, bagaimana pun juga kesalahannya cukup fatal jadi Aldo sadar akan hal itu dan tidak membantah perkataan Kayla lagi.


"Semua sudah siap?" tanya Raffa, yang berada di tempat kemudi.


"Siap" jawab Kayla dan Kiara sangat kompak.


Saat mobil akan mulai berjalan, tiba-tiba Dirga dan Arkan muncul dan menghadang mobil mereka.


"Dasar gila mereka. Mau ngapain sih disitu? Tabrak aja kalau mereka nggak mau minggir!" kesal Aldo.


Raffa mengeluarkan kepalanya dari balik jendela mobil dan mulai meneriaki Dirga dan Arkan yang menghalangi jalan mereka.


"Mau ngapain kalian? Mau mati hah?"


"Sabar bro. Kita berdua cuma mau ketemu Kayla dan Kiara sebentar saja, nggak lama kok"


Raffa tertawa sinis, dia tidak habis pikir dengan dua laki-laki itu yang ingin kehilangan nyawa mereka saat ini.


"Mereka mau ketemu Kayla dan Kiara? Dasar gila. Ayo kita turun Raffa. Kita habisi mereka hari ini sebelum pulang" geram Aldo.


"Ehh jangan. Mereka mungkin cuma pengen bicara atau titip sesuatu. Tunggu aja. Nanti kami berdua yang akan bicara dengan mereka" ucap Kayla.


"Nggak!" kata Raffa dan Aldo, menolak bersamaan.


Mereka turun dari mobil dan mulai menatap tajam ke arah Dirga dan Arkan.

__ADS_1


"Mau apa kalian? Kasih tau ke kami. Nanti kami yang akan sampaikan. Kalian tidak boleh bertemu mereka" ucap Raffa.


"Wah udah dilarang nih. Menakutkan banget ya. Baiklah, kami cuma mau kasih ini ke mereka. Jangan lupa dikasih ya"


Dirga dan Arkan menyerahkan masing-masing kado kecil kepada Aldo dan Raffa. Mereka lalu pergi, sambil melambaikan tangan kepada Kayla dan Kiara yang masih duduk di dalam mobil.


"Dasar gila mereka itu. Jangan pernah izinkan Kayla dan Kiara bertemu orang seperti mereka lagi. Benar-benar nggak tau diri" kata Aldo.


"Baik Tuan"


Kalau biasanya Raffa selalu tidak setuju dengan perkataan Aldo, kali ini dia benar-benar setuju 100 persen pada bosnya itu.


Aldo dan Raffa kembali masuk kedalam mobil dan memberikan kadonya kepada Kayla dan Kiara.


"Apa ini? Dari mereka ya?" tanya Kayla.


"Iya, coba dibuka honey. Aku penasaran. Awas saja kalau mereka memberikan hadiah yang aneh-aneh" jawab Aldo.


Kayla membuka terlebih dahulu hadiah dari Dirga, diikuti Kiara yang membuka hadiah dari Arkan.


Di kotak milik Kayla, isinya ternyata adalah foto masa kecilnya bersama Dirga dan juga ada Aldo yang dulunya baru berusia 20-an.


Kayla yang melihat foto itu sangat terharu, apalagi dengan tulisan yang berada di belakang fotonya.


12 tahun yang lalu. Kamu sudah menyelamatkan nyawaku dan ternyata kalian adalah jodoh. Takdir yang sungguh tidak terduga. Semoga kalian selalu bahagia:)


Raffa yang melihat itu tentu saja tidak merasa senang.


"Apa hadiahnya?"


"Buku mengatasi cowok playboy kayak kamu" kata Kiara, sambil tertawa kecil.


"Aku nggak playboy Kiara. Dia tuh yang playboy. Berani-beraninya dia deketin kamu"


"Kenapa kamu marah? Kamu kan cuma mantan, Kak" ucap Kiara, membuat Raffa terdiam.


"Raffa ayo cepetan jalan. Ingat kamu harus sabar. Ini ujian untuk pejuang cinta"


Raffa hanya mengangguk dengan perkataan Aldo, kemudian mulai menjalankan mobil.


.


.


.


Perjalanan yang ditempuh cukup lama, akhirnya berhasil dilewati.

__ADS_1


Mereka telah sampai kembali di kota J. Revan tentu saja langsung menyambut Kayla dan Aurel dengan sangat bahagia.


"Mami kenapa pulangnya lama banget? Revan bosan di rumah kalau nggak ada Mami dan Aurel" ucap Revan, memeluk Kayla begitu erat.


"Maafin Mami ya, karena sudah lama pergi dari rumah. Mami janji nggak akan tinggalin Revan lagi"


"Iya nggak apa-apa kok Mami. Papa juga sudah bilang kalau yang salah itu Papa, jadi wajar kalau Mami pergi dari rumah"


Kayla menoleh ke arah Aldo. Ia tidak menyangka Aldo akan mengatakannya kepada Revan, meskipun memang tidak dikatakan secara jelas permasalahan yang terjadi diantara mereka.


"Terima kasih sayang. Kamu mau nggak main sama Aurel? Dia pasti senang ketemu sama Kakaknya"


"Iya Revan mau. Yeayyy main bareng Aurel"


Kayla mengajak Revan bermain bersama Aurel. Sedangkan Aldo memilih untuk beristirahat karena lelah bergantian mengemudi dengan Raffa.


Di tempat lain, Raffa yang mengantarkan Kiara dan Kenzo untuk kembali ke rumah mereka. Selama di perjalanan, Kiara sama sekali tidak berbicara apapun, membuat Raffa merasa gelisah.


"Kiara, kamu mau nggak kalau nanti aku ajak jalan-jalan? Bareng Kenzo juga"


"Aku takut membuat orang tua kamu lebih marah lagi padaku, Kak"


"Nggak. Aku janji mereka nggak akan seperti itu lagi. Aku akan berusaha meyakinkan mereka, aku janji Kiara"


"Akan aku pertimbangkan. Tapi belum bisa aku pastikan Kak. Aku juga masih merasa tidak enak pada Kak Laura saat ini. Aku tidak mau hubunganku dengannya menjadi semakin menjauh lebih jauh lagi"


"Iya aku mengerti soal itu. Tapi tolong untuk masalah orang tuaku, tolong kasih aku kesempatan lagi Kiara. Aku mohon"


Kiara tidak menjawab dan lebih memilih menatap ke arah jendela. Hatinya masih bimbang, apakah harus kembali memaafkan Raffa atau tidak.


Raffa yang tahu Kiara belum bisa memutuskan semuanya, hanya bisa pasrah dan diam selama sisa perjalanan.


Mereka akhirnya telah sampai di depan rumah Kiara. Kiara dan Kenzo pun turun dari mobil, dibantu oleh Raffa yang mengangkat barang-barang milik mereka.


"Terima kasih sudah mengantarkan kami"


"Sama-sama. Aku pamit ya. Salam sama kedua orang tuamu"


"Tunggu" tahan Kiara.


"Ada apa?" tanya Raffa.


"Sebagai ucapan terima kasih, aku ingin mengajak Kakak untuk makan malam di rumah nantinya. Itu pun kalau Kakak mau"


"Iya mau banget. Aku tunggu undangannya"


Raffa menjawab dengan cepat tanpa berpikir lama. Menurutnya, ini mungkin tahap berikutnya untuk menaklukan kembali hati Kiara.

__ADS_1


__ADS_2