Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Berpisah?


__ADS_3

Keesokan harinya Kayla sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Ia memilih untuk tidak pulang ke rumahnya dan lebih memilih pulang ke rumah Sinta. Untungnya saat itu Sinta datang membantu Kayla mengemas segala keperluannya di rumah sakit.


"Sayang, kamu nggak mau kasih tau Aldo kalau kamu sudah diperbolehkan pulang?" tanya Sinta.


"Nggak usah, Ma. Mas Aldo juga nggak hubungi aku sampai sekarang, jadi dia nggak perlu dikabari" jawab Kayla dengan raut wajah yang sangat jelas terlihat kecewa.


"Baiklah kalau begitu. Tapi Mama harap kalian bisa selesaikan masalah kalian dengan baik nantinya" ucap Sinta.


"Sudah siap semua kan? Ayo kita pergi" lanjutnya lagi.


"Iya, Ma" kata Kayla.


Sesampainya di rumah Sinta, mereka langsung disambut oleh Rian dan juga Kiara.


"Hai Kak. Aku senang banget kamu mau tinggal di sini" ucap Kiara.


"Iya Papa juga senang, jadi tambah rame deh rumah ini" tambah Rian.


"Makasih banyak Kiara, Papa, kalian sudah mau menerima aku dan Aurel di sini. Maaf ya kalau kami merepotkan kalian"


"Tentu saja tidak sayang, kami senang kok. Ayo masuk" ajak Sinta.


Setelah masuk ke dalam rumah, Kayla mulai mengobrol dengan adiknya Kiara. Mereka terlihat sudah kembali membaik, setelah sempat bersitegang di rumah sakit beberapa hari yang lalu.


"Kapan kamu lahiran, dek?" tanya Kayla.


"Kalau kata Dokter sih sekitar 2 atau 3 hari lagi kak" jawab Kiara, sambil mengelus perutnya yang sudah sangat besar.


"Semoga lahiran kamu nanti lancar ya"


"Iya, makasih kak"


Hp Kiara yang berada di atas meja berdering. Sebelum Kiara mengambil hp nya, tidak sengaja Kayla melihat nama Faris terpampang di layar hp nya.


Setelah mengambil hp, dengan cepat Kiara mematikan daya agar Faris tidak menghubunginya lagi.


"Kenapa nggak diangkat?"

__ADS_1


"Aku nggak mau aja, Kak"


"Oh iya"


Kayla tidak bertanya lebih jauh lagi. Ia tidak mau bertengkar kembali dengan Kiara kalau terlalu banyak bertanya.


"Kak, sebenarnya" ucap Kiara takut-takut.


"Sebenarnya apa?" tanya Kayla, merasa bingung.


"Sebenarnya, alasan aku nggak mau dekat dengan Faris saat ini karena dia pernah bilang ke aku kalau dia melihat sosok kamu di diri aku Kak. Aku takut dia cuma menyukaiku karena mengingat kamu, jadi aku memutuskan untuk tidak mau dekat dengan dia lagi" ujar Kiara.


Kayla yang mendengar hal itu langsung paham sekaligus merasa bersalah.


"Maafin aku ya, Dek. Aku nggak tau kalau dia pernah berkata seperti itu ke kamu. Tapi mungkin dia seperti itu karena wajah kita hampir mirip dan dia dulunya pernah suka sama aku. Tapi kamu tenang saja, Faris orangnya setia kok. Kalau sudah menyukai 1 wanita dia akan berusaha keras memperjuangkan wanita itu. Jadi kamu jangan khawatir. Tapi semua tergantung kamu sih. Kalau kamu belum siap untuk membuka hati, sebaiknya jangan dulu" ujar Kayla.


"Iya Kak. Untuk saat ini sepertinya aku masih ingin fokus merawat anak aku dulu"


"Baiklah kalau begitu. Kakak ke kamar dulu ya. Soalnya mau nyusuin Aurel"


"Iya Kak, silahkan"


Saat sedang menyusui Aurel, dipikirkannya ia bertanya-tanya apakah Aldo mencarinya saat ini atau tidak. Karena tidak ingin terus merasa penasaran, Kayla akhirnya memutuskan untuk menghubungi asisten rumah tangga mereka yang berada di rumah saat ini.


Assalamualaikum Nyonya.


Waalaikumsalam Mbak. Tuan Aldo ada di rumah nggak ya?


Tidak ada Nyonya. Tadi sempat pulang ke rumah, tapi cuma mengambil beberapa pakaian terus langsung pergi lagi.


Apa dia bertanya kalau saya sudah pulang dari rumah sakit?


Tidak Nyonya.


Kayla merasa kecewa, ternyata suaminya sama sekali tidak menanyakan kabarnya maupun kabar anaknya sendiri. Perubahan sifat Aldo benar-benar membuat Kayla sangat sakit hati.


Baik Mbak. Terima kasih.

__ADS_1


Kayla menatap ke arah Aurel yang sudah tertidur di dalam gendongannya.


"Papa sudah tidak peduli pada kita lagi sayang. Mama benar-benar kecewa sama Papa kamu"


Air mata kembali mengalir membasahi pipi Kayla. Entah sudah keberapa kalinya ia menangis karena melihat sikap Aldo.


Di sisi lain, Aldo masih setia menemani Revan yang belum sadar juga. Ia baru saja teringat kalau hari ini Kayla pulang dari rumah sakit.


"Pasti dia sudah pulang ke rumah sekarang kalau tidak, mungkin dia sudah berada di rumah Mamanya. Biarlah, yang penting aku di sini bisa fokus merawat Revan. Saat Revan sadar nanti baru aku coba bicarakan baik-baik dengan Kayla" ucap Aldo, mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Aldo menyepelekan semuanya. Ia tidak tahu kalau saat ini Kayla sudah merasa sakit hati padanya.


Beberapa saat kemudian, Aldo mendapatkan pesan masuk dari Sinta. Ia mengernyitkan dahi, tidak biasanya mertuanya itu menghubunginya seperti saat ini.


Assalamualaikum nak. Maaf Mama mengirimkan pesan ke kamu sekarang. Mama tau kamu lagi sibuk menjaga Revan, tapi tolong lihat juga istri dan anak kamu Aurel nak. Mereka membutuhkan kamu sekarang apalagi Kayla masih sangat muda, perasaannya pasti sangat sedih tanpa kehadiran seorang suami. Mereka lagi di rumah Mama sekarang, Mama harap kamu mau mengunjungi mereka.


Setelah membaca pesan dari Sinta, Aldo mulai merasa bimbang. Di satu sisi ia ingin mengunjungi Kayla dan juga anaknya Aurel, tapi di sisi lain ia tidak bisa membiarkan Revan sendirian dalam keadaan koma seperti sekarang.


"Aku harus bagaimana ini? Apa aku telfon Kayla dulu ya?" pikirnya.


Akhirnya Aldo memutuskan untuk menghubungi Kayla. Cukup lama panggilannya tidak dijawab oleh istrinya itu hingga setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Kayla pun mengangkatnya.


Assalamualaikum. Ucap Kayla dengan nada serak karena sehabis menangis.


Waalaikumsalam. Honey, kamu dimana sekarang?


Di rumah Mama, bee.


Syukurlah. Sebaiknya kamu disitu dulu untuk sementara waktu. Aku ingin fokus mengurus Revan saat ini. Dia belum sadar juga sampai sekarang. Lalu aku juga mohon sama kamu honey, tolong kamu jangan suruh Mama kamu untuk mengirimkan sms padaku. Aku kan sudah bilang ke kamu kalau saat ini aku ingin fokus dulu mengurus Revan, jadi kamu harusnya mengerti.


Kayla menjadi bingung. Dia tidak pernah merasa menyuruh Mamanya untuk mengirimkan sms kepada Aldo.


Sms apa? Aku nggak pernah suruh, bee.


Terserah kamu lah. Kalau bukan kamu siapa lagi? Mama kamu aja nggak pernah sms aku sebelumnya.


Mas! Kamu benar-benar keterlaluan! Kenapa semuanya jadi salah aku? Aku bersumpah, sama sekali aku tidak pernah seperti itu Mas. Kamu benar-benar kelewatan sekarang. Aku sudah muak dengan sikapa kamu. Aku minta cerai sekarang juga!

__ADS_1


Kayla langsung mematikan sambungan teleponnya dan tubuhnya merosot ke lantai sambil menangis sangat kencang. Bahkan Aurel terbangun dari tidurnya dan ikut menangis karena mendengar suara tangisan Kayla.


__ADS_2