Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Kembali Membuka Hati


__ADS_3

Raffa pulang ke rumah orang tuanya, berniat ingin meminta restu. Kali ini ia bertekad untuk tidak pantang menyerah demi mendapat restu dari kedua orang tuanya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Beka dari dalam rumah.


Tidak lama kemudian, pintu rumah terbuka dan muncul lah Beka yang baru saja selesai memasak.


"Tumben kamu baru mampir ke rumah sekarang. Darimana saja kamu beberapa hari ini? Di apartemen terus ya?" tanya Beka, seperti seseorang yang sedang menginvestigasi anaknya sendiri.


"Boleh aku masuk dulu?"


"Tentu saja, kok pakai nanya lagi sih. Ayo masuk"


Raffa masuk ke dalam rumah dan mendapati ayahnya yang sedang membaca koran di ruang tamu.


"Sini duduk nak" panggil Bagas.


Raffa mengikuti perintah ayahnya dan segera duduk di sebelahnya.


"Oh iya Mama mau kenalin kamu nanti dengan anak teman Mama. Kamu mau ya?"


Raffa mendengus kesal. Ia sangat kesal dengan ibunya yang selalu menjodohkannya seperti saat ini.


"Mama bisa berhenti melakukan seperti itu?"


"Melakukan apa maksud kamu?"


"Berhenti menjodohkan aku, Ma. Berapa kali aku harus bilang kalau orang yang aku cintai hanya Kiara" ucap Raffa, merasa sangat kesal.


"Tidak. Sampai kapan pun Mama tidak akan setuju dengan dia. Kamu itu sudah gila. Jangan-jangan kamu juga sudah di santet sama dia. Mana ada laki-laki yang mau menikah dengan perempuan yang tidak benar seperti dia? Hamil di luar nikah terus kamu yang tanggung jawab. Enak sekali hidupmu" geram Beka.


"Ada kok, Ma. Buktinya aku anak Mama dan Papa seperti itu saat ini. Mama tahu bagaimana perasaanku saat tunanganku dulunya meninggal kan? Aku tidak bisa hilang dari trauma itu dan menutup hati untuk perempuan mana pun. Sekarang ada perempuan yang bisa membuka hatiku kembali. Tapi kenapa kalian harus seperti ini? Kenapa kalian harus memaksa aku menikahi orang yang sama sekali tidak bisa aku cintai dan akhirnya hanya meninggalkan luka pada wanita itu? Aku mohon untuk kali ini Mama, Papa. Tolong izinkan aku menikah dengan Kiara"


"Tidak! Kamu benar-benar sudah gila Raffa. Sepertinya kamu harus dirukiyah biar sadar. Mama nggak setuju!" teriak Beka.


Merasa bahwa usahanya tidak akan membuahkan hasil dengan bertengkar seperti ini. Akhirnya Raffa bersujud di kaki ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Aku mohon pada kalian. Tolong restui aku. Aku mohon. Aku selalu mengikuti permintaan kalian yang lainnya. Tapi aku mohon Mama, Papa, untuk urusan rumah tangga aku, aku harap semua itu bisa menjadi keputusanku. Kalau memang hasilnya tidak akan baik, aku siap menerima semuanya karena inilah pilihanku. Tolong jangan paksa lagi aku harus menyukai wanita lain. Itu sangat menyiksa. Aku benar-benar tidak bisa, maafkan aku"


Raffa masih dalam keadaan bersujud di kaki orang tuanya. Beka dan Bagas yang melihat hal itu tentu saja sangat kaget. Pasalnya, selama ini Raffa tidak pernah seperti ini sebelumnya.


Ia merupakan anak penurut dan hampir tidak pernah membantah meskipun hal itu tidak disukainya. Tetapi sekarang, ia benar-benar berbeda. Demi kebahagiaan dirinya, ia, rela memohon-mohon kepada orang tuanya agar bisa direstui.


"Berdiri Raffa" kata Bagas, pada anak laki-laki satu-satunya itu.


"Papa tidak pernah melihat kamu seniat ini demi seorang wanita. Papa tidak tau kenapa kamu sangat menyukai wanita itu. Tetapi kalau memang itu membuatmu bahagia, Papa izinkan kamu menikah dengannya. Bawa dia ke rumah ini dan makan malam bersama kami. Papa mau mengenal wanita seperti apa yang sudah membuat anak laki-laki Papa jadi seberani ini" ujar Bagas.


"Papa serius?" kaget Raffa.


"Iya serius"


"Terima kasih, Pa"


Raffa langsung memeluk ayahnya karena merasa sangat bahagia. Lain halnya dengan Beka yang merasa kesal karena suaminya tidak memihak padanya dan malah merestui hubungan Raffa.


"Nggak bisa gitu dong, Mas. Dia harus menikah dengan wanita baik-baik"


"Mau sampai kapan kamu menyiksa anak kamu sendiri? Kamu mau lihat Raffa kembali bercerai hanya karena keegoisanmu yang seperti ini? Terima saja Beka. Meskipun dia menikah dengan seorang perempuan yang telah memiliki anak, bukan berarti itu hal yang selalu buruk. Jangan pernah samakan Raffa dengan Kakaknya yang lain" bela Bagas.


Beka langsung pergi ke kamarnya, meninggalkan Raffa dan Bagas di ruang tamu.


"Jangan dengarkan perkataan Mama kamu. Kamu tau kan dia orangnya seperti apa? Nanti juga pasti luluh kok. Tenang ya" ucap Bagas, sambil menepuk punggung Raffa.


"Baik, Pa. Terima kasih ya. Aku senang karena Papa ternyata mau membela aku"


"Sama-sama. Jangan lupa ya, ajak dia ke rumah"


"Siap Papa. Aku pamit dulu ya"


"Mau kemana? Kok cepat banget baliknya"


"Mau ke apartemen. Beberapa hari ini aku lagi coba ngejar Kiara. Jadi mau istirahat dulu sekarang. Kalau istirahat di sini, takutnya bukan tambah tenang tapi tambah stres" ujar Raffa, bercanda.


"Benar juga ya. Ya sudah kamu hati-hati ya. Semangat mengejar cintanya" kata Bagas.


"Siap. Salam ke Mama ya, Pa. Bilang aku pamit dulu"

__ADS_1


"Iya nak"


Raffa pun akhirnya pergi dari rumah orang tuanya dengan tersenyum puas. Meskipun ibunya belum sepenuhnya merestui hubungan mereka, akan tetapi ia percaya, bahwa suatu saat nanti ibunya pasti akan luluh juga.


Semoga aku benar-benar berjodoh denganmu Kiara. Aku tidak peduli meskipun orang-orang bilang aku sudah gila. Yang aku tau, aku mencintaimu dan akan menyayangi Kenzo seperti anakku sendiri. Gumam Raffa.


Setibanya di apartemen, Raffa langsung menghubungi Kiara.


Assalamualaikum. Ada apa Kak?


Waalaikumsalam. Kiara, kamu punya waktu besok nggak?


Punya. Mau ngapain ya?


Aku ingin mengajak kamu makan malam di rumah besok.


Hmmm kenapa tiba-tiba? Aku kira Mama kamu nggak suka sama aku.


Iya, mama memang belum bisa menerimanya. Tapi ini atas permintaan Papa aku sendiri untuk mengundang kamu makan malam. Kamu mau kan? Ajak Kenzo juga. Aku janji Kiara, ini tidak akan sama seperti waktu itu. Aku benar-benar tidak akan membuat Mama aku menyakiti perasaan kamu lagi.


Tidak ada jawaban. Kiara sepertinya sedang mempertimbangkan apakah dia harus menerimanya atau tidak.


Baiklah, aku mau.


Mendengar jawaban Kiara, Raffa langsung berjingkrak kegirangan. Saking senangnya, ia sampai terjatuh dari atas ranjang.


Aawwwww. Pekiknya, membuat Kiara terkejut dari seberang telepon.


Kamu kenapa Kak?


Nggak kenapa-kenapa kok, cuma nggak sengaja jatuh aja. Makasih ya Kiara, kamu sudah mau menerima ajanku.


Sama-sama Kak. Sudah dulu ya, aku mau mandiin Kenzo dulu.


Siap sayang, eh maaf maksudnya Kiara.


Oke.


Kayla langsung cepat-cepat mematikan sambungan telepon dengan wajah bersemu merah. Sedangkan Raffa, merutuki kebodohannya yang tanpa sadar memanggil Kiara dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Kalau Kiara jadi ilfil gimana nih? Jangan sampai itu terjadi. Aku nggak mau kehilangan dia untuk kesekian kalinya.


__ADS_2