Menikahi Om Sendiri

Menikahi Om Sendiri
Membujuk


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 2 pagi. Sampai saat ini, Aldo masih terus terjaga dari tidurnya. Ia menoleh ke arah samping kirinya dan melihat Raffa yang sudah tertidur nyenyak.


Gila, baru kali ini aku tidur dengan asisten sendiri. Mana aku sudah sangat rindu untuk tidur dengan Kayla dan juga anakku Aurel. Gumam Aldo.


Karena belum juga bisa tertidur, Aldo langsung membangunkan Raffa yang tertidur sangat pulas.


"Hey bangun" kata Aldo, sambil mengguncang-guncang badan Raffa.


"Kenapa sih? Ganggu orang tidur aja"


Aldo kaget mendengar ucapan Raffa yang masih setengah tertidur.


Plak!


Aldo memukul bokong Raffa dengan keras, membuat yang dipukul terperanjat kaget.


"Tuan, kenapa bokong saya dipukul? Sakit banget loh ini" kesal Raffa, mengusap-usap bokongnya yang sakit.


"Kamu tidur kayak orang mati, dibangunin nggak bangun-bangun. Pindah di luar sana, aku mau nyuruh Kiara dan anaknya tidur di sini" ucap Aldo.


"Apa? Tapi kenapa Tuan?"


"Aku mau tidur dengan istri dan anakku. Cepat minggir kamu"


"Nanti Nyonya Kayla marah lagi loh"


"Nggak usah dinasehatin, cepat kamu keluar sana"


Lagi enak-enak tidur malah disuruh pindah ke luar. Untung aja bos, kalau nggak udah aku cincang nih orang. Gerutu Raffa, di dalam hati.


Dengan langkah gontai, Raffa berjalan ke luar dan tidur di sofa yang berada di ruang tamu.


Aldo mulai berjalan mengendap-endap, masuk ke dalam kamar Kayla dan Kiara. Saat ia memasuki kamar itu, lampu kamar ternyata masih menyala dan Kiara baru saja keluar dari kamar mandi. Keduanya terperanjat kaget karena saling berhadapan.


"Ngapain Kakak masuk ke sini?" tanya Kiara.


Aldo mengisyaratkan untuk jangan ribut, karena Kayla masih tertidur.


"Kamu dan anak kamu tidur di kamar sebelah ya. Aku mau tidur di samping anak dan istriku" pinta Aldo.


"Tapi kan Kak Kayla nggak mau tidur sama Kak Aldo" kata Kiara.


"Aku mohon Kiara. Nanti masalah itu aku yang urus. Kamu mau ya?"


Setelah berpikir beberapa saat, Kiara akhirnya menyetujui permintaan Aldo.


Pelan-pelan Kiara menggendong Kenzo yang masih tertidur dan membawanya ke kamar lainnya.

__ADS_1


Aldo mulai naik ke atas kasur dan memperhatikan wajah istri dan anaknya yang tengah tertidur.


Maafkan aku honey. Aku memang suami yang tidak becus selama ini. Tapi aku benar-benar ingin berubah, tolong maafkan aku. Gumam Aldo.


Aldo menyingkap rambut Kayla yang menutupi wajah cantiknya itu, kemudian mengelusnya dengan perlahan.


Kayla sedikit menggeliat karena merasakan ada tangan yang menyentuh wajahnya. Namun, dirinya tidak terbangun dari tidurnya dan malah semakin nyaman untuk tidur saat seseorang mengelus pipinya.


Setelah merasa puas memandangi istri dan anaknya, Aldo pun tertidur dengan memeluk kedua orang yang dicintainya itu.


Berbeda halnya dengan Aldo yang berhasil tidur bersama Kayla dan juga Aurel, Raffa malah kedinginan karena tidur di luar tanpa memakai selimut. Dia meringkuk dengan mata yang masih tertutup, di atas sofa.


Kiara yang melihat Raffa meringkuk dalam tidurnya, mulai merasa kasihan. Ia mengambilkan selimut dan menyelimuti tubuh Raffa agar tidak kedinginan lagi.


Tidak disangka-sangka, Raffa menarik lengan Kiara membuat wanita itu terduduk di lantai dan wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Raffa.


Jantung Kiara berdetak dengan cepat dan nafasnya seperti tercekat karena melihat wajah Raffa yang hanya berjarak beberapa centi darinya.


Perlahan, Raffa mulai membuka matanya dan menatap lekat sepasang mata indah milik Kiara.


"Maafkan aku Kiara. Aku sangat mencintaimu. Aku harus bagaimana dengan perasaanku saat ini?" lirih Raffa.


Air mata keluar dari sudut matanya. Kiara pun ikut meneteskan air mata karena melihat Raffa yang sudah menangis.


"Jangan menangis Kak. Ini bukan seperti Raffa yang aku kenal dulu" ucap Kiara.


"Tapi orang tuamu tidak akan pernah mengizinkan kita menikah Kak. Kamu harusnya sadar"


"Kita kawin lari. Aku tidak peduli lagi dengan perkataan mereka. Aku benar-benar tidak bisa memaksakan hatiku untuk menyukai orang lain yang sesuai dengan kriteria orang tuaku. Aku yang menjalani rumah tangga dan aku merasa tersiksa kalau dipaksakan seperti ini, Kiara"


"Jujur aku juga masih menyukaimu. Tapi aku juga tidak ingin tersiksa dengan sikap orang tuamu padaku. Aku juga tidak ingin nantinya mereka membenci anakku"


"Aku akan berusaha untuk meluluhkan hati orang tuaku. Aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi"


"Aku tidak yakin Kak, maaf"


"Apa kamu juga sudah menyukai laki-laki yang bernama Arkan itu?" tanya Raffa.


"Tidak. Aku hanya menyukaimu, tapi aku masih ragu dengan kamu Kak. Aku permisi" jawab Kiara, sambil melepas tangan Raffa yang sedang menggenggam lengannya.


Raffa hanya bisa menatap kepergian Kiara. Dia kemudian menutup wajahnya dengan menggunakan lengannya dan menutup matanya karena merasa sangat stres.


.


.


.

__ADS_1


Pagi harinya, Kayla perlahan membuka matanya karena mendengar suara Aurel yang menangis.


Saat ia menoleh ke arah Aurel, alangkah terkejutnya ia karena melihat Aldo yang sedang tertidur tepat di samping Aurel.


Kenapa Mas Aldo bisa tidur di sini?.


Kayla mencoba tidak memperdulikan kehadiran Aldo dan mulai menggendong Aurel, lalu memberikan asi untuk anaknya.


Aldo terlihat menggeliyat dalam tidurnya dan mulai mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi istriku dan anak cantikku" ucap Aldo dengan suara serak, khas orang baru bangun tidur.


"Kenapa kamu bisa tidur di sini, Mas? Kiara mana?" tanya Kayla masih dengan nada jutek.


"Ya ampun honey, masih jutek juga nih? Maafin aku ya. Tadi malam aku suruh mereka tidur di kamar sebelah"


"Terus Raffa dimana? Jangan bilang mereka tidur bareng?" duga Kayla.


"Harusnya sih nggak. Soalnya tadi malam aku suruh Raffa tidur di luar" kata Aldo, dengan santainya.


"Astaga kamu kok jahat banget sih. Di luar itu dingin loh"


"Udah biasa dia honey. Santai aja. Aku boleh gendong Aurel lagi nggak?"


"Boleh. Tolong jagain Aurel ya, aku mau siap-siap buat adonan roti dulu" ucap Kayla.


"Kamu mau buat roti untuk laki-laki kemarin itu? Jujur aku nggak suka liat kamu dekat-dekat sama dia, honey" ungkap Aldo.


"Dia teman dan juga rekan bisnis aku. Jangan kayak anak kecil deh, Mas. Jagain Aurel ya, nih gendong pelan-pelan"


Kayla selesai memberi asi kepada Aurel dan mulai memberikan anaknya itu agar digendong oleh Aldo.


Mata Aldo tidak lepas dari dada Kayla. Ya, dia tidak sengaja melihat dada milik Kayla saat selesai memberikan asi kepada Aurel.


"Honey, udah lama loh"


"Lama apa?"


"Itunya nggak dikasih" tunjuk Aldo ke dada Kayla.


"Jangan aneh-aneh. Aku masih marah sama kamu. Urus Aurel dengan baik kalau mau dimaafin, jangan sampai cowok lain yang bisa ngurus Aurel dengan baik" ucap Kayla dengan tegas.


"Sayangku jangan marah ke Papa lagi ya. Jangan suka laki-laki lain selain Papa. Papa sayang banget sama kamu"


Aldo menghujani ciuman pada pipi gembul Aurel. Kayla yang mendengar itu, mencoba menahan tawanya.


Semoga dengan cara ini kamu benar-benar berubah lebih baik lagi Mas.

__ADS_1


__ADS_2